Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2012

1 2 »

BERUBAH KE POLA PERTANIAN ORGANIK

Pola pertanian  berbasis kimia,baik pupuk dan pestisida kimia, yang sudah berlangsung  lebih dari 40 tahun ,hingga saat ini  bukan hanya membekas tetapi bahkan sudah  merasuk kedalam tulang  sumsum,dan diperlukan upaya yang serius dan waktu untuk mengubahnya kembali ke”jalan yang benar”.

Gambar 1.( Uji terap tahun lalu, akhir tahun 2011,lokasi di Tutugan Leles, Garut,Jawa Barat, usia tanaman 1 bulanan,penanaman bulan November 12.)

Cara pertanian kimia yang bukan hanya telah “mendarah daging” bahkan menurut kami telah masuk ke “tulang sumsum”,mengapa tidak?  Sudah jelas-jelas tehnik ini, lebih banyak Madharat nya dibanding Manfaatnya,tetapi SEBAGIAN BESAR petani tetap saja menggunakannya, begitu TEGAR  tak tergoyahkan,KARENA ” TULANG BELAKANG nya” telah berisi   ” sum-sum yang terbentuk dari unsur-unsur  kimia”.

Gambar 2.( Masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1, pengambilan gambar pada saat usia tanaman kurang lebih 5 bulanan. Kondisi tanaman,segar bugar,berbuah lebat walaupun hingga saat ini sudah dilakukan penanaman tanaman cabe pada lokasi ini sebanyak  7 (tujuh) kali berturut-turut.)

Pola pertanian yang berkonsep pertanian kimia,sudah banyak membawa korban,bahkan kalau anda menyimak komentar di” Surat Pembaca” di web kami, korbannya bukan hanya tanamannya sakit,tetapi yang mengola tanamannya ikut “sakit’ juga.

Gambar 3.(Kondisi tanaman memasuki bulan ke-6, masih segar bugar,padahal seperti yang kita ketahui bulan Mei 12,pada saat itu,sudah memasuki bulan-bulan kering.)

Selama SETAHUN, usia Web kliniktaniorganik,kami selalu menampilkan hasil-hasil “real” dilapangan yang merupakan hasil-hasil aplikasi, dan kami tidak menyajikan suatu TEORI apabila, tanpa didahului oleh suatu LANGKAH NYATA, terlebih dahulu.  Kami berpedoman bahwa setinggi apapun suatu Ilmu yang ditimba di “bangku sekolah”  yang di dapat  ,tetap…. MUARA nya adalah, BISA DITERAPKAN dan APLIKATIF untuk meningkatkan hasil pertanian dan bukan hanya sekedar TEORI DASAR semata.

Gambar 4.( Bahkan tanaman masih panen,yang sudah kesekian kalinya, hitungan kami pada saat itu sekitar 29 kali petik. Sengaja kami tampilkan  musim tanam hasil tahun yang lalu untuk menunjukkan bahwa kami, tidak setengah hati dalam melakukan suatu penelitian lapang.)

Penelitian-penelitian terus kami lakukan,tanpa dukungan dan anggaran dari fihak manapun,bahkan kami tidak menyodorkan “PROPOSAL- PROPOSAL” untuk  “mengemis” anggaran dari Dinas terkait.  Dengan anggaran yang  “seadanya”,kami terus berbuat dan melakukan sebisa dan sekempuan  kami.

Gambar 5.( Akhir tahun ini, disaat musim tanam cabe diwilayah kami ( yang merupakan lokasi “tadah hujan”) ,kami mencoba lagi untuk menerapkan tehnik kami, dilokasi yang sama dengan musim tanam  TAHUN yang lalu.)

Penelitian yang akan menampilkan lebih banyak lagi,akan kelebihan-kelebihan dan hasil-hasil yang bisa dicapai dengan basis PERTANIAN ORGANIK.  Kesan saat ini yang menyatakan bahwa konsep pertanian organik,bereaksi lambat,produktifitasnya rendah dan tidak akan mampu menyaingi tehnik kimia kami akan berupaya mengubahnya.

Gambar 6.(Masih dalam  lokasi yang sama dengan gambar 5,hanya pengambilan gambar dari Barat ke Timur,terbalik arah dengan gambar 5.  Dalam gambar tampak,Peserta pelatihan angkatan V,melihat langsung hasil aplikasi pola pertanian ala kliniktaniorganik.)

Kami menyadari betul bahwa untuk mengubah CARA BERPIKIR dari pertanian kimia ke pola pertanian organik ini, untuk mengubahnya  adalah dengan memberi  TELADAN/CONTOH.  Kami telah,sedang dan  akan secara berkesinambungan  memberikan hasil-hasil yang nyata,tanpa rekayasa.  Sehingga petani secara sadar akan menyadari “kekeliruan”nya dan secara sadar untuk mengubah pola pertaniannya.

Gambar 7.( Pengambilan gambar sama dengan tahun lalu,dari arah Timur ke Barat, usia tanaman hingga saat ini 32 hari. Pindah tanam dilakukan tanggal 17 November 12.)

Kami sadari pula, gencarnya promosi produk pestisida dan pupuk kimia,kurangnya wawasan dari petani dan karena  informasi awal yang dipahami tentang pola pertanian adalah ,seperti yang berjalan hingga saat ini.  Salah Kaprah !!! Sehingga untuk mengubahnya kembali ke pola pertanian,warisan leluhur sepertinya petani merasa diajak ke sistem pola  pertanian yang terasa dan  terlihat “janggal”.

Gambar 8.(Jejeran gambar pohon besar,di latar belakang tanaman,sebagai patokan pengambilan gambar masih dalam lokasi yang sama. Pengambilan gambar tanggal 21 Desember 2012.)

Pola pertanian organik yang identik dengan SEKEDAR PUPUK ORGANIK,pun kami berupaya ubah.  Pengertian organik yang kita perluas “cakupannya” yang tidak sekedar pupuk,tapi kami “geser” ke penggunaan PESTISIDA ORGANIK  dalam hal ini ala KPO- KL .  

Gambar 9.( Kang Ujang yang  sedang berada di lokasi tanamannya yang telah berusia 41 hari, pengamatan tanggal 28 Desembar 2012.  Tanaman  sudah menunjukkan  kearah “positif”,semoga hasil musim tanam, akhir TAHUN ini,bisa lebih baik dari musim  tanam TAHUN yang lalu.

Kami klinikpertanian organik,KEMBANG LANGIT,sangat bersyukur diusia WEB  KTO  yang baru satu tahun,sudah banyak mitra-mitra petani didaerah yang telah  mengikuti langkah-langkah kami ,hal ini ditunjukkan oleh makin banyaknya CABANG-CABANG  di DAERAH yang tertarik untuk mengikuti JEJAK LANGKAH kami, untuk malakukan konsep pertanian berbasis PERTANIAN  “BARU”.
SELAMAT TAHUN BARU SAUDARAKU, HARAPAN BARU dan
Kita  akan terus  berupaya memberi  “hasil nyata’ dengan POLA PERTANIAN  BARU ,di TAHUN BARU ini.

HAL YANG ” AGAK MUSTAHIL ” DALAM PERTANIAN BERBASIS KIMIA

Berikut ini kami mencoba memaparkan tehnik dan metode KPO_KL yang berbasis organik yang antara lain , mencoba keluar dari kebiasaan petani pada umumnya.

Gambar 1.(  Kami mencoba MEMBERONTAK dari tradisi yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun, dengan tidak ikut-ikutan  memberikan MAKANAN yang menyebabkan tanah menjadi rusak.  Gambar diatas kami ambil di lokasi yang sudah 6 kali secara berturut-turut ditanami,tanpa mengubah bentuk bedengan.)

Gambar 2. ( Gambar tanah yang berubah warna menjadi menghitam,dengan memberikan “MAKANAN” yang “Pas” .  Tanah berlumut,menandakan bahwa tanah tidak diolah dalam jangka waktu lama.  Gambar ini diambil pada musim tanam yang lalu,bahkan saat ini lokasi tersebut kami gunakan kembali tanpa mengubah kembali bentuk/posisi bedengan.)

HAL YANG MUSTAHIL DILAKUKAN PADA KONSEP PERTANIAN BERBASIS KIMIA, yang setiap musim tanam WAJIB HUKUMNYA  dengan HARUS MEMBALIK TANAH.

Gambar 3. ( Hasil yang dicapai luar  sungguh diluar dugaan.  Seperti inilah… hasil aplikasi metode KPO-KL.)

Gambar 4.( Apabila Tanah yang merupakan “RUH” nya kehidupan,kita pelihara,ternyata kita juga mendapatkan KEGEMBIRAAN.  Tanah yang diberi PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA secara terus menerus ,jelas bisa ‘MEMATIKAN  RUH’ tanah itu sendiri.  Tanah Rusak ,maka rusak pula “sendi-sendi” kehidupan kita.)

Ini kenyataan saudaraku… HASIL DEMIKIAN…SEPERTINYA SUATU HAL YANG MUSTAHIL,APABILA yang diterapkan adalah  SISTEM PERTANIAN BERBASIS KIMIA…

Gambar 5. (  Kami membuktikannya dengan CINTA IBU, hal yang sepertinya  MUSTAHIL ternyata  menjadi TIDAK MUSTAHIL.  Dengan satu kali olahan tanah,hingga saat ini tanaman sudah menghasilkan 4 macam jenis komoditas sayuran.  Dalam gambar diatas ada 3 jenis tanaman ( Sawi, Tomat dan Cabe),disusul lagi tanaman Kubis/Kol pada gambar 9.dibawah ini.)

Gambar 6.( Melimpahnya hasil yang didapat dengan pola berbasis organik ala KPO-KL ,betul-betul terasa… setelah petik Sawi, tanaman Tomat dan Cabe Menyusul…)

 

Gambar 7. ( Gambar 5-6-7-8-9, ini sudah kami tampilkan pada  halaman web kali yang lalu, setelah panen sawi menyusul panen Tomat, yang ukuran buah ujungnya,juga besar-besar.)

Gambar 8. ( Tanaman seperti diatas  yang kami sebut, ” HABIS TOMAT TERBITLAH CABE”,pada saat itu, bulan AGUSTUS 12, tanah dan tanaman mengalami KEKURANGAN AIR,tetapi ada hal sepertinya mustahil.

Gambar 9. ( Lubang tanam bekas sawi putih, digunakan kembali untuk tanaman Kubis/kol, padahal hal ini,sangat di”takuti” oleh petani yang basis nya pertanian kimia.  Faktor bengkak akar/akar gada, sangat riskan apabila ditanami masih dalam famili,kubis-kubisan.)

kesimpulannya, ternayata dengan metode BERBASIS ORGANIK ALA KPO -KL ini, hasilnya hal yang sepertinya MUSTAHIL menjadi TIDAK MUSTAHIL.

 

KUNJUNGAN KE LOKASI ,PESERTA PELATIHAN GELOMBANG V

Kunjungan lapang peserta latihan pertanian organik ala KEMBANG LANGIT,kami lakukan di sekitar lokasi kantor kliniktaniorganik.

Gambar 1.  (Hasil aplikasi Sdr. Ujang pada musim tanam yang lalu, November 11 s.d Mei 12. Lokasi ini kembali kami gunakan untuk kunjungan pelatihan.)

Sekedar mengulas hasil yang pernah kami capai pada musim tanam yang lalu yaitu,lokasinya Sdr. Ujang yang berada di  Tutugan, Leles Garut.  Lokasi ini kami pantau,karena memiliki keistimewaan khusus,yaitu bentuk  dan posisi bedengan yang tidak dibongkar /tidak dirubah lagi.

Gambar 2.( Sdr. Ujang(bertopi putih) berdialog langsung dengan  peserta pelatihan Gelombang V.)

Gambar 3.(Berlatar “depan”,tanaman yang telah diaplikasikan dengan tehnik ala kliniktaniorganik, Sdr. Ujang sedang di”keroyok” oleh peserta pelatihan,untuk menggali tehnik yang telah dilakukan oleh Sdr. Ujang dengan tehnik pertanian organik ala KEMBANG LANGIT.)

Gambar 4. (Bisa diperhatikan,latar  “belakang” 3 pohon besar,sebagai “patokan” pengamatan.  Usia tanaman “baru” 28 hari. )

Uniknya…Lokasi ini, telah digunakan selama 7 tahun berturut-turut ditanami  dengan tanaman cabe.

Gambar 5. (Gambar diatas dibatasi oleh “jalan parit”,tampak dua pertubuhan yang agak berbeda perkembangannya.  Sebelah Kanan “jalan” ,lokasi penanaman yang dikelola oleh Sdr. Ujang sedangkan sebelah kiri,dikelola oleh, Mertua dari sdr. Ujang.  Kami sebenarnya ingin sekali memberikan perlakuan yang berbeda antara dua pengolola ini.  Namun Sdr. Ujang berkeberatan karena modal usaha yang dikelola oleh Mertuanya,berasal dari Sdr. Ujang Juga.)

Gambar 6.( Tampak tanaman yang berada di”belakang “peserta pelatihan pertumbuhannya agak terlambat ,karena perlakuan ala kembang langitnya memang agak terlambat juga.)

Para peserta kami persilahkan untuk “menggali” langsung,pengalaman dari Sdr. Ujang yang telah sukses menerapkan tehnik pertanian organik . Semoga bisa menjadi bekal nanti ditempatnya masing-masing.
SUKSES PETANI INDONESIA.