Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juni 2014

TANAMAN AMAN DARI LAYU FUSARIUM dan ANTRAKNOSE

Pada kesempatan ini, kami terus memantau  hasil aplikasi mitra muda kami dari Lumajang-Jatim.

cabe petikan 3

Gambar 1. Saat ini,tanggal 24 Juni 14, Mas Mujib, kembali mengambil gambar tanaman, disaat akan petik yang ke 3.

cabe petik

Gambar 2. Pada saat pemetikan, dilakukan. Kondisi tanaman , segar bugar, hingga saat ini, kondisi tanaman bisa dikatakan aman dari serangan layu dan busuk antraknose.

cabe penen 3

Gambar 3. Buah sangat lebat, dan kondisinya “fresh”.

cabe panen ke 3

Gambar 4. Tanaman terhindar dari layu fusarium dan juga antraknose.

cabe panen

Gambar .5.  Pada saat  setelah pemetikan, buah  secara keseluruhan terhindar dari antraknose/ patek. Metode yang kami lakukan adalah dengan memberikan produk pendukung seperti, PROTEK-tan  DAN BIOPESTIS yang diberikan secara di kocorkan dan disemprotkan, sedangkan tehnik lain adalah dengan KHUSUS  penyemprotan  yaitu PESNATOR dan POCAniL, sedangkan khusus pengecoran menggunakan PUPUK CAS DAN PORMIK.

cabe ke 3

Khusus untuk mengatasi layu fusarium yang kami prioritaskan adalah dengan melakukan pengecoran PROTEK-tan  dan  PUPUK CAS, sedangkan untuk mengatasi antarknose yang kami gunakan adalah Protektan dan CAS. Hasilnya terlihat seperti pada gambar diatas ini.

CABE BEBAS BUSUK BUAH

Kami lanjutkan “laporan pandangan mata” dari mitra kami dari wilayah Lumajang, Jatim.

IMG_20140616_100635Gambar 1. ( Seluruh gambar dibawah ini di ambil gambarnya oleh mitra kami pada hari senin tanggal 16 Juni 14.  Kondisi buah yang siap petik yang ke -3 kalinya. Tampak untaian buah yang merah segar, dan terhindar dari serangan busuk buah.)IMG_20140616_101239Gambar 2.( Buah buah yang segar, menunjukkan bahwa mitra kami ini telah berhasil mengelola tanamannya sehingga terhindar dari serangan busuk buah.)IMG_20140616_101802Gambar 3. ( Sayang pengambilan gambar agak silau, kondisi tanaman dan buah, bisa dikatakan hingga saat ini, terhindar dari serangan antraknose dan lalat buah.)IMG_20140616_102047Gambar 4.( Dalam hal ini kami menggunakan pestisida organik dari KPO-KL, untuk mengatasi hama lalat buah dengan PESNATOR, sedangkan untuk mengatasi serangan Antraknose, kami menggunakan PROTEK-tan yang dikombinasikan dengan pupuk CAS dan POCAniL .)IMG_20140616_102654Gambar  5.( Metode yang agak berbeda dengan yang diterapkan oleh konsep pertanian berbasis kimia, metode kami mengutamakan, pengkondisian tanaman yang sehat baik dari vigor daun, batang tunas dan juga terutama bunga dan buahnya.)IMG_20140616_103743Gambar 6. ( Hasilnya seperti yang kita lihat bersama, pemberian makanan yang bersumber dari makanan alami dan “berserat” juga “obat-obatan ” alami ternyata tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama dari penyakit yang sangat ditakuti oleh petani cabe ini.)IMG_20140616_103859Gambar 7.( Metode menyehatkan tanaman ala KPO-KL, terlihat jelas dalam gambar diatas, buahnya aman dari busuk, sembari tetap menjaga agar daun dan tunas tanaman tetap segar.)

Perbedaan yang biasa kita temukan dalam metode konvensional adalah, biasanya apabila perlakuan untuk mengatasi busuk buah, tunas dan daun cenderung menjadi seperti berhenti dan menjadi kuning.  Hal ini diakibatkan karena pengaruh dari pestisida kimia yang diberikan berefek terlalu kuat untuk jaringan tanaman.

MENGHINDARI PENYAKIT ANTRAKNOSE PADA CABAI

Harga cabe yang bertahan “stabil”  rendah,  menjadikan petani  agak segan untuk melakukan perawatan tanamannya.

Korelasinya ternyata sangat signifikan antara upaya perawatan dengan harga cabe  yang rendah dipasaran seperti saat ini.IMG_20140611_102846Gambar 1. ( Kami terus memantau perkembangan tanaman cabe mitra kami dari Jatim, Lumajang .  Tanaman ini baru satu kali panen/petik.)IMG_20140611_102809Gambar 2.(gambar diambil menjelang petikan ke dua, pada tanggal 9 Juni 14.)

Petani tidak melupakan atau mengabaikan perawatan tanamannya.

IMG_20140611_102737Gambar 3.( Kondisi  mitra kami Sdr. Abdul Mujib di Desa Sari Kemuning ini, masih secara konsisten melakukan perawatan tanamannya. Hal ini bisa dilihat dari kondisi tanaman berikut buahnya yang merah menyala serta segar bugar.)

IMG_20140611_102929Gambar 4.( Alasan yang diambil oleh mitra kami ini yaitu,  karena biaya perawatan yang diberikan tetap rendah sambil berharap adanya kenaikan harga dipasaran.)

cabe bagus

Gambar 5. ( Rendahnya biaya yang dikeluarkan dengan sistem pertanian organik ala KPO-KL ini, memberikan  dorongan semangat bagi petani, agar tetap mau  memelihara tanamannya dan terhindar dari serangan penyakit antraknose dan penyakit lainnya. Seperti hasil yang didapatkan oleh mitra kami  dari Lumajang ini.)