Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

HERBISIDA ( Pengendali Gulma),HUBUNGANNYA DENGAN KONSEP PERTANIAN BERBASIS ORGANIK

Adanya “obat” pengendali gulma(herbisida),baik yang berdaun lebar ataupun berdaun sempit (rumput) memang sangat membantu dalam peningkatan proses produksi pertanian, apalagi didaerah- daerah yang lokasinya luas tetapi agak kurang tenaga kerja. Namun disisi lain,penggunaanya harus dicermati secara seksama,sebab salah dalam aplikasi bukan hanya gulma yang mati,tetapi tanaman yang sedang kita budidayakan juga ikut mati.

(Sengaja kita bahas perihal herbisida ini,karena apabila kurang tepat dalam aplikasinya,tanaman bisa rusak juga.  Pada kesempatan ini kami tampilkan lanjutan pengamatan mitra kami dari Kerinci, Jambi.  Akibat salah aplikasi,tanaman terongnya nyaris saja, salah sasaran,akibat disemprot dengan herbisida.  )

Dua jenis herbisida, parakuat dan glifosat, merupakan herbisida yang paling
umum digunakan saat ini. PARAKUAT
merupakan herbisida kontak yang mematikan tumbuhan dengan cara
merusak membran sel.   Parakuat, herbisida kontak, menyebabkan kematian pada
bagian atas gulma dengan cepat tanpa merusak bagian sistem perakaran,
stolon, atau batang dalam tanah, sehingga dalam beberapa minggu setelah
aplikasi gulma tumbuh kembali.
Sedangkan GLIFOSAT, herbisida terpenting di dunia saat ini,
adalah herbisida translokasi, menghambat kerja enzim 5-
enolpyruvylshikimate-3-phosphate synthase (EPSPS), enzim yang terlibat
dalam sintesa tiga asam amino.

(Kehati-hatian memang diperlukan,sprayer bekas semprotan Herbisida digunakan untuk menyemprot pestisida. Untungnya tanaman terselamatkan setelah ada perlakukan ekstra, dimana pupuk dan pestisida organik yang kami sarankan diberikan secara dirapatkan dan diberi dosis tinggi.  Hasilnya seperti terlihat dalam gambar,tanaman kembali pulih.)

Beberapa jenis herbisida yang banyak digunakan di lahan pertanian menggunakan bahan aktif 1,1′-dimetil-4,4′-bipiridin (paraquat) yang digolongkan sebagai herbisida golongan piridin yang bersifat kontak tak selektif dan dipergunakan secara purna tumbuh. Bahan aktif pada herbisida merupakan senyawa toksik yang keberadaannya dalam tanah (20 ppm) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Azotobacter dan Rhizobium yang berperan dalam fiksasi nitrogen. Selain itu bahan aktif yang terkandung dalam herbisida juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri E coli dan alga di dalam tanah. Bahan aktif pada herbisida merupakan bagian dari kelompok senyawa bioresisten yang sulit terdegradasi secara biologis.

Dari konteks diatas jelas bahwa, pengaruh HERBISIDA pun tidak bisa dianggap “remeh” dalam kesinambungan  pertanian berbasis organik,jadi perlu digunakan secara BIJAKSANA DAN BIJAKSINI. Perlu dipertimbangkan betul MIKROORGANISME TANAH BISA IKUT MUSNAH.

(Tanaman kembali pulih setelah beberapa kali aplikasi secara disemprot dan dikocor.)

Bahan aktif pada herbisida relatif stabil pada suhu, tekanan serta pH yang normal, sehingga memungkinkan untuk tinggal lebih lama di dalam tanah. Bahan aktif ini juga mudah larut dalam air sehingga memungkinkan untuk tercuci oleh air hujan atau air irigasi sehingga dapat mencemari lingkungan atau system perairan.

(Tanaman terong ini,sudah petik 7 kali,petikan ke -7 ,hasilnya  1.343 kg,hasil yang sangat memuaskan untuk seorang petani yang baru mengenal herbisida).

Absorbsi (penyerapan) dan desorbsi (pelepasan molekul) herbisida oleh permukaan padatan tanah diketahui sebagai proses penting yang mampu mempengaruhi perilaku herbisida di dalam tanah dan lingkungan.  Ketika senyawa herbisida kontak dengan tanah, sebagian akan tertahan dan tertinggal di dalam tanah melalui proses absorbsi, sebagian lagi akan berada di dalam air diantara partikel-partikel tanah.

Bahan organik tanah diketahui sebagai komponen tanah yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses absorbsi dan desorbsi herbisida di dalam tanah dan lingkunan.

(Buah terong sampai “bergelayutan” sedemikian).

Herbisida merupaan pestisida kationik dengan kelarutan di dalam air sangat tinggi. Bahan aktif yang terkandung dalam herbisida merupakan pestisida kationik (divalent), sehingga berpotensi mengalami pertukaran kation di dalam tanah. Ion paraquat dapat bereaksi dengan lebih dari satu ion COO- koloid organik tanah. Paraquat akan bereaksi dan diikat oleh dua gugus reaktif koloid organik tanah, mungkin oleh ion COO-, fenolat O-, kombinasi keduanya, atau kombinasi salah satu ion tersebut dengan radikal bebas. Semakin tinggi kandungan bahan organik tanah, semakin tinggi kandungan gugus reaktif yang dimilikinya, semakin tinggi jumlah herbisida yang terabsorbsi.

Penjelasan dari uraian diatas,bisa disimpulkan bahwa, bahwa makin KAYA BAHAN ORGANIK TANAH maka makin,banyak MENYERAP HERBISIDA….,LUAR BIASA…

Kalau demikian tanah-tanah subur yang kaya bahan organik,menjadi SASARAN EMPUK…OBAT PEMBASMI RUMPUT.

(Sayang sekali,harga terong saat ini,sedang murah,hanya dibawah Rp. 1000,- per kg nya. Untung saja pestisida dan pupuk yang digunakan sangat minim,sehingga walaupun baru petik 7 kali, sdr. Syahrul,mitra kami ini,sudah melebihi dari biaya produksinya.)

Di dalam tanah, herbisida berada dalam larutan tanah atau akan diabsorbsi (diserap) oleh koloid tanah. Komponen tanah yang paling utama dalam menentukan persistensi herbisida adalah kandungan liat tanah. Kandungan liat dengan tipe 2 :1 mempunyai kemampuan mengabsorbsi lebih besar dibandingkan 1 : 1. Artinya, pada tanah yang memiliki kandungan liat lebih banyak akan lebih mudah mengabsorbsi herbisida dibandingkan tanah yang memiliki kandungan pasir dan liat yang sama.

(Tanaman subur kembali setelah “kasus” salah tembak.Tangki Bekas herbisida digunakan untuk menyemprot pupuk dan pestisida,daun sampai tunas sempat menguning,saat ini kembali pulih. Tinggal menunggu harga saja  berharap agar ,harga kembali membaik dan pantas.)

 Adanya hubungan yang kompleks antara herbisida, tanah, iklim maupun organisme yang berada di dalam tanah merupakan penyebab terjadinya keragaman persistensi  (daya tahan  ,beberapa waktu setelah aplikasi)  herbisida dalam tanah. Oleh karena itu penggunaannya perlu disesuaikan dengan yang diharapkan sehingga  efek negatifnya terhadap lingkungan dapat ditekan

 Struktur molekul kimia dari suatu herbisida akan menentukan persistensinya dalam tanah. Dengan bahan aktif yang beragam tentu saja membuat herbisida yang ada di pasaran saat ini memiliki daya persistensi yang berlainan pula.  lebih bijaksana apabila kita menyeleksi dan mengetahui secara jauh bagaimana sifat-sifat suatu herbisida sebelum kita menggunakannya. Pemikiran tersebut dimaksudkan agar selain kita bisa menggunakan herbisida yang tepat sasaran, dan efektif serta selektif tetapi juga dalam jangka panjang hasil aplikasi herbisida tersebut tidak menyebabkan pencemaran yang lebih besar lagi. Karena semakin banyak kita mencemari lahan pertanian kita, maka tingkat produktivitas dan kualitas lahan tersebut semakin lama semakin menurun.

 BISA DIJADIKAN BAHAN PERENUNGAN ,untuk PENGAPLIKASIANNYA.  Seandainya lahan tidak terlalu luas dan masih bisa dikerjakan oleh  manusia alangkah bijaksananya apabila, pembersihan gulma dilakukan oleh saudara-saudara kita yang memerlukan  BAYARAN /UPAH untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kita hidup sosial sembari mengurangi,dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh obat pembunuh rumput tersebut.

15 Responses to HERBISIDA ( Pengendali Gulma),HUBUNGANNYA DENGAN KONSEP PERTANIAN BERBASIS ORGANIK

  1. Iwan mengatakan:

    Akhirnya aritikel tentang HERBISIDA di kupas juga di KTO. Slamat ini sy pun ingin tau dampak nya terhadap lahan pertanian dgn pengunaan Herbisida. Trima kasih atas pencerahannya.
    –*salam organik*–

    • klinikta mengatakan:

      Ya Pak Iwan, sama-sama. Semoga bermanfaat untuk semua. Pada prinsipnya memang kami ,bukan anti kimia,namun setidaknya apabila kita mengetahui dampak dari “sesuatu”, maka kita akan mempertimbangkan secara matang ,efek “plus-minusnya”. Salam organik.

  2. erwanep mengatakan:

    mantaaaaap broo

    • klinikta mengatakan:

      Hasil Total sekarang sudah berapa ,pak?

      • aqso syahrul mengatakan:

        Total keseluruhan sebelum di cabut(karena harga murah),11800kg.itu tanaman nya terus mengeluar kan bunga.KTO solusi pertanian.

        • klinikta mengatakan:

          Terima kasih Testimoninya… ini bukan testimoni produk kesehatan manusia yang tidak bisa dilihat….,pada tanaman… hasilnya terlihat nyata. Tidak bisa ” membayar ‘ TANAMAN untuk “bicara” dan mengatakan sesuatu ,berdasarkan keinginan “pembuat obat”.

  3. odi mengatakan:

    saya sangat setuju dengan pemikiran Bapak. Saya juga sering mendengar cerita dari petani yg tanamannya rusak akibat penggunaan herbisida (parakuat/glifosat) yg tidak tepat. Herbisida “hanya” salahsatu alternatif dalam pengendalian gulma. setiap herbisida memiliki karakter/cara kerja yg berbeda2, karena kurangnya pengetahuan petani (krn memang umumnya petani pendidikannya rendah bahkan ada yg tidak bisa membaca) dan krn kurangnya kehati-hatian,shg kejadian seperti ini sering terjadi.

  4. KANG DWI mengatakan:

    ass. Usul : tlg Kembang Langit membuat produk herbi organik ya. Atau utk sementara ada solusi lain guna mengatasi gulma selain dg mulsa plastik??? mksh

  5. dwi pati mengatakan:

    ass. Saat ini sy lagi butuh herbisida organik. Tlg dikirimi resepnya. Rcn untuk menyemprot rumput yg tumbuh di selokan tanaman cabe. Mksh

  6. novra mengatakan:

    ada gak herbisida kontak pengganti paraquat?

  7. Henry Efan mengatakan:

    Salam,
    Mohon ijin untuk ikut serta memajukan pertanian di Indonesia dengan innovasi pola tanam “Integrated Farm System” yang apabila diterapkan dapat meningkatkan hasil panen mulai 200% s/d 500%, dengan hasil yang melimpah, maka kesejahteraan petani kita akan semakin meningkat dengan drastis dan apabila luasan lahan yang diolah mencapai batas minimal sesuai perhitungan kami, maka akan terwujud “Integrated Farm Industry” di dalam satu area, maka akan berdiri 42 industri yang terdiri dari 25 industri pokok dan 17 industri pendukung, bagi yang berminat bisa kontak saya di xtra0rdinary.farmsystem@yahoo.com dan kami akan mengirimkan proposal lengkap berikut company profile ke alamat email anda, terima kasih.
    Wassalam,
    Henry Efan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


× 2 = sepuluh

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

15 Responses to HERBISIDA ( Pengendali Gulma),HUBUNGANNYA DENGAN KONSEP PERTANIAN BERBASIS ORGANIK

  1. Iwan mengatakan:

    Akhirnya aritikel tentang HERBISIDA di kupas juga di KTO. Slamat ini sy pun ingin tau dampak nya terhadap lahan pertanian dgn pengunaan Herbisida. Trima kasih atas pencerahannya.
    –*salam organik*–

    • klinikta mengatakan:

      Ya Pak Iwan, sama-sama. Semoga bermanfaat untuk semua. Pada prinsipnya memang kami ,bukan anti kimia,namun setidaknya apabila kita mengetahui dampak dari “sesuatu”, maka kita akan mempertimbangkan secara matang ,efek “plus-minusnya”. Salam organik.

  2. erwanep mengatakan:

    mantaaaaap broo

    • klinikta mengatakan:

      Hasil Total sekarang sudah berapa ,pak?

      • aqso syahrul mengatakan:

        Total keseluruhan sebelum di cabut(karena harga murah),11800kg.itu tanaman nya terus mengeluar kan bunga.KTO solusi pertanian.

        • klinikta mengatakan:

          Terima kasih Testimoninya… ini bukan testimoni produk kesehatan manusia yang tidak bisa dilihat….,pada tanaman… hasilnya terlihat nyata. Tidak bisa ” membayar ‘ TANAMAN untuk “bicara” dan mengatakan sesuatu ,berdasarkan keinginan “pembuat obat”.

  3. odi mengatakan:

    saya sangat setuju dengan pemikiran Bapak. Saya juga sering mendengar cerita dari petani yg tanamannya rusak akibat penggunaan herbisida (parakuat/glifosat) yg tidak tepat. Herbisida “hanya” salahsatu alternatif dalam pengendalian gulma. setiap herbisida memiliki karakter/cara kerja yg berbeda2, karena kurangnya pengetahuan petani (krn memang umumnya petani pendidikannya rendah bahkan ada yg tidak bisa membaca) dan krn kurangnya kehati-hatian,shg kejadian seperti ini sering terjadi.

  4. KANG DWI mengatakan:

    ass. Usul : tlg Kembang Langit membuat produk herbi organik ya. Atau utk sementara ada solusi lain guna mengatasi gulma selain dg mulsa plastik??? mksh

  5. dwi pati mengatakan:

    ass. Saat ini sy lagi butuh herbisida organik. Tlg dikirimi resepnya. Rcn untuk menyemprot rumput yg tumbuh di selokan tanaman cabe. Mksh

  6. novra mengatakan:

    ada gak herbisida kontak pengganti paraquat?

  7. Henry Efan mengatakan:

    Salam,
    Mohon ijin untuk ikut serta memajukan pertanian di Indonesia dengan innovasi pola tanam “Integrated Farm System” yang apabila diterapkan dapat meningkatkan hasil panen mulai 200% s/d 500%, dengan hasil yang melimpah, maka kesejahteraan petani kita akan semakin meningkat dengan drastis dan apabila luasan lahan yang diolah mencapai batas minimal sesuai perhitungan kami, maka akan terwujud “Integrated Farm Industry” di dalam satu area, maka akan berdiri 42 industri yang terdiri dari 25 industri pokok dan 17 industri pendukung, bagi yang berminat bisa kontak saya di xtra0rdinary.farmsystem@yahoo.com dan kami akan mengirimkan proposal lengkap berikut company profile ke alamat email anda, terima kasih.
    Wassalam,
    Henry Efan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


enam − 5 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>