KEGIATAN PELATIHAN GELOMBANG KE VIII

Kegiatan pelatihan pertanian berbasis organik, yang KPO selenggarakan pada saat ini sudah memasuki Gelombang ke -8.  Pada pelatihan saat ini, kami kedatangan tamu cukup jauh, yaitu dari Binjai, Sumatera Utara.  Selain itu ada juga peserta yang berasal dari Jambi.   Semoga pengorbanan harta, waktu dan tenaga saudara-saudara kami ini, kelak  berguna dan besar manfaatnya.

 Peserta pelatihan Gelombang ke VIII sedang berfose bersama. Dari kiri ke kanan, berdiri sbb:

Bp.  Sumadinata ( Tangerang- Banten), Bp. Triprapto ( Bantul – Jogjakarta), Bp. Husin Sonhaji ( Sukabumi- Jabar),  Bp. Indra ( Bandung), Jauhar  KPO, Bp. Santoso ( Sleman – Jogjakarta), Agus S ( Bojonegoro-jatim),Bp. Rusli Gunawan KTO,  Hariyanto (Comal -Pemalang- Jateng), Sri Lestari,  Ny. Wasilah,  Bp.Mariadi dan Bp. Nurnuh ( Binjai Langkat- Sumut).

Jongkok dari Kiri ke kanan, Sdr.  Idham Khalid ( Kab. Kerinci- Jambi), Sdr. Asad Muzaki ( Borobudur- Magelang- Jateng), Sdr. Adin A.R. ( Baros- Serang- Banten).

Kegiatan pelatihan gelombang ke  VIII ini, di adakan pada tanggal 15 dan 16 Maret 2013.

(Foto-foto , kegiatan selama pelatihan pelatihan.)

Kami berharap, kelak  ” riak Gelombang- gelombang” bagi  setiap pelatihan, bisa menjadi, gelombang besar yang diperhitungkan, dalam “percaturan” pertanian dunia  .

Kami, mempunyai mimpi besar, mengubah pola pertanian kimia untuk berangsur ke pola pertanian berbasis organik yang sudah pasti.

Saudara-saudara kami ini kelak yang menjadi “ujung tombak”, pergeseran pola pertanian yang ada.  Kami yakin dari satu orang, peserta pelatihan  bisa bergerak secara bergelombang, bergemuruh , mengarungi  samudera pertanian yang sangat luas  dan penuh “tantangan” ini.

Metode pertanian berbasis organik, ala KPO, yang mudah dipahami, semoga kelak  makin banyak yang memahami dan menerapkannya.

Perjuangan  kami, kami ibarat pula sebagai  sebuah perahu PHINISI kecil, yang tidak dilengkapi peralatan “cangggih” hanya bermodalkan semangat yang pantang menyerah dalam mengarungi samudera yang luas dan ganas, tetapi ibarat pepatah : SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG  BIDUK SURUT KEPANTAI/KEMBALI.

Metode sistem “Gas- Rem” yang kami paparkan bisa dengan mudah dipahami oleh petani, walaupun petani tersebut, baru mengenal dunia pertanian, atau oleh petani senior sekalipun, asalkan siap untuk men Delate- Copy – Paste saja, pasti bisa dilakukan dengan mudah.

Bagaimana saudara-saudara kami, siap secara bertahap, kita mengorganikkan BUMI PERTIWI?