Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Januari 2013

1 2 »

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ,GELOMBANG VI

Peserta pelatihan organik ala KTO,kembang langit kali ini, berasal dari Lampung- Jawa Barat- Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelatihannya sendiri dilaksanakan  di kliniktaniorganik- KEMBANG LANGIT, pada tanggal 11-12 Januari 13, di Leles – Garut – Jawa Barat.

Gambar 1. Berdiri dari kiri -ke kanan peserta pelatihan gelombang VI, Mas  Tri Suseno (Solo), Bp. Hari  Hermanto (Jakarta), Adi Muhadi ( Pringsewu – Lampung), Agil Mahardika (Solo), Kang Alimuddin ( Karang Tengah- Garut),  Bp. Trijono ( Solo), Kang Supriatna/Upri ( Sucinaraja- Garut), Bp.Suhadi ( Banyuwangi-Jatim), Bp. Sitam (Boyolali-Jateng), Kang Wawan Warman ( Sucinaraja- Garut), dan kang Arikenda (  Ujung Berung – Bandung).

Gambar 2. Selain di dalam ruangan,kami melakukan pula kunjungan ke kebun percontohan yang menggunakan tehnik,KTO.  Peserta bisa langsung mengamati secara nyata hasil aplikasi contoh pertanian organik ala KTO.

.

.

.

Gambar 3.Suasana pada saat  pelatihan dilangsungkan.

Gambar 4. Bp. Rusli Gunawan (KTO),sedang memberikan  pencerahannya dalam merubah pola pikir,ke konsep pertanian organik

Gambar  5. Pada acara pelatihan kali ini ada yang agak berbeda yaitu Sdr. Ujang ( Bertopi hitam)  ” Straring”    dalam percontohan kami selama ini,datang langsung dan bertukar pengalaman dengan para peserta pelatihan.

Gambar 6.   Petani-petani Senior, Bp. Tri (kiri) dan Bp. Sitam (kanan),tetapi walaupun senior  semangat beliau untuk bergerak dan mengorganikkan pertanian indonesia,masih tetap tinggi,tidak kalah oleh semangat petani  muda.

Sukses pak, semoga sesampainya di tempat masing-masing bisa melaksanakan dan mempraktekkan ILMU  yang kita dapatkan.

  Mari kita bekerja sama bahu membahu,walaupun kita bergerak secara “bergerilya”  kami yakin suatu waktu kita akan bergerak dan terus bergerak  sehingga  makin banyak yang mendorong    langkah kita,saudara-saudaraku…

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ( KTO), GELOMBANG VI

Untuk mempertegas bahwa yang kami paparkan selama ini,tentang TEORI-TEORI BARU dalam dunia pertanian  khususnya pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik (KTO),kami mengajak peserta pelatihan langsung ke kebun percontohan yang  sudah secara berulang menggunakan tehnik ala KTO.  Peserta pelatihan kali ini,datang dari Garut- Bandung- Solo (Jateng)- Banyuwangi (Jatim) dan ada pula  yang berasal  dari Lampung. Acara pelatihannya sendiri diadakan pada tanggal 11- 12 Januari 2013, di Garut- Jawa Barat.

1

Gambar 1. Tanaman Sdr. Ujang Makin subur saja,usia tanaman hingga saat ini 2 bulan kurang 5 hari..Kunjungan “lapang” peserta pelatihan pertanian organik ala KTO, ANGKATAN VI.

2

Gambar 2. Peserta dari Solo ,Jakarta dan dari Garut sedang mengamati,percontohan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala kembang langit.  Kami berharap dengan kunjungan lapang ini,peserta pelatihan ,bisa mengamati langsung kondisi tanaman yang selama ini,hanya baru terlihat di “dunia maya”.

3

Gambar 3 . Peserta  Senior dari Solo (Bp. Tri)  dan Junior dari Bandung (Kang Ari)  , bisa berbagi ilmu dan  pengalaman di KTO,Kembang Langit.  Peserta bisa mengamati secara langsung, hasil aplikasi  perihal teori-teori yang selama ini kami biasa  sampaikan.  Kami menulis teori kami dan kami buktikan hasilnya di “lapangan”.  Bahkan ini sebenarnya bisa kami sebutkan  merupakan “perulangan” praktek yang kemudian kami rumuskan menjadi TEORI PERTANIAN ORGANIK ALA KTO.  Meminjam istilahnya “senior” penggiat organik dari Solo, Pak Tri, menurut beliau : PENULIS perihal pertanian,sangat banyak,tetapi baru sekedar tahap teori tetapi   BELUM  pada tahap PELAKSANAAN dan CONTOH PRAKTEK. Kami berharap tidak termasuk pada  golongan  demikian ,pak Tri.

4

Gambar 4. Peserta dari Banyuwangi  (Bp. Suhadi,sedang  aktif mengamati dan mencatat hasil -hasil aplikasi ) Bang Adi dari Lampung  (bertopi)  dapat bersilaturahmi   di Garut.  Peserta  tampak puas dengan apa yang dilihat dan diamatinya.  Peserta bisa mengamati langsung, yang selama ini dilihat   di WEB dan Youtube  kami, tentang tanaman cabe yang tingginya 2 meter dan berbuah lebat (pada hasil aplikasi musim tanam yang lalu dilokasi yang sama dengan yang dikunjungi saat ini).

5

Gambar 5. Peserta bisa mengetahui secara PRAKTIS  ,bagaimana  TEORI pertanian berbasis organik dengan istilah : ” GAS ,KOPLING dan REM “, yang selama ini, hanya dibaca melalui web KTO.

6

Gambar  6. Secara langsung  peserta bisa pula  mempelajari bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit dengan tidak mengandalkan pestisida, tetapi dengan mengatur POLA MAKAN/PUPUK.

7

Gambar 7. Peserta pelatihan ,bisa mengamati hasil aplikasi pada tanaman cabe ( yang selama ini kami jadikan parameter  untuk  tanaman lainnya),bagaimana  cara mengendalikan hama Thrips,tungau, kutu kebul ,keriting daun, virus kuning,layu fusarium, lalat buah, busuk daun, dan busuk buah secara  ORGANIK ala KTO.

8

Gambar 8. Tidak kalah pentingnya,peserta latihan pertanian organik ala KEMBANG LANGIT,juga bisa bertukar pengalaman secara langsung  dengan pengelola/pemilik  tanaman ,yaitu  sdr. Ujang.

9

Gambar  9. Pak Sitam Prasetya seorang carik dari Solo  yang tertarik untuk mendalami tehnik pertanian organik ala kliniktaniorganik.  Selama ini kami  lebih sering menampilkan petani-petani muda atau pemula untuk di “Mind set”  pada pola pertanian organik ,dengan alasan ibarat kertas baru, lebih mudah mengisinya dan tidak usah “menghapus data lama” terlebih dahulu.  Namun dalam pelatihan kali ini  Ada istilah baru yang kami dapatkan dari peserta pelatihan angkatan ke -6  ini,yaitu : Usia tua tidak menghalangi untuk mengubah pola pertanian yang selama ini digunakan,apalagi dijaman serba KOMPUTER seperti saat ini,penulisan tidak membutuhkan banyak kertas,jadi CUKUP DI DELATE ,kemudian COPY- PASTE saja.  Demikian pula dalam hal ini ,bagi  petani  “senior-senior”  yang setelah sekian lama menggunakan tehnik pertanian kimia dan  telah menyadari kekeliruannya,silahkan saja kalau ingin mengikuti pola pertanian pertanian berbasis organik ala KTO.  Caranya mudah ternyata, cukup  DELATE data tehnik lama,kemudian bisa dilakukan COPY- PASTE tehnik pertanian organik yang  selain ramah lingkungan ternyata biaya produksinya rendah dan terpenting lagi, sesuai dengan harapan petani secara umum yaitu : PRODUKTIFITASNYA YANG TINGGI.

PERTANIAN ORGANIK , SEDERHANA !!!

Kami dalam kesempatan ini akan mengulas tentang  uraian bahwa pertanian organik itu  SEDERHANA .

Gambar 1. (Kondisi awal sebelum menggunakan tehnik pertanian organik ala KTO.  Kondisi tanaman masih menggunakan tehnik pertanian berbasis kimia. Pengamatan tanggal 26 Desember 12.)

Tak banyak yang akan kami tulis pada artikel kali ini, kami tidak akan terlalu banyak “basa-basi” ,gambar hasil aplikasi pada tanaman ini yang akan “berbicara sendiri”.

Gambar2. ( Pengamatan masih pada tanggal 26 desember 12. Kondisi tanaman masih ‘Jarang-jarang’)

Kami hanya ingin memaparkan,itupun dari hasil aplikasi,bahwa dengan tehnik berbasis pertanian organik  ala KTO,itu SEDERHANA dalam WAWASAN,artinya kita tidak perlu mengetahui BERMACAM RAGAM JENIS PUPUK,HORMON DAN PESTISIDA KIMIA  yang bikin “MUMET”.

Gambar 3.( Pengamatan pada tanggal 2 Januari 12,menurut penuturan pemiliknya Bp. Yuyu tanaman ini, berusia 2 bulanan. Masih belum menggunakan tehnik  pertanian organik ala kami. Dibagian tengah -tengah kebun,  “agak gundul sedikit”.)

Dalam penggunaan dosis pupuk nya pun SEDERHANA, tidak  banyak-banyak,bahkan dari atas (penyemprotan) tidak dipergunakan lagi pupuk daun  secara khusus.

Gambar  4. ( Pengamatan tanggal 9 Januari 13, seminggu setelah menggunakan tehnik pertanian organik ala  KPO,hasilnya tanaman mulai tampak rimbun.)

Penggunaan pupuk dasarnya pun,bisa ditekan  /dihemat.

Gambar 5.( Pengamatan masih pada waktu dan tempat  yang sama dengan gambar 4 diatas. Kondisi tanaman mulai dipacu tunas,bunga dan buahnya.)

Gambar diatas sebagai contoh hasil aplikasinya, dengan tanpa penambahan hormon pertumbuhan pun, hasilnya seperti yang terlihat diatas.

Gambar 6. ( Kondisi tanaman awal,pada saat masih menggunakan tehnik kimia murni. Pengamatan pada tanggal 26 desember 12.)

Dalam pengguanaan insektisda dan fungisidanya pun,selain tidak perlu bermacam-macam jenisnya juga dosis yang digunakan sangat sedikit. Kita tidak dituntut untuk menghapal berbagai macam fungisida yang berbahan aktif sama  demikian pula insektisidanya.  Bakterisida bahkan kita pantang untuk digunakan.

Gambar 7.( Hingga saat ini pun tanggal 2 Januari,Bp. Yuyu masih menggunakan tehnik kimia murni, tehnik pertanian organik versi KPO, baru dipergunakan start pada saat ini.)

  Lalat buahnya, kita kondisikan agar tidak mau makan.

Gambar 8.( Bisa diperhatikan kondisi tanaman kelapa di “belakang sana”,pada saat seminggu setelah aplikasi,kondisi tanaman pertumbuhannya sangat pesat,tetapi dalam hal ini,kami pun tetap mewaspadai terjadinya serangan penyakit akibat laju pertumbuhan  yang terlalu cepat.)

Perekat/perata pun kami tidak gunakan lagi,

Gambar 9.( Masih dalam waktu yang sama dengan gambar 8, bergeser sedikit ke kiri,tampak tanaman juga menunjukkan kondisi yang mulai membaik.)

Kalau sudah begini, masih kah anda mengatakan bahwa pertanian organik itu, RIBET- REAKSINYA LAMBAT- BERABE- TIDAK AMPUH- MAHAL?
Kami ingin membalikkan semua anggapan tersebut, kami ingin buktikan bahwa PERTANIAN ORGANIK khususnya konsep pertanian ALA KPO – KEMBANG LANGIT,SUNGGUH- – SEDERHANA- SEKALI.  Sederhana di CARA- dan SEDERHANA DI ONGKOS !!!
Maaf kalau tulisan kami kali , cukup SEDERHANA…yang penting HASILNYA TIDAK   se- SEDERHANA yang dikira.