Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: September 2013

JADWAL PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK GELOMBANG XIII

.

Dalam rangka lebih menyebarluaskan metodelogi,tehnik pertanian organik ala Klinikpertanianorganik   KEMBANG LANGIT,
kami kembali mengadakan pelatihan berbasis pertanian organik.
Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi     kami.
 Sdr. S. Jauhar   di  081222932134.
Pelatihan kami lakukan sekali dalam sebulan
Jumlah peserta  dibatasi  , untuk  10  peserta, per gelombang.
PELATIHAN  KALI  INI (Gelombang XIII), AKAN DILAKSANAKAN PADA  MINGGU PERTAMA,BULAN  OKTOBER  2013  :
Tempat,  di Balai Pelatihan Kliniktaniorganik,kembang langit

Jl. Raya Tutugan, Haruman, Leles,kab. Garut, Jabar.
Pada tanggal 4-5 OKTOBER  2013
HARI  JUM’AT dan SABTU
Hari Jumat di Mulai Jam 14.00 – 17.30 dan Hari Sabtu ,Jam 09 – 17.30.
(Diharapkan  satu jam sebelum acara pelatihan dimulai,peserta sudah berada ditempat)
Biaya pelatihan pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik, kembanglangit ini , (  akomodasi ,makan  dan transportasi dan lain sebagainya ) besarnya biaya akomodasi selama pelatihan 2 (dua ) hari, adalah sebesar Rp. 200.000,-
Bisa ditransfer ke Rek Mandiri no 1310007639653 atau Rek BCA  4460194518,  an : Ir. S. Jauharman.
( Paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan, biaya akomodasi ini sudah kami terima.  Setelah transfer mohon agar segera di konfirmasikan ( foto/ scan bukti tranfer/struk di kirimkan ke email  kembanglangit1@yahoo.com . Kami tidak  melayani  nomor rekening lain  Selain nomor rekening diatas.  Hati-hati penipuan mengatas namakan KPO.)
Hal ini pun  kami jadikan  sebagai tanda  Registrasi  dan berarti  pula anda telah  mem “booking” tempat.
Kirimkan biodata anda ( sesuai KTP)  ke alamat email kami, kembanglangit1@yahoo.com.
Kesempatan terbatas, kami harapkan,biodata sudah masuk  ,paling lambat 3 hari sebelum acara pelatihan.
Pendaftaran secara otomatis kami tutup apabila kuota telah terpenuhi.
DEMIKIAN INFORMASI YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN .

MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS dengan MERENGGANGKAN JARAK TANAM

 Sudah banyak  teori dan praktek yang biasa kita terapkan untuk, perihal pengaturan jarak tanam, misalnya saja dengan sistem Jajar Legowo, yang sudah di anjurkan dalam pola pertanian kita.

1

Gambar 1. ( Pengambilan gambar tanggal  2 Juli 13. Lokasi  uji terap kali ini, dilakukan di Pidie Aceh.) Dalam gambar tampak perbedaan di pola jarak tanam yang berbeda antara pola sebelah kiri pematang sawah dengan sebelah kanan ( Menggunakan sistem “jajar legowo”).

2

Gambar 2. A.( Kalau pada kesempatan yang lalu kami mengambil lokasi di sawahnya Bapa Murdani, Pidie, kali ini kami mengambil lokasi sawahnya Bp. Maemuddin masih di daerah Pidie tetapi berbeda  Kabupaten, kalau Bp. Murdani di Kabupaten Pidie Jaya, sementara itu Bp. Maemuddin di Kabupaten Pidie, tepatnya didesa DRIENG CUDO EUNONG, Kec. Tiro.  Pengambilan gambar pada tanggal  23 agustus 13 ).

3

Gambar 2.B. Dengan usia yang sama, perbandingan tetap dilakukan, varietas yang digunakan , Ciherang. Pengambilan  gambar agak “maju” dari gambar 2.A. Perbedaan mulai tampak, antara yang menggunakan tehnik ala KTO-KL yang disertai dengan penjarangan pola dengan pola konvensional yang tidak melakukan penjarangan jarak tanam.

4

Gambar 2.C. Pengambilan gambar dibalik dari , timur ke barat. Nyata sekali perbedaannya.  Bunga sudah sudah “merata”, sedangkan tehnik yang menggunakan tehnik kimia dan tidak dijarangkan, kondisinya tertinggal jauh. Usia tanaman sekitar 2 bulanan.

5

 Gambar 3. A. Pengambilan gambar pada tanggal , 5 september 13, tampak  Bp. Meamuddin, tersenyum gembira , karena  tanaman dibelakang menunjukkan keadaaan yang sangat prospek.   Kondisi tanaman diusia 80 harian, pertumbuhannya merata, walaupun dengan jarak tanam yang telah direnggangkan.

6

Gambar 3.B. Alangkah “cantiknya” pemandangan diatas ini, bulir padi berisi, menunduk dan daun tanaman masih hijau…(Seluruh gambar 3, diambil pada tanggal 5 September 13.)

7

Gambar 3.C. Pada bagian sisi, diambil gambarnya…tanaman dan bulirnya “bersih” dari kresek daun dan juga bersih dari penggerek batang dan tampilan tanaman yang juga bersih.

8

Gambar 3.D. Ternyata dengan menjarangkan , jarak tanam, sebenarnya memang populasi berkurang, tetapi dengan lebih leluasanya pergerakan akar, sebenarnya  bisa menambah jumlah “anakan” padi.

9

Gambar 3.E.  Ruang  gerak yang cukup, juga menyebabkan fotosintetis dan pergerakan “hama dan penyakit” lebih bisa dikontrol.

Gambar 3.F. Pengambilan dari Utara ke Selatan, masih dalam lokasi yang menggunakan tehnik KTO -KL….Daun hijau berdiri tegak, dan bulir dengan “rendah hati” menunduk…

10

Gambar 3.G. Kita lihat hasil yang agak “pelit” memberi ruang, sebelah kiri , dibandingkan dengan sebelah  kanan yang menggunakan tehnik KTO-KL yang bersedekah “ruang”, hasilnya bisa menjadi mendapat “imbalan” yang setimpal.

11

Gambar 3.H. Pengambilan gambar dibalik, sebelah kiri menggunakan tehnik KTO-KL plus JAJAR LEGOWO, dibandingkan dengan tehnik kimia, disebelah kanan , selain daun sudah agak menguning juga terlihat lebih  “disenangi” tikus.

12

Gambar 3.I ( semoga dengan tampilan bulir yang demikian, produktifitas bisa di”dongkrak”. Kami sedang menunggu hasil berikutnya. Kita tunggu bersama.) Semoga, dengan bersedekah ruang untuk  tanaman padi, sehingga antar akar tanaman tidak berebutan makanan satu sama lain.)

Hasil Produktifitas memang sedang kami tunggu, tetapi dengan kondisi yang demikian hingga saat ini, kami berbesar hati sambil berharap produktifitas yang dicapai bisa ditingkatkan dari hasil  yang lampau.
Memang penjarangan jarak tanam  belum menjamin, kondisi keadaan tanaman sesuai yang diharapkan ,masih diperlukan langkah tehnik aplikasi yang terintegrasi/ satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya dan yang paling utama adalah penggunaan tehnologi pertanian berbasis organik baik pupuknya dan juga dalam aplikasi pestisidanya.

KEGIATAN PELATIHAN PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, GELOMBANG XII

Pola pertanian berbasis organik, makin digemari, hal ini tampak dari animo masyarakat baik petani “murni” maupun yang baru mau menjadi petani yang bersilaturahmi ke klinik pertanian organik KEMBANG LANGIT.

1

Kegiatan yang kami adakan pada tanggal 6 dan 7 September 13, di Leles -Garut dihadiri dari berbagai “pelosok negeri”, berlangsung  dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan .

2

Bp. Rusli Gunawan, sedang memberikan “pencerahan” perihal latar belakang dan pentingnya penerapan pola pertanian berbasis organik. (Hari pertama, tanggal 6 Sep 13.)

3

Kegiatan kali ini, dihadiri oleh petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta dan dari Jambi yang berjumlah 18 peserta.

4

Peserta yang berasal dari Jawa Barat ( Bp. Bp. Dindin Wahidin, Leles-Garut, H. Haris  dan Bp.  Nana Suryana, Cibatu-Garut  .)

5

Kelompok dari Ciomas-Bogor, terdiri dari  Bp. Ade Achmad, Bp. Sugiarto, Bp. Hadi S.H. Kang Nardi, dan Kang Lutfi.

6

Sedangkan dari Pantura Jawa Barat, terdiri dari Bp. Andi Supardi (Indramayu) , Kang Ahmad Satori dan Kang  Asep Sunarya ( Cirebon).

7

Acara kali ini juga dihadiri oleh peserta dari daerah khusus Ibukota, yaitu Bp. M.Isa dan Bp. Sanwani yang sedang dan akan  mengembangkan tehnik pertanian organik dilahan “terbatas” di Ibukota .

8

Peserta lainnya datang  dari Jogjakarta ( Mas Farudi Anwar- Bantul) dan Wonosobo- Jateng ( Mas Imam Budi W).

9

Ada juga peserta,  Bp. Jan Silitonga yang berdomisili di Cikarang – Bekasi, tetapi daerah “garapannya” di Mandailing Natal-Sumut.

10

Sedangkan peserta, “terjauh” kali ini berasal dari Jambi ( Bp. Mukti Ali).

11

Kita berkumpul dengan semangat membangun pertanian berbasis pertanian organik di Bumi Pertiwi dilandasi pula semangat Bhineka Tunggal Ika.

12

Yang muda ,yang senior, dari berbagai suku bangsa  berkumpul di klinik pertanian organik KEMBANG LANGIT, sekaligus berbagi pengalaman, antar peserta.

13

Bp. Ade Achmad kiri, yang saat ini menjadi Cabang klinikpertanianorganik, untuk wilayah Bogor, sementara Bp. Abdul Karim (bertopi) peserta dai Gumuk Mas, Jember- Jatim, yang  selama ini telah menjadi mitra kami.

Ada beberapa catatan yang kami dapatkan dari peserta pelatihan Gelombang XII kali ini, diantaranya Bp. Andi Indramayu, yang selama ini, cukup kelabakan dalam mengatasi serangan penggerek batang dan penyakit kresek pada tanaman padinya.

14

Pemaparan materi pada hari kedua.

15

Lain lagi “cerita” Bp. Mufti Ali (bertopi), yang berasal dari Kerinci – Jambi, yang termotivasi untuk mengikuti kegiatan ini, karena  merasakan saat ini sudah merasakan, betapa beratnya mengendalikan hama dan penyakit Cabe, walaupun sudah diatasi dengan berbagai macam pestisida kimia.

16

Bp. Mufti Ali, juga termotivasi oleh mitra kami di Kerinci yang merupakan tetangga desanya yang sukses  panen cabe, dengan jumlah nominal yang sangat “luar biasa” .

17

.

18

Kami berharap …Semoga ilmunya bermanfaat , bisa diterapkan dan di”bagikan” ditempatnya masing-masing.

20

Berpose sejenak, sebelum  pulang ke “kampung halaman” untuk menjadi petani-petani yang berwawasan lingkungan.

Semoga  SUKSES, “BRO” (Saudara- Saudara kami)   !!!