Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Mei 2014

1 2 »

SELAMATKAN LAHAN PERTANIAN DENGAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK

 

IMG_20140526_155325

Gambar 1. (Diambil pada tanggal 26 Mei 14, usia tanaman padi ini, 51 hari. Kami mencoba mengarahkan petani dengan cara KPO-KL, walaupun profesi petani “diharapkan” berkurang tetapi kami justru terus membina petani agar tetap bersemangat untuk bertani.)

IMG_20140526_154342

Gambar 2.(Tanaman padi ini, merupakan hasil aplikasi dengan tehnik berbasis organik yang diterapkan oleh mitra kami di Kadungora-Garut, walaupun luasan yang tidak terlalu luas, mitra kami ini tetap semangat untuk mengelola lahan pertaniannya.)

IMG_20140526_155405

Gambar 3. ( Kami juga melakukan perbandingan hasil dengan  perlakukan lain yang masih menggunakan tehnik kimia murni, sebelah kanan. Lahan yang sempit, bukan kendala untuk terus berproduktifitas dengan cara berbasis organik ala KPO-KL.)

IMG_20140526_160308

Gambar 4. ( Mitra kami sdr. Eka sedang berdiri di lokasi disekitar pertanaman yang  belum menggunakan pola berbasis organik ala KPO-KL. Tampak tanamannya terlihat, “jarang-jarang” dan tingkat kesuburannya kurang. Mitra kami ini  sebaliknya, yang awalnya bergelut di dunia IT, saat ini malahan   beralih profesi menjadi petani padi.)

cacing tanah yang mati akibat kimia

Gambar 5.( Pemberian pupuk kimia tinggi sebagaimana yang biasa dilakukan oleh petani, menyebabkan makin kritisnya tanah dan memberikan dampak makin menurunnya produktifitas tanaman. Ditutut untuk kreatifitas petani untuk bisa bangkit dari kondisi demikian yaitu berupaya mengubah pola  pertaniannya.)

IMG_20140512_171409

Gambar 6.( Permasalahan utama menrut kami adalah selain makin berkurangnya lahan adalah kondisi lahan yang dibuat menjadi tidak subur, seperti contoh tanah diatas yang kami ambil dari lokasi Kadungora-Garut. Kondisi tanah yang demikian menyebabkan mudahnya akar terputus dan juga berkurangnya tingkat kesuburan tanah secara umum, sehingga produksi menurun dan petani semakin tidak bersemangat untuk tetap berprofesi sebagai petani.  Siapa peduli dengan kondisi demikian? Siapa yang diharapkan untuk mengubah kondisi yang demikian?)

IMG-20140314-WA003

Gambar 7.( Padahal seperti yang sudah berulang kali kami lakukan, produktifitas tanaman padi  yang biasanya hanya rata rata 4-6 ton , sebenarnya bisa di tingkatkan menjadi 10-12 tonan per hektarnya. )

KPO-KL mengajak, jangan tinggalkan profesi petani, suatu pekerjaan yang mulia, terus kita pacu produktifitas sambil mengupayakan agar tanahnya tetap subur dan menjaga kelestarian tanah dan lingkungan pertanian kita, dengan pertanian berbasis organik ala KPO-KL. Hasilnya bisa kita lihat bersama, seperti diatas tersebut.

HINDARI PEMBERIAN PESTISIDA KIMIA DOSIS TINGGI !!!

Pertanian indonesia terpuruk, segeralah untuk bangkit.

Menjadi petani di negeri ini, rupanya sudah bukan pilihan yang menjanjikan lagi di negara kita. Bukan saja disebabkan oleh citra dan jati diri petani yang selama ini kerapkali dinilai tidak membanggakan, khususnya di kalangan kaum muda, ternyata di sisi yang lainpun, pemerintah sendiri seolah-olah tidak terlalu serius dalam melakukan perlindungan dan pembelaan terhadap para petani.  Belum lagi kebijakan harga pangan murah, yang mempertegas bahwa hingga kapanpun yang namanya petani, khususnya petani padi, kondisi kehidupannya sulit untuk sejahtera . Petani tetap saja akan terpuruk dan termarjinalkan. Mereka tetap akan terjebak dalam proses kemiskinan yang mencengkramnya.  Lebih jauh dari itu, ternyata semangat untuk menjadikan petani berdaulat pun tampak makin jauh dari harapan yang diimpikan.

IMG_20140519_164854

Gambar 1. (Beginilah keadaan tanah kita saat ini, tanah pecah -pecah walaupun air, masih cukup tersedia. Gambar diambil 19 Mei 2014.)

Menurunnya minat generasi muda perdesaan untuk bekerja di sektor pertanian, sudah seharusnya kita sikapi dengan seksama. Bahkan kita pun dituntut untuk dapat memberikan solusi . Anak muda saat ini, lebih senang bekerja di kantoran ketimbang harus bekerja di sawah. Generasi muda lebih memilih pekerjaan yang duduk di kantoran, ruangannya ber-AC, memakai pakaian jas berdasi, daripada harus berpanas-panasan terkena  sinar dan teriknya matahari.

IMG_20140519_164843

Gambar 2.( Gambar dibawah ini, gambar 2-3-4, diambil dilokasi yang berdekatan satu hamparan, di daerah Kadungora- Kab Garut- Jawa Barat. Tampak dalam gambar Sdr. Eka, Petani muda binaan KPO- KL, seorang pemuda yang masih “singgle”, ternyata tidak merasa gengsi dengan pekerjaannya sebagi petani padi.)

Dihadapkan pada kondisi yang demikian, salah satu solusi yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya agar menjadi petani itu betul-betul suatu profesi yang membanggakan dan memberikan keuntungan secara finansial. Petani adalah bidang kerja yang sangat terhormat. Betapa tidak,  Sebab, selain para petani adalah “pahlawan pangan”, di mana berkat kerja keras mereka itulah rakyat Indonesia dapat mencukupi kebutuhan pangan pokoknya, akibatnya tentu tidak terlampau berlebihan jika pemerintah seharusnya  memberi perlakuan khusus terhadap pengelolaan pembangunan pertanian, khususnya yang lebih terkait dengan pembangunan petaninya.

IMG_20140519_164554

Gambar 3. (Ada apa ini? Pertanaman padi kondisinya nyaris sama, yaitu pertumbuhannya tidak merata, akibat pertumbuhan yang tidak subur dan juga serangan hama dan penyakit padi.)

 keberadaan petani sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam penuntasan masalah kemiskinan dan ketahanan pangan, Oleh karena itu, sangat diharapkan agar para petani pun mampu tampil  dan menjadi bagian strategis dalam menangani masalah tersebut.

Tidak seharusnya petani tampil hanya sebagai pengekor kegiatan. Di bidang usahatani, mulai dari budidaya hingga ke soal distribusi, petani perlu mengedepan dan dapat menjadikan dirinya sebagai “aktor utama” pembangunan.  Hal ini penting , agar petani tidak harus kalah bersaing dengan petani dari  negara lain.

IMG_20140519_163152

Gambar 4.( Kami sedang melakukan suatu analisa khusus, mengapa terjadi demikian? Tampak gambar sebelah kanan, mengalami kondisi yang memprihatinkan, usia tanaman sekitar 40 harian, sedangkan gambar  sebelah kiri, kondisi tanaman yang sedang kami amati perkembangannya  secara khusus.  Tanaman padi sebelah kiri ini menggunakan pertanian berbasis organik yang usianya sama dengan yang sebelah kanan, 40 harian.)

Petani sudah sepantasnya mampu menyiapkan diri dengan matang terutama dibidang tehnisnya.  Walaupun kesannya dipaksakan, Kisah sukses swasembada beras yang diraih tahun 1984 lalu, sudah seharusnya memberi keyakinan kepada petani, tentang kemampuan yang mereka miliki. Dengan kerja keras dan konsisten terhadap apa yang disepakati, sebenarnya  petani mampu menorehkan catatan sejarah yang sarat dengan makna. Petani Indonesia, terbukti mampu menorehkan sesuatu yang selama itu dianggap sebagai yang tidak mungkin untuk diwujudkan.

IMG_20140519_164030

Gambar 5. (Percontohan tanaman padi ,KPO-KL, dilokasi yang masih satu hamparan dengan lokasi 2-3-4, yang hingga saat ini menunjukkan perbedaan yang sangat kontras.  Semoga ini menjadi harapan baru, bagi kami dan petani disekitar lokasi ini.)

Di negeri ini, memang petani masih belum mampu tampil sebagai penikmat pembangunan. Di beberapa daerah, kita saksikan masih banyak petani yang kondisi kehidupannya sangat mengenaskan,petani  belum dapat membebaskan  dari suasana hidup miskin. Petani dan keluarganya seolah-olah tetap terjerembab dalam lingkaran setan kesengsaraan yang tak berujung pangkal. Sebuah potret  yang memilukan.

IMG-20140314-WA007

Gambar 6.( Gambar hasil aplikasi KPO-KL pada waktu yang lalu. Sebagaimana yang pernah kami ulas pada artikel kami yang lalu, harapan ini menjadi optimistis yang terus tertanam dalam sanubari petani.   Hasil capaian yang melebihi 10 ton /hektarnya secara berulang bisa tercapai, dan menjadi standar minimal dalam budidaya tanaman padi ini.)

Kebangkitan memang seharusnya, dimulai dari diri petani sendiri, pola pengelolaan sistem pertanian yang cenderung  “Chemical oriented”, sudah seharusnya dirubah menjadi “Organic Minded”, ALA KPO-KL.

 

 

TANAH PERTANIAN , KONDISI KRITIS !!! PERLU UPAYA PEMULIHAN

Kami tidak berlebihan dalam menulis literatur ini, mengapa tidak terkejutnya kami pada saat survay ke lokasiyang masih di kantor pusat KPO, kami temukan kondisi tanah seperti dibawah ini, padahal air hujan tidak turun  belum saja mencapai satu bulan (bahkan baru 2 mingguan saja.)

PADI 12 MEI 14

Gambar 1.Kondisi tanah yang kami ambil pada tanggal 12 Mei 14, pecah pecah dengan lubang  pori yang sangat lebar.

Perlu kami ulas kenapa hal ini bisa terjadi?

PADI 12 MEI

Gambar 2. (Kondisi kerusakan yang sangat parah, bahkan dalam gambar yang kami ambil pada tanggal 12 Mei 14 di wilayah Kadungora -Garut ini, walaupun masih ada air disamping tanaman, ternyata tanah tetap saja mengalami keretakan. Kami mencoba menanganinya dengan metode KPO-KL.)

Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia. Untuk penggunaan pupuk anorganik, hal ini berdampak:

1. Berbagai organisme penyubur tanah musnah karena pupuk anorganik

2. Kesuburan tanah yang merosot / tandus.

3. Keseimbangan ekosistem tanah yang rusak.

4. Terjadi peledakan dan serangan jumlah hama.

PADI KADUNGORA 12 MEI

Gambar 3. Kami selalu menampilkan perbandingan hasil aplikasi yang menggunakan tehnik KPO -KL (sebelah kanan dengan yang menggunakan tehnik kimia murni tanpa menambahkan bahan organik.)

Bagaimana solusinya ?  Tehnik yang biasa dilakukan oleh KPO -KL adalah dengan Penambahan Bahan Organik, unsur hara mikro dan bakteri khusus yang ada dalam PROTEKTAN, CAS, BIOPESTIS DAN PORMIK.

Bahan organik yang kami berikan   bertujuan sebagai  sumber pengikat hara dan substrat bagi mikrobia tanah dan merupakan bahan penting untuk memperbaiki kesuburan tanah, baik secara fisik, kimia maupun biologi.

Pemberian tersebut  untuk  memperbaiki struktur tanah dan mendorong perkembangan populasi mikro organisme tanah karena  secara fisik bertujuan untuk mendorong granulasi, mengurangi plastisitas dan meningkatkan daya pegang air.

IMG_20140512_170535

Gambar 4. Bahkan lokasi mitra kami ini  di”kelilingi” oleh tehnik tehnik  yang masih mengandalkan pupuk kimia ( kanan-menggunakan tehnik pupuk kimia murni.) Gambar 1-4 ini diambil  sebagai kajian perbandingan antara tehnik yang menggunakan bahan organik dan yang tidak sama sekali.

Selain itu tujuan kami melakukan hal ini adalah  menghindari terjadinya  masalah berupa  pencucian sekaligus kelambatan penyediaan unsur hara.

 Unsur nitrogen yang ada dalam pupuk  kimia memang  mudah larut tetapi Pemberian nitrogen berlebih di samping menurunkan efisiensi pupuk, juga dapat memberikan dampak negative di antaranya meningkatkan gangguan hama dan penyakit akibat nutrisi yang tidak seimbang. Oleh karena itu , perlu upaya perbaikan guna mengatasi masalah tersebut, sehingga pengolahan sumber daya secara efektif, efisien dan aman lingkungan dapat diberlakukan.

KPO-KL  dalam hal ini terus mengupayakan hal ini, walaupun belum 100 persen, minimalnya kita mencoba melakukan penambahan bahan organik , mikroba  dan unsur hara mikro  yang berkualitas yang ada pada produk pendukung yang kami berikan .