Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Maret 2014

1 2 3 »

PENYAKIT BUSUK DAUN DIMUSIM “TRANSISI”

Di akhir bulan maret ini memang ditempat kami,cuaca   tidak menentu, terkadang panas dan tiba -tiba hujan yang lebat.

IMG_20140327_110359

Dalam kondisi demikian hal yang perlu diwaspadai adalah,rapuhnya tanaman terhadap penyakit busuk daun dan buah.IMG_20140327_110404Demikian pula pada tanaman tomat mitra kami dari leuwigoong -Garut ini,usia tanamanmemasuki usia 62 hari.IMG_20140327_110532Walaupun kami tidak memungkiri, ada beberapa  tanaman yang terkena penyakit busuk Phytophthora infestans.IMG_20140327_113233Upaya yang kami lakukan selain memberikan fungisida sistemik dan kontak dengan dosis yang masih dibawah strandar kebiasaan petani,upaya yang kami lakukan adalah dengan  menguatkan jaringan tanaman tomat.,.IMG_20140327_113349Seperti halnya pada manusia,pada saat kondisi cuaca yang bisa dibilang, tidak menentu, seperti saat ini apabila kondisi tubuh lamah,biasanya sangat mudah terserang penyakit.IMG_20140327_113420Untungnya buah tanaman tomat,sudah membentuk buah sebesar telur ayam, sehingga tanaman relatif lebih tahan.IMG_20140327_113429Upaya yang dilakukan oleh  mitra kami kang Heri,ini adalah dengan tidak memberikan pupuk yang mengandung “rasa dingin”.IMG_20140327_113653Pemberian pupuk dengan ” rasa dingin”hanya akan menjadikan tanaman menjadi tambah rapuh dan jaringan melemah,sehingga mudah sekali terkena penyakit Phytophthora infestans.

Semoga bertahan dengan menggunakan metode KPO-KL , khususnya POCANIL, hingga panen .

“MARI KITA WUJUDKAN SWASEMBADA BERAS”….

Mewujudkan swasembada beras, bisa kah?

20140322_073134Hasil diatas ini,kami terima  pada tanggal 24 Maret 14, dari saudara Mitra kami di Aceh,Pidie.  Usia tanaman pada saat ini, sudah masuk ke 110 hari. Tampak bulir tanaman sudah “penuh” berisi.

20140322_073242Sementara itu, kita ambil gambar dari atas, daun benderanya masih hijau, kalau tidak ada halangan, hari sabtu depan tanggal 29 Maret14, panen raya.

20140322_074517Penghitungan “sementara”,secara “kasar” jumlah rumpun “jadi” diatas 25 tangkai, sedangkan jumlah bulir rata rata sekitar 250 bulir per tangkainya…

20140322_074637Inilah salah satu sisi ,contoh pengisian bulirnya.Sekarang kita hitung, biasanya 1000 bulir beratnya, 25 gram.

Satu tangkai,isi kurang lebih  250 bulir, satu rumpun ambil rendahnya 25  tangkai. Satu meter persegi ada 16 rumpun. Jadi total ada 250x25x16=100.000 bulir. Biasanya 1000 bulir,beratnya 29 gr (kita ambil 25 gram saja),jadi 100.000/1000 x25 gr=2500 gr atau 2.5 kg per m2,kalau per ha(10.000m2) bisa 20 tonan lebih.masak sih ketahanan  dan swasembada pangan tidak tercapai.Insya Allah.optimis

Atau kalau angka perkiraan diatas dianggap  terlalu “mengumbar” angka,kita kurangi saja 50 % nya, hasilnya masih diatas 10 tonan…Hmmm

Suatu capaian yang luar biasa sementara itu capaian yang biasa hanya sekitar 5-6 tonan saja per hektarnya.  Sebagai informasi saja, dimusim yang lalu dengan varietas yang berbeda, saudara kami ini, dengan menggunakan metode KPO-KL,dengan produk pendukung PROTEKTAN, PESNATOR, POCANIL , BIOPESTIS, CAS  DAN PORMIK  telah mendapatkan hasil bersih,bukan hasil ubinan, 11.5 ton. hasil ini merupakan bukti, bukan janji…  semata.

Walaupun memang berat, tapi mari kita coba dengan menggunakan tehnologi pestisida dan pupuk organik ala KLO-KL.

 

MENETRALISIR DAN MENSUPLAY UNSUR HARA PADA TANAH “LOGAM” BAUKSIT

Ada hal menarik yang kami jadikan catatan pada artikel ini. Padakesempatan ini,kami akan tampilkan hasil aplikasi yang dilakukan oleh Mitra kami di Pulau Batam.

Foto0023Pada saat panen, dilakukan pada tanggal 19Maret 14. Sebagai informasi, mitra

Foto0041Mitra kami ini, Bp. Tri … Wah bisa dilihat,buah semangka yang ditanam pada tanah mengandung logam berat, bauksit,  beratnya  hingga 10 kg.

Foto0031Kondisi buah yang sudah besar besar,pada saat menjelang petik, tampak daun masih menghijau. Panen disegerakan karena ada kecenderungan harga mulai menurun dari Rp 7000 -ke Rp.6000 dan saat ini berkisar ke Rp.5000 an.  walaupun …Sebenarnya potensi pembesaran buah masih bisa diupayakan.

220220141048(Gambar diambil pada tanggal 22 Pebruari 2014)

Inilah “penampakan” tanah yang ditanami oleh Mitra kami di Batam… tanahnya berwarna putih  karena mengandung, Bauksit ,Almunium ,Besi dan Titanium,  tinggi.

Sebagaimana yang diketahui, tanah BAUKSIT merupakan tanah yang tersusun dari mineral, Oksida Aluminium Al2O3 sebanyak 45-65 %, juga mengandung Fe2O3,unsur Ferum-besi, sekitar  2-25 %,juga mengandung TiO2 (Titanium, unsur logam berat juga) sekitar > 3 %.

020320141074Kondisi tanaman pada  saat pengambilan gambar tanggal 4 Maret 2014. walaupun, ditanam diatas tanah “logam” kondisi buah tetap membesar.

020320141071Gambar diatas juga diambil pada tanggal 4 Maret 2014

Foto0028(Hasil rata rata perbatangnya  4.5 -5 kg, total hasil 9.3 ton jumlah tanaman sekitar 1900 batang )

Foto0024Tanah yang mengandung Bauksit, biasanya tanahnya sulit di olah selain karena keras juga lapisan olahnya hanya sekitar 20 cm saja, selebihnya TANAH dibawahnya sudah berwarna putih oranye/KEMERAHAN.

Foto0051 Daratan Batam banyak mengandung  bauksit. Bauksit ini mengandung logam yang sangat peka terhadap sambaran petir yang mengandung listrik.
Saking berbahayanya… warga kota Batam biasanya disarankan  menghindari tempat-tempat yang tinggi. “Hindari tempat yang tinggi. Kalau turun hujan, jangan bermain di lapangan. Karena jika ada warga yang bermain di lapangan terbuka saat hujan, maka akan jadi objek tertinggi yang sangat rentan terkena sambaran petir, ” .

Foto0066Bisa dibayangkan, begitu berhayanya….,tanah yang mengandung logam bagi keamanan pada saat musim “petir” tiba, hal demikian  ini juga terjadi pada lahan tersebut apabila ditanami.  Kandungan logam yang tinggi,menyebabkan lapisan olah lahan hanya berkisar sekitar kurang dari 20 cm saja. .

Foto0088 Selain itu,kandungan logam yang tinggi bisa menjadikan,tanah kurang layak ditanami karena kandungan Almunium dan besi bisa mengikat unsur lain dan menjadi racun bagi tanaman.

Foto0108Nah … upaya yang kami lakukan dalam hal ini adalah dengan  MENSUPLAY sesuai KEBUTUHAN , unsur hara mikro organik, yang kami  berikan dari komposisi yang ada dalam PUPUK PORMIK.

Foto0112Sedangkan kandungan  unsur hara mikro Almunium dan Ferrum/besi yang terlalu tinggi, kami “ikat” dan NETRALISIR  dengan pupuk ORGANIK CAS.  “Pengikatan” unsur logam ini perlu dilakukan agar, unsur hara  makro dan mikro yang lain, bisa diserap oleh tanah dan tanaman.Foto0118Semoga tambah berhasil pak Tri….

Jadi kalau tanah yang ber”LOGAM’ berat saja bisa dioptimalkan, apalagi sudah selayaknya tanah yang subur, bisa kita  upayakan agar hasilnya… lebih tinggi lagi.

Sukses petani dengan pola Pertanian berbasis Organik ALA KPO -KL !