Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PERAN HORMON PADA TANAMAN

Kami mencoba mengulas lebih jauh  perihal hormon pertumbuhan untuk tanaman.  Masalah  Hormon ini,sengaja kami ulas lagi untuk menghindari kesalahan  yang dilakukan dalam bercocok tanam,karena salah dalam pemberian hormon,bisa fatal akibatnya.   Seperti hal nya manusia, pada pria terdapat hormon Androgen demikian juga pada perempuan terdapat hormon tersebut tetapi dalam jumlah sedikit.  Namun  kalau  hormon Androgen tersebut dosis nya bertambah atau sengaja ditambahkan,seorang perempuan bisa menjadi berkumis dan bercambang,atau pernah melihat /mendengar,atlet wanita yang berotot seperti  pria? Hal ini terjadi karena telah terjadi “ketidakseimbangan” hormon.  Contoh kasus ini pun ternyata,bisa terjadi pada tanaman.

1. (Hasil aplikasi yang menggunakan tehnik hormon alami,pengamatan tanggal 15 Juli 12,tanaman cabe ini,tunas-tunas sampingnya tumbuh dengan lebatnya )

Tumbuh tidak saja diatur oleh faktor – faktor lingkungan tetapi juga oleh bahan – bahan kimia yang dihasilkan dari DALAM TUMBUHAN SENDIRI. Bahan – bahan kimia itu disebut HORMON.   HORMON merupakan SENYAWA  ORGANIK yang bekerja aktif dalam jumlah yang sedikit sekali, ditransportasikan ke dalam seluruh tubuh tumbuhan dan mempengaruhi pertumbuhan atau proses – proses fisiologis lainnya. Hormon dibentuk di suatu tempat tetapi menjalankan fungsinya di tempat lain.Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah zat pengatur yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah mengatur proses – proses fisiologis dalam tubuh tumbuhan. Sedang pengatur tumbuh merupakan senyawa – senyawa organik selain nutrisi, baik yang dihasilkan sendiri oleh tumbuhan maupun senyawa – senyawa kimia sintetik yang dalam jumlah kecil MEMACU, MENGHAMBAT atau sebaliknya mengubah beberapa proses fisiologis dalam tumbuhan.

2.(Bisa diperhatikan,rimbunnya tunas samping/lateral ,yang “dibiarkan” berkembang,tanpa perempelan)

Dalam hal ini,kami sekedar mengingatkan,akan perlunya kehati-hatian dalam pemberian hormon,apalagi apabila hormonnya bersumber dari hormon kimia.   Reaksi yang terjadi bisa sebagai berikut,pertumbuhan bukannya terpacu malah terhambat,pertumbuhan sangat pesat tetapi tidak muncul bunga,daun menjadi menguning ,bahkan tanaman bisa menjadi rapuh,hal ini terjadi karena tanaman dipacu dengan hormon tetapi karena tidak ada keseimbangan dengan “pengisian NUTRISI”(tanaman hanya sekedar diberi  NPK),akibatnya tanaman menjulang tinggi tetapi “berongga kosong”.

3.(Pertumbuhan tunas lateral/samping,dibiarkan /dipelihara,tidak dirempel, sekitar 5-7 batang)

Pengatur pertumbuhan/hormon tanaman dibagi menjadi 5 jenis, yaitu  AUKSIN,GIBERELIN,SITOKININ,ETILEN DAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN.

1.  Auksin

Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan.  Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal (ujung) batang dan dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral (samping) atau tunas ketiak,bila tunas apikal akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apikal.

Oleh karena itu,apabila anda mau memelihara  TUNAS SAMPING,dan  memilih jenis hormon,perlu dipertimbangkan jangan sampai memilih hormon jenis AUKSIN/IAA).

4.Dalam aplikasi pada tanaman cabe dan tomat di Kamojang Garut ini,pemberian hormon dilakukan dari HORMON ALAMI yang ada dalam Produk pendukung KPO-KL)

2.GIBERELIN

Giberelin merupakan hormon yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormon auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amilase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energi pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.

Hormon auksin akan memacu pertumbuhan tunas apical/tunas, tetapi akan menghambat kerja hormon giberelin yaitu dalam hal pembentukan tunas lateral (tunas ketiak).

JELAS DISINI,TERJADI REAKSI HORMON YANG “RUMIT” dalam TUBUH TANAMAN,antar jenis hormon terjadi REAKSI saling  MENGHAMBAT.

5.( Dalam aplikasi kali ini,kami tidak mau “dipusingkan” dengan menakar berapa kebutuhan hormon yang “pas” untuk tanaman,oleh karena itu kami memilih yang simpel berupa pemberian hormon alami,yang sudah ditakar secara alamiah).

3. SITOKININ

Sitokinin adalah hormon yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Fungsi sitokinin adalah sebagai berikut:
Merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dan batang dengan menghambat dominansi apikal.
Reaksi dari Hormon Sitokinin ini,”berlawanan”/menghambat DOMINANSI APIKAL/hormon auksin,nah disini jelas ‘MAKIN RUMITNYA’,reaksi hormon tanaman. Berdasarkan fakta ini, BISAKAH KITA MENGUKUR kebutuhan hormon yang sesuai kebutuhan tanaman ?

6.(Pertumbuhan tanaman yang lebat,karena tunas-tunas samping dipelihara dalam jumlah yang banyak.  Sebagai catatan,perlu diperhatikan apabila kita  ingin memelihara tunas samping,diantaranya yaitu, unsur makanan /pupuk yang cukup,jarak tanam yang lebih lebar dan kondisi kelembaban /curah hujan yang tidak terlalu tinggi).

 

4.ETILEN

Hormon Etilen berperan dalam proses PEMATANGAN  BUAH dan kerontokan daun. Apabila konsentrasi etilen sangat tinggi dibandingkan hormon auksin dan giberelin, proses pembentukan batang, akar, dan bunga dihambat oleh hormon ini. Namun apabila bersama-sama dengan hormon auksin, etilen merangsang proses pembentukan bunga  .Hormon Gas Etilen adalah hormon yang berupa gas yang dalam kehidupan tanaman aktif dalam proses pematangan buah.  Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah tua .

Perlu diperhatikan lagi reaksi hormon yang saling “menghambat’ pada jenis-jenis  hormon ini.

7.(Dikelola oleh Bp. Upit, petani yang baru pertama kali bercocok tanam cabe)

5. ASAM ABSISAT (ABA)
Asam absisat merupakan senyawa inhibitor (penghambat) yang bekerja antagonis (berlawanan) dengan auksin dan giberelin. Asam absisat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Hormon ini berfungsi untuk mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya kekurangan air dengan cara dormansi. Kekurangan air akan menyebabkan peningkatan kadar hormon asam absisat di sel penutup stomata. Akibatnya, stomata akan tertutup dan transpirasi berkurang sehingga keseimbangan air dapat dijaga.
Kalau menilik,reaksi dan cara kerja dari hormon ABA ini,sebenarnya reaksinya terjadi secara ‘OTOMATIS’,tanpa campur tangan manusia pun,terjadi dengan sendirinya.  Jadi menurut kami: Tidak usah terlalu jauh “mencampuri urusan dapur” tanaman ,dengan memberi HORMON ASING,bagi tanaman,karena  tanaman pun mampu mengurus sendiri keseimbangan hormonnya.
8. (Pengamatan tanggal 15 Juli 12,pertumbuhan tunas samping,sudah menunjukkan hasil,berupa bunga dan buah yang  muncul dalam jumlah yang banyak).
Pemberian hormon tanpa diimbangi pemberian “Gizi” yang seimbang pun ,justru bisa  “menyiksa” tanaman,ibarat seorang BINARAGAWAN,di suntik hormon,agar otot nya “mengelembung”tapi tidak disertai dengan  asupan makanan yang cukup,yang terjadi adalah kerusakan jaringan tubuhnya.  Ada lagi contoh yang ekstrim,misalnya pada atlet wanita,agar memiliki kekuatan “ekstra’ kemudian di beri hormon “maskulin” yang terjadi kekuatan lebih dimiliki oleh atlet wanita tersebut,tetapi lambat laun,komposisi  hormon menjadi tidak seimbang,bahkan ada atlet wanita yang berubah kelamin menjadi pria.
Ini benar-benar terjadi, kisah nyata…. Hal ini pun bisa terjadi pada tanaman apabila kelebihan hormon tertentu.  Tanaman menjulang tinggi tetapi buahnya tidak terbentuk.
Hormon alami ada dalam produk KPO-KL, PROTEKTAN,PESNATOR DAN BIOPESTIS.

 

4 Responses to PERAN HORMON PADA TANAMAN

  1. iwan siburian mengatakan:

    knapa ya cabeku nga cepat perkmbangan nya?

  2. iwan siburian mengatakan:

    pupuk apa yang harus dipake untuk cae supaya perkembangangan nya lebih cepat,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


× 9 = dua puluh tujuh

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

4 Responses to PERAN HORMON PADA TANAMAN

  1. iwan siburian mengatakan:

    knapa ya cabeku nga cepat perkmbangan nya?

  2. iwan siburian mengatakan:

    pupuk apa yang harus dipake untuk cae supaya perkembangangan nya lebih cepat,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


3 × tujuh =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>