Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2013

PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK GELOMBANG KE XV

Pelatihan berbasis organik yang kami selanggarakan kali ini, pada akhir bulan Desember 13,  diikuti oleh peserta peserta dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

1

Peserta kali ini diikuti yaitu 1. Bp. Irwan dari Palmerah-Jakarta Barat ( berkaos putih), Bp. Mahzum HS ( Berkemeja Kuning) dari  Depok Timur,  dan  Bp. Gunawan dari Buah Batu Bandung.

2

Pelatihan kali berbasis organik kali ini memang diikuti peserta yang tidak seperti biasanya ,hal ini dikarenakan akhir tahun dan musim -musim liburan .

3

Peserta lainnya Bp. Muslish, dari Ponpes Al Abi Pasir Ipis Gunung Mulya Tenjolaya-Bogor ( berkaos merah abu-abu) dan Bp. Hilman  berjaket putih -Biru  dari Cikoneng Ciamis).

4

Suasana yang rileks dan kekeluargaan kami   “ciptakan” dalam acara yang berlangsung hingga jam 10 malam ini.

5

Peserta pelatihan dilatarbelakangnya “saung” Kembang Langit.

6

Duduk belakang dari kanan ke kiri, Bp. Rusli Gunawan (KPO), Bp.Budi Suharto ( Grogol Selatan) Jakarta Selatan, Bp. Hilman (Ciamis-jabar), Bp. Mahdzum  (Depok Timur), Jauhar (KPO).

7

Jongkok Depan dari kiri ke kanan ( Bp. Irwan Palmerah-Jakbar),  yang rencananya bercocok tanam di kampung halamnnya di Pariaman -Sumbar, Bp. Muslikh ( yang aslinya bapak lulusan perikanan ini, dari Pekalongan), Sdr. Dicky / berbaju batik di tengah (KPO) , Bp. Gunawan dari Buah Batu Bandung Jabar, Sdr. Joko Martopo dari Mojogedang, Karanganyar-Solo, yang saat ini sedang mengembangkan pertanian di wilayah Garut.

8

Pada kesempatan ini kami  mengajak peserta pelatihan ke kebun percontohasn di Cibatu, yaitu di kebunnya Bp. H. Haris, untuk mengamati dan melihat langsung hasil aplikasi yang diterapkan berdasarkan metode klinikpertanianorganik ala kembang Langit.

9

Kami berharap acara pelatihan yang berlangsung singkat yaitu dari tanggal 20 dan 21 Desember 13, dapat mengubah pola pikir dan konsep pertanian dan kami berharap kelak bisa dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Sukses bagi kita bersama .

Sukses Pertanian berbasis Organik !!!

.

.

TANAH TANDUS MENJADI SUBUR.

Pada kesempatan ini kami mencoba mengubah anggapan masyarakat petani, bahwa tanah yang tandus tidak bisa untuk ditanami.

1

Gambar 1.A. ( Kali ini kami, mencoba mengangkat “kisah ” dari  daerah Riau, tepatnya di desa Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Rokan Hilir.   Tampak tanahnya  berwarna”kuning terang”, yang kalau berdasarkan klasifikasi tanah yang dikatakan para ahli tanah, tentunya tidak layak untuk ditanami tanaman hortikultura apalagi tanaman Cabe.  Tanah yang menurut para ahli tanah ,tidak direkomendasikan  untuk ditanami, karena tanahnya kurang hitam.  Tanah “tidur” yang diupayakan untuk di “bangun”kan. Tanah berwarna “kuning emas” yang jauh dari ideal untuk ditanami cabe.)

2

Gambar 1.B.(Tanaman  cabe pada saat pindah tanam tanggal 5 November 2013. kami secara terus menerus, ber”komunikasi” dari gambar yang dikirimkan mitra muda kami dari, Pekanbaru, Riau ini.)

3.

Gambar 1. C. (  Pengambilan gambar pada saat tanaman berusia satu bulan. Gambar tanggal,5 Desember 2013.)

Dalam metode KPO-KL, hal ini kami perhatikan betul dengan penambahan materi mikroba yang kami ambil dari PROTEK-tan, BIOPESTIS ,PORMIK dan CAS.

4

Gambar 2.  ( Tampak dikiri kanan tanaman yang mulai tumbuh subur ini, warnanya  kuning bahkan cenderung “cerah”, tanah yang tentunya jauh dari dikatakan subur.  Bahkan menurut mitra kami yang mengelola tanah kuning ini,yaitu Sdr. Seem lahan ini sebelumnya belum pernah ditanami tanaman apapun apalagi cabe.Gambar  diambil pada tanggal, 5 Desember 2013)

Gambar 3. ( Ini dia sosok petani mitra kembang langit, muda usia baru 19 tahun, bahkan masih lajang.  Kisahnya …Sdr Seem ini, belum pernah bertani dan sebelumnya berpropesi sebagai pengajar dan bisnis alat-alat sulap. Gambar  diambil,10 Desember.

6

Gambar 4. Di lokasi ini yang tumbuh sebelumnya hanya  ilalang, apabila  kemarau  lokasi ini tanahnya merah , seperti lapangan bola.Disekitarnya ditanami tanaman sawit atau karet.  Disekitar lokasi ini bahkan ada  pusat stasiun minyak  minyak chevron 500 meter . Lokasi penanaman cabe terdekat hanya ada( paling dekat) sekitar  7 kilometer dari lokasi ini.Gambar 10 Desember).

7

Gambar 5.( Pindah tanam dilakukan pada tanggal 5 november 13. Hingga saat ini, akhir bulan Desember,informasi yang kami dapatkan  tidak kami temukan, sebatang pun tanaman yang terkena Layu fusarium. Gambar   diambil dan dikirim pada tanggal,10 Desember 2013)

Kami mencoba untuk berupaya menyuburkan TANAH TANDUS   yang selama ini  dianggap tidak layak untuk ditanami…

Tanah  kuning kemerahan  yang kata para ahli tanah  memiliki tingkat kesuburan yang rendah kami coba untuk  melakukan upaya agar bisa  dimanfaatkan dan produktif

8

Gambar 6. (Lokasi  yang berada di Kabupaten Rokan Hilir , Pekanbaru Riau ini, memang terlihat jauh dari warna ideal, “Hitam”  seperti halnya tanah- tanah subur di tanah Jawa, tapi…. tak mengapalah….Kita upayakan “suburkan tanah yang gersang ini”.Gambar  dikirimkan via email kembanglangit01@yahoo.co.id. pada tanggal,14 Desember 2013).

Kami mencoba menanam cabe dengan bahan  yang sebagian besar menggunakan bahan organik.  Penggunaan bahan “makanan” kimia yang bisa menjadikan tanah makin tandus,  kami tekan penggunaannya.

9

Gambar 7. ( Kondisi tanaman hingga saat ini, cukup subur  dan cepat pertumbuahnnya walaupun belum genap 50 hari.)

Kami berupaya keluar dari “PAKEM”  yang biasa dikatakan oleh  para ahli tanah yang antara lain mengatakan :

Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah makin gelap. Sedangkan dilapisan bawah, dimana kandungan bahan organik umumnya rendah, warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe ( unsur BESI/FERRUM)  dalam tanah, sehingga tanah akan berwarna “merah besi atau kekuningan”. (seperti contoh tanah tersebut diatas .)

10

Gambar 8. (Sdr. Seem ini, benar-benar pemula…bahkan untuk mewiwil saja saudara kami ini, belum paham bagaimana caranya, sehingga tanaman dibiarkan tanpa diwiwil sama sekali. Gambar  di koordinasikan pada tanggal ,20 Desember 2013)

11

Gambar 9.( Cabang tanaman dibiarkan “berserakan” dimana-mana, maklum pemula… Tapi walaupun demikian tanaman tampak sehat dan memiliki banyak bunga sebagai calon buah…. Pada beberapa bagian tanaman, Ajir penyanggah pun rupanya sudah mulai terlewati.)

12

Gambar 10. ( Pertumbuhan cukup seragam, di tanah yang merah-kuning cerah ini. Pengambilan gambar pada tanggal 21 Desember 13)

13

Gambar 11.( Semoga saja hingga  akhir panen tanaman cabe ini  yang ditanam didaerah  yang kurang subur, bisa berhasil .)

14

Gambar 12. ( Saudaraku…Semoga kita mendapat keridhoan YANG MAHA KUASA dan bisa mengubah “TANAH  KUNING EMAS ” yang kita kelola, benar – benar menjadi EMAS…  )

Kami mencoba “MEMBANGUNKAN TANAH yang TIDUR”  dan tidak sebaliknya, seperti yang terjadi saat ini :  Tanah yang subur dan berwarna menghitam, dirubah menjadi tanah yang hanya layak untuk dibuat “batu bata”.)


PETANI PEMULA PUN BISA BERTANI (2)

Pada kesempatan ini kami kembali menampilkan hasil aplikasi yang dilakukan oleh salah seorang petani pemula dari pantura JAWA BARAT, tepatnya dari Kab. Indramayu.

Secara khusus kami memprioritaskan pada komoditas tanaman padi karena tanaman makanan pokok bangsa ini, walaupun termasuk komoditas yang mudah cara budidayanya, namun sebagian besar petani lebih sering mengalami kegagalan daripada keberhasilannya.

Kami mencoba membandingkan hasil aplikasi Bp. Andi Supardi yang sebenarnya tergolong petani pemula . Bp. Andi ini yang beralamat di Blok Gendolong Desa Lajer Kec. Tukdana Kab Indramayu, Jawa Barat, baru dua kali bercocok tanam padi dan saat ini yang ketiga kalinya dan pertama kalinya menggunakan metode pertanian berbasis organik ala Kembang Langit.

Bapak Andi ini , berlatar belakang sebagai Guru Honoler di salah satu Sekolah Dasar di desanya, namun saat ini mencoba beralih profesi untuk menjadi seorang Petani.

Bapak Andi pernah mengikuti acara di Balai Pelatihan Pertanian Organik Kembang Langit pada bulan September 13,Gelombang XII.

Gambar 1. Bp. Andi Supardi no dua dari sebelah kanan (berkemeja Biru) pada saat mengikuti pelatihan di klinik pertanian organik, Kembang Langit. Disamping kanannya Bp. H. Haris yang tanaman cabenya sedang dalam pantauan kami hingga saat ini. Mereka ini, merupakan petani-petani pemula walaupun usia beliau sudah “senior”

1

1.A. Usia tanaman 13 hari. Ada dua pola pertanaman yang berbeda antara tanaman yang sebelah kiri menggunakan tehnik pertanain berbasis organik ala Kembang Langit, sedangkan sebelah kanan menggunakan tehnik konvensional , cara kimia murn

2

1.B.Usia tanaman 13 hari. Permasalahan yang sering dihadapi diwilayah Indramayu adalah penggerek batang padi dan penyakit kresek.

3

1.C. Usia tanaman 13 hari, tanaman yang menggunakan tehnik pertanian berbasis organik sebelah kiri dibandingkan dengan tehnik kimia sebalah kanan, dengan usia yang sama.

3

2.A.Usia tanaman satu bulanan

4

2.B.usia satu bulanan

5

2.C.Usia tanaman satu bulan, sedang dibandingkan dengan tanaman tetangga yang menggunakan tehnik kimia murni (sebelah kiri)

6

2.D.Usia tanaman satu bulanan, pengambilan gambar menghadap ke Utara

7

2.E.Usia yang sama dengan gambar 2. A- D, pengambilan gambar menghadap ke Selatan

8

3.A. Usia tanaman 68 Hari,pengambilan menghadap ke Utara. Hingga saat ini, aplikasi semprotan sudah dilakukan sebanyak 6 kali. Insektisida kimia yang digunakan hanya menggunakan 0.3 mili per liternya.

9

3.B.latar belakang ada pohon mangga, pengambilan menghadap ke Selatan

10

3.C.Pemupukan sudah dilakukan selama 3 kali, yaitu usia 10 hari, 25 hari dan 40 hari

11

3.D.Kondisi tanaman hingga saat ini terbebas dari kresek daun

12

3.E.Dosis Pupuk kimia yang digunakan sudah dikurangi sebanyak 30-40 persenan. Kondisi tanaman masih segar bugar, dengan bulir yang lebat dan daun bendera masih hijau. Kalau mengamati kondisi tanaman padi seperti ini, kami sangat optimis dalam mengatasi hama penggerek batang dan penyakit kresek daun.

13

3.F.Luas tanaman padi yang menerapkan tehnik ini seluas 1/2 “bahu” (3500 m2). dengan mengamati kondisi tanaman seperti ini, sepertinya besar harapan kami bersama…. semoga saja, hasilnya memuaskan…

Kita tunggu bersama hasil aplikasi dan hasil akhirnya…