Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

KEBUTUHAN UNSUR HARA TANAMAN

1( Pengamatan awal,usia tanaman kurang lebih 1.5 bulan).

Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial. ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: a. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal. b. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam tubuh tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh unsur lain. c. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan bukan secara tidak langsung.

2. (Pengamatan satu bulan dari gambar 1,kalau melihat kondisi tanaman yang demikian,menurut pengamatan kami ,tanaman  tersuplay unsur hara Makro dan Mikronya)

Tanah merupakan suatu sistem yang kompleks, berperan sebagai sumber kehidupan tanaman yaitu air, udara dan unsur hara. Tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan beberapa contoh unsur hara mikro yang esensial bagi tanaman karena walaupun diperlukan dalam jumlah relatif sedikit tetapi sangat besar peranannya dalam metabolisme di dalam tanaman (Cottenie, 1983, Harmsen, 1977).

3.

(Pengamatan selanjutnya 2 bulan dari gambar 1,tanggal 24 Juli 12,tinggi tanaman sudah mau melewati ajir bambu penyanggah.  Dalam kondisi tanaman yang di tumpangsarikan antara cabe dan tomat, perlu  pemberian  unsur hara makro dan mikro yang cukup tentunya).

Pemupukan yang tidak diikuti dengan peningkatan produksi karena hanya memenuhi beberapa unsur hara makro saja, sementara unsur mikro yang lain tidak terpenuhi. Padahal meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, unsur mikro ini tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro sebagai komponen struktural sel yang terlibat langsung dalam metabolisme sel dan aktivitas enzim.

4.( Dengan tehnik sistem pertanian organik,kembang langit,suplai unsur hara mikro kita berikan lewat pengecoran dan penyemprotan PROTEKTAN  hasilnya seperti terlihat dalam gambar diatas)

Berikut ini,kami akan mencoba mengulas satu persatu unsur hara MIKRO tersebut.

Unsur Besi (Fe)

Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme.

Gejala kekurangan unsur Fe :
Pada daun muda, mula-mula  berdaun berwarna hijau pucat dan hijau kekuningan selain itu, tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi warna putih.
Kekurangan unsur hara Besi ini,kalau pada manusia seperti orang yang ANEMIA/istilahnya “kekurangan darah”,yang sesungguhnya darahnya kekurangan unsur Besi ini,kebutuhannya sedikit tapi,biasa  bikin “puyeng” kalau kekurangan,terutama terasa pada saat dari duduk mau berdiri.

5.(Sangat penting dilakukan adalah pengamatan sebelum pemberian unsur hara,baik makro maupun mikro,kondisi tanaman terakhir sebelum aplikasi, yang menentukan,unsur hara  apa yang akan kita berikan.  Oleh karena itu kami “menolak” tegas sistem pemberian unsur hara/pupuk yang DIJADWAL).

Unsur Mangan (Mn)

Gejala kekurangan unsur Mn :
Pada tanaman berdaun lebar, tampak gejala chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua.

Molibdenum (Mo)

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.

Gejala kekurangan unsur Mo :
Pertumbuhan tanaman terhambat,daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat.

6. ( Tanaman yang lebat,suplai unsur hara makro dan mikro kita penuhi.)

Unsur Klor (Cl)

Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain.

Gejala kekurangan unsur Cl :
Pola percabangan akar abnormal,gejala wilting (daun lemah dan layu),warna keemasan (bronzing) pada daun.

7.(Ternyata dengan sistem pertanian organik ALA kpo-KL unsur hara mikro sudah terpenuhi dari pupuk peraman yang kita kocorkan dengan pupuk ORGANIK PORMIK   SELAIN  semprotan Protek-tan dan Pesnator)

Unsur  Boron (B)

Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin.

Gejala kekurangan unsur B :
Pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar), tanaman mati pucuk (die back),mobilitas rendah dan buah yang sedang berkembang sangat rentan terserang penyakit.

8.(Kalau kita perhatikan kondisi daun dan tanaman secara keseluruhan, sepertinya tanaman tidak kekurangan unsur hara mikro)

Unsur Seng (Zn)

Gejala kekurangan unsur Zn : Tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek ,daun mengecil dan mengumpul (resetting),klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Kalau pada manusia,bisa disamakan dengan suplemen “He**V*ton” yang mengandung Zink.

Tembaga (Cu)

Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.

Gejala kekurangan unsur Cu :Pembungaan dan pembuahan terganggu,warna daun muda kuning dan kerdi,daun-daun lemah, layu dan pucuk mengering serta batang dan tangkai daun lemah.

9. Kalau mengamati satu persatu,unsur hara mikro ini,sepertinya jadi “pusing “sendiri,gejala kekurangan unsur hara antara satu dengan yang lainnya,hampir sama saja,yang dikhawatirkan adalah,kita salah mendiagnosa kekurangan unsur hara yang seharusnya kita berikan.  Pemberian unsur hara mikro ini,justru bisa menjadi racun apabila diberikan dalam dosis yang lebih(over dosis).

KPO- KL mempunyai solusi dalam hal pemenuhan unsur hara mikro ini dengan pemberian PORMIK ( PUPUK ORGANIK MIKRO ) ALA KPO-KL.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


sembilan − = 8

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


dua × 1 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>