Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Oktober 2014

1 2 »

SECARA PERLAHAN, KERITING DAUN CABE , MULAI PULIH

Kondisi tanaman yang awalnya , terserang keriting daun yang parah, secara perlahan -lahan sudah mulai menampakkan hasilnya setelah beberapa kali perlakuan.

AWAL YUDA 2

Beginilah kondisi tanaman Bp. Cucu yang berlokasi di Lunjuk- Leles – Garut- Jawa Barat. Pemantauan dilakukan pada tanggal 15 Oktober 14.  Pengamatan awal ini belum menggunakan pola dari KPO KL. Tampak daun/tunas tanaman sedang terserang keriting daun yang hebat.

IMG_20141027_125424

Kemudian setelah 2 kali aplikasi semprotan menggunakan Protektan- Pesnanor dan Biopestis, masing masing 2 tutup botol per tangki 17 liternya, saat ini kondisinya mulai terlihat perkembangan tunasnya.

IMG_20141027_125429

Selain itu kami juga menambahkan  Bahan aktif imidakloprid dan diafentiuron  dengan dosis total campuran kedua macam insektisida tersebut hanya 5 mili saja per tangkinya. Dosis yang sangat rendah tentunya.

AWAL YUDA1

Dari sisi yang lain masih dalam lokasi yang sama, kami ambil gambar kondisi tanaman pada saat ini  berusia sekitar dua bulanan. keadaannya, sangat memprihatinkan. Tunas tunas bahkan seperti mengering.

IMG_20141027_121113

Setelah perlakuan dengan menambahkan sedikit pupuk daun , hasilnya sudah terlihat ada perubahan, gambar ini diambil 13 hari setelah perlakuan. Pada saat ini perlakuan pengecoran  ala KPO KL,belum dilakukan.

IMG_20141027_121107

Bergeser sedikit kekanan  dari gambar diatas, tampak kondisi tanaman juga menunjukkan perkembangan yang positif. Tunas tunas yang awalnya seakan “buntu” karena terkena keriting daun secara perlahan lahan tapi pasti, saat ini mulai “merekah ” kembali. pengamatan dilakukan pada tanggal 27 Oktober 14.

Kami berharap, semoga tanaman ini segera pulih.

HAMA DAN PENYAKIT KUBIS

Secara garis besar, hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kubis kubisan, biasa kami klasifikasikan secara sederhana, menjadi 5, dua hama dan tiga akibat penyakit baik oleh bakteri ataupun oleh cendawan /jamur.

kubis pak jejen 3

Tanaman kubis ini kami terima gambarnya pada hari Kamis 9 Oktober 14.

Tanaman ini di kirim oleh mitra kami dari Jember Jatim. Bapak Jejen.

kubis pak jejen1

Usia tanaman pada hari pengambilan gambar ini tepat 60 hari, kondisi tanaman sangat “prima”.

kubis pak jejen 2

1.  Penyakit akar gada yang biasa disebabkan oleh cendawan Plasmodiophora brassicae, dapat ditanggulangi .  Dalam hal ini pengendalian yang kami lakukan adalah dengan pemberian Protektan dan Pupuk CAS.

2. Penyakit bercak daun alternaria brassicae yang biasa nya, sulit dikendalikan dengan Fungisida kimia, ternyata bisa dikendalikan dengan metode ala KPO KL, dengan penyemprotan POCAniL.

3.  Demikian pula penyakit busuk batang yang disebabkan oleh Erwinia sp, dengan perlakuan POCAniL dari atas  dan perlakuan PROTEK -tan dan CAS dari bawah, efektif  dalam mengendalikan penyakit tersebut.

4. Hama perusak crop, Croccidolomia binotalis, dan juga hama perusak daun Plutella xyllostella,  dengan metode ala KPO KL, terbukti terkendalikan sebagaimana tampak dalam gambar diatas.

Sistem pengendalian yang KPO KL lakukan , dengan cara REPELLEN , penolakan ternyata efektif mengendalikan hama ulat penyerang crop dan daun kubis. Penambahan sedikit insektisida kimia, berbahan aktif Prefonofos  pada insektisida organik PROTEKTAN DAN PESNATOR, ampuh mengusir hama tersebut.

MENGATASI BERCAK DAUN Alternaria brassicae,pada kubis kubisan.

Kembali kami tampilkan hasil  penerapan yang dilakukan oleh mitra kami di tanah Borneo, tepatnya dikalimantan selatan .

brokoli 40 hari jg

Bendera KPO KL, berkibar  di tanah Kalsel ini, suatu kebanggaan bagi kami dan mitra kami juga tentunya, dengan latar belakang tanaman brokoli yang saat ini berumur 40 harian.

brokoli 40 hari

Tanaman tampak segar bugar dan tidak terserang penyakit bercak daun alternaria brassicae.

brokili 40

Bahkan tanaman brokoli, mitra kami dari Barabai ini, cenderung “bongsor” untuk tanaman seusia 40 hari ini..

IMG-20141004-WA002

Bercak alternaria dicirikan dengan ,pada daun terdapat becak-becak kecil berwarna kelabu gelap pada daun, yang meluas dengan cepat sehingga menjadi becak bulat .  Penyakit lebih banyak terdapat pada daun-daun tua. Untungnya pada pertanaman yang dikelola mitra kami ini, tanaman bisa dikatakan aman, adapaun dalam gambar diatas, tanaman bukan terserang bercak alternaria, tetapi terkena “siraman” dari pupuk.

brokoli 40 hri

Ada satu langkah yang biasa kami lakukan untuk mencegah daun terhindar dari serangan bercak  daun tersebut,  Daun hampir tidak terkena bercak daun walaupun dengan pemberian fungisida yang irit sekali yaitu dengan pemberian PROPINEB  1 sendok teh saja per 17 liter air. Tidak perlu beberapa macam jenis bahan aktif fungisida.

Upaya yang kami lakukan adalah dengan perlakuan pemberian POCAniL , sekitar 1 sendok teh juga.  Para mitra bisa mencoba sendiri bagaimana mudah dan  tidak terlalu “jelimet” rupanya  cara mengatasi bercak daun Alternaria sp , ala KPO KL ini.