Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Maret 2014

1 2 3 »

“MARI KITA WUJUDKAN SWASEMBADA BERAS”….

Mewujudkan swasembada beras, bisa kah?

20140322_073134Hasil diatas ini,kami terima  pada tanggal 24 Maret 14, dari saudara Mitra kami di Aceh,Pidie.  Usia tanaman pada saat ini, sudah masuk ke 110 hari. Tampak bulir tanaman sudah “penuh” berisi.

20140322_073242Sementara itu, kita ambil gambar dari atas, daun benderanya masih hijau, kalau tidak ada halangan, hari sabtu depan tanggal 29 Maret14, panen raya.

20140322_074517Penghitungan “sementara”,secara “kasar” jumlah rumpun “jadi” diatas 25 tangkai, sedangkan jumlah bulir rata rata sekitar 250 bulir per tangkainya…

20140322_074637Inilah salah satu sisi ,contoh pengisian bulirnya.Sekarang kita hitung, biasanya 1000 bulir beratnya, 25 gram.

Satu tangkai,isi kurang lebih  250 bulir, satu rumpun ambil rendahnya 25  tangkai. Satu meter persegi ada 16 rumpun. Jadi total ada 250x25x16=100.000 bulir. Biasanya 1000 bulir,beratnya 29 gr (kita ambil 25 gram saja),jadi 100.000/1000 x25 gr=2500 gr atau 2.5 kg per m2,kalau per ha(10.000m2) bisa 20 tonan lebih.masak sih ketahanan  dan swasembada pangan tidak tercapai.Insya Allah.optimis

Atau kalau angka perkiraan diatas dianggap  terlalu “mengumbar” angka,kita kurangi saja 50 % nya, hasilnya masih diatas 10 tonan…Hmmm

Suatu capaian yang luar biasa sementara itu capaian yang biasa hanya sekitar 5-6 tonan saja per hektarnya.  Sebagai informasi saja, dimusim yang lalu dengan varietas yang berbeda, saudara kami ini, dengan menggunakan metode KPO-KL,dengan produk pendukung PROTEKTAN, PESNATOR, POCANIL , BIOPESTIS, CAS  DAN PORMIK  telah mendapatkan hasil bersih,bukan hasil ubinan, 11.5 ton. hasil ini merupakan bukti, bukan janji…  semata.

Walaupun memang berat, tapi mari kita coba dengan menggunakan tehnologi pestisida dan pupuk organik ala KLO-KL.

 

MENETRALISIR DAN MENSUPLAY UNSUR HARA PADA TANAH “LOGAM” BAUKSIT

Ada hal menarik yang kami jadikan catatan pada artikel ini. Padakesempatan ini,kami akan tampilkan hasil aplikasi yang dilakukan oleh Mitra kami di Pulau Batam.

Foto0023Pada saat panen, dilakukan pada tanggal 19Maret 14. Sebagai informasi, mitra

Foto0041Mitra kami ini, Bp. Tri … Wah bisa dilihat,buah semangka yang ditanam pada tanah mengandung logam berat, bauksit,  beratnya  hingga 10 kg.

Foto0031Kondisi buah yang sudah besar besar,pada saat menjelang petik, tampak daun masih menghijau. Panen disegerakan karena ada kecenderungan harga mulai menurun dari Rp 7000 -ke Rp.6000 dan saat ini berkisar ke Rp.5000 an.  walaupun …Sebenarnya potensi pembesaran buah masih bisa diupayakan.

220220141048(Gambar diambil pada tanggal 22 Pebruari 2014)

Inilah “penampakan” tanah yang ditanami oleh Mitra kami di Batam… tanahnya berwarna putih  karena mengandung, Bauksit ,Almunium ,Besi dan Titanium,  tinggi.

Sebagaimana yang diketahui, tanah BAUKSIT merupakan tanah yang tersusun dari mineral, Oksida Aluminium Al2O3 sebanyak 45-65 %, juga mengandung Fe2O3,unsur Ferum-besi, sekitar  2-25 %,juga mengandung TiO2 (Titanium, unsur logam berat juga) sekitar > 3 %.

020320141074Kondisi tanaman pada  saat pengambilan gambar tanggal 4 Maret 2014. walaupun, ditanam diatas tanah “logam” kondisi buah tetap membesar.

020320141071Gambar diatas juga diambil pada tanggal 4 Maret 2014

Foto0028(Hasil rata rata perbatangnya  4.5 -5 kg, total hasil 9.3 ton jumlah tanaman sekitar 1900 batang )

Foto0024Tanah yang mengandung Bauksit, biasanya tanahnya sulit di olah selain karena keras juga lapisan olahnya hanya sekitar 20 cm saja, selebihnya TANAH dibawahnya sudah berwarna putih oranye/KEMERAHAN.

Foto0051 Daratan Batam banyak mengandung  bauksit. Bauksit ini mengandung logam yang sangat peka terhadap sambaran petir yang mengandung listrik.
Saking berbahayanya… warga kota Batam biasanya disarankan  menghindari tempat-tempat yang tinggi. “Hindari tempat yang tinggi. Kalau turun hujan, jangan bermain di lapangan. Karena jika ada warga yang bermain di lapangan terbuka saat hujan, maka akan jadi objek tertinggi yang sangat rentan terkena sambaran petir, ” .

Foto0066Bisa dibayangkan, begitu berhayanya….,tanah yang mengandung logam bagi keamanan pada saat musim “petir” tiba, hal demikian  ini juga terjadi pada lahan tersebut apabila ditanami.  Kandungan logam yang tinggi,menyebabkan lapisan olah lahan hanya berkisar sekitar kurang dari 20 cm saja. .

Foto0088 Selain itu,kandungan logam yang tinggi bisa menjadikan,tanah kurang layak ditanami karena kandungan Almunium dan besi bisa mengikat unsur lain dan menjadi racun bagi tanaman.

Foto0108Nah … upaya yang kami lakukan dalam hal ini adalah dengan  MENSUPLAY sesuai KEBUTUHAN , unsur hara mikro organik, yang kami  berikan dari komposisi yang ada dalam PUPUK PORMIK.

Foto0112Sedangkan kandungan  unsur hara mikro Almunium dan Ferrum/besi yang terlalu tinggi, kami “ikat” dan NETRALISIR  dengan pupuk ORGANIK CAS.  “Pengikatan” unsur logam ini perlu dilakukan agar, unsur hara  makro dan mikro yang lain, bisa diserap oleh tanah dan tanaman.Foto0118Semoga tambah berhasil pak Tri….

Jadi kalau tanah yang ber”LOGAM’ berat saja bisa dioptimalkan, apalagi sudah selayaknya tanah yang subur, bisa kita  upayakan agar hasilnya… lebih tinggi lagi.

Sukses petani dengan pola Pertanian berbasis Organik ALA KPO -KL !

TETAP MEWASPADAI, BUSUK DAUN DAN LAYU FUSARIUM

Di akhir akhir bulan Maret 2014 ini,ditempat kami masih sering terjadi curah hujan yang sangat tinggi, dan dalam aplikasi kali ini, kami tetap mewaspadai terjadinya serangan penyakit Busuk daun dan juga layu fusarium.    IMG_20140319_132725Semua gambar dalam artikel kami kali ini, diambil pada tanggal 19 Maret 14 .

IMG_20140319_132737Usia tanaman tomat yang dikelola oleh mitra kami Kang Heri ini berusia 55 hari.

IMG_20140319_132818Walaupun ada serangan busuk daun dan layu fusarium, namun tingkatannya masih dalam taraf wajar.

IMG_20140319_132859Lokasi tanaman yang ber ada di desa tambak sari Leuwi Goong -Garut  ini, terus kami upayakanpengendaliannya dengan metode KPO-KL.

IMG_20140319_132946Selain menggunakan Pocanil sebagai fungisida organiknya, kami juga menambahkan fungisida kimia baik yang sitemik maupun yang kontak dengan dosis jauh dibawah anjuran.

IMG_20140319_132957Kang Heri, tampak berseri seri ditangah tengah tanaman tomatnya.

IMG_20140319_133112Ada sedikit catatan yang kami lakukan dalam mengandalikan  kedua jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh petani ini, prinsip kami yaitu : Bisa saja sistem pengelolaannya,bisa kontradiksi /berlawanan satu sama lainnya.IMG_20140319_133233( Buah tomat sudah mulai membentuk sebesar telur ayam)

Lho koq bisa saling bertentangan? karena metode yang kami gunakan dalam mengendalikan kedua penyakit ini  bukan hanya dari aplikasi “atas” saja tetapi juga perlu “managemen’ dari pupuk bawahnya.

Metode KPO-KL solusinya.