Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PENGGENANGAN AIR UNTUK MENGHINDARI ke-LAYU-an TANAMAN

Perihal kelayuan, menurut pengamatan kami bukan hanya disebabkan oleh cendawan/jamur Fusarium,tetapi faktor lain pun bisa menyebabkan kelayuan pada tanaman.

1

Dalam hal ini kami tampilkan lanjutan pengamatan kami pada tanaman tomat yang kami sedang lakukan aplikasi di daerah Cigasti- Leles – Kab. Garut- Jabar..

2

Usia tanaman tomat varietas, Beta villa, hingga saat ini telah memasuki usia 34 harian,  pindah tanam pada tanggal 30 Mei 13,  pengambilan gambar tanggal 3 Juli 13.

3

Mitra kami sedang mengamati perkembangan tanaman tomatnya yang baru diberi perlakuan pengecoran sebanyak satu kali.

4

Kami syukuri hingga saat ini pertumbuhan tanaman, cukup baik, walaupun perlakuan baik pengecoran maupun penyemprotan dalam jumlah yang sangat minim.

5

Aplikasi penyemprotan yang kami lakukan  sebanyak 4 kali, dengan menggunakan Protektan 2 tutup, Pesnator 2 tutup, Pocanil 1 sendok makan peres, campuran Daconil+ Dithane  1 sendok makan peres. Curacron 1 tutup, Amistar 1 sendok teh  per tangki 15 liter air.

6

Sedangkan pengecoran kami lakukan secara hati-hati,  pemberian pupuk kimia kami hindari secara seksama. Kondisi tanaman yang terdapat tanda-tanda/ gejala layu, mengharuskan kami untuk siap siaga, dengan upaya tidak memberikan pupuk yang berpotensi makin menambah tingkat persentase kelayuan tanaman tomat tersebut.

7

Seluruh pengamatan tanaman  kali ini, kami lakukan pada lokasi yang sama.  Kondisi tanah pada saat musim agak kurang curah hujan seperti saat ini, cenderung menyebabkan tanah agak cepat mengeras.

8

Pemberian air/penggenangan, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengkondisikan agar tanah tidak terlalu mengeras. Pengecoran dengan menggunakan PROTEK-tan dan  Pupuk CAS, yang bertujuan mensuplay mikroba  pengurai, merupakan “paket”  yang tak terpisahkan.

9

Selain itu, upaya penggenangan ini, juga dilakukan agar, ruang “rongga” didalam tanah akibat pelapukan rumput-rumput yang di”buang” kebedengan, (dan belum mengalami pelapukan yang sempurna) menjadi memadat dan upaya untuk mengisi rongga yang ada dalam tanah.

10

Upaya ini ternyata cukup efektif, beberapa tanaman yang mengalami gejala kelayuan, karena posisi akar yang  “mengangkang”  tetapi belum pada tingkat kelayuan permanen dapat diselamatkan.

11

Tehnik pemberian air/penggenangan air secara “macak- macak” ini, ternyata bisa pula menurunkan tingkat kepekatan PUPUK KIMIA yang diberikan pada tanah.

12

“Konsentrasi ” kadar pupuk kimia yang diberikan bisa menjadi lebih rendah, karena bereaksi dengan air yang digenangkan. Namun yang perlu diwaspadai pula adalah apabila, konsentrasi /jumlah pupuk kimia yang diberikan pada saat pemupukan dasar tinggi, upaya penggenangan air ini, bisa justru menambah tingkat kelayuan, karena pupuk yang awalnya memadat dan relatif lebih sulit terserap menjadi lebih mudah terserap , karena mencair.  Oleh Karena Itu, pemberian pupuk kimia  sebagai pupuk dasar , saran kami  agar tidak “banyak-banyak”.  Cukup ala kadarnya saja….( dosis pupuk kimia , yang kami berikan  sekitar 1kg per 14 m2/ istilah didaerah kami ,1 tumbak.)

13

Sebagaimana yang kita ketahui, berdasarkan “rumus” KTO, pupuk kimia yang bereaksi  “ASAM DAN DINGIN”, bisa menyebabkan  makin meningkatnya resiko ‘ASAM LAMBUNG’ pada TANAH.  Reaksi asam pada tanah, sangat berpotensi menyebabkan TANAH ‘BERJAMUR’.  Sedangkan apabila sudah berjamur ( jamur Fusarium sp) , biasanya diiringi pula  dengan tingkat kelayuan yang meningkat pula.

Pengenangan ini memang  kami sarankan agar dilakukan secara hati-hati, sebab apabila tanah terlalu lembab juga berpotensi menyebabkan, perkembangan jamur/spora cendawan makin sesuai.  Jadi pemberian penggenagangan air secara “tarik ulur” bisa dilakukan secara hati-hati.

Jadi sebenarnya, tinggal mengamati kondisi tingkat kebasahan tanah secara keseluruhan  saja.  Karena memang pada dasarnya segala sesuatu yang terlalu kurang , efeknya tidak baik demikian pula segala sesuatu yang berlebihan dampaknya juga tidak baik.  Jadi…? Intinya  pada… pengamatan.. tingkat kebasahan dari tanah tersebut….

Dengan kata lain, perihal kelayuan ini, pengendaliannya menurut hemat kami, tidak mesti dilakukan serta merta dengan pemberian FUNGISIDA ATAUPUN BAKTERISIDA…Pengaturan pemberian airpun ternyata  bisa cukup membantu, untuk mengendalikan perihal  kelayuan pada tanaman  ini.

Semoga bermanfaat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − sembilan =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


empat + 3 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>