Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Agustus 2012

1 2 3 »

KLINIKPERTANIANORGANIK,MEMBUKA BALAI PELATIHAN TANI

1. Keterpurukan dunia pertanian kita sudah sejak lama,bahkan pada era Menristek Bapak B. J. Habibie tanda-tanda keterpurukan tersebut sudah ada.  Mungkin anda masih ingat pada pertengahan  tahun 1996,tehnologi tinggi anak bangsa berupa pesawat CN 235,yang diproduksi IPTN Bandung ditukar /imbal beli  dengan BERAS KETAN dari Thailand? Sangat Ironis memang,negara agraris  “barteran” pesawat dengan BAHAN BAKU ‘DODOL’.  Dalam hal ini bisa kita ambil suatu pelajaran bahwa tehnologi kita kayaknya terlalu mercusuar dengan tidak memperhatikan latar belakang sumberdaya alam  sebagai negara agraris. Akhirnya ujung -ujungnya tehnologi tinggi tersebut kembali  bermuara pada “urusan perut”.

2. Memang bukan hanya sumber daya alam saja yang dibutuhkan,tenyata tehnologi tinggi (istilah Pak Habbibie,HIGH TECH) dibidang pertanianpun sangat diperlukan.  Banyak orang memandang remeh tentang tehnologi pertanian,bahkan tidak sepadan dengan tehnologi ,dibidang industri – industri yang  “High tech”.  Seandainya kita balik sekarang ini,tehnologi dibidang pertanian kita optimalkan dan hasilnya berlebih dan  melimpah sangat mungkin petani bisa membeli kendaraan bertehnologi tinggi sekelas MERCEDES BENS sekalipun, demikian pula apabila seandainya seluruh petani kita bisa meningkatkan kualitas produksinya,tidak mustahil negara bisa barteran sebuah komoditas pertanian dengan pesawat boing ,seperti halnya yang terjadi pada tahun 60 -an, dimana karet mentah dari negara kita di barter dengan pesawat dari amerika.

3.  Tehnologi pertanian hingga saat ini masih dianggap,tertinggal ,primitif,kampungan  dan tehnologi yang gampang dan mudah,tetapi kenyataannya mengapa negara agraris seperti kita masih mengabiskan ANGGARAN NEGARA yang tidak kecil  hanya untuk mengimpor beras,beras

ketan bahkan cabe  walau hanya untuk sambal sekalipun?  Kalau demikian berarti banyak yang “salah” dalam metode tehnologi pertanian kita.

4.Kami berharap ,untuk tidak menganggap remeh  tehnologi pertanian.  Banyak Proffessor ,Doktor, Insinyur pertanian di negara kita,tetapi mengapa tehnologi pertaniannya belum bisa mendongkrak produksi? Mengapa tanaman padi lebih banyak yang bulirnya pada “kosong”?

5.Setelah kami melalukan serangkaian pengamatan ,percobaan  dan penelitian  (yang tidak ada yang membayarnya dari instansi manapun, selama  kurang lebih 12 tahun),ternyata memang kesimpulan yang kami dapatkan adalah

TEHNOLOGI PERTANIAN MEMANG TIDAK MUDAH, TAPI BISA DIBUAT MUDAH.

Kenapa kami menyebutnya tidak mudah,ada beberapa indikatornya antara lain tingkat produkifitas hasil pertanian kita yang sangat rendah, import bahan pangan yang tidak henti-hentinya,setiap hari petani berhubungan dengan bahan kimia baik pestisida (obat) dan pupuk kimia tetapi tidak mengerti secara jelas fungsi dan efek  /pengaruh bahan kimia tersebut.  Manusia ada dokternya, khewan ada dokternya,tetapi untuk tanaman ternyata belum ada “dokter”nya.  Padahal hampir setiap hari petani “bermain dengan OBAT”.

6.  Oleh karena itu ,kami dari kembang langit,ingin berbagi ilmu dan pengalaman untuk menyampaikan TEHNOLOGI KAMI DIBIDANG PERTANIAN INI agar petani minimalnya walaupun belum menjadi ‘DOKTER TANAMAN’ bisa menjadi  ‘MANTRI TANAMAN’,sehingga tidak panik bila menghadapi tanamannya dalam keadaan EMERGENCI dan secara cepat melakukan ” DIAGNOSA DAN TINDAKAN MEDIS”.

Kami tidak berharap  suatu waktu, KITA SEBAGAI NEGARA AGRARIS,  MEMBARTER SEBUAH PULAU (KARENA PESAWAT HIGH TECH ,TIDAK DIPRODUKSI LAGI) DENGAN BERAS KETAN.  (Seperti saat ini sedang marak dibicarakan soal penjualan Pulau Gambar di Laut jawa,senilai  Rp.6.8 M dan Pulau Gili Nanggu di lombok yang dihargai Rp.9.9 M,semoga  tidak menjadi trend,kedepannya).

Untuk pelatihan ini ,Kami tidak memungut biaya   baik untuk pelatihan dan penginapannya

( sedangkan akomodasi  dan transportasi dan lain sebagianya ditanggung peserta)

Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi    kantor kami.

Pelatihan kami lakukan 2 (dua )kali dalam sebulan,awal bulan dan pertengahan bulan.

Jumlah peserta dibatasi 10 orang per gelombang.

BAGI ANDA YANG BERMINAT,KAMI PERSILAHKAN MENGHUBUNGI BP. RUSLI GUNAWAN DI 081323218330.

KEMERDEKAAN PETANI

 

Salah satu,ciri kemerdekaan petani,adalah  : TERBEBAS DARI  “JAJAHAN” PRODUK ASING,memang idealnya adalah bisa 100 %,walau itu baru sekedar MIMPI.  Namun  kalau  justru hampir 100 %  berbagai komoditas  adalah hasil Impor,hal ini sungguh TERLALU.  Mungkin anda sepakat,dalam menyambut hari KEMERDEKAAN RI ,kami merenung, dimanaletak KEMERDEKAAN PETANI,setelah 67 tahun Indonesia MERDEKA?

Dalam  kesempatan ini,kami  “menyunting”,suatu berita dari, detik.com (detikfinance),yang kami sertakan dengan gambar-gambar hasil aplikasi kami.  Sengaja kami menyertakan  gambar hasil aplikasi ini untuk,mengungkapkan ,kami bukan hanya sekedar berbicara, tetapi kami berharap,hasil aplikasi ini menunjukkan dan sebagai bukti ,agar bisa menjadi suatu alternatif  SOLUSI.

RI Kebanyakan Impor Pangan, Situs Kementerian Pertanian Dibobol!

Ardhi Suryadhi – detikfinance

Jumat, 27/07/2012 15:42 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame

Screenshot Situs Deptan yang diretas

Jakarta - “Masak kedelai, singkong, buah-buahan, beras, sampai garam saja milih impor. Ganti saja nama departemennya jadi kementerian impor Republik Indonesia”.

Kalimat di atas memang terdengar bernada sarkasme. Namun itulah sindiran yang dilontarkan peretas yang menyusup ke situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jumat (27/7/2012).

Situs yang beralamat di www.deptan.go.id itu diketahui telah diretas pelaku yang mengatasnamakan dirinya sebagai betutu@pitulasan. Memang, tampilan yang ‘dipermak’ bukan di halaman depan, melainkan cuma di salah satu halamannya.

Namun yang menarik, pelaku meninggalkan pesan yang isinya menyindir pemerintah terkait berbagai bahan makanan yang harus disediakan melalui jalur impor.

“Pak, negara ini ahli pertaniannya banyak. Profesor di universitas-universitas dan juga ipb kan banyak. Presidennya juga doktor lulusan IPB, mbok ya apa-apa jangan impor. Masak Kedelai, Singkong, Buah-buahan, Beras, sampe Garam aja milih impor. Ganti aja nama departemennya jadi kementerian impor Republik Indonesia. Apa udah tinggal masa balik modal??…”

“Sial bener jadi rakyat, kemarin lombok dimahalin, manut. apa-apa dimahalin manut juga.. andalannya cuma tahu tempe.. eh susah juga.. apes-apes.. makan apa ya??,” tulisnya.

Memang, belakangan isu soal krisis pangan dan ketergantungan terhadap produk impor menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Hal ini semakin memuncak kala terjadinya kelangkaan kedelai. Akibatnya, tahu tempe menghilang di pasaran.

(Seluruh,redaksi diatas semuanya kami “angkat” dari berita detikfinance.)

1.(Seluruh gambar dibawah ini,gambar 1-10,semuanya diambil dari hasil pengamatan yang  bisa dibilang 100 % menggunakan  sarana produksi yang berasal dari  “LUAR”.  Sebagai  titik pengambilan kami berpatokan dengan “saung”/rumah tunggu   lahan milik “tetangga”.  Pengambilan gambar dilakukan pada tanggal 26 Mei 12).

2.( Pada saat berikutnya,tanggal 3 Juni 12,kami ambil gambar dari depan “saung”,tanaman masih hijau dan pertumbuhannya pun,cukup pesat.  Memang dengan tehnik kimia ini,biasanya menunjukkan reaksi awal pertumbuhan  yang pesat, hanya perlu diwaspadai,pertumbuhan cepat ini seperti “kamuflase” saja artinya  kecepatan tumbuh tersebut,seolah menyimpan “bom waktu”).

3.(Pengamatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 2 Juli 12, tampak tanaman didepan “saung” yang menggunakan tehnik kimia murni,awalnya jauh meninggalkan pertumbuhan yang menggunakan tehnik berbasis pertanian organik ala kembang langit,sebelah kiri gambar).

4. (Pengamatan pada tanggal 15 Juli 12,tampak tanaman didepan saung,masih hijau “berseri”,seolah akan memberikan hasil yang  melimpah….)

5.(Namun apa yang terjadi ??? Pengamatan yang dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus 12,satu bulan dari pengamatan gambar 4,pengambilan gambar masih disekitar “saung” tersebut,hasilnya tampak seperti di atas)

6.(Kami bergeser sedikit,ke kanan dari gambar 5 diatas, hasilnya seperti tampak dalam gambar…memprihatinkan….,BOM WAKTU MELEDAK…,tanaman menguning,keriting daun dan diperparah lagi tanaman layu). Ini kasus -kasus yang sering dialami petani diseluruh bumi pertiwi,jadi jangan berharap berbicara swasembada pangan,apabila hal ini berulang terus ditingkat budidaya.)

7.(Bergeser lagi sedikit ke kanan,hampir seluruh tanaman,menguning dan rusak total.  Kalau sudah begini,wajar saja apabila kualitas dari produksi tanaman yang dibudidayakan,sangat rendah dan kalah bersaing dengan produk komoditas dari ‘NEGARA LUAR’.  Sekali lagi jangan berbicara ,swasembada pangan,apabila tehnis budidaya saja,masih belum terpola dengan baik).

8.(Bergeser terus kekanan dari gambar 7,tanaman hancur lebur,padahal tanaman cabe baru petik 2 kali dan tomat baru petik 3 kali. Kalau begini,pantes saja kalau Cabe,beras ,kedelai dan komoditas pertanian lainnya kita harus mengimpor dari negara ASING.  Sungguh memprihatinkan,SARANA PRODUKSINYA (PUPUK DAN PESTISIDANYA) KITA  IMPORT DAN KARENA PRODUKTIFITASNYA PUN RENDAH, SEHINGGA TIDAK MENCUKUPI WALAU SEKEDAR MEMENUHI KEBUTUHAN SENDIRI,AKHIRNYA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PANGAN DALAM NEGERI PUN , HAMPIR SEMUA KOMODITAS PERTANIAN,HARUS MENGIMPOR PULA). Sungguh Tragis nasib,NEGERA AGRARIS INI….Berapa trilyun dana yang dikeluarkan untuk mengimpor sarana produksi seperti pupuk dan pestisida dan berapa trilyun dana yang dihamburkan untuk membeli/mengimpor  “NASI RAMES” ( Beras,tahu,tempe,bumbu-bumbu <bawang,cabe ,garam dll>,daging,telur,ayam dll).

9. (Pengambilan gambar sama dengan sudut pada gambar 2,diatas,dari depan saung “tetangga”. Pengamatan pada tanggal 17 agustus 12.  Inilah yang terjadi pada hasil aplikasi yang terlalu mengandalkan produk impor. Tehnik aplikasi yang menggunakan tehnik  pertanian berbasis organik pun bukannya tanpa kendala dilapangan,hanya tingkat serangan hama (seperti Thrips,tungau,lalat buah,ulat ) dan penyakit (seperti Layu fusarium,virus kuning,busuk daun dan busuk bauah/patek) tidak seberat yang menggunakan tehnik “ASING”.

10.(Kami mengambil gambar lagi,dari sisi “saung”,tampak disamping saung ini,tanamannya juga mengalami “nasib” yang sama.  )

Kalau sudah begini,KAPAN KEMERDEKAAN UNTUK PETANI TERASAKAN,APABILA PADA SAAT BERCOCOK TANAM,mayoritas SARANA PRODUKSI YANG DIGUNAKAN DARI NEGARA “LUAR”,DAN PADA SAAT PANEN PUN HASILNYA RENDAH DAN DIPERPARAH LAGI,DILAKUKANNYA IMPOR  KOMODITAS PERTANIAN YANG MENYEBABKAN HARGA -HARGA,TERJUN BEBAS.  SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA, TERTUSUK PAKU  DAN  TERPUKUL PALU.

KELUARGA BESAR KLINIKTANIORGANIK,KEMBANG LANGIT MENGUCAPKAN : SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H,MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.
 Hidup ini terasa indah jika ada maaf.
Taqabalallahu Minna Waminkum…
Bila ada langkah membekas lara

Bila ada kata Terangkai  salah

Bila ada tingkah menoreh luka

Pada kesempatan ini, KAMI  mohonkan maaf lahir dan bathin.

Management

kliniktaniorganik,KEMBANG LANGIT