Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2014

1 2 »

BERTAHAN DARI SERANGAN ANTRAKNOSE DAN LALAT BUAH

Dalam kondisi dan situasi komoditas cabe yang tidak menentu selama hampir satu musim tanam ini, rupanya masih  tetap diperlukan tehnik merawat tanaman agar bisa bertahan dan tetap panen.

cabe 16 jjjul

Gambar 1. ( Pengambilan gambar pada tanggal 16 Juli 14, oleh mitra sdr. Abdul Mujib  di Senduro – Lumajang- Jatim. )

Dalam kondisi yang tidak menentu, perawatan rupanya masih diperlukan agar buah dan tanaman bisa tetap produktif. Dalam gambar tampak terlihat walaupun saat ini, pada umumnya petani, sudah banyak yang mengabaikan tanamannya, tetapi tanaman mitra muda kami ini  masih terlihat segar bugar.

cabe 16 jjjjul

Gambar 2. ( Gambar ini pun diambil pada saat yang sama.  Buah memerah karena sudah beberapa kali waktun pemetikan tanaman dibiarkan dengan melakukan penundaan waktu pemetikan.)

 Memang beresiko, dengan cara penundaan pemetikan ini karena bisa menyebabkan buah menjadi busuk, terserang lalat  buah dan antraknose.

cabe 16 juli  m

Gambar 3. ( Kondisi tanaman secara umum pun terlihat masih bertahan.)

 Langkah utama yang kami lakukan adalah dengan mengupayakan agar jaringan tanaman/buah, kuat sehigga tanaman tidak mudah terserang penyakit.  Langkah yang kami lakukan adalah dengan cara, pengecoran : Protektan, pupuk CAS , POrmik dan BIopestis dengan dosis rendah dan bisa bergantian, selain itu kita biasanya melakukan pengurangan pupuk kimianya.

cabe 16 jull

Gambar 4. ( Dalam 12 hari terakhir ini tanaman tidak dipetik, karena harga masih sangat murah, namun perawatan ala KPO-KL, masih dilakukan oleh mitra kami ini, sambil berharap ada kenaikan harga pada beberapa hari kedepan ini.)

Memang menjadi dilema bagi petani pada saat seperti saat ini, karena memberikan perlakuan/perawatan tanaman berarti terjadi pembengkakan biaya sedangkan apabila tidak dirawat berarti tanaman akan rusak total. Langkah yang dilakukan oleh mitra kami dalma kondisi demikian adalah dengan cara, melakukan aplikasi ala KPO-KL yaitu dengan memberikan PROTEK-tan, PESNATOR, BIOPESTIS dan POCANIL  dari atas dengan penambahan sedikit bahan aktif kimia.  Hasilnya seperti yang terlihat pada gambar diatas.

MENINGKATKAN KUALITAS BULIR PADI

Musim tanam kali ini, pertengahan tahun 2014, dibeberapa lokasi termasuk di wilayah desa Karang Mulya,  Kadungora -Garut, mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan, keadaannya seperti terlihat dalam  gambar 1 , dibawah ini.

IMG_20140714_150024

Gambar 1. ( Diambil pada tanggal 14 Juli 14, demikian lah keadaannya.)

Keadaan  tanaman padi  , sepertinya, pertumbuhannya, tidak menggembirakan.

IMG_20140714_152035

Gambar 2. ( Lokasi masih sama dengan gambar 1 diatas ( posisi lokasi latar belakang, ada  Gunung yang sama dengan gambar 1.   gambar sebelah kiri, menggunakan pola KPO-KL sedangkan sebelah kanan belum menggunakan pola KPO-KL.)

IMG_20140714_152206

Gambar 3.( Masih dalam lokasi  hamparan yang  sama di desa Karang Mulya, kiri petakan yang menggunakan pola KPO-KL sedangkan kanan belum menggunakan pola KPO-KL.)

IMG_20140714_152233

Gambar 4.( Masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1-3, kiri menggunakan pola KPO-KL sedangkan kanan masih menggunakan pola konvensional.)

IMG_20140714_152241

Gambar 5. ( Dalam hamparan lokasi di desa Karang Mulya ini, mitra kami mempunyai 5 petakan yang lokasinya terpencar, termasuk dalam gambar diatas ini.  Total luasan sekitar 1 hektaran.)

IMG_20140714_152547

Gambar 6. ( Kanan menggunakan pola KPO KL sedangkan kiri masih menggunakan tehnik kimia murni.  Insya Allah , Sekitar semingguan lagi panen.)

Tehnik /metode yang kami gunakan untuk meningkatkan kualitas bulir adalah dengan mengaplikasikan PROTEK-tan, PESNATOR,  dan POCAniL dari atas sekitar 4-5 kali dalam satu musimnya. Hasilnya seperti terlihat dalam gambar diatas, ke lima petakan yang dilakukan aplikasi oleh mitra kami ini, kondisinya sangat kami syukuri.

Sedangkan dari “bawah” pola pemupukan yang kami berikan adalah dengan mencampurkan pupuk kimia dengan dosis yang dikurangi dan secara khusus kami berikan PUPUK CAS.

Karena aplikasi yang dilakukan oleh mitra kami ini dilakukan tidak dari awal tetapi baru dilakukan sejak tanaman berusia sekitar 30 harian, sehingga ada pola  dari KPO-KL yang belum diterapkan yaitu pemberian PORMIK  yang biasanya diberikan diawal tanam dan juga  belum diberikan BIOPESTIS .  Namun demikian hasil yang hingga saat ini telah  dicapai, sudah memberikan tingkat kepuasan  yang lebih  mitra kami ini. Sukses adek Eka.  Semoga musim depan lebih baik lagi.

PENGGEREK BATANG PADI

Gangguan penggerek batang padi bisa terjadi dalam semua fase tanaman bisa  semenjak di persemaian sampai masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kadang-kadang lebih dari satu jenis penggerek yang menyerang tanaman padi.

Dalam kesempatan ini kami dari KPO- KL menggunakan beberapa tehnik dalam mengendalikan hama tersebut, yaitu dengan

Dengan mengelola tanamannya agar kondisinya bisa “sehat” selain itu pola repellen yang  berupa penolakan hama ternyata juga bisa efektif mengendalikan hama tersebut.

padi 1

Gambar 1. (  Hasil aplikasi yang merupakan pengamatan kami pada lokasi di Kadungora -Garut, sebagai lanjutan beberapa waktu yang lalu. Pengamatan dilakukan pada tanggal 4 Juli 14. Tampak perbedaan hasil yang menggunakan tehnik KPO- KL kiri dengan yang kanan yang masih menggunakan tehnik kimia murni.)

PADI 2

Gambar 2. Usia tanaman pada saat gambar ini diambil sekitar 90 harian, kondisi bulir sudah berisi, tapi belum Full.

PADI 3

Gambar 3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tehnik yang menggunakan metode KPO-KL kanan dengan yang tidak mengunakan pola KPO-KL (kiri).

IMG_20140704_153616

Gambar 4.  ( Dalam waktu yang bersamaan tanggal 4 Juli 14, masih diambil dalam satu hamparan yang sama, kondisi tanaman padi pada umumnya, seperti terlihat dalam gambar diatas.)

.IMG_20140704_153620

Gambar 5.( Bergeser sedikit dari gambar 4, kekanan. Kondisi tanaman padi juga terdapat kondisi padi yang hampir serupa.  Serangan  hama termasuk hama penggerek batang padi menyebabkan kondisi tanaman kritis.)

IMG_20140704_153845

Gambar 6. ( Dengan latar belakang yang sama, hal ini menunjukkan  bahaa lokasi pengambilan gambar masih dalam lokasi hamparan yang sama.  Pada lokasi sebelah kiri, hasil  yang menggunakan tehnik KPO-KL, sedangkan sebelah kanan, merupakan lokasi yang idak menggunakan metode KPO-KL, kondisi hasilnya terdapat perbedaan yang nyata.)

Metode yang kami gunakan untuk mendapatkan kondisi tanaman yang sehat adalah dengan memberikan makanan sehat sekaligus berfungsi sebagai “Obat  Herbal” ala KPO-KL.  Diantaranya adalah, PROTEKTAN, PESNATOR, POCANIL, BIOPESTIS yang diaplikasikan secara disemprotkan. Sedangkan aplikasi dari bawah yang kami lakukan adalah dengan menambahkan pupuk KIMIA dengan PUPUK CAS yang berfungsi pula sebagai “penghemat “pupuk kimia, sedangkan aplikasi pupuk ORGANIK ,PORMIK, tidak kami berikan karena perlakuannya tidak dari awal tanam.

Selain itu kami juga menggunakan tehnik  pengendalian  secara menambahkan sedikit bahan insektisida kimia.

Bahan aktif yang kami gunakan sebagai tambahan adalah dengan bahan kimia  klorantranilipol    +  Dimehipo  . Adapaun komposisi yang kami gunakan bisa dibilang sangat rendah.

Dalam hal ini aplikasi yang kami gunakan  sebanyak 4 kali, idealnya adalah 5 kali dalam satu musim tanam, hanya karena aplikasinya dilakukan tidak sejak awal, (mulai usia  30 harian), sehingga aplikasi hanya dilakukan sebanyak 4 kali.

Tapi walaupun demikian , kami bersyukur karena ada 4 petakan dalam satu hamparan yang sama, kondisinya, bisa dikatakan AMAN DAN TERHINDAR DARI SERANGAN HAMA PENGGEREK PADI.