Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Mei 2013

« 1 2

PENDIDIKAN BAGI PETANI

Pada  setiap tanggal 2 Mei,  secara ‘seremonial’ kita peringati sebagai hari PENDIDIKAN NASIONAL.  Sebagaimana yang kita ketahui bersama proses pendidikan bukan hanya berlangsung pada saat “makan bangku sekolah” tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah pasca mengecap pendidikan secara formal disekolah tersebut.  Karena definisi dari PENDIDIKAN itu secara simpel, dapat di katakan  bahwa pengertian pendidikan adalah suatu proses pengajaran kepada seseorang atau kelompok mengenai suatu hal dan bagaimana melakukan suatu hal tersebut.

Dalam memperingati hari pendidikan nasional Bapak Mentri pendidikan (M.Nuh) menyampaikan pesan-pesannya sbb: “Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan,ucapan”Selamat Hari Pendidikan Nasional,tanggal 2 Mei 2013”. Semoga segala ikhtiar kita untuk memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan dapat segera terwujud.

Gambar 1.B. (Tanam biji langsung, pada tanggal 21 Maret 13.  Tanpa pupuk Dasar sama sekali.)

Lebih lanjut bapak Mentri mengatakan ” Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit,haruslah daya imunitasnya ditingkatkan, satu diantara upayanya adalah melalui vaksinasi.   Selain sebagai   vaksin sosial,  pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itu lah yang melatar belakangi ,Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu   (i) kemiskinan;(ii) ketidaktahuan  dan (iii) keterbelakangan beradaban.Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari   ketiga macam penyakit tersebut  Jawabannya      adalah PENDIDIKAN  . Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.   Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit   tersebut   dan sekaligus mampu meningkatkan status  sosial.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar. (Pengamatan dilakukan dari lokasi yang sama dengan gambar 1.A.   Berikut ini,salah satu contoh  sistem pendidikan yang KTO lakukan untuk petani.   Berikut ini adalah informasi awal yang kami dapatkan dari petani binaan kami dari Lampung. Bp. Agus.  Dari informasi awal yang kami terima dari mitra didaerah ini, kemudian kami tindak lanjuti dan masukkan ke “rumus” ala KPO.  Tindak lanjutnya berupa, tehnik aplikasi kami  sesuaikan dengan standar DIKLAT  kami.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 2.A. (Pengamatan pada tanggal 10 April 13. Dari data /informasi yang kami dapatkan tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan memberikan ilmu dan pengetahuan berdasarkan standar yang kami miliki, untuk segera ditindak lanjuti.)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2.B. (Usia 27 hari.  Berikut ini, contoh pendidikan yang kami lakukan secara “timbal balik ” antara sistem pembinaan KTO dengan petani.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Gambar 2.C. (Pengamatan masih pada waktu yang sama dengan gambar 2 diatas. Secara berkesinambungan DIKLAT (PENDIDIKAN dan LATIHAN) jarak jauh ini secara intensif kami lakukan dan transfer tehnologi ala KPO pun terus berlanjut.  Hasilnya seperti yang kita pantau berikut ini.)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.A. (Usia tanaman 34 hst. Berikutnya, kami terus bertukar ilmu dengan petani binaan kami.  Proses pendidikan, transfer tehnologi terus berlangsung.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.B. ( Semua gambar 3 ( tiga) dibawah  ini diambil pada tanggal 24 April 13.)

Kami sangat terbuka dengan mitra   kami didaerah yang kooperatif.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.C. (Masih pada saat usia 34 hari. Uji terap kami kali ini dilakukan oleh Bp. Agus Martin,  yang beralamat di Jalan Raya Metro Pugung. Pasar Jembatan Serong desa Hargo mulyo Rt 4/2, Kec. Sekampung Lampung Timur.)

Pendidikan ala KTO hingga saat ini, terus berlangsung, karena prinsip kami, memang pendidikan bukan hanya pada saat sekolah, tetapi pengembangan-pengembangan ilmu khususnya ilmu pertanian peningkatan secara signifikan dan luar biasa, justru  bisa terjadi di luar bangku sekolah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.D. ( Pemetikan hampir dilakukan setiap hari, bahkan pada kejadian timun Bp. Agus ini,pemetikan/panen dilakukan sehari dua kali.)

Kami pun hingga saat ini, terus belajar dari petani, pemberian unsur tertentu dan dampaknya yang terjadi, merupakan ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi kami.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.E. ( Ukuran buah besar-besar dan bercak daun, relatif aman, selain itu informasi yang kami dapatkan, buah timun dengan ilmu dari hasil DIKLAT, jarak jauh ini, rasanya lebih renyah dan manis selain itu tidak ada rasa sepetnya.  Tidak kalah pentingnya lagi adalah, TIMUN ini, lebih SEHAT.)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.F. ( Pada hari ini ,saat naskah ini, ditulis total petikan sudah mencapai 1.3  Ton.)

Dalam perspektif sosial kemasyarakatan  khususnya di bidang pertanian, tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu   (i) kemiskinan MENDERA sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai petani ;(ii) ketidaktahuan  dan tidak adanya pola pendidikan pertanian dan (iii) keterbelakangan beradaban   dibidang pertanian, ilmu pertanian kita sangat tertinggal jauh, hal ini bisa dicirikan dengan rendahnya produktifitas dan kualitas dari hasil produksi.  Hal ini sebenarnya sudah terjadi dan sangat terasa.  Sedangkan cara  menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari    penyakit tersebut adalah tidak ada jalan lain selain : Perlu adanya  PENDIDIKAN DI BIDANG PERTANIAN  . Tapi bagaimana caranya ?  Saat ini, petani kita sepertinya jalan secara sendiri-sendiri.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gambar 3.G. ( Total tanaman Bp. Agus ini ,sekitar 2500 batang.)

Gambar 3.H. ( Hingga tanggal 3 Mei 13 ini, Petikan sudah dilakukan sebanyak 8 (delapan) kali. Kondisi tanaman bahkan daun terbawah masih “utuh”, tidak terserang “kresek” daun.)

Dibidang PENDIDIKAN untuk petani sangat wajar apabila pertanian kita makin terpuruk dan resiko kegagalan tinggi.  Bisa kita lihat hal ini, dari beragamnya cara yang dilakukan oleh petani, antara satu daerah ke daerah yang lain, bahkan antar kampung saja pola tehnik dan ilmu pertanian bisa berbeda satu sama lainnya. Benar-benar tidak adanya pola PENDIDIKAN  yang BAKU.

Kami dari KTO, mencoba menjembatani belum adanya pola PENDIDIKAN yang terstandar , dibidang pertanian secara Nasional.    Metode “Gas- Rem-Kopling”,  yang biasa kami gunakan,  kami kaji dan ulang secara periodik untuk  membuktikan agar  bisa diterapkan  di berbagai situasi dan kondisi.   STANDAR POLA PENDIDIKAN KURIKULUM  PERTANIAN ALA KPO, KEMBANG LANGIT,  sedang kami cobakan untuk bisa digunakan  pada  tingkat  yang lebih luas lagi.