Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: April 2014

1 2 »

KEGIATAN PELATIHAN BERBASIS ORGANIK ALA KLINIK PERTANIAN ORGANIK- KEMBANG LANGIT, GELOMBANG XVIII

pelatihan 1Pada bulan April 2014  ini, seperti biasa kembali KPO kembali melakukan kegiatan pelatihan di klinik kami di Garut

pelatihan 2

Peserta kali ini, datang dari Aceh, Riau, Ciamis dan Garut.

pelatihan 3

Peserta dari Aceh, tepatnya dari Pidie yaitu Bapak Muslahuddin Daud dan Bp. Ahmad Arfiza.

pelatihan 4

Peserta dari Rokan hilir, Riau, Bp. Fahmi.

pelatihan 5

 Suasana pada saat acara pemaparan materi di dalam ruangan, adapun materi yang disampaikan antara lain, dampak dari pemberian pupuk kimia yang disajikan per unsurnya. Keuntungan dan kelebihan penggunaan pupuk  dan pestisida berbasis organik.  Bagaimana mengupayakan produksi meningkat sambil menekan biaya produksi.

pelatihan 6

Selain di ruangan kami mengajak peserta kelahan percontohan, untuk memantau langsung hasil aplikasi yang menggunakan metode berbasis organik ala KPO-KL

pelatihan 7

Peserta lain yang ikut  pada Gelombang ini, yaitu Bp. Yayat , Afni, Bp. Mamat dan Bp. Wawan sedangkan dari Garut, sebagai tuan rumah,Bp. Fauzan Askuri dan  Bp. Heri yang selama ini kami jadikan lahan pengamatan bersama kami.

pelatihan 23

Kunjungan lapang yang kami dan peserta lakukan sebagai bahan pembanding dan pembuktian dari hasil aplikasi yang selama ini kami lakukan.

pelatihan 16

Tanaman terong ini adalah salah satu tanaman percontohan selain tomat dan cabe. Ada hal yang menjadi catatan kami yaitu, tanaman tanaman tersebut oleh pengelolanya dibiarkan secara sengaja, tidak diberi pupuk apapun selama 1.5 bulan, namun hasilnya seperti yang terlihat pada gambar diatas.

poelatihan 24

 Peserta pelatihan, dari kiri ke kanan, Bp. Ahmad Arfiza (Aceh), Bp. Rusli Gunawan (KPO-KL), Bp. Heri ( Garut), Bp. Fahmi ( Rokan hilir),Bp. Wawan ( Rajadesa- Ciamis), Bp. Rahmat ( Ciamis), Bp. Jauhar (KPO-KL), Sdr. Afni ( Ciamis), Jongkok dari kiri , Bp. Muslahuddin Daud ( Aceh), Bp. Fauzan ( Garut), Bp. Yayat ( Ciamis).

Semoga ilmu yang didapat selama pelatihan, memberi manfaat untuk kita semua. Amin.

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK (Gelombang XVII)

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Klinik Pertanian Organik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  , untuk  15  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang XVII),   AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU KEEMPAT, Bulan  April  2014  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Klinik Pertanian Organik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal 25-26 April 2014
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Biaya pelatihan pertanian berbasis organik,ala klinik Pertanian Organik, kembanglangit ini , (  akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagainya ) besarnya biaya akomodasi selama pelatihan 2 (dua ) hari, adalah sebesar Rp. 200.000,-
Bisa ditransfer ke Rek Mandiri no 1310007639653 atau Rek BCA  4460194518,  an : Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan bukti tranfer/struk di kirimkan ke email  kembanglangit01@yahoo.co.id .
Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ( sesuai KTP)  ke alamat email kami, kembanglangit01@yahoo.co.id
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .

JANGAN SALAH PILIH DALAM TEHNIK PENGENDALIAN LALAT BUAH JERUK

Hama lalat buah menyerang tanaman jeruk di Tanah Karo atau yang lebih populer dengan sebutan jeruk berastagi dan jeruk medan sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir ini.

Tak sedikit petani jeruk di tanah Karo yang kemudian menyerah dan akhirnya menelantarkan tanaman jeruknya. Mereka sudah kehabisan tehnik dalam mengendalikan  hama yang mereka namakan  “citcit”  tersebut.

(Pada kesempatan ini,kami sedang mengaplikasikan tehnik KPO-KL pada Tanaman Jeruk di desa Nagabosar, kec. Silimakuta, kab. Simalungun, dalam hal pengendalian hama-penyakit, khusus nya LALAT BUAH.)11

( Dalam  gambar  yang kami tampilkan pada artikel kali ini, adalah tanaman jeruk Mitra kami sdr. Sembiring, yang luasnya sekitar satu hektar.)

Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari meningkatkan dosis penyemprotan pestisidanya  maupun  memberikan bahan aktif dari suatu pestisida yang  lebih kuat dari sebelumnya.

10

( Sebelum menggunakan,tehnik aplikasi ini, 50 % buah jeruk, berjatuhan terserang hama lalat penusuk buah.)

Tehnik aplikasi yang lainnya dalam mengendalikan lalat buah adalah dengan memasang  jaring di sekeliling kebun untuk mencegah masuknya citcit/lalat buah tersebut. Khusus pemasangan jaring ini, biayanya sangat tinggi. Estimasinya untuk satu hektar kebun jeruk dibutuhkan biaya sekitar Rp 20-40 juta yang antara lain dialokasikan untuk biaya jaring, bambu, maupun pekerja lepas.13Dinas Pertanian setempat pun sebenarnya  juga sudah mensosialisasikan gerakan massal penggunaan perekat (lem),tapi tehnik ini pun ternyata tidak begitu efektif,bahkan justru mengundang makin banyaknya hama lalat yang menyerang. Saking putus asanya, tak sedikit petani yang menyemprot jeruk dengan menggunakan cairan kapur barus atau kamfer, minyak angin, bahkan menggunakan obat nyamuk  Baygon.

Tetapi….Tak satupun upaya  tehnik tersebut efektif membasmi hama penusuk buah jeruk tersebut.14

( Buah diperkirakan sekitar tiga bulanan lagi,panen raya, aplikasi sudah 3 kali dilakukan dengan menggunakan tehnik pengendalian ala KPO-KL.)

Serangan hama ini justru semakin mengganas,  lalat buah tetap menyerang buah yang sudah matang. Serangga betina memasukkan telur ke dalam buah dan beberapa hari kemudian buah mulai berguguran. Sementara dari dalam buah yang jatuh akan muncul puluhan lalat baru.

15Serangan lalat buah ini rata-rata menjatuhkan 50-70% buah yang sudah matang di pohon. Tak jarang petani gagal panen sama sekali. Yang lebih memprihatinkan  lagi, sisa jeruk yang selamat dari serangan hama, harganya jatuh.

16Serangan hama tersebut benar-benar mematikan ekonomi warga setempat. Selain banyak petani mulai menelantarkan tanaman jeruknya, serapan tenaga kerja yang dulunya sangat tinggi untuk perawatan, panen, hingga pengepakan kini sudah jauh berkurang. Tak sedikit pengusaha yang dulunya membeli jeruk langsung dari petani, gulung tikar.

17Dampak paling signifikan adalah mulai menurunnya daya beli masyarakat. Ini diakibatkan tingginya biaya produksi dan tuntutan biaya pendidikan anak-anak petani. 18Beberapa tehnik dalam pengendalian hama lalat buah tersebut ternyata memberikan efek yang tidak kecil,contohnya saja efek dari pestisida yang terlalu berlebihan menyebabkan tanaman menjadi ‘hangus terbakar”.  Efek dari penggunaan lem, justru mengundang lalat lainnya untuk menghampiri, sedangkan efek dari penggunaan jaring, adalah, lalat yang sudah ada didalam semakin betah dan berkembang biak didalam jaring tersebut.

Pada artikel artikel terdahulu,KPO-KL, dengan Produk pendukung PESNATOR dan PROTEKtan, telah menampilkan hasil aplikasi dengan menggunakan tehnik PENOLAKAN HAMA, sehingga hama tidak suka hinggap dan menusuk buah jeruk. Tingkat keberhasilan dengan tehnik repellen ini yang kami telah  diterapkan di desa Munthe, Tanah Karo, tingkat keberhasilannya diatas 90 %.

Jadi jangan salah pilih dalam tehnik pengendalian lalat buah ini.