Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

SELAMA SUNDEP, BELUK,’KRESEK DAUN’,, ‘ BUSUK LEHER’ dan TIKUS PADI BELUM TERATASI, SUATU MIMPI MERAIH KETAHANAN PANGAN

 Terkadang kami suka merasa terheran-heran , melihat dan mengamati kondisi pertanian kita yang  masih “doyan” mendatangkan bahan pangan dari  negara ‘ tetangga’.  Bahkan kalau anda mengamati pemberitaan akhir-akhir ini terdapat  perjanjian kontrak mendatangkan  beras dari “tetangga” Kamboja dan Vietnam, untuk jangka waktu 5  tahun mendatang.  Padahal kedua negara tersebut, baru saja selesai perang, jauh dibawah negara kita yang sudah lebih dahulu merdeka.

1

Gambar 1.A. ( Kami tampilkan hasil aplikasi yang dilakukan oleh Mitra kami dari desa Nyong, Pidie Jaya, Aceh, Bp. Murdani. Perbandingan  dilakukan, sebelah kiri parit, merupakan sistem pertanian konvensional.  Kita sebut saja dengan petani A.)

Setelah dalam beberapa tahun ini, kami berkomunikasi dengan mitra-mitra kami di berbagai daerah di seluruh negeri tercinta ini, ternyata terdapat beberapa faktor  pembatas yang menyebabkan produktifitas tanaman, khususnya padi rendah bahkan sangat rendah.  Sebagaimana yang kami ilustrasikan dalam paparan pada tulisan kali ini.  Ini hanya satu contoh kasus, tetapi sebenarnya masih banyak jutaan petani lain yang mengalami kasus kegagalan panen, seperti contoh petani pembanding ini.

2

Gambar 1.B.( Penanaman dilakukan secara Jajar legowo.  Menggunakan varietas Ciherang, perbandingan terus dilakukan.)

Hasil /produktifitas tanaman yang rendah,bulir padi tidak berisi, terjadi rebah batang akibat busuk leher, serangan sundep dan beluk ditambah kresek daun, merupakan faktor utama yang mengakibatkan hal ini.  Jadi kalau ada pakar ekonomi pertanian yang menyebutkan untuk mendapatkan ketahanan pangan adalah dengan memudahkan pinjaman/kredit, memanfaatkan lahan yang”mengganggur” yang jumlahnya sangat luas,memang tidak keliru.

3

Gambar 1.C. ( Dengan usia yang  hampir sama, mulai terlihat kondisi kedua  tanaman yang sedang di bandingkan.)

Tetapi menurut pengamatan dan analisa kami, apabila pola budidaya yang digunakan masih seperti saat ini, bukan tidak mungkin,kontrak mendatangkan beras dari kamboja dan vietnam dan negara “tetonggo” yang lain, akan diperpanjang , lebih dari 5 tahun.
( News)  Indonesia impor beras Kamboja 100.000 ton/tahun.
Selasa, 28 Agustus 2012 20:22 WIB | 4105 Views      ANTARA/Arief Priyono)
Siem Reap (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membeli beras dari Kamboja dengan volume 100.000 ton per tahun untuk jangka waktu lima tahun ke depan. … Ini cadangan untuk jaga-jaga karena produksi nasional setiap tahunnya kurang 2 juta sampai tiga juta ton… ( Antaranews.com).

4

Gambar 1.D.( Tanaman sebelah kiri parit, sudah panen’terpaksa’, karena  pembentukan bulir yang kurang,akibat serangan hama dan penyakit yang ” campur aduk”.)

Walaupun bulog sudah mencanangkan untuk tidak mengimpor beras tahun 2013, namun dengan adanya kontrak jangka 5 tahun kedepan ini, juga menunjukkan kekurang optimisan, kita dalam upaya meningkatkan produktifitas pangan.
Sebenarnya kalau kita real mengamati dilapangan, rendahnya produktifitas menjadikan negeri yang subur makmur ini, selalu “minus” walau sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri.  Hal ini perlu ditelaah secara mendalam, kenapa sampai terjadi hal seperti ini.  Cuaca yang buruk? Kurangnya modal petani? atau Irigasi tehnis yang kurang baik? Atau kurang luasnya areal pertanaman? Dalam beberapa tulisan kami yang lalu hal ini telah kami bahas satu persatu.

5

Gambar 1.F. ( Serangan sundep, Beluk, “kresek daun dan busuk leher”, dapat diatasi dengan metode pertanian berbasis organik ala KPO).

Secara tehnis kami telah menjawab, pertanyaan diatas.  Ringkasannya sbb:  Kalau Cuaca yang “buruk” yang dijadikan alasan, tapi mengapa negara lain yang relatif masih satu iklim dengan kita, masih bisa mengirimkan pangannya pada kita.  Selain itu secara tehnis aplikasi kami biasa mengibaratkan kalau musim hujan, jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan/ minuman yang “dingin”, dalam hal ini kami analogikan dengan pupuk yang terasa”dingin” (urea, ZA, Phonska, NPK, KNO, dll pupuk yang mengandung Nitrogen tinggi.)

6

Gambar 2.A. ( Pengambilan gambar bergeser sedikit kekanan dari gambar 1. Pindah tanam dilakukan pada tanggal 22 desember 12.)

Dari cara pemberian pupuk yang dingin inilah sebenarnya, sebagai  sumber masalah.   Cuaca sudah jelas-jelas “buruk” malah makan dan minum yang dingin-dingin… tinggal menunggu berobat saja.  Setelah berobat dan sembuh segeralah “bertobat” untuk tidak mengkunsumsi  “makanan” (secara berlebihan)  yang menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit.

7

Gambar 2.B.( Berikutnya perbandingan dilakukan dengan petani lain, sebut saja dengan petani B, yang masih menggunakan tehnik pertanian yang menyebabkan Indonesia tetap mengimpor beras/pangan.)

Hama sundep, Beluk, busuk leher, berhubungan langsung dengan, Batang tanaman…Sedangkan sementara ini, berdasarkan pengamatan kami, petani baru fokus pada pengendalian hama dan penyakit ini, dengan mengandalkan pestisida  khususnya yang berasal dari kimia.  Bahkan kalau kita menyimak, tehnik pengendalian hama dan penyakit ini, sampai dari penggunaan perendaman benih dan penggunaan insektisida yang dicampur insektisida hingga 3-4 macam dalam satu aplikasi.  Sudah demikian beratkah,  Pengendalian HPT tersebut?

8

Gambar 2.C. (Pengambilan gambar masih dalam lokasi yang sama, tampak pada gambar, tanaman padi petani B, mengalami serangan yang sudah sulit dideteksi, apakah akibat, sundep, beluk,kresek daun atau busuk leher.  Benar-benar memprihatinkan.)

Oleh karena itu, kami mencoba untuk mengubah pola pengendalian dengan tidak “ikut-ikutan ” latah, mengikuti tehnik yang ada, kami mencoba untuk berinovasi dengan cara kami sendiri.  Sundep, Beluk dan Busuk leher kami tanggulangi dengan upaya “MENGERASKAN BATANG TANAMAN”, tidak terlalu “meniup” batang tanaman dengan “GAS”, sambil mengendalikan hama dan penyakit tersebut dengan upaya  “PENGKONDISIAN TIDAK BETAH”.  Hasilnya ternyata, seperti yang kita lihat dalam hasil aplikasi diatas ini.

9

Gambar 2.D.( Pengamatan pada tanggal 12 Maret 13, tiga hari menjelang panen.  Bisa dibandingkan dengan tanaman pembanding disebelah kanan, dengan kondisi demikian, masihkah kita berharap, bebas impor beras seperti yang dicanangkan pada tahun 2013 ini?)

Demikian juga dengan “kresek daun” pada tanaman padi ini, penyakit ini menyebabkan pula produktifitas tanaman menjadi sangat rendah, bahkan tidak sedikit petani yang gagal panen.  Atau  andapun  pernah mengalaminya?  Pengendaliannya, ternyata kurang lebih sama dengan tehnik diatas.

10

Gambar 2.E.(Pengambilan foto, lebih di “zoom”, tampak bulir-bulir yang menggunakan tehnik KPO,lebih berisi dibandingkan dengan tehnik “betah impor”.  Hasil ” real” yang didapatkan dengan tehnik yang menggunakan pestisida organik ala KPO ini, terdapat peningkatan hasil sekitar 60% dari hasil sebelumnya dilokasi tersebut.)

Penggunaan pestisida kimia yang berlebih juga bisa mematikan musuh alami dari Tikus yaitu  serangga Jangkrik.  Betapa luarbiasanya jangkrik ini, dengan suara ultrasonik yang dikeluarkannya, tikus bisa lari terbirit-birit.  ( Bisa dicoba dirumah, apabila banyak tikus, pelihara jangkrik beberapa ekor saja, dijamin tikus tidak berani datang lagi).  Permasalahannya saat ini dengan penggunaan pestisida tingkat tinggi, serangga yang merupakan teman petani ini, sudah jarang kita temui di pematang sawah.  Selain itu pernahkah anda amati secara cermat, kecenderungan meningkatnya serangan hama tikus, justru terjadi  beberapa hari setelah diberi perlakuan pupuk kimia susulan.  Perlakuan yang menyebabkan batang menipis ,lebih renyah , rapuh dan lebih disenangi oleh tikus.

11

Gambar 2. F.( Pengambilan gambar di balik arah dengan gambar 2.E. Tehnik pengendalian hama ,Sundep, Beluk dan pengendalian penyakit “kresek daun dan busuk leher”, ternyata bisa dilakukan dengan cara, MENGURANGI PUPUK KIMIA, MENGURANGI PESTISIDA KIMIA dengan hasil seperti yang terlihat dalam gambar aplikasi diatas.)

Kalau tehnik perlakuan “Doyan Impor” ini, terus dilestarikan, jangan terlalu berharap  untuk tidak menghentikan kiriman pangan dari luar.  Jadi sebenarnya bukan karena kekurangan air,dana atau luasan pertanaman yang  menjadikan negeri ini sebagai lumbung ( penampungan produk impor) pangan, tetapi kurangnya kebijakan dalam menentukan tehnis aplikasi.
Malu rasanya melihat, para penentu kebijakan dibidang pangan, ” berkerumun” di PELABUHAN untuk mencari pangan kiriman dari ‘tetangga’. 
Dalam skala kecil, mitra kami dari Pidie aceh, Bp. Murdani ( walaupun baru pertama kali tanam padi)  bisa menunjukkan hasil aplikasinya untuk mengatasi SUNDEP, BELUK, ‘KRESEK DAUN’, ‘BUSUK LEHER’ dan Tikus  pada ‘tetangga’nya.  Sebenarnya kalau sekian puluh juta petani padi diseluruh BUMI  PERTIWI, bisa menunjukkan kualitas hasil pertaniannya seperti yang di teladankan oleh Bp. Murdani, bukan MIMPI … suatu waktu,  “tetangga” di sisi kanan dan kiri yang ‘butuh ‘ beras dari kita.

 

10 Responses to SELAMA SUNDEP, BELUK,’KRESEK DAUN’,, ‘ BUSUK LEHER’ dan TIKUS PADI BELUM TERATASI, SUATU MIMPI MERAIH KETAHANAN PANGAN

  1. bahar mengatakan:

    uji coba yang menarik
    saya petani padi sudah sering mengalami penurunan produksi karena serangan hama. saya punya keinginan mendalami dan mengaplikasikan metode bertani ala KTO khususnya tanaman padi. bagaimana, dimana dan kapan saya bisa menimba ilmunya.
    terima kasih sebelumnya atas respon dari KTO

    • klinikta mengatakan:

      Bisa daftar dan datang ke pelatihan yang kami, adakan sekali tiap bulan. Bisa dilihat di kolom, PELATIHAN . Silahkan bisa registrasi terlebih dahulu.

  2. bahar mengatakan:

    untuk bulan april ternyata saya sudah tidak dapat kursi pelatihan hehehe.namun demikian saya tetap akan mencoba bertani padi secara organik. mohon petunjuk pengolahan lahan sampai dengan perawatan tanaman padi menggunakan produk-produk Kembang Langit

  3. I Ketut Arinatha mengatakan:

    Mohon bimbingannya karna kami petani pemula. permasalahan kami adalah karna padi rebah.

    • klinikta mengatakan:

      Saran kami yang biasa dilakukan adalah dengan penyemrotan Pesnator dan Pocanil sedangkan dari bawah kami lakukan aplikasi pengurangan atau penghentian pupuk Nitrogen dan pemberian pupuk dengan kadar P ,K dan Ca ditinggikan. Semoga berhasil pak. Untuk lebih jelasnya bisa kontak kontak dan kirimkan gambarnya.

  4. FADOLI mengatakan:

    asslm, Bapak iwan . saat ini saya sedang menanam padi varietas bunda sri madrim yang mempunyai potensi hasil diatas 15 ton /ha . tetapi dari 2 kali panen belum menunjukan hasil yang mendekati target. demikian juga dengan petani yang lain masih terus mencari solusi untuk menggapai target tersebut. dengan adanya info dari kembang langit saya berharap bisa menerapkan modelpertanian yang akan bisa mendongkrak produktivitas yang memuaskan.terimakasih.

  5. angga mengatakan:

    adakah paket KTO untuk padi hibrida khususnya pengandalian kresek yang umum munculnya setelah meratak?
    jika ada tolong sarannya dan paket KTO yang seperti apa? Natar, Lampung Selatan, Lampung

    • klinikta mengatakan:

      Secara rinci tidak ada pak, yang ada hanya dari pengamatan saja, pada saat mulai ada serangan kresek , biasanya kami mengurangi pengguaan pupuk Nitrogen tinggi , sedangkan pada saat tersebut biasanya kami perbanyak kadar Phosfat dan Calsiumnya, plus Mikroba pengurai yang kami suplai dari Protektan dan CAS. demikian . Bisa kontak langsung pak. silahkan kami tunggu besertagambar tanaman aplikasiya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


+ 1 = tujuh

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

10 Responses to SELAMA SUNDEP, BELUK,’KRESEK DAUN’,, ‘ BUSUK LEHER’ dan TIKUS PADI BELUM TERATASI, SUATU MIMPI MERAIH KETAHANAN PANGAN

  1. bahar mengatakan:

    uji coba yang menarik
    saya petani padi sudah sering mengalami penurunan produksi karena serangan hama. saya punya keinginan mendalami dan mengaplikasikan metode bertani ala KTO khususnya tanaman padi. bagaimana, dimana dan kapan saya bisa menimba ilmunya.
    terima kasih sebelumnya atas respon dari KTO

    • klinikta mengatakan:

      Bisa daftar dan datang ke pelatihan yang kami, adakan sekali tiap bulan. Bisa dilihat di kolom, PELATIHAN . Silahkan bisa registrasi terlebih dahulu.

  2. bahar mengatakan:

    untuk bulan april ternyata saya sudah tidak dapat kursi pelatihan hehehe.namun demikian saya tetap akan mencoba bertani padi secara organik. mohon petunjuk pengolahan lahan sampai dengan perawatan tanaman padi menggunakan produk-produk Kembang Langit

  3. I Ketut Arinatha mengatakan:

    Mohon bimbingannya karna kami petani pemula. permasalahan kami adalah karna padi rebah.

    • klinikta mengatakan:

      Saran kami yang biasa dilakukan adalah dengan penyemrotan Pesnator dan Pocanil sedangkan dari bawah kami lakukan aplikasi pengurangan atau penghentian pupuk Nitrogen dan pemberian pupuk dengan kadar P ,K dan Ca ditinggikan. Semoga berhasil pak. Untuk lebih jelasnya bisa kontak kontak dan kirimkan gambarnya.

  4. FADOLI mengatakan:

    asslm, Bapak iwan . saat ini saya sedang menanam padi varietas bunda sri madrim yang mempunyai potensi hasil diatas 15 ton /ha . tetapi dari 2 kali panen belum menunjukan hasil yang mendekati target. demikian juga dengan petani yang lain masih terus mencari solusi untuk menggapai target tersebut. dengan adanya info dari kembang langit saya berharap bisa menerapkan modelpertanian yang akan bisa mendongkrak produktivitas yang memuaskan.terimakasih.

  5. angga mengatakan:

    adakah paket KTO untuk padi hibrida khususnya pengandalian kresek yang umum munculnya setelah meratak?
    jika ada tolong sarannya dan paket KTO yang seperti apa? Natar, Lampung Selatan, Lampung

    • klinikta mengatakan:

      Secara rinci tidak ada pak, yang ada hanya dari pengamatan saja, pada saat mulai ada serangan kresek , biasanya kami mengurangi pengguaan pupuk Nitrogen tinggi , sedangkan pada saat tersebut biasanya kami perbanyak kadar Phosfat dan Calsiumnya, plus Mikroba pengurai yang kami suplai dari Protektan dan CAS. demikian . Bisa kontak langsung pak. silahkan kami tunggu besertagambar tanaman aplikasiya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


6 × = lima puluh empat

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>