Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2015

1 2 »

EVALUASI dan REFLEXY HASIL PENERAPAN CARA KPO KL DI AKHIR TAHUN 2015

Ada beberapa hasil penerapan diantara sekian banyak mitra yang telah dan sedang menerapkan pola pertanian berbasis organik cara KPO KL, diantaranya, mitra muda kami dari Sipirok Tapanuli Selatan yaitu Julpan Pane.

Julpan_665609

Mitra muda kami ini, termasuk pioner dan sangat aktif dalam bertukar informasi sekaligus menerapkan pola KPO KL ini.

julpan 29 4

Bukan saja hasil penerapannya tetapi  juga hasil penerapan dari Abangnya, Bp Haqqul Mubin dan Bp. Aswan yang juga merupakan Kepala desa di Sipirok dan Bagas  Lombang  Tapsel. Gambar diatas merupakan gambar terupdate dari sdr. Julpan Pane yang dikirimkan pada tanggal 29 Desember 2015.

pak kades 29 2

Sedangakan gambar kedua ini, merupakan hasil penerapan dari Pak Haqqul Mubin, abang dari mitra Julpan Pane yang secara rutin kondisinya dilaporkan oleh Sdr. Julpan Pane kepada kami.

julpan 29 5

Hal yang menarik perhatian kami di daerah Tapsel ini adalah karena di wilayah tersebut berdasarkan informasi yang kami terima yaitu  awalnya sentra tanaman cabe untuk Profinsi Sumut dan sekitarnya  tetapi beberapa tahun belakangan ini, mulai berkurang akibat adanya serangan virus kuning.

Namun setelah aplikasi dengan.metode berbasis organik cara KPO KL, hingga saat ini, akhir tahun 2015,kondisi tanaman. mitra kami dari Sipirok Tapsel ini, sudah terhindar dari serangan keriting daun dan virus kuning.

IMG_20151230_131737

Sementara itu penerapan mitra kami yang dilakukan di Desa Genteng Cilawu Garut, hingga saat ini akhir tahun 2015,  juga menunjukkan hasil yang sangat kami syukuri. Kondisi tanaman makin membaik dan juga menunjukkan progress yang makin meningkat.

Bahkan dalam beberapa saat ini kami mengajak tamu tamu kami yang berkunjung ke KPO KL kami ajak untuk memantau langsung hasil percontohan penerapan kami ini.

IMG_20151223_111807

Diantaranya tamu /mitra kami dari Nangro Aceh Darussalam, yang jumlahnya 10 orang, yang terdiri dari Kabid dan kasie dinas pertanian Profinsi Aceh. Hal ini tentunya merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kunjungan ini juga merupakan kelanjutan dari kemitraan yang selama ini telah kami jalin. KPO KL yang diberi kepercayaan untuk menjadi konsultan tehnik , hasilnya sudah kami rasakan , antara lain, peningkatan produksi padi di wilayah Loksukon Aceh Utara, Peningkatan hasil produksi tanaman cabe di Takengon Aceh tengah dan saat ini kami pun sedang menunggu hasil penerapan pada tanaman padi di Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Selain dikunjungi oleh petani mandiri, kami juga dikunjungi utusan utusan khusus yaitu dari Utusan Dinas Pertanian Semarang Jateng.

IMG_20151213_122424

Pak Rustam, pak Ir. Sutanta, yang merupakan utusan kelompok tani binaan Dinas Pertanian Semarang Jateng juga berkunjung ke lokasi percontohan yang berada di Cilawu Garut ini.

Hasil lainnya yang kami anggap sangat menggembirakan di tahun ini adalah , capaian dari Barabai Tepatnya di desa Alat Hantakan, Kalsel, yang mana mitra kami dari sana, memberikan informasi bahwa tanah / lokasi penanamannya yang selama ini menggunakan pola KPO KL, setelah digunakan 9 kali berturut turut tanpa merobah posisi bedengan sama sekali, justru menghasilkan produktifitas yang semakin meningkat.

lAhan 9 kali

Berbeda dengan tehnik konvensional/kimia, dengan metode cara KPO KL, ini lahan yang sebelumnya ditanami terong, jagung, tomat, cabe, bawang merah, burkol dll hingga saat ini penanaman ke 9 yang ditanami dengan kacang tanah dan Jagung, hasilnya justru makin baik dan tanah makin subur.

Selain itu masih dari Barabai Kalsel, kami juga sangat bersyukur karena dengan pola pertanian berbasis organik ini, telah menghasilkan tanaman buncis yang menurut kami sangat spektakuler, yang mana tinggi tanaman buncis tingginya hampir 3(tiga) meter,dengan produtifitas yang tinggi pula.

buncis

Tanaman buncis di Tanah Borneo.

2 september

Kondisi tanaman yang akan dicabut di Nongkojajar Pasuruan karena kondisinya pada bulan Agustus 15 terkena terik matahari yang sangat…..

cabe mas taufiq 2

Kondisi setelah dilakukan “terapi ” organik cara KPO KL, dipantau pada tanggal 10 Desember 2015.Tanaman mas Taufiq yang awalnya akan dicabut hingga saat ini masih dipelihara dan sudah berproduksi.

Sebenarnya masih banyak hasil hasil yang kami evaluasi dan  kami anggap diluar dugaan kami sendiri, ini merupakan suatu anugrah untuk kita semua untuk petani dan juga untuk KPO KL.

Kami berharap hasil ditahun 2015 ini makin berkembang ditahun  tahun berikutnya dan bisa merefleksikan hasil pencapaian  yang lebih baik ditahun tahun berikutnya.

KUNJUNGAN MITRA DARI DINAS PERTANIAN ACEH KE KPO KL

Pada tanggal 23 Desember 2015 kami kedatangan mitra dari Ujung pulau Sumatera yaitu Jajaran Kasie dan Kabid dinas pertanian Aceh. Kemitraan yang sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini terus berlanjut. Setelah kami berkunjung ke Aceh pada bulan April dan Juni 2014 lalu, saat ini ditindaklanjuti dengan kunjungan dari Aceh ke Garut.

IMG_20151223_173258

Jajaran dari dinas Profinsi Aceh saat berkunjung ke Balai pelatihan Pertanian organik KPO KL,dari kiri ke kanan Ibu Zarina SP,Ibu Sri Mulyani SP, Bp.Anwar SP,Bp. Jauhar KPO KL, Bp.Rizal Fachlevi SP,Bp. Mustadhar Sp,Bp. Fachrurrozi SP Kabid, Bp.Rusli Gunawan KPO KL,Bp. M. Reza SP,Ibu Yusnah SP, Ibu Eka Sari SP dan Bp. Rico. Junaidi SP.

IMG_20151223_174307

Evaluasi membahas hasil penerapan, baik hasil yang sudah dicapai di Aceh dan juga hasil penerapan di Garut. Ada beberapa lokasi pengamatan yang telah diterapkan diaantaranya di Lokhsemawe  Aceh Utara, Di Labuhan Haji, Aceh Selatan dan Takengon Aceh Tengah, dan hasil penerapan yang kami lakukan bersama menunjukkan hasil yang sangat memuaskan yang.mana hasilnya sudah mencapai hasil rata rata yang dicapai oleh petani konvensional disekitarnya.

IMG_20151223_113009

Pada saat kunjungan mitra dari Dinas Profinsi Aceh kami meninjau pula lokasi penanaman cabe yang telah menerapkan penerapan dengan metode pertanian berbasis organik cara KPO KL

IMG_20151223_112416

Bp. Kabid Dinas Pertanian Profinsi Aceh, Bp. Facrurrozi SP, secara khusus meninjau.langsung ke lapangan untuk melihat hasil penerapan petani Di Desa Genteng Cilawu Garut, pada tanaman cabe Bp. Edi.

IMG_20151223_111807

Seluruh mitra dari Aceh melihat langsung ke pertanaman cabe yang telah menerapkan pola KPO KL di Kec. Cilawu Garut ini..

IMG_20151223_111841

Semoga hasil studi banding ke Garut ini bisa manambah pengetahuan kita bersama dan saling bertukar pengalaman yang sudah dicapai selama ini dan semoga hasil study banding ini bisa menambah kemanfaatan untuk mitra tani baik di Garut maupun di Aceh

Kami juga berharap petani dan mitra lainnya dimanapun berada dapat termotivasi untuk mulai mengembangkan pola pertanian berbasis organik ini.

BERLANJUT PADA PEMBUAHAN TAHAP KEDUA……

Kali ini kita lanjutkan pengamatan penerapan pola KPO KL di wilayah Wates, Blitar Jatim tepatnya di desa Sukorejo.  Postingan mitra muda kami dari Blitar ini, pernah kami angkat di web kami beberapa bulan yang lalu.

mas yogi 6 des 3

Gambar 1. Kondisi tanaman mas Yogi, pada saat diambil gambarnya pada tanggal 6 Desember 2015.

Sebagaiamana yang pernah kami  ungkapkan dipostingan yang lalu, tanaman cabe keriting mas yogi ini ditanam pada tanggal 23 Juni 15, jadi saat ini usia tanaman sudah memasuki usia 6 bulanan.

mas yogi 6 deswmbte

Gambar 1.B. Sebagaimana yang kami prediksikan bahwa bulan bulan Desember Ini harga cabe merangkak naik, mitra kami ini melanjutkan pemeliharaan tanaman cabe nya.

Tanaman cabe yang biasanaya usia 6 bulan ini dicabut dan diganti, tetapi oleh mitra kami ini pemeliharaanya dilanjutkan untuk meraih buah pada tahapan /periode kedua.

mas yogi 13 des 2

Gambar 2. Pengamatan pada tanggal 13 Desember 15.

 Kondisi buah yang pada tahapan.pertama telah panen 13 kali ini, kemudian dilanjutkan  pemeliharaannya pada periode kedua. Hingga saat ini buah  malahan tampak semakin lebat dari masa tahapan pertama.

mas yogi 13 des

Gambar 2. B. Perlakuan dengan menggunakan pola KPO KL, terus dilanjutkan, dan yang kami syukuri bersama, karena  kondisi tanaman aman dari Layu, juga antraknose/patek, sehingga pemeliharaan bisa berlanjut.

mas yogi des 21 5

Gambar 3A.kondisi Pengamatan tanggal 21 Desember 15.

Tunas tanaman masih terus meninggi. Walaupun agak kuning kuning sedikit tapi hal ini memang wajar karena tanaman memasuki tahapan yang biasnaya memang sudah memasuki  masa “jeda” beberapa saat.

mas yogi 21 des..

Gambar 3.B. Dikirimkan gambarnya oleh mitra kami  masih pada tanggal 21 Desember 15.

Batang dan ranting ranting tanaman sudah tampak tua dan meranggas, tetapi kami terus, agar tanaman bisa bertahan dan terus produktif.

mas yogi 21 des...

Gambar 3.C. Harga saat ini yang berkisar antara 25-30 ribu, menyebabkan tanaman cabe yang sudah tua pun, terus diupayakan agar masih bisa produktif lagi. Pertimbagannya ….dari pada tanam yang baru lagi,( memerlukan waktu yang lama)  jadi untuk menghemat waktu lebih baik dipelihara kembali saja.

mas yogi des 21

Gambar 3.D. Kondisi tanaman mas Yogi , didesa Sukorejo Wates ini, secara berkesinambungan kami pantau dan kami terus berkoordinasi dalam tehnik aplikasinya. Bagi mitra yang ada disekitar Blitar dan sekitarnya yang tertarik dan ingin Sharing kami persilahkan untuk kontak saja langsung.

mas yogi 21 des

Gambar 3.E.Kondisi buah cabe tanaman  mitra muda kami yang baru. pertama kalinya bertanam cabe ini, saat ini sudah siap panen, kalau segalanya berjalan lancar, diperkirakan semingguan lagi petik perdana untuk tahapan kedua, atau sama dengan petikan ke 14 kalau ditotal dengan petikan sejak penanaman.

Semoga sukses Mas Yogi. Sukses kita semua…