Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

“PUPUK KANDANG” , BISA MENJADI SUMBER PENYAKIT TANAMAN

Selain pupuk kimia ternyata pupuk kandangpun bisa menjadi masalah yang tidak kecil.  Dalam pembahasan kali ini kami ingin menguraikan pengalaman dan hasil pengamatan kami,perihal pemanfaatan/penggunaan pupuk kandang yang belum dimatangkan  tetapi sudah digunakan.

(Gambar contoh pupuk kandang yang belum dimatangkan terlebih dahulu kemudian  ditutup mulsa  untuk langsung digunakan.)

Pola penanaman seperti gambar diatas ini,sepertinya hal yang sangat lumrah terjadi dalam pola berbudidaya selama ini.  Seolah tidak  akan memberikan dampak yang “negatif”,padahal berdasarkan pengalaman kami,pola yang demikian bisa menyebabkan “malapetaka”,dikemudian hari.

Gambar1. (Sebagai ilustrasi kami  sertakan aplikasi yang  sedang berlangsung  dengan pola ala klinik taniorganik, kami sertakan hasil pengamatan pada tanggal,14 Nov 12.)

Dalam hal ini tehnik yang diterapkan oleh mitra kami dari  Pangalengan, Bandung ini pun belum sepenuhnya menerapkan tehnik “pematangan pupuk kandang” terlebih dahulu,karena beliau, baru mengenal tehnik kliniktaniorganik,setelah tanaman tomatnya sudah pindah tanam.

Gambar2.  ( Masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1,pengamatan pada tanggal,27 Nov 12.  Walaupun agak terlambat,penerapan  tehnik aplikasi dari kliniktaniorganik dalam mengupayakan pematangan pupuk kandang, dilakukan melalui PROSES PERCEPATAN )

Seperti halnya dalam konsumsi kita sehari-hari,…kira-kira apa jadinya apabila yang kita makan adalah Nasi yang masih ‘SETENGAH BERAS’ ?

Gambar3. (  Tampak  tunas tanaman tomat berkembang dengan baik,  pengamatan pada tanggal 7 Des 12,usia tanaman 9 minggu. Pemberian Protektan dan Pupuk CAS,adalah upaya yang kami lakukan untuk mempercepat proses pematangan Pupuk kandang.)

Pupuk kandang yang  setengah matang dan setengah masih mentah,jelas dampaknya pada “perut” bumi (tanah).  Ibarat nasi yang dimakan belum  matang,akibatnya ,perut menjadi kembung, “cacing” perut berkembang biak dan gatal-gatal dibagian “tertentu” ( maaf disensor).

Gambar 4.( Hasil yang telah didapatkan oleh mitra kami ini,menurut pengamatan kami,sudah cukup memuaskan.  Betapa tidak, Bp. Popo Wahyudi,yang lokasi kebunnya di Gunung Cupu ini,merupakan petani pemula yang baru saja berkecimpung dalam bercocok tanam.)

Demikian pula,dampak dari pemberian pupuk kandang yang belum sepenuhnya matang akibatnya, antara lain,”cacing” patogen nematoda berkembang biak, demikian pula cendawan/jamur  dan bakteri patogen pun berkembang biak dengan lebih cepat.

Gambar 5.  ( Pengambilan gambar dari sudut lain, pada tanggal 14 Nov 12,pada saat tanaman berusia  6 mingguan. )

Perlakuan melalui pemberian bakteri pengurai dari bentuk NH4 (Amonium) menjadi No3(Nitrat),terus dilakukan untuk mempercepat proses “pematangan”.  Perlu diperhatikan adalah, dalam proses pematangan ini tentunya  mengeluarkan “gas buangan” yang bisa berdampak pada tanaman.

Gambar 6.  (Pengamatan pada tanggal 23 Nov 12 pada saat usia tanaman  7 minggu.  Walaupun tampak daun tanaman  pada bagian bawah ada yang mulai berwarna kekuningan tetapi  Secara keseluruhan tampak kondisi tanaman menunjukkan “trend” positif, daun tanaman berwarna hijau kebiruan dan tebal.  )

Dalam pola tanam kali ini, kami seolah berlomba mempercepat proses pematangan pupuk kandang dalam lobang tanam yang sudah terlanjur diberikan sebelum pupuk kandang tersebut betul-betul matang.

Gambar 7. (Pengamatan pada tanggal 7 Des 12,usia tanaman  9 minggu, walaupun daun tanaman bagian bawah ada yang  menguning,tetapi kami terus berupaya agar laju “kuning” daun tidak terus naik.  )

Walaupun dampak daun menguning ini,terdapat bercak yang diakibatkan oleh Cendawan Alternaria solani,tetapi menurut analisa kami penyakit ini adalah efek “sekunder” dan bukan penyebab utama terjadinya penyakit tanaman tersebut.  Faktor utama yang menyebabkan kuningnya daun tersebut adalah “GAS BUANGAN” dari pupuk kandang yang belum matang,sehingga daun tanaman “terbakar” dan jaringan menjadi rapuh yang biasanya langsung diikuti oleh penyakit yang diakibatkan oleh BERCAK DAUN Alternaria sp.
Teori ala kliniktaniorganik yang kami rumuskan ini,bukan tanpa argumen yang kuat,adapun alasannya al:
1.  Kasus kuningnya daun yang ber “gerak” dimulai dari daun terbawah ini,jarang terjadi apabila pemberian pupuk kandang yang diberikan setelah dilakukan pematangan dengan sistem pemeraman “kering” ala kliniktaniorganik.
2.  Fenomena Proses pergerakan  menguningnya daun yang bergeser dari daun terbawah yang bergerak naik keatas,juga bisa menjadi bahan “analisa”.  Hal ini menunjukkan berarti  ada “apa-apanya” yang terjadi disekitar tanah dan perakaran tanaman.
3.  Walaupun dalam hal ini terjadi serangan  penyakit bercak daun  Alternaria sp,tetapi hal ini bukan  penyebab utama terjadinya kuning daun.  Alasannya adalah dengan mempertanyakan, Mengapa serangan Alternaria ini pada umumnya tidak menyerang daun  bagian ATAS atau bagian TENGAH tanaman? Padahal penyakit tanaman seperti hal nya penyakit Phythophthora infestans/Busuk daun, tidak memilih bagian daun  tanaman yang “diserangnya”.
4.  Uniknya lagi “penyakit” menguningnya daun dari bagian bawah ini,sangat ‘BANDEL’ bahkan cenderung tidak “MEMPAN” walaupun di “tembak” fungisida dengan dosis tinggi dan pemberian fungisida yang dicampur dari beberapa bahan aktif.
Dari uraian diatas, kami kliniktaniorganik, menyarankan hendaknya untuk “SABAR SEDIKIT” untuk menyantap “nasi”, DITUNGGU HINGGA BETUL-BETUL  MATANG baru kemudian di’KONSUMSI”.
DEMIKIAN PULA untuk PUPUK KANDANG….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ lima = 13

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 + = sembilan

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>