Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Februari 2016

JADWAL PELATIHAN GELOMBANG XXVI, BULAN PEBRUARI 2016

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Klinik Pertanian Organik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  , untuk  15  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang XXVI),   AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU KE EMPAT BULAN PEBRUARI 2016  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Klinik Pertanian Organik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal   26-27  PEBRUARI 2016
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Biaya pelatihan pertanian berbasis organik,ala klinik Pertanian Organik, kembanglangit ini , (  akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagainya ) besarnya biaya akomodasi selama pelatihan 2 (dua ) hari, adalah sebesar Rp. 300.000,-
Bisa ditransfer ke  Rek BCA  4460194518,  an : Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan bukti tranfer/struk di kirimkan ke email  kembanglangit01@yahoo.co.id , atau ke pin BB, 2ab4e998.
Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO-KL.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ( sesuai KTP)  ke alamat email kami, kembanglangit01@yahoo.co.id
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .

APAKAH POLA TANAM BERBASIS ORGANIK, MAHAL?

Berikut ini, kami mencoba  menganalisanya, secara garis besar saja…

IMG_20160205_083843

Kondisi tanaman hingga saat ini berumur, 1.5 bulan.  Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang ayam 100 karung, sedengkan pupuk kimia yang diberikan sebagai pupuk dasar, tidak  digunakan sama sekali. Bibit cabe Hybrida varietas Rampalis yang digunakan 8 Pack, jumlah tanaman sekitar 10.000 batang.)

(Dalam  gambar , lahan percontohan kami dikunjungi oleh petani muda sdr. Suryana, dari desa Goaparang, Rt 05/2, Kec. Sukaraja, Sukabumi. )IMG_20160205_081200

Sdr. Suryana dan Bp. Bihom dari Pasir Bajing sedang memantau kondisi tanaman cabe pak RW. Bambang,di Pasir Bajing Leuweung tiis – Banyuresmi -Garut. Pemantauan pada tanggal 5 Peb 16.

IMG_20160205_081145

Tanaman yang ditanam pada tanggal 22 Desember 16, (usia tanaman 44 hst) ini sudah diberi perlakuan pemupukan 4 kali, yaitu pada saat usia 10 hari, 20 hari, 30 dan 43 hst.   Sedangkan perlakuan penyemprotan yang  dilakukan  oleh pak Bambang ini juga baru empat kali, dimana setiap setelah pengecoran sehari  kemudian disusulkan dengan penyemprotan.

IMG_20160205_081150

Berikut ini komposisinya, pengecoran pertama, Protektan, Biopestis @ 1 tutup (12 cc),IMG_20160205_081648

Sdr. Suryaman yang secara khusus datang dari Sukabumi mengunjungi lahan percontohan kami di Banyuresmi-Garut, dan sedang mencermati produk produk pendukung  yang digunakan  pak   Bambang,diantaranya, Biopestis dan Pesnator .

Pengecoran kedua dan ketiga , komposisinya sama dengan pengecoran pertama.

IMG_20160205_081209

Pengcoran  keempat komposisi yang diberikan oleh mitra kami ini adalah sbb:

IMG_20160205_081351

Kondisi tanaman pada saat ini, usia 44 hst, pentil dan Buah sudah mulai bermunculan.

Penyemprotan sudah dilakukan juga 4 kali, cara yang dilakukan oleh  mitra kami yang sudah  senior dibidang percabean ini adalah  melakukan penyemprotan , sehari, setelah pengecoran . Adapun  komposisi penyemprotannya adalah sbb:

Semprotan pertama dan kedua, adalah Protektan, Biopestis @ 1.5 tutup per tangki per 17 liter air nya.

IMG_20160205_081742

Kondisi tanaman sudah mulai seragam dan serentak.

Dalam kondisi demikian penggunaan Fungisida, Pupuk daun , hormon pertumbuhan bakterisida, belum digunakan sama sekali.  Memang dalam hal ini, cara yang dilakukan oleh mitra kami ini, termasuk diluar kebiasaan petani lain, disekitarnya, bahkan terbilang sangat irit.

IMG_20160205_083015

Penghematan yang dilakukan hingga saat ini, yaitu pertama, ukuran pupuk kandang yang lumrahnya untuk 10.000 batang diberikan 300-400 karung, pak RW Bambang hanya memberikan  100 karung saja.

IMG_20160205_081003 Pupuk dasar kimia yang lumrah ditempat kami, adalah sekitar kisaran  150 kg per 300 batang, jadi  kebutuhan untuk 10.000 biasanya diperlukan 500-600 kg, sedangkan pak Bambang TIDAK MEMBERIKAN PUPUK KIMIA sebagai DASARAN SAMA SEKALI.  Perhitungannya bisa kita lakukan.

IMG_20160205_081912

Jumlah aplikasi penyemprotan yang biasanya/lumrahnya  dilakukan seminggu sekali atau dua kali, pak Bambang melakukannya 10 hari sekali. Demikian juga pemupukan/pengecoran yang biasanya dilakukan seminggu sekali, saat ini mitra kami ini melakukannya 10 hari sekali, bahkan pengecoran ke-4, pengecorannya dilakukan agak renggang yaitu 13 hari dari pengecoran ke 3. Pengurangan biayanya bisa kita hitung juga.

IMG_20160205_081634

IMG_20160205_083925

Komposisi, jenis  dan  dosis pupuk yang digunakan oleh mitra kami ini juga begitu sedikit dan irit, sehingga, kalau diperbandingkan dengan yang menggunakan tehnik kimia murni, masih jauh berbeda selisih biaya produksinya.

Kami terus berharap dan mohon dorongan serta doa nya, semoga saja metode ini, bisa berhasil sehingga kita bisa bercocok tanam tanaman apapun, khsususnya cabe bisa lebih hemat dan tidak mengeluarkan biaya produksi yang tinggi .

(Catatan, model penerapan ini, belum kami rekomendasikan, dan baru dalam taraf penelitian kami…)