Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: October 2012

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 24 »

KLASIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT ALA KLINIKTANIORGANIK

Pada kesempatan ini kami mencoba mengklasifikasikan  jenis Hama dan penyakit tanaman  berdasarkan TEHNIK PENGENDALIANNYA. Kami  memang berupaya memudahkan cara mengklasifikasikan tehnik pengendalian ini,agar kita tidak terlalu “jlimet” dalam menanggulangi suatu masalah yang biasa bikin “mumet” ini.

1

Gambar 1.( Tanaman pada saat awal tanam,usia pengamatan 1 bulanan lebih.)

Klasifikasi hama  dan klasifikasi penyakit tanaman kalau kita  deskripsikan satu persatu mungkin perlu 4-5 tahun kuliah di Jurusan Khusus ,hama dan penyakit tanaman.  Tetapi dalam kesempatan ini ,Kami mencoba mengklasifikasikannya secara sederhana dari segi pengendaliannya.

 

2

Gambar 2.(Pengamatan saat ini,dimana tanaman sudah memasuki bulan ke-7. Tanaman masih produktif,walaupun sempat di”dera” kemarau panjang,sekitar 5 bulan.)

Sebenarnya klasifikasi ini,terpisah antara klasifikasi Hama dan klasifikasi dari segi penyakitnya ( Virus,bakteri dan cendawan).  Kita ambil yang praktis-praktis saja tentunya.

 

3

Gambar 3.(Pengambilan gambar 2-10,dilakukan pada tanggal 28 Okt 12.)

Kami mencoba “keluar” dari  kebiasaan perihal pembahasan hama dan penyakit secara konvensional.  Kami mencoba melakukan RUMUSAN baru yang lebih memudahkan petani untuk mengenal dan melakukan pengendaliannya. Ternyata cara ini berhasil,telah banyak petani-petani yang justru berhasil setelah menerapkan metode klasifikasi sederhana ini.

 

4

Gambar4.( Tanaman masih hijau kebiru-biruan,masih segar bugar,apalagi saat ini telah terguyur hujan.)

Ibaratnya  metode membaca cepat, dengan beberapa  PENYUSUNAN  METODE MEMBACA SISTEM KILAT, terbukti lebih berhasil dibandingkan sistem membaca  cara konvensional ,seperti membaca  ” ini budi,ini bapak budi, ini kakak budi dan wati kakak budi”. Termasuk dalam hal ini,Bp. Tata Supita/Bp. Upit,yang baru belajar membaca eh…bertani,ternyata bisa lebih cepat memahami tehnik bertani SISTEM KILAT ala KEMBANG LANGIT.

5

Gambar 5.( Bahkan tunas-tunas baru,bermunculan kembali.  Kami berharap dan sedang mengupayakan,agar tanaman ini bisa berlanjut ke periode kedua.)

Sistem pengklasifikasian hama dan penyakit ini  adalah hal yang sangat mendasar /prinsipil dalam pengelolaan suatu tanaman budidaya.  Kita bisa bayangkan apabila petani melakukannya dengan cara TRY dan ERROR…Bisa kita bayangkan Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk berspekulasi bertanamn cabe 5000 batang,karena tidak mengetahui klasifikasi hama dan penyakit tanaman yang biasa menyerang.

Adapun Sistem klasifikasi yang kami susun secara sederhana tersebut adalah sbb:

1.  Hama dan penyakit yang dikendalikan secara di ” GAS”

Artinya perlu pemberian nutrisi yang cukup dan seimbang untuk “memacu/Ngegas” pertumbumbuhannya. Masuk dalam klasifikasi ni adalah hama dan penyakit,al :  Serangan hama Thrips, hama Tungau, penyakit Virus kuning dan keriting daun (baik oleh serangan hama atau faktor fisiologis). Tehniknya sudah beberapa kali kami ulas dibagian lain web kami.

6

Gambar 6.(Tanaman masih produktif dalam usia yang sudah cukup “senior”.  Hal ini juga menunjukkan bahwa,perihal masalah hama dan penyakit dapat tertanggulangi.  Alasannya sederhana,apabila masalah hama dan penyakit ini,tidak teratasi, tanaman ini niscaya sudah dibiarkan oleh pemiliknya…dicabut atau minimal dibiarkan tanpa diurus lagi.)

2. Hama dan penyakit yang dikendalikan secara di” REM”

Artinya,perlu langkah-langkah penghentian “GAS” agar tanaman tidak terlalu “kenceng” lajunya  dengan kata lain perlu dilakukan tindakan penghentian “pembesaran/penggelembungan akibat  ” Gas”  (membesar tapi menipis) tetapi  yang  diperlukan adalah dilakukan PENGISIAN/PEMADATAN/PENEBALAN.

Hama dan penyakit yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah :

 Hama Lalat buah, Busuk buah/antraknose,busuk batang, pecah batang (fisiologis),Kresek daun, busuk daun Phytophthora,bercak daun Cercospora sp,Alternaria sp, Rebah kecambah Phytium dan Rhizoctania sp,hama wereng, penggorok daun (Liriomyza sp), dan penggerek batang.

7

Gambar 7.( Namun kalau kondisi tanaman masih seperti ini,sungguh sangat disayangkan kalau tanaman tidak diurus,sementara tanaman /buah cabe masih cukup lebat.)

3. Hama dan Penyakit ,yang dikondisikan TIDAK SESUAI/TIDAK  “BETAH”

Penyakit yang masuk dalam klasifikasi ini adalah, Layu Fusarium dan Plasmodiophora brassicae,penyebab dari penyakit tular tanah ini adalah kondisi keasaman tanah yang mendukung,oleh karena itu perlakuan pengkondisian agar pH TIDAK SESUAI untuk pertumbuhan spora cendawan.  Pengkondisian agar keasaman tanah tidak sesuai ini,ternyata sangat efektif dalam mengendalikan penyakit ini. Hal ini sudah kami tunjukkan dengan hasil aplikasi diatas.  Seperti kita ketahui penyebaran layu fusarium bisa sangat cepat. Sekali tanaman  terkena  layu , secara cepat,  tanaman tertular.  Hasil aplikasi yang telah kami tunjukkan diatas,mendeskripsikan bahwa tanaman aman-aman saja dari serangan layu,sehingga tanaman masih  sangat layak untuk dipelihara. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kami berhasil mengkondisikan agar PENYAKIT TIDAK SESUAI untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

8

Gambar 8.( Hal yang paling mendasar yang menyebabkan tanaman ditinggalkan pemiliknya adalah  buah terserang patek/antraknose, tanaman terserang layu fusarium dan daun terkena virus kuning dan keriting.  Namun dalam pertanaman ini, masalah diatas dapat ditanggulangi.)

Hama, yang  dikondisikan agar  TIDAK BETAH

Pengkondisian  agar HAMA TIDAK BETAH,ternyata efektf untuk mengendalikan hama-hama sbb:  Ulat, Walang sangit, Uret (ulat tanah)  belalang dan tikus.  Hama -hama diatas biasanya memang sangat menggangu dan menjengkelkan petani,sehingga biasanya petani dalam pengendaliannya baru akan PUAS apabila hama-hama tersebut DIMATIKAN.  Dampak nya yang terjadi adalah, RESISTENSI (kekebalan ) dan RESURJENSI (ledakan hama baru). Metode yang kami kembangkan,dengan pengkondisian agar TIDAK BETAH,ternyata sudah cukup untuk mengendalikannya.  Memang dalam hal ini petani harus sabar karena hama masih “jalan-jalan” disekitar pertanaman tetapi kemudian secara berangsur hama akan ” menjauh”.

9

Gambar 9.( Kita tengok dulu tanaman pembanding disebelah tanaman Bp. Tata Supita yang kondisinya tinggal batang-batang tanaman yang meranggas kekeringan.)

Klasifikasi kami memang sangat sederhana,dan memang kami buat sesederhana mungkin,agar PETANI  bisa lebih cepat “MEMBACA”

10

Gambar 10.( tanaman sebelahnya lagi yang sudah terserang busuk daun Phytophthora sp dan keriting daun, memprihatinkan. Padahal usia tanaman sama persis dengan tanaman Bp. Tata Supita.)

Kami harap dengan klasifikasi sederhana ini petani tidak merasa “sulit” lagi dalam menganalisa suatu permasalahan  hama dan penyakit.

SELAMAT MENCOBA ,semoga sukses.