Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: November 2014

1 2 »

HASIL APLIKASI PADA TANAMAN CABE DI KADUNGORA GARUT

Berikut ini kami sertakan hasil aplikasi dari mitra kami di Kadungora-Garut.

cabe pak sunan 22 nov

Gambar 1. Pengamatan tanggal 20 Nov 14

cabe pak sunan n 27 novm

Gambar 1.A. Pengamatan seminggu kemudian, tanggal 27 Nov 14

cabe pak sunan 20 nov

Gambar 2.A. Pengamatan tanggal 20 Nov 14, dari sisi kedua

cabe pak sunsn 27 n

Gambar 2.B. masih dari sisi yang sama dengan gambar 2.A. seminggu kemudian.

Daun tampak mekar, demikian juga tanaman secara keseluruhan terlihat sehat.

cabe pak sunan 27

Gambar 3 A tanggal 27 Nov 14.

Terhindar dari keriting daun dan antraknose.

cabe pak sunsn 27nm

Gambar  3.B.  Bergeser sedikit ke kiri dari gambar 3.A.

Tanaman  cabe bapak Sunan kondisinya setelah beberapa kali diaplikasikan dengan metode KPO-KL.

Hingga kini pengamatan masih berlangsung, semoga saja bisa berhasil !!!

MELEBATKAN DAN MEMPERPANJANG MASA PANEN TIMUN

Pada saat ini, dimana sudah memasuki bulan-bulan hujan, memang merupakan suatu tantangan dalam memelihara tanaman mentimun.  Penyakit embun tepung bisa menjadi kendala utama dalam upaya melebatkan buah dan mengupayakan masa panen timun yang panjang.

timun asahan 23 kl

Gambar 1.A.  Tanaman diatas, diambil / merupakan kiriman dari  mitra kami di Asahan- Sumatera Utara, pada saat pengambilan gambar tanaman ini sudah petik sebanyak 23 kali.

timun asahan 23

Gambar 1.B. Bagi mitra yang memerlukan  no Hp. kontak   mitra KPO KL  di Asahan ini, bisa kontak kami, tidak ada rekayasa dalam pengelolaan dan tampilan gambar ini.  Mitra muda kami Eko Nugroho, ini bahkan hampir setiap hari panen, dan finishnya… hingga tulisan ini di muat, panen hingga tamat… sebanyak 29 kali.  Suatu pencapaian yang luar biasa tentunya untuk musim perubahan seperti saat ini.

timun bogor 30

Gambar 2.A. Selanjutnya kita beralih ke derah Bogor, tepatnya di daerah Cibungbulang, ada mitra kami yang pada saat ini sedang aplikasi menggunakan metode KPO KL, usia tanaman pada saat pengambilan gambar  ini, tanggal 15 November 14, adalah pas 30 hari. Kondisi daun yang lebar dan tampak sehat, merupakan salah satu upaya yang sudah semestinya dilakukan untuk melebatkan buah dan memperpanjang masa petik/panen.

timun bintang 30

Gambar 2.B. Kondisi buah yang lebat, dan  bunganya tidak mudah rontok, juga perlu dilakukan sedini mungkin. Tampak buah muncul disetiap percabangannya.

timun bogor 30 ,1

Gambar 2.C. Buah tampak…bergeletakan, dimana -mana, dengan kondisi daun yang masih segar bugar pula.

timun bogor 30.1

gambar 2.D. Tehnik yang kami lakukan untuk mendapatkan kondisi tanaman yang demikian adalah dengan memeberikan pupuk dan pestisida kimia serendah mungkin, sambil diiringi dengan pemberian pupuk dan pestisida organik, dalam hal ini yang kami berikan adalah, PROTEK-tan, PESNATOR, BIOPESTIS, POCAniL , Cas dan PORMIK.

timun bogor,30 ,1

Kalau sudah demikian kami berharap petani, bisa untung karena tanaman berbuah lebat dan berharap lagi tanaman bisa “panjang umurnya”.

salh satu kuncinya adalah dengan tidak terlalu banyak mengkonsumsi , obat dan makanan yang bersumber dari kimia.

hal ini lah yang kami lakukan yaitu dengan cara memberikan makanan dan “obat ” yang kami sebutkan diatas.

Semoga makin banyak petani yang merasakan dan menikmati   setiap komoditas pertanian yang berbuah lebat dan panjang masa petiknya.

KPO – KL, siap mendampingi dan menjadi Klinik bagi yang memerlukannya.  Semoga Sukses !!!

PENYAKIT TANAMAN CABE INI, PULIH KEMBALI….

Hari pahlawan yang baru saja lewat beberapa hari yang lalu, memberikan suatu motivasi terhadap kita agar terbebas dari “jajahan” produk asing.  Sepetinya kita tidak sadar bahwa kita masih terjajah oleh penggunaan pestisida kimia yang menjadi andalan petani.

cabe pak cucu  15 oktober

Gambar 1. Usia tanaman 2 bulanan, tanggal 15 oktober 14. Kondisinya pada saat belum menggunakan tehnik ala KPO KL.

Selama ini, kami bukannya tidak menggunakan pestisida kimia dalam setiap aplikasi, hanya saja dalam penggunaannya, kami sangat batasi, bahkan sangat sedikit sekali. Seperti contoh tanaman diatas, pada saat  masih fokus  pada penggunaan pestisida kimia. Kondisi tunas dan batang tanaman nyaris seperti, ranting ranting kering saja.

IMG_20141027_125424

Gambar 2. Pengamatan tanggal 28 Oktober 14. setelah aplikasi 13 hari kemudian, keadaannya, mulai membaik.  setelah aplikasi ala KPO KL.

Pada saat ini, petani terlalu mengandalkan penggunaan pada pestisida kimia, tetapi yag terjadi saat ini, kerusakan tanaman cabe disentra sentra pertanaman mengalami  “puncaknya”.  Selain kemarau , kekurangan air, petani kehabisan anggaran karena diterpa harga penjualan yang sangat rendah beberapa musim tanam yang lalu.  Sedangkan pada saat ini, harga cabe  bisa mencapai Rp.50.000 /kg nya bahkan di luar  Jawa, bisa lebih.

 cabe pak cucu 12 nov 14

Gambar 3. Pengamatan tanggal 12 November 14. Kondisi tanaman yang makin membaik setelah beberapa kali aplikasi dengan metode ala KPO KL, sekitar  kurang dari satu bulan setelah perlakuan.

Ditambah lagi, faktor kegagalan yang terbesar adalah akibat petani tidak mampu lagi, mengandalkan pestisida kimia sebagai senjata pembasmi hamanya.

banyak contoh tanaman dan juga informasi dari berbagai daerah yang kami terima, bagaimana rusaknya tanaman akibat pestisida kimia, dianggap sudah tidak efektif lagi.  Hama thrips dan tungau ,kian kebal, sementara itu bahan aktif suatu pestisida makin dinaikkan juga jenis bahan aktif yang makin di”kuatkan”, yang pada akhirnya…resistensi hama terjadi dimana -mana.

Kalau sudah begini,  kitranya perlu  kita mencoba suatu tehnik dimana kita tidak tergantung  lagi pada pestisida kimia dan untuk menghindari resistensi.   Dalam hal ini, KPO KL, tidak akan berkomentar terlalu banyak, gambar -gambar hasil aplikasi kami yang menjabarkannya.

Semoga menjadi  SOLUSI BERSAMA….sehingga terhindar dari penjajahan “gaya’ baru. Penyakit keriting daun yang sangat ditakuti oleh petani ini, benar benar pulih kembali….