Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Januari 2016

PEMELIHARAAN CABE “PERIODE KE DUA”

Setelah cukup lama kita tidak memantau,  perkembangan tanaman mitra kami dari Blitar -Jatim, ini…ternyata hasil yang sangat menggembirakan, kami dapatkan dari petani mitra muda KPO-KL ini.

Foto2525

MAZ YOGY, yang beralamat di Desa Sukorejo, Kec. Wates, Rt 5 RW 3, Kab. Blitar -Jatim ini, kembali, kami angkat ke web KPO_KL sebagai bahan ulasan kami.

Foto2519

Tanaman Mas Yogi Ini , telah kami  posting dan kami angkat sebagai bahan ulasan kami sejak beberapa bulan yang lalu, bahkan tanaman cabe keriting  F1, varietas Jacko 99, mitra kami ini ditanam sejak tanggal 25 Juni  2015. Seluruh gambar yang kami lampirkan dalam ‘halaman’ artikel kali ini semuanya dikirimkan oleh Maz Yogy pada bulan Januari 2015.  Gambar diatas dikirim dari Wates, pada tanggal 14 Januari 16. ( Tanaman masih bertahan walaupun sudah berusia lsekitar  7 bulan).

mas.yogi 18

Sama sekali tidak ada rekayasa dalam hal ini, bahkan mitra mitra di Jatim khususnya yang berada di sekitaran Blitar, bisa memantau langsung dan berdiskusi secara intensif dengan petani mitra kami ini . Pada periode pertama tanaman cabe keriting  yang jumlah awalnya sekitar 1800 batang ini, telah berproduksi sekitar 1.2 Ton.

Foto2516

Pengiriman gambar  dari Blitar, pada tanggal 18 Januari 2016 ke KPO- KL, di Garut, Jabar.  Periode pertama dipetik sebanyak 13 kali panenan, dengan hasilnya 1.2 ton  dan yang kami syukuri hingga saat ini tanaman yang beberapa saat sempat berhenti dulu produksi  pada  saat ini kembali telah berproduksi kembali.

Foto2673

Setelah “fase istirahat” dan pembentukan tunas dan bunga/buah , tanaman yang dirawat dengan pola berbasis organik cara KPO-KL ini, kembali berproduksi (memasuki PERIODE/TAHAP II) dan hingga saat ini tanggal 22 Januari 16 , telah dipetik sebanyak 5 kali.

 Foto2675

Kami sangat bersyukur karena pada periode kedua ini, ternyata produktifitasnya, melebihi petikan /panen pada periode pertama ( setidaknya hingga petikan ke 4, hasilnya masih lebih banyak pada periode kedua ini).

Foto2676

Berikut ini kami sertakan data yang kami terima dari mitra kami ini, PETIKAN PADA PERIODE PERTAMA, petikan 1 s/d 4, berturut turut sbb: hasil yang diperoleh, 5 kg, 15 kg, 35 kg, 58 kg, sedangkan pada saat PETIKAN PERIODE KE DUA hasilnya sbb:  6 kg, 36 kg, 46 kg ,78 kg dan petikan ke 5, hasilnya 101 kg, jadi total hingga saat ini tanggal 22 Januarai 16, periode kedua ini telah berproduksi sebanyak  lebih dari 2.5 kuintal. Jumlah tanaman awal 1800 dan  tanaman yang bertahan hingga saat ini sekitar 1500 batang.

Foto2678

Tunas tanaman juga masih berkembang  disaat menjelang petikan ke 18 ini. Dan buahnya pun masih sangat lebat.  Pola berbasis organik yang kami gunakan dengan mitra kami ini adalah dengan mengkombinasikan pestisida organik dari KPO-KL dengan sistem pestisida kimia dengan dosis yang rendah saja.

Foto2681

Kualitas buah masih masuk dalam kategori kelas A.

Foto2688_001

Dengan usia tanaman yang lebih panjang  dengan komposisi  dan hasil yang demikian, masihkan kita mengatakan pertanian berbasis organik itu MAHAL ???

PERBEDAAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DENGAN PERTANIAN ORGANIK DAN PERTANIAN KIMIA

Pertanian organik, pertanian berbasis organik dan pertanian berbasis kimia adalah tiga hal yang berbeda, dalam konsep dan penerapannya.

IMG_20160112_160738

Gambar diatas kami ambil pada tanggal 12 Januari 16. Usia tanaman sekitar 3 bulanan. Tanaman ini kami beri perlakuan secara khusus, yaitu dengan pola perlakuan, kombinasi antara perlakuan organik dan kimia. (lokasi pak Edi Cilawu- Garut).

IMG_20160112_160451

Gambar 1. Semua hasil penerapan ini dari gambar 1- gambar 5 , kami ambil dari wilayah Genteng- Cilawu- Garut dalam waktu yang sama, demikian juga gambar 6 yang kami ambil pada tanggal dan  tempat yang sama.

IMG_20160112_160721 (1)

Gambar 2. Pertama adalah pertanian ORGANIK , sistem pertanian ini, menerapkan  dari konsep yang ketat, dimana faktor hygienis dan faktor kandungan residu dari produk sangat dijaga.  Bahkan dalam pola penanamannya, dilakukan secara ketat dan pada umumnya lahannya pun di sterilisasi dari bahan bahan pupuk dan pestisida  kimia terlebih dahulu.IMG_20160112_155823

Gambar 3. Hasil dari penerapan sistem, pertanian organik,dijual dalam outlet-outlet tertentu dan dijual secara ‘eksklusif”, dengan harga jual yang  mahal.

IMG_20160112_160101 Gambar 4. Pertanian KIMIA, adalah suatu konsep dimana menerapkan pola yang mengandalkan bahan bahan kimia semata mata, dalam menerapkan tehnis budidayanya. Miasalnya saja, hanya menggunakan pupuk kimia sintetis dari toko pertanian dan juga pestisida kimia nya digunakan secara “full”. Hasil produktifitas yang tinggi, menjadi tujuan utamanya…., tanpa menghiraukan, dampak dan ekses ekses yang akan muncul. Terjadinya resistensi, terjadinya ledakan hama dan makin rusaknya tanah, biasanya dengan pola ini seolah diabaikan yang penting tanaman aman , selamat, produktifitasnya tinggi.

IMG_20160112_155710

Gambar 5. Sedangkan dengan pola yang ketiga adalah pola PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, yang mana pola ini adalah pola yang berusaha memadukan, antara kedua, jenis pola pertanian diatas.   Basic/dasarnya adalah pola organik, yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk kandang yang ‘makanannya ‘ hijauan, berupa pupuk  kambing, sapi dll khewan yang makanannya dari tanaman/ daun daunan. Penggunaannya dari pupuk kandang ini pun diberikan apabila pupuk tersebut telah di lakukan proses pemeraman/pematangan  terlebih dahulu. Termasuk juga dalam hal pestisidanya.

IMG_20160112_150313

Gambar 6.A. ( Gambar  6 a sd gambar 6.d, merupakan pola yang masih menggunakan pola kimia murni dan belum tersentuh dengan pola organik.)

IMG_20160112_150308IMG_20160112_150656 (1) IMG_20160112_151145

Gambar 6 B-C-D. ( Seluruh gambar pada gambar 6,ini  diambil juga pada tanggal yang sama dan juga pada tempat masih di Genteng – Cilawu, menuju Gunung Cikuray- Garut.)

Pola PERTANIAN BERBASIS ORGANIK ini, juga menggunakan pestisida pestisida organik sebagai bahan utama dalam pengendalian hama dan penyakitnya. Adapun penambahan bahan pestisida kimia pun hanya diberikan dalam jumlah yang sedikit dan sekedarnya saja. (misalnya saja penggunaan, fungisda yang hanya 1 sendok teh sd 1 sendok makan per tangki 17 liter airnya. Sementara penggunaan insektisidanya pun digunakan dalam dosis yang rendah yaitu sekitar 5-6 cc per tangki 17 liter airnya.   Hasilya setelah dilakukan secara berulang ulang bisa kita lihat pada, gambar 1-5 diatas dan  sebagai perbandingannya POLA PERTANIAN  KIMIA MURNI dilakukan pada areal yang sama masih di Genteng Cilawu,  hasilnya seperti terlihat pada  seluruh gambar 6 diatas ( ada 4 lokasi yang kami ambil pada tempat tersebut.)

Pola PERTANIAN BERBASIS ORGANIK ini merupakan pola dimana pola budidaya tanamannnya dilakukan dengan mencampurkan, antara pola PERTANIAN ORGANIK DENGAN POLA PERTANIAN KIMIA.

Pola ini, bisa juga dikatakan dengan pola kolaborasi organik dan kimia, tetapi dengan memprioritaskna penggunaan bahan bahan bahan  dari bahan alami /organik, dengan penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang sekedarnya saja.

Semoga saja ….kami  berharap pola ini, yang secara internasional sering disebut sebagai GAP ( Good Agriculture Practice ), merupakan “jalan tengah ” antara pola organik dan pola kimia. Pola bertani kita selama ini, pola yang berbasis kimia cenderung merusak ekosistem, resistensi terjadi dimana mana, juga produktivitas juga makin menurun, sementara itu pola pertanian organik murni, pun saat ini  dikatakan produktifitasnya rendah dan rumit, selain itu pola pertanian organik murni menurut kami  belum mampu menjawab akan tantangan produktifitas  / hasil pertanian yang tinggi  yang diperlukan sesegera mungkin.

KEMITRAAN DENGAN DINAS PERTANIAN

aceh 18 nop(1)

Kemitraan KPO KL yang selama ini jalin, selain dengan petani secara personal dan kelompok tani juga menjalin kemitraan dengan dinas pertanian.( Dalam gambar diatas diambil pada tanggal 18 November 2015, salah satu kegiatan Dinas Pertanian Aceh bersama dengan kelompok tani, Geubina Tani, di Aceh Selatan yang juga sekaligus mitra KPO-KL).

Bentuk kemitraan yang kami jalin adalah dengan memberikan konsultasi dan pendampingan ke petani petani secara berkesinambungan.

Pada kesempatan ini kami akan mengulas perihal Pendampingan yang kami lakukan untuk kelompok tani “Geubina Tani” di desa Tengah Peulumat Kec. Labuhanhaji Timur, Kab. Aceh Selatan.

aceh 8 des(2)

Gambar 2. Diambil pada tanggal 5 Desember 15, kondisi tanaman padi mitra mitra kami di Aceh Selatan.

Kami melakukan pemantauan jarak jauh melalui foto foto yang dikirimkan oleh pak Misral dan pak Anispudin, yang juga merupakan anggota kelompok tani Geubina Tani.

aceh 8 des

Pak Anispudin, yang merupakan binaan dinas pertanian NAD, secara kontinyu juga berkomunikasi dengan kami KPO KL,dalam menerapkan tehnologi tehnologi dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padinya. ( Pengamatan yang dilakukan pada tanggal 8 Desember 15.)

aceh 14 des

Pada tanggal 14 Desember 15, kami mendapat kiriman gambar kembali dari mitra kami di Aceh Selatan ini . Dari gambar  dan juga data data yang kami dapatkan ini, kami menganalisa dan merekomendasikan langkah langkah aplikasi selanjutnya.

aceh 22 des 2 mingguan menjelang panen..

Seminggu kemudian tanggal 22 Desember 15, pada saat tanaman padi diperkirakan menjelang panen 2-3 mingguan lagi, tanaman ternyata terkena banjir. Tetapi kondisi tanaman masih bisa bertahan.

IMG_20151223_174324

Secara khusus mitra mitra kami dari Dinas Pertanian Profinsi Aceh, pada tanggal 23 Desember 15, berkunjung ke Balai Klinik Pertanian Organik Kembang Langit di Tutugan Leles Garut Jabar. Kami berdiskusi dan mengevaluasi perihal yang telah kami kerjakan bersama sama. Evaluasi diantaranya perihal hasil yang telah dicapai di Lokseumawe, di Takengon dan di Aceh Selatan ini. Hadir pada kesempatan ini antara lain, Kabid pak Fahrurrozi dan beberapa Kasie Kasie dari Dinas Pertanian Aceh.aceh 30 des 1

Pada tanggal 30 Desember 15, semingguan menjelang panen mitra kami dari Kec. Labuhanhaji Timur ini, memberikan kabar perkembgan tanaman padinya untuk kita bahas bersama sama kembali.

Pada saat ini, kondisi tanaman sudah dua kali kebanjiran, tetapi yang menjadi catatan kami adalah walaupun tergenang air hingga dua kali, batang padi tidak rebah dan masih tetap produktif.

aceh 6 jan(2)

Mitra kami dari Dinas Pertanian Aceh pada saat pemantauan di Kab. Aceh Selatan untuk mengetahui hasil panen dan penimbangan hasil tonase yang dicapai dari penerapan berbasis organik ini.

aceh 6 jan(3)

Dari hasil yang dicapai bisa 40 persen lebih tinggi dari pada pola yang menggunakan metode konvensional / kimia murni. Dengan metode Berbasis organik hasil yang dicapai 5.28 ton per hektar sedangkan tehnik kimia hanya 3.36 ton per hektar.

Kalau menganalisa hasil yang dicapai kali ini memang secara tonase hasilnya memang ” “sangat biasa”, dan standar 5.28 ton, tetapi yang menjadi catatan kami adalah lokasi penerapan ini sudah kebanjiraj selama dua kali, dengan hasil ini sebenarnya sudah diluar dugaan karena tanaman padi memang benar benar tenggelam air.

Semoga hasil berikutnya hasil yang dicapai bisa lebih meningkat lagi…

.