Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Oktober 2013

1 2 »

KEUNGGULAN HASIL PASCA PANEN, DENGAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK

Berikut ini kami sertakan hasil aplikasi yang kami dapatkan dari pengamatan pasca panen dari pola pertanian berbasis organik.  Keunggulan hasil aplikasi dengan tehnik pertanian organi tidak saja “terasa” pada saat PRA PANEN, tapi juga ternyata juga bisa dirasakan beberapa “saat” setelah proses pemanenan.  Berikut ini data dan faktanya.

Uji terap kami ambil dari mitra kami, Bapak Maemudin di Aceh, di

Desa Drieng Cudo Uenong, kec Tiro, Kab. Pidie.

1

Gambar 1. Pengamatan tanaman padi  pada Usia 35 harian. Hasil aplikasi dari awal penanaman hingga penen sudah kami  tampilkan pada web kami yang lalu.

2

Gambar 2. Terlihat nyata perbedaan dengan tampilan yang biasa setelah menggunakan tehnik pertanian berbasis pertanian organik. Bulir-bulir lebih berisi dan lebih “tunduk”. Bapak Azahari dari Balai Benih Induk Kec Tiro yang sedang mengamati hasil aplikasi dengan cara KPO.

3

Padi yang yang ditanam ada dua jenis yaitu Virietas Hybrida Adi Rasa dan Lokal Ciherang.

Kondisi tanaman 5 hari menjelang panen.

4

Sebagaimana yang telah kami laporkan, hasil tonase  varietas padi Hybrida yang didapat yaitu 11.5 ton /ha sedangkan padi Ciherang 9.5 ton /ha nya.

5

Pupuk kimia berhasil ditekan penggunaanya dari biasanya  dilokasi tersebut diperlukan pupuk kimia,9 kwintal per hanya saat ini hanya diperlukan kurang dari 6 kwintal  (sudah terjadi pengurangan 50 %  pupuk kimia).

6

Penggunaan insektisida kimia juga berkurang 75 %, dimana yang biasanya digunakan insektisida kimia  jenis BAHAN AKTIF : PYMETROZINE 50% yang awalnya digunakan sebanyak 4 botol pada musim tanam  ini hanya diperlukan 1 botol (50 ml) saja.

7

Selain itu Fungisida jenis dengan bahan aktif Difenokonasol kemasan 80 mili yang biasanya pada musim yang lalu diperlukan 5 botol untuk luasan 5500 m2, saat ini setelah digunakan pestisida organik ala KPO, menjadi hanya diperlukan 1 botol saja.

8

Selain itu penggunaan fungisida  yang biasanya dibutuhkan 1.5 kg, setelah menggunakan fungisida organik ala KPO hanya diperlukan 0.5 kg saja.

9

Selain data-data tehnis yang kami ungkapkan tersebut ada dampak lain yang “nilainya” sebenarnya tak terhingga dan tidak bisa di “nominalkan” dengan sekedar sejumlah rupiah.  Hasil yang tampak nyata yaitu tanah menjadi Gembur, sehingga memudahkan Mesin traktor “perontok” bulir padi, “bekerja”.

10

Padahal pada musim sebelumnya tanah sangat keras seperti “karang” saat ini sangat gembur bahkan cenderung seperti “pasir” karena gemburnya tanah.

11

Data lain yang kami terima adalah, setelah dijemur sehari hasil padi yang menggunakan tehnik kimia dari total 44 karung ( ukuran 35 kg)  terjadi susut sekitar 8 karung.

12

Sedangkan dari sampel yang diambil dari 18 karung  hasil yang menggunakan tehnik berbasis organik, padi yang susut setelah dikeringkan hanya sekitar 0.5 karung saja.

13

Contoh sampel yang akan dibawa ke kantor BBI  Kec. Tiro, menggunakan “becak bermotor” ala Pidie .

14

Selain itu padi setalah di giling menjadi Beras , dengan tehnik kimia dari 60 kg  menjadi 36 kg beras sedangkan yang menggunakan tehnik pertanian berbasis organik ala KTO dari 60 kg padi setelah digiling menjadi padi 42 kg.  Bisa dihitung selisih susutnya sekitar 6 kg. Cukup besar !!!

Kenapa hal ini terjadi, alasannya sederhana, bobot ,kualitas dari padi/beras yang menggunakan tehnik organik, pada umumnya kadar airnya RENDAH dan bulir  lebih PADAT BERISI sehingga lebih tahan pada saat proses PENGERINGAN dan PENGGILINGAN.  Selain itu sudah menjadi “rahasia bersama” bahwa padi yang banyak kadar bahan organiknya, RASANYA LEBIH PULEN dan HARUM.

JADWAL PELATIHAN PERTANIAN PERBASIS ORGANIK ALA KEMBANG LANGIT GELOMBANG XIV

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Kliniktaniorganik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  , untuk  10  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang XIV), AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU Kedua,Bulan November  2013  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Klinikpertanianorganik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal 8-9 November  2013
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Biaya pelatihan pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik, kembanglangit ini , (  akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagainya ) besarnya biaya akomodasi selama pelatihan 2 (dua ) hari, adalah sebesar Rp. 200.000,-
Bisa ditransfer ke Rek Mandiri no 1310007639653 atau Rek BCA  4460194518,  an : Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan bukti tranfer/struk di kirimkan ke email  kembanglangit01@yahoo.co.id . Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ( sesuai KTP)  ke alamat email kami, kembanglangit01@yahoo.co.id
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .

KEGIATAN PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK GELOMBANG XIII

Kegiatan rutin yang biasa kami lakukan yaitu : Pelatihan pertanian berbasis organik, kembali kami lakukan. Pada kesempatan ini acara tersebut berlangsung pada tanggal 4-5 Okt 2013, di Balai pelatihan  KPO, Garut- Jawa Barat.

1

Bapak Rusli Gunawan sedang memberikan pencerahannya, dalam mengubah “pola pikir” pertanian pada umumnya.

2

Peserta kali ini, dihadiri dari Tasikmalaya, Cianjur, Magelang, Tangerang, Bandung, Tambun (Bekasi). Dalam gambar tampak peserta pelatihan yang “aslinya” orang Jambi, (sdr. Samsul)  kembali mengikuti pelatihan “ulangan”.

4

Peserta lainnya, juga ada yang kebunnya di Sumatera Utara, yaitu Bp. Efendi Sitepu ( paling kiri) beserta Nyonya ( berkacamata). Beliau ini, sedang menggarap perkebunan Jeruk di Tanah Karo namun saat ini, dipusingkan dengan masalah serangan LALAT BUAH.

Mengapa perlu organik dan apa itu misi dan visi klinik pertanian organik, sedang di paparkan oleh Pimpinan klinik, Bp. Rusli Gunawan.

Bapak Hasan (kemeja kuning) yang selama ini telah terbiasa menanam padi di Ciranjang / Cianjur, namun  selama ini hasilnya belum sesuai harapan.

4

Sdr.Hadipurwanto , sedang serius menyimak materi karena selama ini, beliau mengalami kendala yaitu setelah dipanen, tanaman cabenya mengalami “Stag” atau malas berbuah lagi.

Demikian pula pak Sitepu (kemeja Biru), tanaman jeruknya di Tanah Karo, sudah diberi perlakuan berbagai macam cara bahkan telah di beri kelambu, tetapi tetap saja hama lalat buah, masih saja menjadi kendala utama.

Mengubah pola pertanian dari pertanian kimia ke pertanian berbasis organik memang perlu waktu, untuk risetnya saja sampai memerlukan waktu hingga 15 tahun.

“Kita jangan sampai terkecoh oleh KOMPENI (Kelompok Penipu Petani)” demikian salah satu pernyataan yang diungkapkan oleh Bp. Rusli Gunawan.

5

Betapa saat ini, “Ruh” nya tanah, sudah hampir “lepas”, akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang kian hari kian semakin tinggi. .

6

Sdr. Samsul ini ( berkaos hitam) sebenarnya sudah pernah mengikuti pelatihan Gelombang ke-2, namun maklum petani pemula, jadi sempat “tergelincir” karena diajak mitranya untuk menggunakan tehnik kimia.  Saat ini, sdr. Samsul ini, mencoba untuk kembali “ke Jalan yang benar”.

7

Peragaan secara sederhana, alat-alat untuk “uji tanah”..

8

“Kami berharap dari satu orang peserta pelatihan ini, dapat “menularkan” ilmunya untuk 100 orang bahkan lebih.”

9

Mas Imam, petani junior dari Muntilan Magelang, sedang tekun, menyimak materi yang diberikan. Pada saat ini, diwilayah tersebut keriting daun dan virus kuning sedang menjadi masalah utama, dan masih  sulit tertanggulangi.

10

Dengan alat sederhana saja kita bisa mengetahui tingkat “porositas” suatu tanah, dll nya.

11

Peserta pelatihan Gelombang XIII, dari kiri ke kanan. Hadi Purwanto (Tasikmalaya), Samsul (Cianjur- Lokasi tanam di Jambi), Bp. Rusli Gunawan KTO, Bp. Mardi Yuwono ( Bekasi), Jauhar (KTO), Ahmad Andi ( Muntilan -Jateng), Ibu Nita ( Lembang-Bandung), Ny.Sitepu dan Bp. Efendi Sitepu ( Tangerang-Lokasi di Tanah Karo), Bp. Hasan (Cianjur-Jabar).

SEMOGA BERMANFAAT SAUDARA KAMI ,SALAM SUKSES !!!