Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juni 2016

1 2 3 4 »

TETAP PRODUKTIF WALAU TERKENA VIRUS KUNING

uthe3

Perkembangan tanaman mitra kami dari Siak, Kab. Riau terus kami pantau hingga saat ini. kondisi tanaman mitra kami sdr. Buter yang hingga saat ini telah berusia 3 bulanan, sudah banyak membentuk bunga dan buah.

uthe2

Kalau mengamati kondisi tanaman mitra kami ini yang pada awal pertumbuhannya terkena keriting dan virus kuning saat ini menunjukkan hasil dan perubahan yang ,nyata.

uthe4

Sdr. Buter, sedang memantau langsung keadaan tanamannya yang mulai banyak menghasilkan buah.

uthe 1(1)

Padahal kondisi awalnya, sebagaimana yang sudah kami bahas di artikel sebelumnya, keadaannya, cukup memprihatinkan, karena di usia 3 mingguan pun sudah terkena keriting yang berat.uthe6

Secara berkesinambungan kami dan mitra kami mengadakan analisa dari Gambar gambar yang dikirimkan mitra dari Desa Pusako ini.

uthe 2(1)

Dari data tersebut, kami secara bersama sama, untuk mengupayakan agar virus kuning dan keriting daunnya, bisa ditekan dengan pemberian “zat hijau daun” sehingga daun yang sakit “kuning” ini dapat “tertutup” oleh klorofil yang kita suplay.

uthe7

Semoga makin nyata hasilnya Sdr. Buter. Walaupun masih ada gejala gejala virus kuning dan keriting yang penting tanaman masih mau produktif dan menghasilkan panenan yang tinggi.

TANAM TOMAT HYBRIDA TANPA MULSA PLASTIK

IMG-20160627-WA008

(Tanaman Mitra kami Pak Rudi,dari desa Jungke, Bener Meriah, Aceh.)

Sebagaimana yang biasa petani lakukan dalam budidaya tanaman tomat, petani biasanya melakukan penanaman tomat terutama varietas hybrida tidak lepas dari penggunaan Mulsa Plastik.

Memang salah satu fungsi dari mulsa plastik tersebut adalah untuk, menahan “laju’ dari efek “gas”  pupuk yang kita berikan tidak cepat “menguap”.

IMG-20160627-WA011

Nah pada kesempatan ini, kami beserta mitra kami dari Aceh Tengah tepatnya didaerah Bener Meriah, mencoba budidaya tanaman tomat dengan tanpa plastik mulsa.

Efek “cepatnya penguapan” gas  dari pupuk yang kita berikan, tidak langsung menguap tetapi bisa langsung terserap oleh  tanah dan tanaman.

IMG-20160627-WA013

Tanaman mitra baru kami ini. saat ini tanggal 27 Juni 2016, varietas tomat “besar” nya, sudah memasuki usia 87 hari setelah tanam.

IMG-20160627-WA000

Kami bersyukur karena tanaman tomat mitra pak Rudi ini, buahnya sudah.besar besar bahkan sampai ke ujung buahnya.

Gambar diatas, saat ada Kunjungan petani dari daerah  lain untuk  mengetahui perkembangan tanaman tomat mitra KPO KL.

IMG-20160627-WA010

Perkembangan daun dan buah, menurut pengamatan kami dari Garut – Jabar, tanaman tomat tanpa mulsa pak Rudi  di Aceh tengah ini, tergolong “super”. Karena walaupun tanpa “kandang mulsa”, tapi tanaman berkembang dengan suburnya dan terhindar dari hama dan penyakit utama tanaman tomat.

IMG-20160627-WA009

Pemberian mulsa yang biasanya dimaksudkan agar pemberian pupuk Tidak segera “menguap”, ternyata masih efektif terserap dengan cepat oleh tanaman. Biasanya pemberian pupuk baik organik dan.kimia ke dalam tanah, apabila tanpa diberi mulsa , pupuk Langsung “menguap” begitu saja.

IMG-20160627-WA002

Hanya saja metode yang kami berikan dalam hal ini adalah dengan , pemberian bahan organik dan juga mikroba pengurai ( Melalui Protektan Biopestis dan Biopestis ) sehingga pupuk yang diberikan kedalam tanah, langsung “SIAP SAJI”….

Semoga berhasil pak Rudi…

PERUBAHAN MAKIN TAMPAK SETELAH “DIDERA” KERITING DAUN

Saat ini kami terus memonitor perkembangan tanaman cabe mitra kami di Desa Sungai Limau, Kec. Pusako, Kab. Siak PekanBaru Riau.

4 mei 1

(4 Mei 2016. Kondisi tanaman mitra muda kami Pak Buter, awalnya seperti gambar diatas ini, kondisinya memang benar benar mengkhawatirkan, karena sebagian tanaman sudah menggulung dan keriting. Usia tanaman sekitar 3 mingguan.

16 mei 2 kali

(16 Mei 2016.) Kondisi tanaman sudah tampak mulai ada perubahan secara bertahap setelah 2 kali aplikasi.

26 mei

(26 Mei 2016). Dalam gambar tampak, sudah ada beberapa batang tanaman yang dicabut karena mengalami pertumbuhan yang terlambat sehingga jelas terlihat tinggi tanaman yang tidak sama pertumbuhannya.

30 mei 2 bulanan(13 Juni 2016) Pada saat tanaman berusia 2.5 bulan ini, usaha agar tunas dan daun “mau” , pulih kembali secara step by step terus dilakukan Pemberian  Protektan, Pesnator dan Biopestis secara disemprotkan diberikan dengan dosis 1-2 tutup per tangki 17 liter.

19 juni

(Kiriman gambar dari mitra kami via Bbm pada tanggal, 19 Juni 2016.). Daun daun bagian bawah, tampak makin melebar ,walaupun duan bagian atas nya masih tampak  sisa sisa mengkerutnya tunas , (yang saat ini juga mulai ikut melebar dan membuka.)

24 juni

Pengamatan dan pengiriman gambar oleh mitra pak Buter, via bbm, pada tanggal 24 Juni 16.

Diusia sekitar tiga bulan kurang, tanaman cabai saat ini setelah perlakuan pengecoran dan penyemprotan cara KPO KL,tunas tunasnya makin membuka dan melebar.

Dalam kondisi demikian kami biasanya melakukan aplikasi pengecoran seminggu sekali sedangkan aplikasi swmprotan seminggu dua kali. Semoga makin membaik tanamannya pak Buter.