Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

Dalam beberapa pembahasan KPO-KL, biasa kami ilustrasikan  bahwa pupuk Nitrogen tersebut adalah sebagai pupuk ES/Pupuk yang dingin. Dalam kesempatan ini, kami ingin mencoba membahasnya sedikit secara “bahasa” anak sekolahan.  Bagaimana hubungannya antara pengaruh pupuk “es” yang dingin  pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.

(Gambar 1. Sebagai contoh aplikasi kami ambil dari hasil uji terap yang dilakukan oleh mitra kami di Desa Cigasti – Leles _Garut- Jawa Barat.)

Pada suhu rendah (minimum) pertumbuhan tanaman menjadi lambat bahkan terhenti, karena kegiatan enzimatis dikendalikan oleh suhu. Suhu tanah yang rendah akan berakibat absorpsi/penyerapan air dan unsur hara terganggu.

( Kami pantau tanaman ini pada saat berusia 23 harian, pindah tanam dilakukan pada tanggal 30 Mei 13.)

Hubungan suhu tanah yang rendah dengan dehidrasi dalam jaringan tanaman adalah, apabila suhu tanah rendah, viskositas air naik dalam membran sel, sehingga aktivitas fisiologis sel-sel akar menurun.

(Sebagai catatan hingga saat ini, hingga usia tanaman berusia tiga mingguan, tanaman belum kami berikan “pupuk es/dingin”.)

Di samping itu, suhu tanah yang rendah akan berpengaruh langsung terhadap populasi mikroba tanah.

(Pemberian pupuk Es hanya diberikan pada saat , pemupukan dasar saja, dengan cara ditaburkan. Untuk pengecoran kami menggunakan bakteri “pengikat ” Nitorogen yang kami suplay dari Protek-tan dan  Pupuk “CAS”.)

  Laju pertumbuhan populasi mikroba menurun dengan menurunnya suhu sampai di bawah 0oC. Sehingga banyak proses penguraian bahan organik dan mineral esensial dalam tanah yang terhalang. Aktivitas nitrobakteria menurun dengan menurunnya suhu, sehingga proses nitrifikasi berkurang.

(Bahkan pada saat usia tanaman lebih dari satu bulan pun, kami belum”berani ” memberikan pupuk Nitrogen tersebut.)

 Pada umumnya respirasi menurun dengan menurunnya suhu dan menjadi cepat bila suhu naik. Pada suhu yang amat rendah respirasi terhenti dan biasanya diikuti pula terhentinya fotosintesa.

(Adanya gejala kelayuan pada beberapa tanaman, walaupun jumlahnya tidak banyak, kurang dari 1 persen, membuat kami lebih waspada dan hati-hati untuk tidak memberikan pupuk “dingin” pada tanaman.)

Suhu rendah pada kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya batang, daun muda, tunas, bunga dan buah. Walaupun,  besarnya kerusakan organ atau jaringan tanaman akibat suhu rendah tergantung pada, keadaan air, keadaan unsur hara, morfologis dan kondisi fisiologis tanaman.

(Selain itu, cuaca yang terkadang panas dan terkadang masih ada curah hujan pun , menjadi perhatian kami.  Dalam kondisi cuaca yang demikian, kondisi “tubuh” yang kurang “fit” biasanya mudah terkena penyakit.)

Berikut ini kami sertakan data hasil  uji praktek laboratorium dengan menggunakan alat KALORIMETRI.
 Tujuan : Mengamati dan menentukan perubahan entalpi pada reaksi kimia antara larutan UREA  dan larutan KAPUR/CALSIUM

Pengamatan pada tanggal 17 Juli 13.

Teori : Pada suatu reaksi kimia ada perbedaan tingkat energi zat-zat pereaksi dengan tingkat energi hasil reaksi, pada tekanan konstan. Perbedaan tingkat energi zat-zat pereaksi dengan tingkat energi hasil reaksi pada tekanan konstan tersebut disebut perubahan entalpi dan dinyatakan dengan simbol ∆H.
Entalpi reaksi tidak dapat ditentukan harganya, akan tetapi perubahannya, yakni perubahan entalpi reaksi, dapat ditentukan dengan beberapa cara, yakni salah satunya dengan eksperimen menggunakan alat kalorimeter.

Pengamatan pada tanggal 19 Juli 13, tanaman makin “menaik”, walaupun tanpa pemberian pupuk “ES” dari bawah.

Kalorimetri adalah pengukuran panas secara kuantitatif yang masuk selama proses kimia.
Kalorimeter adalah alat untuk mengukur panas dari reaksi yang dikeluarkan. Kalorimetri adalah pengukuran kuantitas perubahan panas. Sebagai contoh,jika energi dari reaksi kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu dalam air akan mengukur jumlah panas yang ditambahkan. Kalorimeter digunakan untuk menghitung energi dari makanan dengan membakar makanan dalam atmosfer dan mengukur jumlah energi yang meningkat dalam suhu kalorimeter.

(Pengamatan pada tanggal 22 Juli 13, dari tadi malam, hingga pagi ini, hujan cukup deras menyiram lokasi percontohan yang sedang kami pantau.  Bisa dibayangkan apabila pada saat seperti ini, tanaman diberi “pupuk Dingin”…)

Bahan yang masuk kedalam kalorimetri digambarkan sebagai volume air, sumber panas yang dicirikan sebagai massa air dan wadah atau kalorimeter dengan massanya dan panas spesifik. Keseimbangan panas diasumsikan setelah percobaan perubahan suhu digunakan untuk menghitung energi tercapai.

(Yang kami syukuri hingga saat ini, tanaman aman dari serangan penyakit busuk daun, Phytophthora infestans.  Langkah pemberian pupuk es/dingin , bisa membuat tanaman justru jadi “sakit”, sedang hujan, minum…air ES…)

Besarnya kalor yang menyebabkan perubahan suhu (kenaikan atau penurunan suhu) air yang terdapat di dalam kalorimeter dirumuskan sebagai :
q  air = m x c x ΔT
  

Dengan   m = massa air dalam kalorimeter (gram)
               ­c = kalor jenis air dalam kalorimeter (J g-1 K-1)
    ΔT = perubahan suhu (K atau oC)

(Pengambilan gambar masih dalam waktu yang sama, tanggal 22 Juli 13,  kondisi buah, juga aman….)

 Berikut ini hasil /Data pengamatannya  :

LARUTAN

MASSA

Kalor jenis air(C)

Suhu(T1 dan T2)

Masa air

Air + urea

6 gram

4,2J/gramC

30C dan 25C

100 ml

Air + kapur

6 gram

4,2J/gramC

30C dan 37C

100 ml

 

Untuk larutan urea

 

ΔT =T2-T1

      =25oC-30oC

             =-5 ( terjadi penurunan suhu sekitar 5 C )

Q = m.c.ΔT                           

Q=6 gram x 4,2 J/gramC x -5C           

          Q= -126

 

Untuk larutan kapur

 

ΔT=T2-T1

              =37oC-30oC

              =7 ( Terjadi kenaikan suhu sekitar 7 C)

Q=m.C.ΔT

            =6gram x 4,2 J/gramC  x 7

            = 176,40

(Kami bergeser , tetapi masih dalam lokasi yang sama….Curah hujan yang cukup tinggi tadi malam, menyebabkan guludan agak tergenang…Kondisi demikian membuat kami berpikir beberapa kali untuk memberikan pupuk “rasa dingin”.)

Dari praktikum  menyimpulkan bahwa Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan contohnya saja dalam praktek diatas. Larutan KAPUR  ini menghasilkan PANAS (terjadi kenaikan suhu).
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem contohnya saja yang baru  dipraktekan dalam larutan UREA , larutan UREA  ini menghasilkan DINGIN ( terjadi penurunan suhu).

Dengan menggunakan tetapan kalorimeter ini dapat diukur besarnya kalor yang diserap oleh kalorimeter sehingga perubahan kalor dalam reaksi dapat diukur secara keseluruhan.

DARI HASIL PRAKTIKUM DIATAS, kami ingin mencoba untuk memaparkan bahwa  dalam menerapkan suatu TEORI ALA KPO-KL, kami mempunyai dasar / landasan yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

sumber  literatur : http://birohmah.unila.ac.id/pengaruh-suhu-minimun-terhadap-pertumbuhan-tanaman/

http://nyimass-elly.blogspot.com/2012/11/laporan-pratikum-kimia-kalorimetri.html

One Response to PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

  1. ervan says:

    maaf pak, mksud suhu dingin itu khusus untuk suhu tanah/guludan atau suhu lingkungan sekitar y pak? kadang ada perbedaan suhu udara dingin diluar tapi guludan kering tetep anget? apa karena pupuk kompos yang banyak ya? mhn cc ke email teknik dan dosis standar untuk kocor ala KTO bs pak? trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


tujuh − 3 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

One Response to PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

  1. ervan says:

    maaf pak, mksud suhu dingin itu khusus untuk suhu tanah/guludan atau suhu lingkungan sekitar y pak? kadang ada perbedaan suhu udara dingin diluar tapi guludan kering tetep anget? apa karena pupuk kompos yang banyak ya? mhn cc ke email teknik dan dosis standar untuk kocor ala KTO bs pak? trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 1 = tujuh

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>