Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2013

1 2 »

TERKENA VIRUS , TOMAT TETAP BERBUAH

Memasuki usia tanaman uji terap kami yang saat ini berusia 60 hari, ada beberapa tanaman yang tampaknya terkena virus. Namun, walaupun demikian tanaman tersebut ternyata masih “mau” berbuah.

1

Kondisi tanaman tomat , pada saat pengambilan gambar tanggal 30 Juli 13. Tampak Sdr. Arif Rachman, mahasiswa  UNSOED yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapang, di KPO,  mengamati kondisi tanaman tomat dan Cabe yang sedang dilakukan aplikasi pertanian  berbasis organik  ala KPO-KL.

2

Pengambilan gambar pada saat tanggal 26 Juli 13. Kondisi tanaman yang diambil secara meluas…

3

Secara umum kondisi tanaman, bisa dikatakan terhindar dari serangan penyakit virus kuning. Aplikasi Pestisida organik, Protektan, Pesnator dan Pocanil, cukup efektif menekan perkembangan penyakit virus tersebut.

4

Memang ada beberapa tanaman yang terserang virus seperti gambar diatas ini, tetapi, tanaman masih membentuk buah.

5

Seperti juga gambar diatas ini, tampak jelas daun terkena virus,  (KALAU MEMINJAM ISTILAHNYA MITRA KAMI ) yang penting masih berbuah, karena toh yang di panen  buahnya…., bukan daunnya…

6

Jumlahnya tidak banyak, kurang dari 1 %, kondisi tanaman terkena virus ini, tidak terlalu mengkhawatirkan.

7

Kombinasi pupuk organik  dan pestisida organik, sangat efektif untuk menekan virus pada tanaman tomat ini.

8

Karena secara umum, tanaman terhindar dari penyakit  virus .

 Mitra kami , sedang aplikasi pestisida organik ,Protektan, Pesnator dan Pocanil yang dikombinasikan dengan sedikit pestisida kimia.

9

Pada gambar diatas ini, yang kami ambil pada tanggal 30 Juli 13, jelas sekali kondisi tanaman yang terkena penyakit, bahkan daunnya pun terlihat “berkerut-kerut” khas gejala serangan virus, tetapi buah tanaman tomat, sudah “ngebentuk” sebesar  telur puyuh..

10

Gambar diatas juga menunjukkan gejala yang sama, terkena virus, tetapi kami mencoba berupaya mengendalikannya dengan memperbanyak porsi insektisida , fungisida organik untuk mengendalikannya sedangkan dari “bawah” kami menekan penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan porsi pupuk organik ala KPO (Protek-tan dan Pupuk CAS).

BERCAK DAUN Alternaria sp pada TANAMAN TOMAT

Kami melanjutkan pengamatan aplikasi pertanian berbasis organik ala KPO, yang kami lakukan pada tanaman Tomat.  Perihal penyakit Alternaria sp pada tanaman tomat termasuk salah satu penyakit yang di’takuti’ oleh petani tomat, karena sekali tenaman terkena, biasanya sebarannya terjadi secara serentak, dari daun terbawah hingga daun teratas .

1

Beberapa hal yang kami amati diantaranya, antisipasi terjadinya serangan bercak daun, Alternaria  sp.  Usia tanaman tomat pada gambar diatas sekitar 2 bulan kurang 4 harian.

2

Seluruh gambar pada “makalah” ini, kami ambil pada tanggal 26 Juli 13.  Kami sangat bersyukur karena hingga saat ini, tanaman tomat yang kami kelola bersama Mitra kami, terhindar dari serangan bercak daun Alternaria sp.

3

Kami mengamati pula, daun bagian terbawah yang biasanya lebih rentan terkena penyakit bercak daun ini, hasilnya seperti tampak pada gambar…. daunnya “sehat wal afiat”…

4

Gangguan berupa bercak yang menyerang pada bagian terbawah daun, biasanya berdampak pula pada pembentukan butir buah tomat..

Kami bergeser untuk mengambil gambar pada bagian sisi lain lokasi…., tampak buah bagian teratas pun sudah sebesar telur puyuh…

Rasa syukur kami yang tak terhingga, karena dari daun terbawah sampai ke ujung, tanaman  terhindar dari serangan bercak daun Alternaria sp.

5

Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan pemberian pupuk kimia seminim mungkin dan memberikan pupuk berbahan organik yang kami prioritaskan penggunaannya.

6

Menurut pengamatan petani, secara umum, kondisi daun yang seperti gambar diatas ini, memang biasanya lebih tahan terhadap serangan penyakit bercak daun Alternaria sp.

7

Dengan tinggi tanaman tomat yang sudah melebihi tinggi orang dewasa, plus buah yang lebat, merupakan hasil yang sepantasnya untuk disyukuri.

8

Hal ini, menjadi alasan kami mengapa, kami sangat bersemangat untuk terus mensosialisasikan tehnik -tehnik pertanian berbasis organik.

Kami mengamati kondisi daun terbawah dari tanaman yang biasanya sangat rentan terserang penyakit bercak daun Alternaria sp, hasilnya…. sebagaimana yang terlihat dalam gambar.

Pestisida organik ( Protek-tan, Pesnator dan Pocanil) plus sedikit pestisida kimia, kami kolaborasikan, hasilnya ternyata tidak mengecewakan, penyakit bercak daun  setidaknya hingga saat ini dapat ditanggulangi..

10

Kombinasi perlakukan tehnologi  berbasis organik plus minim kimia, ternyata bisa pula menghemat penggeluaran anggaran bercocok tanam.

11

Hal yang tak kalah pentingnya dalam tehnik mencegah terjadinya bercak daun ini adalah selain tehnik penyemprotan yang memprioritaskan fungisida dan insektisida organik juga adalah dengan mengatur pola asupan pupuk organik  yang ditingkatkan dan pupuk kimia nya yang diminimalisir.

Semoga bermanfaat…

PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA UNSOED DI KPO-KL

Pada hari Jumat tanggal 19 Juli 13, KPO -KL, kedatangan tamu, seorang Mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman, dari Fakultas Pertanian, Jurusan  Tehnik Pertanian, angkatan 2010, ( NIM : A1H010040).

Mahasiswa tersebut yang bernama Sdr. Arif Rachman, akan  melakukan PRAKTEK KERJA LAPANGAN, dan lebih mendalami ASPEK KETEHNIKAN PERTANIAN DALAM BUDIDAYA CABAI YANG BERBASIS ORGANIK, ditempat kami, selama  25 hari kerja.

Sedangkan untuk prakteknya kami mengajak saudara kami ini, untuk mengamati langsung  dilapangan, tanaman cabe varietas lokal yang ditumpangsarikan dengan tanaman tomat jenis hybrida yang telah lebih dahulu ditanam dengan TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK.

Walaupun pengamatan difokuskan pada tanaman cabe, tetapi kami juga berupaya memberikan gambaran, akan hasil-hasil tehnik aplikasi  pada tanaman tomat .

Sebagai perbandingan awal, kami mengajak, saudara kami ini untuk mengamati hasil aplikasi TEHNIK yang menggunakan pola berbasis organik, pada tanaman tomat.

Dalam hal ini, keutamaan hasil aplikasi TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, bisa diamati diantaranya dari, tingkat pertumbuhan tanaman yang cepat dan subur walaupun penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam takaran/dosis yang rendah saja.

Selain itu pengamatan juga dilakukan terhadap ketahanan tanaman dari serangan hama maupun penyakit.

Tingkat perkembangan bunga dan buah yang relatif cepat, sehingga diharapkan potensi hasil lebih meningkat dibandingkan dengan tehnik kimia murni.

Pada saat ini tanaman tomat sudah berusia 51 hari ( tanggal 19 Juli 13), sedangkan biaya yang dikeluarkan dalam melakukan perawatan pun bisa ditekan (menjadi rendah).

Dengan pola TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, serangan hama dan penyakit, ternyata bisa diminimalisir.  Aplikasi dari  “atas” yang menggunakan tehnologi pestisida organik, hama dan penyakit sepertinya “enggan” mengganggu.

Mitra kami, sedang melakukan perawatan rutin berupa pembersihan rumput disekitar bedengan.  Ternyata ditemukan beberapa ekor ulat yang “lari” dari tanaman budidaya dan bersembunyi di sekitar rumput/gulma tersebut.

Memang TEHNIK budidaya berbasis organik (pupuk dan pestisida organik), TIDAK MENGGUNAKAN TEHNOLOGI CANGGIH  secara “mekaniknya” (sebagaimana TEHNOLOGI PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA yang menggunakan PERALATAN yang sangat  canggih ), namun sejatinya …Tehnik pertanian berbasis organik ternyata dipenuhi dengan TEHNOLOGI yang SUPER YANG JAUH LEBIH CANGGIH  lagi, yang  SAMPAI KAPANPUN juga,manusia tidak akan pernah bisa MENIRUNYA.
Manusia tidak akan pernah bisa, membuat walau hanya ” seekor” bakteri PENAMBAT NITROGEN pun. 

Jadi …Merupakan suatu Langkah bijak  apabila kita mau untuk memanfaatkan  sumberdaya alam  yang telah disediakan, oleh yang Maha Pencipta, dan menggunakan TEKNOLOGI pertanian berbasis ORGANIK dalam berbudidaya tanaman  dalam keseharian kita.