Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Januari 2013

1 2 »

PERTANIAN BERBASIS ORGANIK, CUKUP PILIH INSEKTISIDA yang MURAH SAJA

Dalam tehnik pertanian berbasis organik ala klinikpertanian organik (KPO),penggunaan pestisida kimia tidak kami “larang “, penggunaan masih kami toleransi tentunya dengan JENIS dan dosis yang  sangat, rendah sekali.

Gambar 1 A. ( Hasil aplikasi yang kami lakukan pada musim yang lalu, pengendalian hama nya,hanya menggunakan insektisida berbahan aktif Prefonofos sedikit saja.)

Dalam sistem pertanian kita yang sudah “kecanduan Obat “, untuk saat ini, khususnya dalam pertanaman hortikultura,masih agak sulit untuk “mengorganikkan” 100 % ,sistem pertanian kita.  Tapi kami tidak berhenti dan terpaku dengan sistem yang ada,secara bertahap “step by step” kami mencoba untuk mengalihkannya ke pola pestisida organik ALA KPO-KL .

Gambar 1.B. ( dalam gambar yang dilingkari,memang terdapat ulat Grayak,Spodoptera litura, yang ukuran besarnya “XL”,tetapi bisa diperhatikan daun tetap “utuh ” tak terganggu.  Mungkin ulat ini hanya sekedar, “jalan-jalan berAGROWISATA  saja”, melihat-lihat  buah cabe yang ukurannya  besar.)

Dalam rangkaian ” Akulturasi budaya kimia ke organik” kami masih mentolerir penggunaan insektisida kimia tetapi kami mencoba memilih jenis insektisida kimia yang bahan aktifnya tidak terlalu “keras” dan juga kami pilih  yang harganya paling murah.

Gambar 2.A.( Kita berpindah lokasi, untuk melakukan “riset-risetan” ( Riset yang ” asli” adanya di Balai Penelitian dan oleh Mahasiswa di Fakultas pertanian.) Riset kami kali ini dilakukan di lokasinya Bp. Ena ,lokasi Kp. Sayuran, Leles- Kab. Garut- Jabar. Usia tanaman 4 hari,penanaman tanggal 2 Desember 12.)

Seperti yang dilakukan oleh mitra kami kali ini, Bp. Ena yang  hanya menggunakan insektisida  “kelas pencampur”.  Insektisida ini rupanya disetting untuk “selling pointnya” bukan untuk secara langsung sebagai pengendali hama,tetapi untuk ‘MENGENCERKAN’ insektisida yang MAHAL agar tidak TERLALU BOROS.

Gambar 2.B.( Kalau Bp. Ujang pada gambar 1 A dan 1 B. diatas, menggunakan b.a. Prefonofos itupun dengan merk  dan harga yang TOP,kali ini kami mencoba mengkombinasikan insektisida alami kami dengan b.a PERMETRIN, yang harga nya paling murah juga biasanya digunakan sebagai bahan PENCAMPUR INSEKTISIDA  lain yang HARGANYA MAHAL.)

“Riset-risetan” yang kami lakukan mencoba mencampur insektisida MURAH-MERIAH ini,bukan  sebagai pengencer karena PRODUK kami kemahalan,tetapi kami justru sedang mencari INSEKTISIDA yang paling murah untuk “mengandeng” insektisida organik kami.

Gambar 2.C. (Hasil aplikasi Protektan- Pesnator yang menggunakan campuran insektisida ” paling murah” ,usia tanaman 5 minggu,pertumbuhan sudah tampak pesat. Lokasi sama dengan gambar 2.A.)

Kami yang selama ini,masih menggunakan bahan aktif  Pr0fenofos mencoba bahan aktif lain yang lebih “Soft”, dan hasilnya hingga saat ini,ternyata cukup efektif.  Hama ulat,ternyata…bersih… Sebagaimana kita ketahui, bahan aktif PERMETRIN ini,jarang di”tunggal”kan penggunaannya,karena “kekuatannya” tidak cukup kuat untuk mengendalikan hama ulat yang sudah sangat ‘KUAT’. 

Gambar 3.A( Kita beralih pada lokasi yang ke-3, lokasi yang dikelola oleh Sdr. Dodi,  yang merupakan juga mahasiswa  Fakultas Pertanian di  UNIGA- Garut, pengambilan gambar pada tanggal 21 DESEMBER 12.   Dua minggu setelah tanam.)

Bahkan dari formulatornya sendiri, sudah mengisaratkan hal ini,dengan kata-kata ” SEBAGAI PENCAMPUR”  insektisida lainnya.  Sebagaimana yang kita ketahui “derifat/turunan” dari insektisida ini, yang reaksinya sengaja di”kuatkan” antara lain bahan aktif : SIPERMETRIN,ALFAMETRIN, DELTAMETRIN.

Gambar 3.B.( Tanaman ditumpangsarikan dengan Timun, yang saat tanaman timun sudah petik 11 kali,panen timun dilakukan setiap hari.)

Namun dalam hal ini,kami memakai cukup bahan aktif terlemah saja, PERMETRIN.

Gambar 3.C. ( Protektan dan Pesnator  yang di’Mix’ dengan Profenofos yang murah saja,yang penting hasilnya ….)

Mungkin ada diantara anda yang mempertanyakan, sistem pertanian organik , menyarankan penggunaan insektisida kimia,bagaimana ini?
Alasannya sebagaimana yang kami paparkan diatas,sebagai “akulturasi budaya” kimia ke organik, juga memberikan ” rasa ” sudah memberi “obat ” pada tanaman petani karena petani apabila tidak ada “aroma” racun ,katanya  seperti belum  menyemprot/aplikasi pestisida.

Gambar 3.D.( Kondisi tanaman saat ini,  usia 40 hari,pindah tanam tanggal 5 Desember 12. Walaupun insektisida yang digunakan hanya insektisida “kelas pencampur”,hasil nya  seperti tampak pada gambar diatas.)

Realita yang kita temukan di”lapangan”, khususnya di bidang HORTIKULTURA yang menggunakan BENIH HYBRIDA, belum kami temukan yang  “berani” mengaplikasikan suatu insektisida organik,tanpa menggunakan insektisida kimia. Bahkan balai penelitian “RESMI” saja yang khusus bertugas melakukan RISET-RISET dibidang pertanian, dalam buletin tehnis budidaya tanaman cabe, memberikan REKOMENDASI INSEKTISIDA dengan BAHAN AKTIF “KELAS BERAT” .
Kami mencoba , menulis apa adanya,setidaknya kami terus berupaya,untuk makin ‘MENURUNKAN KELAS TINGKAT KEKUATAN” dari suatu insektisida dari “KELAS BERAT “menjadi  “KELAS RINGAN”.Demikian pula dalam hal pembiayaan,kami mencoba terus menekannya sehingga biaya produksi  yang dikeluarkan  makin RINGAN pula.

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ,GELOMBANG VI

Peserta pelatihan organik ala KTO,kembang langit kali ini, berasal dari Lampung- Jawa Barat- Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelatihannya sendiri dilaksanakan  di kliniktaniorganik- KEMBANG LANGIT, pada tanggal 11-12 Januari 13, di Leles – Garut – Jawa Barat.

Gambar 1. Berdiri dari kiri -ke kanan peserta pelatihan gelombang VI, Mas  Tri Suseno (Solo), Bp. Hari  Hermanto (Jakarta), Adi Muhadi ( Pringsewu – Lampung), Agil Mahardika (Solo), Kang Alimuddin ( Karang Tengah- Garut),  Bp. Trijono ( Solo), Kang Supriatna/Upri ( Sucinaraja- Garut), Bp.Suhadi ( Banyuwangi-Jatim), Bp. Sitam (Boyolali-Jateng), Kang Wawan Warman ( Sucinaraja- Garut), dan kang Arikenda (  Ujung Berung – Bandung).

Gambar 2. Selain di dalam ruangan,kami melakukan pula kunjungan ke kebun percontohan yang menggunakan tehnik,KTO.  Peserta bisa langsung mengamati secara nyata hasil aplikasi contoh pertanian organik ala KTO.

.

.

.

Gambar 3.Suasana pada saat  pelatihan dilangsungkan.

Gambar 4. Bp. Rusli Gunawan (KTO),sedang memberikan  pencerahannya dalam merubah pola pikir,ke konsep pertanian organik

Gambar  5. Pada acara pelatihan kali ini ada yang agak berbeda yaitu Sdr. Ujang ( Bertopi hitam)  ” Straring”    dalam percontohan kami selama ini,datang langsung dan bertukar pengalaman dengan para peserta pelatihan.

Gambar 6.   Petani-petani Senior, Bp. Tri (kiri) dan Bp. Sitam (kanan),tetapi walaupun senior  semangat beliau untuk bergerak dan mengorganikkan pertanian indonesia,masih tetap tinggi,tidak kalah oleh semangat petani  muda.

Sukses pak, semoga sesampainya di tempat masing-masing bisa melaksanakan dan mempraktekkan ILMU  yang kita dapatkan.

  Mari kita bekerja sama bahu membahu,walaupun kita bergerak secara “bergerilya”  kami yakin suatu waktu kita akan bergerak dan terus bergerak  sehingga  makin banyak yang mendorong    langkah kita,saudara-saudaraku…

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ( KTO), GELOMBANG VI

Untuk mempertegas bahwa yang kami paparkan selama ini,tentang TEORI-TEORI BARU dalam dunia pertanian  khususnya pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik (KTO),kami mengajak peserta pelatihan langsung ke kebun percontohan yang  sudah secara berulang menggunakan tehnik ala KTO.  Peserta pelatihan kali ini,datang dari Garut- Bandung- Solo (Jateng)- Banyuwangi (Jatim) dan ada pula  yang berasal  dari Lampung. Acara pelatihannya sendiri diadakan pada tanggal 11- 12 Januari 2013, di Garut- Jawa Barat.

1

Gambar 1. Tanaman Sdr. Ujang Makin subur saja,usia tanaman hingga saat ini 2 bulan kurang 5 hari..Kunjungan “lapang” peserta pelatihan pertanian organik ala KTO, ANGKATAN VI.

2

Gambar 2. Peserta dari Solo ,Jakarta dan dari Garut sedang mengamati,percontohan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala kembang langit.  Kami berharap dengan kunjungan lapang ini,peserta pelatihan ,bisa mengamati langsung kondisi tanaman yang selama ini,hanya baru terlihat di “dunia maya”.

3

Gambar 3 . Peserta  Senior dari Solo (Bp. Tri)  dan Junior dari Bandung (Kang Ari)  , bisa berbagi ilmu dan  pengalaman di KTO,Kembang Langit.  Peserta bisa mengamati secara langsung, hasil aplikasi  perihal teori-teori yang selama ini kami biasa  sampaikan.  Kami menulis teori kami dan kami buktikan hasilnya di “lapangan”.  Bahkan ini sebenarnya bisa kami sebutkan  merupakan “perulangan” praktek yang kemudian kami rumuskan menjadi TEORI PERTANIAN ORGANIK ALA KTO.  Meminjam istilahnya “senior” penggiat organik dari Solo, Pak Tri, menurut beliau : PENULIS perihal pertanian,sangat banyak,tetapi baru sekedar tahap teori tetapi   BELUM  pada tahap PELAKSANAAN dan CONTOH PRAKTEK. Kami berharap tidak termasuk pada  golongan  demikian ,pak Tri.

4

Gambar 4. Peserta dari Banyuwangi  (Bp. Suhadi,sedang  aktif mengamati dan mencatat hasil -hasil aplikasi ) Bang Adi dari Lampung  (bertopi)  dapat bersilaturahmi   di Garut.  Peserta  tampak puas dengan apa yang dilihat dan diamatinya.  Peserta bisa mengamati langsung, yang selama ini dilihat   di WEB dan Youtube  kami, tentang tanaman cabe yang tingginya 2 meter dan berbuah lebat (pada hasil aplikasi musim tanam yang lalu dilokasi yang sama dengan yang dikunjungi saat ini).

5

Gambar 5. Peserta bisa mengetahui secara PRAKTIS  ,bagaimana  TEORI pertanian berbasis organik dengan istilah : ” GAS ,KOPLING dan REM “, yang selama ini, hanya dibaca melalui web KTO.

6

Gambar  6. Secara langsung  peserta bisa pula  mempelajari bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit dengan tidak mengandalkan pestisida, tetapi dengan mengatur POLA MAKAN/PUPUK.

7

Gambar 7. Peserta pelatihan ,bisa mengamati hasil aplikasi pada tanaman cabe ( yang selama ini kami jadikan parameter  untuk  tanaman lainnya),bagaimana  cara mengendalikan hama Thrips,tungau, kutu kebul ,keriting daun, virus kuning,layu fusarium, lalat buah, busuk daun, dan busuk buah secara  ORGANIK ala KTO.

8

Gambar 8. Tidak kalah pentingnya,peserta latihan pertanian organik ala KEMBANG LANGIT,juga bisa bertukar pengalaman secara langsung  dengan pengelola/pemilik  tanaman ,yaitu  sdr. Ujang.

9

Gambar  9. Pak Sitam Prasetya seorang carik dari Solo  yang tertarik untuk mendalami tehnik pertanian organik ala kliniktaniorganik.  Selama ini kami  lebih sering menampilkan petani-petani muda atau pemula untuk di “Mind set”  pada pola pertanian organik ,dengan alasan ibarat kertas baru, lebih mudah mengisinya dan tidak usah “menghapus data lama” terlebih dahulu.  Namun dalam pelatihan kali ini  Ada istilah baru yang kami dapatkan dari peserta pelatihan angkatan ke -6  ini,yaitu : Usia tua tidak menghalangi untuk mengubah pola pertanian yang selama ini digunakan,apalagi dijaman serba KOMPUTER seperti saat ini,penulisan tidak membutuhkan banyak kertas,jadi CUKUP DI DELATE ,kemudian COPY- PASTE saja.  Demikian pula dalam hal ini ,bagi  petani  “senior-senior”  yang setelah sekian lama menggunakan tehnik pertanian kimia dan  telah menyadari kekeliruannya,silahkan saja kalau ingin mengikuti pola pertanian pertanian berbasis organik ala KTO.  Caranya mudah ternyata, cukup  DELATE data tehnik lama,kemudian bisa dilakukan COPY- PASTE tehnik pertanian organik yang  selain ramah lingkungan ternyata biaya produksinya rendah dan terpenting lagi, sesuai dengan harapan petani secara umum yaitu : PRODUKTIFITASNYA YANG TINGGI.