Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

BUDIDAYA TANAMAN DENGAN POLA PERTANIAN ORGANIK ala KLINIKPERTANIAN ORGANIK

Budidaya tanaman,menurut  hemat kami,tidak lah semudah seperti  yang ditulis dibuku-buku teori,budidaya tanaman yang beredar ditoko buku.  Dalam beberapa kasus, anda mungkin pernah mengalami,sudah menerapkan teori yang dituliskan dibuku tersebut tentang budidaya suatu jenis tanaman,tetapi hasilnya ternyata….jauh dari harapan…

1.(Dibawah ini,kami tampilkan gambar-gambar, hasil aplikasi berdasarkan tehnik budidaya tanaman ala kliniktaniorganik, kembanglangit).

Menurut kami,sepertinya perlu ada perubahan yang mendasar dalam mengemukakan suatu teori tehnis budidaya tanaman.

2.(Seluruh gambar dalam halaman ini,diambil  pada tanggal 8 sep 12,dalam kondisi cuaca sangat ekstrim panas,bahkan bisa dibilang kekeringan).

Tehnis budidaya yang baku yang disodorkan pada teori-teori budidaya yang ada sepertinya terlalu “mengeneralisasikan” kondisi tanaman,padahal seperti pada saat ini,kemarau yang panjang ,tehnis budidayanya akan berbeda apabila musim banyak turun air hujan.

3.(Tanaman tomat dan cabe Bp. Tata supita,Kamojang Bandung,yang menerapkan pola budidaya yang tidak “STATIS dan KAKU”).

Faktor iklim seperti yang kami uraikan diatas,baru merupakan salah satu aspek saja yang perlu diperhatikan,masih ada aspek lain yang perlu mendapat perhatian ekstra, yaitu,antara lain:

Kondisi tekstur tanah yang berbeda ,akan memberi efek yang berbeda walaupun diberi jenis dan dosis pupuk yang sama.  Bisa kita bayangkan kondisi tanah yang cenderung berPASIR,tentunya akan memberi efek yang berbeda  dibandingkan pada tanah yang bertekstur LIAT,walaupun diberi PUPUK dengan DOSIS yang sama.4.(Secara keseluruhan apabila dibandingkan dengan tehnik lain,apalagi dalam kondisi musim kemarau panjang,hasil seperti ini,sangat kami syukuri).

Ketersedian unsur hara yang terdapat dalam tanah  ataupun suplay pupuk yang sengaja ditambahkan pada perlakuan sebelumnya,tentunya menjadikan  POLA PUPUK tidak bisa di’TAKAR DARI AWAL.

5.(Walaupun memang hasilnya belum terlalu optimal,namun untuk kondisi seperti saat ini,tanaman masih bisa berproduksi “diatas rata-rata” dibandingkan kondisi tanaman disekitarnya).

Selain itu,mungkin anda pernah membaca,brosur yang dikeluarkan oleh suatu Formulator pestisida kimia,dalam brosur tersebut tertera PAKET anjuran Insektisida jenis A atau Fungisida jenis B, PESTISIDA SISTEMIK DAN PESTISIDA KONTAK yang direkomendasikan diberikan  pada usia sekian hingga usia sekian,dan seterusnya dan seterusnya.  Sedangkan menurut hemat kami,hal ini justru bisa “menjerumuskan” petani.

6.(Kondisi tanaman kami,”pantau” dari “atas”,kondisi tanaman walaupun ada yang terhambat tunasnya,akibat kekurangan air,tapi secara keseluruhan, tunas dan buah dibagian atas,tetap  berkembang).

Kenapa kami,berani menyimpulkan  hal seperti  tersebut diatas?

Maksudnya memang sepertinya ingin membentuk ketahanan tanaman,dengan memberikan “doping”pestisida walaupun tanaman belum terkena  hama dan penyakit.  Akumulasi/bertumpuknya bahan kimia baik insektisida maupun fungisida,secara terus menerus menyebabkan,suatu waktu,JARINGAN TANAMAN AKAN MENGALAMI ‘TITIK JENUH’ dari pestisida tersebut,sehingga akhirnya tanaman tunas bahkan bisa  seluruh bagian tanaman menjadi ‘TERBAKAR”,seperti yang kami tampilkan pada tulisan yang lalu.

7.(Kondisi buah yang cukup lebat).

Pola pemupukan yang disarankan oleh”buku-buku teori’ maupun yang Pola aplikasi pestisida yang dianjurkan oleh “formulator pestisida kimia”,agak berbeda dengan pola yang kami gunakan.

Pola pemupukan yang kami gunakan,dengan basis pertanian organik ala kembanglangit,tidak ingin “memaksakan” suatu jenis makanan apabila tanaman tidak menginginkannya.  Hal ini sangat berbeda dengan pola “buku-buku teori”,yang MEMAKSAKAN MAKANAN(Pupuk),walaupun tanaman sedang “sakit”.   Misalnya pada saat tanaman terserang busuk buah,pada usia tanaman berusia 35 hst  ,namun karena POLA JADWAL ‘MAKAN’,HARUS DIBERIKAN PADA SAAT USIA 40 hst,harus diberikan pupuk susulan,maka tanaman “dipaksa’ makan makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan pada saat itu.

8.(Buah,daun dan tunas,secara keseluruhan masih OK,walau sudah petik/panen beberapa kali).

Pola budidaya pertanian organik,ala kembang langit yang ‘TIDAK BAKU’,biasa membuat kami agak kesulitan apabila ada pertanyaan yang ingin mengetahui pola bercocok tanam ala kliniktaniorganik,dari awal sampai panen.  Jadi mohon maaf kalau kami,kesulitan untuk “MEMBUATKAN BAGAN WAKTU APLIKASI APALAGI  UNTUK MEMBUATKAN BUKU TEORINYA”.

9.(Buah tomat yang terdapat pada bagian  ujung,berukuran lumayan besar).

Pola yang kami gunakan dalam berbudidaya tanaman,adalah menggunakan:

METODE PENGAMATAN KONDISI TANAMAN TERAKHIR PADA SAAT AKAN APLIKASI,BAIK PUPUK MAUPUN PESTISIDA, JADI SANGAT FLEXIBEL DAN  TIDAK DI “PATENKAN”.

3 Responses to BUDIDAYA TANAMAN DENGAN POLA PERTANIAN ORGANIK ala KLINIKPERTANIAN ORGANIK

  1. Marno mengatakan:

    Assalamuallaikum p ir joharman saya mau tanya rencananya musim tanam ini saya mau tanam cabe tapi lahanya uda saya buat bulan 7 kemarin dan uda saya tabur pupuk kandang kambing sebanyak 40 karung dan rencananya saya tambah lagi 40 karung kotoran ayam luas areal 1500 m2 apakah uda bisa dengan pola kembang langit? Dan bekas cabe kemaren rencanya mau saya tanam lg dengan tidak mengolah lg ktanya bsa p gimn caranya mohon infonya?

    • klinikta mengatakan:

      Ya pak, cukup banyak pupuk kandangnya,biasanya cukup 60 karung,tapi tidak apa2 pak,diperam dilahan saja sebagaimana yg biasanya,bisa saja tanpa olah lahan lagi,cukup dengan ditabur kemudian disemprot protek dan pesnator. Bisa kontak-kontak saja pak.

    • klinikta mengatakan:

      Pak Marno, dengan tehnik kami memamng biasa habis cabe ditanam lagi cabe, pemberian pupuk CAS dan PROTEK-tan,cukup untk “membangkitkan” kembali mikroorganisme yang menguntungkan dan menekan mikroorganisme yang merugikan. OK pak,nanti kita sama-sama.kirimkan saja gambarnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


+ 1 = enam

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

3 Responses to BUDIDAYA TANAMAN DENGAN POLA PERTANIAN ORGANIK ala KLINIKPERTANIAN ORGANIK

  1. Marno mengatakan:

    Assalamuallaikum p ir joharman saya mau tanya rencananya musim tanam ini saya mau tanam cabe tapi lahanya uda saya buat bulan 7 kemarin dan uda saya tabur pupuk kandang kambing sebanyak 40 karung dan rencananya saya tambah lagi 40 karung kotoran ayam luas areal 1500 m2 apakah uda bisa dengan pola kembang langit? Dan bekas cabe kemaren rencanya mau saya tanam lg dengan tidak mengolah lg ktanya bsa p gimn caranya mohon infonya?

    • klinikta mengatakan:

      Ya pak, cukup banyak pupuk kandangnya,biasanya cukup 60 karung,tapi tidak apa2 pak,diperam dilahan saja sebagaimana yg biasanya,bisa saja tanpa olah lahan lagi,cukup dengan ditabur kemudian disemprot protek dan pesnator. Bisa kontak-kontak saja pak.

    • klinikta mengatakan:

      Pak Marno, dengan tehnik kami memamng biasa habis cabe ditanam lagi cabe, pemberian pupuk CAS dan PROTEK-tan,cukup untk “membangkitkan” kembali mikroorganisme yang menguntungkan dan menekan mikroorganisme yang merugikan. OK pak,nanti kita sama-sama.kirimkan saja gambarnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


+ 3 = delapan

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>