Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: September 2013

1 2 »

KEMITRAAN KPO-KL DENGAN PETANI, MENDONGKRAK PRODUKSI BAWANG MERAH

Setelah beberapa tahun berkiprah didunia pertanian berbasis organik, KLINIKPERTANIANORGANIK- KEMBANG LANGIT, yang  selama ini bekerja sama dengan mitra-mitra tani diseluruh Indonesia, kembali menunjukkan hasil yang patut kami syukuri .  Hasil demikian tentunya merupakan, keberhasilan bersama , antara petani Mitra dengan KPO-KL.  Pada artikel ini kami tampilkan hasil aplikasi pada tanaman Bawang Merah, yang merupakan hasil kemitraan kami dengan  HDR FARM ( Milik H. Basuki Yusuf ), di KECAMATAN  PABEDILAN, CIREBON JAWA BARAT.

1

(Gambar 1. Bp. H. Yusuf, tengah kemeja putih lengan Pendek,  pada saat silaturahmi ke KPO-KL, sedang mamantau hasil  percontohan yang menggunakan tehnik KPO-KL pada tanaman cabe merah, di Kecamatan Banyuresmi  – Garut , Jawa Barat.)

Kami secara  intensif dan berkesinambungan  mengadakan pemantauan terhadap mitra-mitra kami dimana pun berada .  Sebagaimana  tampak dalam dokumentasi kami  berikut ini. Pada hari Selasa ,tanggal 9 April 13,  suatu kehormatan bagi kami, KPO -KL mendapat kunjungan dari mitra-mitra baru kami dari Losari -Cirebon Jawa barat.  Selain “ngobrol-ngobrol” di klinik kami.  Bapak H. Yusuf dkk, kami ajak untuk mengamati langsung  kelokasi percontohan yang ada pada saat itu.

2

( Gambar 2. Mitra -mitra kami ini,  sengaja datang dari Kecamatan Pabedilan Cirebon- Jawa Barat, yang merupakan komunitas petani Bawang Merah, dibawah pimpinan Bp. H. Basuki Yusuf  Darma .)

3

(Gambar 3. Pada saat itu, Bp. H. Yusuf, “terjun” langsung “blusukan” ke sawah untuk mengamati , hasil aplikasi KPO pada tanaman  cabe yang sedang  berbuah lebat.)

4

Gambar 4. ( Bulan berikutnya, pada tanggal 18 Mei 13, Bp. H. Yusuf Darma beserta rekan petani lainnya dari Cirebon, bersilaturahmi kembali  dalam rangka, pelatihan  pertanian berbasis organik di balai kami.)

Pelatihan Gelombang X, yang kami adakan pada saat itu dan dihadiri pula oleh petani-petani Bawang Merah dari Pabedilan -Cirebon.

5

(Gambar 5. Pada kesempatan berikutnya, Pada tanggal 18 Juni 2013, atas undangan Bp. H. Yusuf Darma, giliran kami tim KPO , bersilaturahmi dan mengunjungi mitra kami di HDR Pabedilan, Kabupaten Cirebon untuk membangun kemitraan. )

Gambar 6. ( Bp. H. Yusuf Darma, sedang mengajak kami untuk memantau hasil aplikasi pada bawang merah di lokasi pertanamannya, yang terhampar sangat luas.)

6

Gambar 7. ( Dengan lokasi penerapan yang sangat luas, puluhan hektar yang dikelola oleh Bp. H. Yusuf Darma ini.  Pada saat itu penerapan metode tehnologi pertanian berbasis pupuk  dan pestisida organik  ala KPO-KL, dilakukan  bertahap dan dalam beberapa periode penanaman.)

Gambar 8. ( Pengaplikasian metode pertanian berbasis organik ala KPO-KL, dilakukan pada areal sekitar kurang lebih 20 ha lebih yang dibagi 7 ha per periode tanamnya.)

7

Gambar 9.(  Pada kunjungan KPO-KL,di Kec. Pabedilan tersebut, Kami juga mengadakan temu tani, yang mayoritas petani bawang merah,  dan dihadiri pula oleh dinas pertanian setempat.  Kami  berupaya menjalin kemitraan dengan petani bawang merah, yang selama ini menjadi salah satu komoditas pertanian  yang  secara produktifitas  skala nasional selalu,…”minus”.)

8

Gambar 10. ( Selain aplikasi langsung pada luasan tersebut, secara khusus kami melakukan “DEMPLOT”  pada petakan skala kecil.  Hasil aplikasinya, secara khusus kami tulis dalam artikel terpisah.)

9

Gambar 11. ( Tampilan kondisi tanaman bawang merah yang siap panen, setelah menggunakan metode pestisida organik  sistem KPO-KL plus sedikit pestisida kimia.  Pengambilan gambar tanggal 14 Sep 13.)

12

Gambar 12. (Beberapa tehnik kami lakukan untuk mendongkrak produktifitas pertanaman bawang ini, baik upaya tehnologi memperbanyak jumlah anakan/ umbi maupun tehnologi pengendalian hama dan penyakit bawang merah berbasis organik yang cukup menjadi kendala utama  dan menjadi faktor pembatas dalam upaya peningkatan produksi.)

13

Gambar 13.( Metode “Gas-Rem” ala KPO yang  digunakan mitra kami, ternyata  lebih unggul apabila dibandingkan dengan tehnik konvensional yang diterapkan oleh petani “sebelah”.  Informasi yang kami dapatkan saat ini serangan hama ulat “grayak”, sedang gencar “menggerayangi” tanaman bawang merah, bahkan ada petani bawang merah yang gagal panen akibat serangan hama tersebut. )

14

Gambar 14. ( Lokasi yang sedang panen, hasilnya ternyata secara rata-rata, ada peningkatan yang signifikan, sekitar 1 tonan per hektarnya. Dari hasil yang biasanya sekitar 14 tonan saat ini, bisa mencapai 15-18 tonan per ha nya.)

 Serangan ULAT GRAYAK ( Spodoptera litura),  Penyakit  “Moler” ( Fusarium sp) dan Lodoh ( Phytophthora sp), yang selama ini salah satunya  “dijadikan alasan” mengapa petani gagal panen dan bawang merah  “mesti ” import ,berhasil dikendalikan  oleh mitra kami.  Kami berharap kemitraan ini, bisa “menular” pada petani bawang merah dan petani-petani  komoditas lainnya.

Suatu bentuk OPTIMESME  (lagi) … Tentunya , dibalik makin terpuruknya produktifitas   bawang merah dan pertanian  kita secara umum!!!

PENGGEREK BATANG PADI MENGHAMBAT “STATUSISASI KEMAKMURAN ” PETANI

Pada Artikel kali ini kami, ingin “menggangkat” perihal hama PENGGEREK BATANG, yang biasa dan bisa menyebabkan kerusakan cukup besar pada pertanaman padi ,apalagi pada saat ini kami melakukan uji terap pada tanaman padi jenis Hybrida yang  secara genetik memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan padi jenis lokal.

Kali ini ,kami mengambil ilustrasi dari Desa Nyung  Kec. Bandar Baru-  Kab. Pidie Jaya – Aceh  yang diambil pada periode tanam yang kedua kalinya dengan menggunakan tehnik pertanian berbasis organik ala KPO-KL.

1

Gambar 1. ( Pengambilan gambar dilokasi Bp. Murdani yang diambil pada tanggal 2 Juli 13, lokasi Bp. Murdani ini, diapit  dikiri  dan kanannya, oleh tehnik kimia.  Dalam gambar diatas pengambilan gambar diambil dari arah  barat ke timur. Sebelah kiri menggunakan tehnik kimia sedangkan  yang  sebelah kanan menggunakan tehnik pestisida organik ala KPO-KL.)

Ada enam jenis penggerek batang padi ( yang di bedakan berdasarkan “warna-warni” ) yaitu :

1.  Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas Walker (Pyralidae)

2.  Penggerek batang padi putih (S. innotata Walker (Pyralidae))

3. Penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens Walker (Noctuidae)

4. Penggerek batang padi bergaris (Chilo suppressalis Walker (Pyralidae))

5. Penggerek padi berkepala hitam (C. polychrysus Meyrick (Pyralidae)) dan

6. Penggerek padi berkilat (C. auricilius Dudgeon (Pyralidae)).

Penggerek S. incertulas merupakan jenis yang paling luas penyebarannya.

2

(Gambar 2.  Tanaman yang dikelola oleh Bp. Murdani, berdasarkan basis pertanian organik ala KPO-KL, gambar diambil pada tanggal 14 Juli 13.  Pengambilan gambar dari arah Timur ke Barat.  Sebelah kiri menggunakan tehnik kimia, sedangkan sebelah kanan menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO-KL.)

Penggerek batang padi putih dinyatakan sebagai jenis hama padi yang paling merusak di Pulau Jawaseperti halnya  di Jawa Barat, serangan terbesar terjadi di Pantura, yakni di kabupaten Indramayu, Subang dan Karawang.

3

Gambar 3. ( Hasil Pengamatan dari Bp. Murdani secara berkala, terus di update ke email kami, perkembangan tanaman terpantau dari waktu kewaktu.  Sisi pengambilan sama dengan  “titik”  gambar 2. Ada perbedaan yang mulai tampak dari gambar diatas, yaitu  kondisi tanaman pada sisi kanan yang menggunakan tehnik KPO-KL, masih hijau segar, berbeda dengan kondisi tanaman sebelah kiri.)

Bisa menjadi perhatian pula, bahwa angin membantu penyebaran ngengat dan larva. Larva yang baru keluar dari telur menggantungkan diri dengan benang sutera halus pada daun padi sebagai alat pindah ke pertanaman lainnya.

4

Gambar 4. ( Kita lihat kondisi pertanaman yang menggunakan tehnik  ala KPO-KL, yang  “terlepas” dari serangan hama penggerek batang  “berbagai warna”. Pengamatan pada tanggal 27 – 7 – 13.)

Stadia tanaman yang rentan terhadap serangan penggerek adalah dari pembibitan sampai pembentukan malai. Gejala kerusakan yang ditimbulkannya mengakibatkan anakan mati yang disebut SUNDEP  sedangkan pada tanaman stadia vegetatif dan BELUK (malai hampa) pada tanaman stadia generatif. Siklus hidupnya 40-70 hari tergantung pada spesiesnya.

5

Gambar 5. ( Dua hari menjelang panen, kondisi bulir tanaman ,menunjukkan “pengisian bulir” yang optimal, karena “nyaris” terbebas dari serangan hama penggerek batang.)

Perlu dipertimbangkan bahwa kerusakan pada stadia generatif maka tindakan pengendalian sudah terlambat atau tidak efektif lagi oleh karena itu tindakan pengendalian yang kami lakukan adalah dengan  SEDINI MUNGKIN, mengatur pengelolan POLA MAKAN /POLA PUPUK nya.

6

Gambar 6. ( Keadaan tanaman padi di foto dari salah satu sisi, kondisi ini menunjukkan walaupun siap panen, karena tanaman aman dari serangan Penggerek Batang, sehingga daun tanaman masih bertahan dengan warna hijaunya. Pengambilan gambar pada tanggal  13 Agustus 13.)

Cukup banyak petani yang mengalami serangan hama penggerek batang yang biasanya “gagal menghalau” karena keterlambatan penanggulangannya.  Kurang sigapnya dalam mengelola pemberian pupuk yang kurang tepat, diantaranya pemberian pupuk kimia yang berlebihan bisa menyebabkan kerusakan padi dan  LABIL EKONOMI.

7

Gambar 7. ( Pengambilan gambar (tanggal 13 Agustus 13)  dari  Barat ke Timur, tanaman pembanding sebelah kanan, ala KIMIA telah panen. Tanaman sebelah kiri,  dua hari menjelang petik/panen. )

Memang dalam mengendalikan penggerek batang ini, kami masih menggunakan sedikit  insektisida kimia dengan bahan aktif PYMETROZINE 50%, bukan berarti kami melakukan KONSPIRASI KEMAKMURAN dengan perusahaan kimia tersebut, tetapi hal ini kami lakukan karena genetik dari benih Hybrida  varietas SL 11 SHS  ini, memang memiliki daya tahan yang “lemah” sehingga masih diperlukan pestisida kimia walupun dengan dosis yang sangat rendah ( hanya 2 mili per 15 liter air.)

8

Gambar 8. ( Masa petik telah tiba (tanggal 15 Agustus 15) …, mungkin anda sepaham dengan kami, bahwa kondisi daun yang demikian mencirikan bahwa tanaman “aman” dari serangan serangga Penggerek batang. )

Disatu sisi penggunaan benih hybrida yang ditanam oleh mitra kami ini, memang berhasil meningkatkan produksi pada luasan yang sama dengan musim yang lalu. Kalau pada musim yang lalu dilokasi ini, total tonase yang dihasilkan 8.3 ton per ha saat ini terjadi peningkatan menjadi 10 tonan per ha nya.

9

Gambar 9.( Pengendalian dengan tidak sekedar aplikasi pestisida dari “ATAS” / Penyemprotan, tetapi dengan kombinasi pengelolaan dari ‘BAWAH”  /Pola pemupukan, ternyata berhasil mengendalikan ,Penggerek Batang Padi  yang dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil yang cukup tinggi.)

 Tetapi disisi lainnya penggunaan benih hybrida ini , bisa menjadi KONTROVERSI HATI , karena walaupun varietas ini berpotensi hasil yang lebih tinggi tetapi  sangat RENTAN/ mudah terserang hama penggerek batang . Oleh karenanya apabila kurang tepat  dalam pengelolaan POLA PUPUK dan pestisidanya bisa saja menjadi bumerang dan MEMPERTAKUT PETANI , karena justru menurunnya PRODUKSISASI, eh PRODUKSI .

(Gambar 10.  Dari ketebalan/banyaknya rumpun sisa panen, terlihat pertanaman padi sebalah kanan yang menggunakan pola KPO-KL, menunjukkan ketebalan yang lebih dibandingkan tanaman pembanding disebelah kiri yang menggunakan tehnik kimia secara “full”.)

Penggunaan insektisida kimia ( al. bahan aktif Karbofuran, dimehipho, karbosulfan dll) harus mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan insektisida yang tidak sesuai akan mengganggu  HARMONISISASI  keseimbangan alami karena terbunuhnya musuh alami hama penggerek batang.  Sedangkan dampak lebih lanjutnya bisa  MEMPERSURAM     masa depan pertanian kita karena  menyebabkan resurjensi atau ledakan serangan hama penggerek batang secara meluas dimasa yang akan datang.  Dosis pestisida makin ditinggikan dosisnya, penggunaan pupuk kimia makin hari makin banyak tetapi tidak diiringi oleh meningkatnya produksi tanaman, musuh-musuh  alami hama yang merupakan “teman petani”  “pergi” entah kemana….

 Oleh karena itu , kondisi saat ini, sudah sangat terasa dampak dari resistensi dan resurgensi hama ini telah terjadi, dimana penggunaan OLI BEKAS dan SOLAR, digunakan karena pestisida kimia ternyata sudah KURANG efektif lagi untuk mengatasi HAMA PENGGEREK BATANG. Kalau sudah demikian, masihkah kita berharap peningkatan  STATUSISASI KEMAKMURAN  bagi petani  , dalam jangka panjangnya?

 


 

 

 

JADWAL PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK GELOMBANG XIII

.

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Klinikpertanianorganik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  , untuk  10  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang XIII), AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU PERTAMA,BULAN  OKTOBER  2013  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Kliniktaniorganik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal 4-5 OKTOBER  2013
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Biaya pelatihan pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik, kembanglangit ini , (  akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagainya ) besarnya biaya akomodasi selama pelatihan 2 (dua ) hari, adalah sebesar Rp. 200.000,-
Bisa ditransfer ke Rek Mandiri no 1310007639653 atau Rek BCA  4460194518,  an : Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan bukti tranfer/struk di kirimkan ke email  kembanglangit1@yahoo.com . Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ( sesuai KTP)  ke alamat email kami, kembanglangit1@yahoo.com.
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .