Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Agustus 2015

PADI SAMUDERA PASAI ,ACEH UTARA, PANEN, DENGAN HASIL YANG MENINGKAT

Pada bulan April 2015, kami KPO-KL, mendapat undangan dari mitra mitra di Lokseumawe, Aceh Utara, untuk memaparkan tehnik/metode metode cara semi organik dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi.

PADI LOKSEUMAWE 9

(KUNJUNGAN KPO-KL, SAAT KE ACEH UTARA.) Pada kesempatan itu, selain pemaparan “didalam ruangan”, kami juga berkunjung langsung ke “lapangan”. ( Laporannya sudah pernah kami paparkan pada bulan April 2015).

padi lokseumawe 5

Selepas dari kegiatan itu, kami beserta mitra mitra di Aceh Utara, menindak lanjuti dengan melakukan penerapan dibeberapa  petakan. ( Seperti dalam gambar diatas, penerapan pola cara KPO-KL, disebelah kiri sedang dibandingkan dengan pola konvensional sebelah kanan.)

padi lokseumawe 6, 44 hst

Perkembangan dari penerapan tersebut kami ikut memantau dari  Garut-Jabar ( Kantor pusat KPO-KL). Mitra kami dari Samudera Pasai, Aceh Utara, secara rutin dan kontinyu, mengirimkan gambar gambar dan data hasil penerapan yang menggunakan pola berbasis organik cara KPO-KL.

padi lokseumawe4

(Lokasi penerapan yang diprakarsai oleh dinas pertanian, Aceh, dan didukung oleh metode KPO KL ini  pada saat tanaman padi usia 65 hst, bulir mulai terbentuk. Hingga saat ini aman dan terlindung dari serangan OPT. Lokasi di Kec.Syamtalira Bayu, Aceh Utara.)

Pemantauan terus dilakukan ,(Sebelah kiri tanaman padi yang menggunakan pola KPO -KL sedangkan sebelah kanan  sebagai pembanding, petani yang masih menggunakan cara kimia murni.)

padi lokseumawe 1

Kunjungan langsung  mitra mitra kami ,dari Banda Aceh (kiri- ke kanan, Ibu Yusnah, Ibu Sri dan Bp. Rico, petani mitra pelaksana lapangan ( berbaju biru dan hitam dan paling kanan adalah Bp. Ridwan, petugas PPL untuk wilayah Aceh Utara.)
.padi lokseumawe2

Lokasi penerapan di Desa, Dayah Baro, kec. Syamtalira, Aceh Utara, hasil makin menunjukkan perbedaan yang nyata antara yang menggunakan Pola KPO KL , dengan yang belum menggunakan. Berharap suatu waktu makin banyak petani, mau beralih pada pola yang ramah lingkungan ini.

 padi lokseumawe 8
Pada tanggal 25 Agustus 2015, mitra mitra kami dari Banda Aceh, menghadiri acara, pengubinan yang kemudian dilanjutkan dengan pemanenan .
padi lokseumawe 7
(Pada saat panen,  selain petani mitra, juga dihadiri mitra mitra dari Banda Aceh,  badan Statistik dan juga dari kalangan TNI).
Kami bersyukur karena hasil yang dicapai, pada saat pemanenan ini, tonase yang didapat adalah 7,3 ton per hektar sedangkan hasil yang didapat oleh metode konvensional adalah 5,2 ton per hektarnya. Hasil ini menurut kami sudah sangat memuaskan karena pola yang baru pertama kali diterapkan dengan kondisi lahan yang awalnya di”penuhi” sisa sisa pupuk kimia, berhasil kita upayakan agar berubah menjadi tanah yang dipenuhi “mikroba pengurai” tanpa mengesampingkan hasil produksi.
MENGUBAH POLA DARI BERBASIS KIMIA KE METODE BERBASIS ORGANIK, ternyata tidak mesti menurunkan produksi tetapi, justru produktifitas bisa ditingkatkan.
Metode yang kami gunakan adalah dengan mengupayakan agar, penggunaan pupuk kimia kami kurangi demikian juga pestisida kimianya ditekan penggunaannya dengan memberikan prioritas pada pupuk dan pestisida berbasis organik cara KPO-KL.
Semoga metode ini, makin menyebar dan meluas di wilayah Aceh dan Propinsi-profinsi yang lainnya di Negeri tercinta ini.
.

TEHNIK AGAR TANAMAN TERHINDAR DARI AKAR GADA, BERCAK DAUN DAN ULAT PADA KUBIS

 Berikut ini, kami sedang memantau perkembagan  kubis mitra kami di  Desa Wonosari, Kec .Tutur, Nongkojajar, Pasuruan- Jatim

Tanaman mitra kami yang kami pantau adalah kubis Varietas, Rejo, jumlah tanaman 3500 batang, yang ditanam tanggal  16 april 2015.

Perkembangan tanaman terus kami pantau dari waktu ke waktu dari minggu ke minggu, lebar daun terluar tempaknya cukup melebar , dengan jarak tanam 70 cm, sudah mendekati tertutup satu sama lainnya.

Dalam upaya mengendalikan bercak daun Alternaria brassicae, yang kami gunakan adalah Pocanil, sedangkan untuk menghindari dari penyakit akar gada yang kami prioritaskan adalah pengecoran PROTEKTAN, BIOPESTIS DAN CAS.IMG_20150611_121820

Dari jumlah tanaman 3500 batang ini, terlihat hasil aplikasi yang diterapkan oleh mitra Mas  TAUFIQ,  di SENTRA TANAMAN APEL ini, menunjukkan hasil yang memuaskan dari segi keamanan dari serangan hama ULAT .

Dalam hal ini yang kami gunakan adalah insektisida organik PESNATOR yang dikombinasikan dengan insektisida kimia dengan dosis yang rendah.

20150722_074020

Tanaman kubis yang dipanen pada tanggal 26-27 Juli 2015 ini, menghasilkan sekitar 8 Tonan , hasil bersih, sedangkan yang terbuang karena pecah sekitar 3 persenan.  Rata rata  2.3 kg per batangnya. Ukuran buah tampak seragam dari segi ukurannya.

 

Semoga petani kubis didataran tinggi lainya bisa terhindar dari penyakit dan hama tersebut.