Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2012

SL – PHT,BINAAN KLINIKPERTANIANORGANIK DI SINGAPARNA,TASIKMALAYA

Hasil aplikasi dengan tehnik berbasis pertanian organik,kliniktaniorganik,KEMBANG LANGIT,mulai di “lirik”,oleh kelompok tani lain di Kab. Tasikmalaya,Jawa Barat.   Salah satunya adalah adanya kunjungan dari kelompok tani ,kec. Cibeureum, Tasikmalaya ke Kelompok tani  RUKUN WARGI,di Leuwisari, Singaparna,TASIKMALAYA yang merupakan salah satu binaan dari KEMBANG LANGIT.

1. Banyak hal data yang ingin diketahui oleh kelompok tani “tamu” dsalam kesempatan itu,baik dari segi pupuk,pestisida dan tehnik aplikasinya.  Bagi anda yang ingin mengetahui data, dari kelompok tani  Rukun Wargi ini  kami sertakan sebagai berikut :

Luas lokasi penanaman, 150 “tumbak” ( sekitar  2000 m2 ),jumlah tanaman 3800 pohon.

2. (Kondisi persiapan/ awal tanam).

3.

4.Usia tanaman hingga saat ini, tanggal sekitar 65 hari (Penanaman tanggal 9 Mei 12).  Study banding ini,dilakukan pada tanggal 14 Juli 12. Tepatnya di kp. Citerewes, Desa Lingga Mulya, Leuwisari, Kec. Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.

5.  Pengecoran hingga saat ini telah dilakukan sebanyak, 4 kali.   Dengan komposisi, Protektan, PUPUK CAS, dan pupuk kimia dengan dosis yang sangat rendah.

6. Dengan kondisi saat ini,yang sulit air,tetapi tampak kondisi tunas -tunas berkembang terus,tidak terhambat oleh serangan hama thrips dan virus kuning.  Tanaman tidak terserang keriting daun ,setelah aplikasi PROTEK-tan.

8.  Penyemprotan dilakukan seminggu sekali,dengan aplikasi sbb: PROTEK-tan, PESNATOR,POCAniL,ditambah sedikit kimia (dosis yang sangat rendah).

9.  Daun terbawah “rata-rata” masih utuh,tidak rontok dan tidak berwarna kekuningan,bahkan beberapa tangkai buah,terbentuk lebih dari satu buah per tangkainya.

10.  Pada saat petikan pertama hasil yang didapat dari total tanaman kurang dari 3800 batang adalah,sekitar 5 kwintal.  Sedangkan buah yang rusak hanya sekitar 10 kg -an.  Hitungan “kasar”nya  dalam sekali petik saja,  50 persen dari modal sudah tertutupi.

Semoga  hasil panen nya makin bertambah pak Hakim.

PENGAMATAN HASIL APLIKASI KLINIKTANIORGANIK,PADA CABE BESAR

Tidak banyak yang kami ulas,pada hasil pengamatan dari Leuwisari, Singaparna Tasikmalaya ini

1.Yang jelas,setelah beberapa kali aplikasi dengan tehnik kliniktaniorganik,kembanglangit, walaupunpada saat ini,cuaca cukup terik dan air juga mulai sulit,kondisi tanaman tidak terserang keriting daun,virus kuning dan patek.

2. Setelah beberapa kali petik,tanaman masih menunjukkan kondisi yang masih segar

3.Bp. Ojay, anggota kelompok Rukun Wargi,yang sudah beberapa musim tanam ini,merupakan salah satu petani binaan kliniktaniorganik,kembang langit.

4. Tanaman berbuah lebat dan masih berpotensi menghasilkan produksi yang tinggi.

5. Tunas-tunas pun,masih menjulur meninggi,dan tidak terhambat oleh keriting daun.   Ini adalah salah satu contoh petani yang menggunakan tehnik pertanian berbasis pertanian organik, ala kembang  langit.

 Semoga makin sukses pak Ojay,melebihi hasil yang sudah lalu.

KERITING DAUN DAN VIRUS KUNING, MERAJALELA

Pada kesempatan ini,tanggal 8 Juli 12, kami tampilkan,hasil aplikasi beberapa petani wilayah Garut tepatnya di Wilayah sentra pertanian komoditas hortikultura,Kec. Pasir wangi, Darajat Garut.  Sengaja kami tampilkan Gambar-gambar berikut ini,untuk  memberikan gambaran bahwa yang sangat menentukan adalah “TEHNIS PERLAKUAN”, bukan hanya sekedar  geoggrafi daerah yang menunjang.

1. Kami sempat kaget dan terkejut,melihat kondisi tanaman cabe yang berlokasi dipuncak gunung yang berdekatan dengan lokasi wisata pemandian air panas “Darajat Pass”.

2. Sepanjang perjalanan menuju lokasi obyek  wisata dipegunungan tersebut,disisi kiri – kanan jalan dipenuhi oleh tanaman-tanaman horti yang kondisinya “rusak” berat, seperti cabe,kentang,kubis dan tomat. Bahkan foto 1 dan 2 diatas,merupakan kebun percontohan salah satu perusahaan pestisida berkelas “dunia”.

3. Ada beberapa titik pengambilan yang kami ambil ( sekitar 8 titik) sebagai pembanding dengan tehnik yang biasa kami lakukan. Tanaman cabe diatas ini,lebih “parah” lagi.

4.  Kondisi tanaman selain keriting daun juga kerdil.  Hal ini,kami tampilkan sebagai pembuktian bahwa kesuburan lahan dan kesesuaian/ketinggian  lokasi belum menjamin,produktifitas akan baik. Perihal ketersedian air,wilayah pasir wangi ini,sebenarnya cukup melimpah,berbeda dengan wilyah Garut bagian lain yang  pada saat -saat seperti sekarang  ini,berhenti bercocok tanam,karena kekurangan air.

5. Lokasi objek wisata “Darajat Pass”,yang berada diketinggian kurang lebih  sekitar 1500 dpl,wilayah yang awalnya hanya prioritas pada sektor pertanian,saat ini mulai dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah,untuk menikmati hangatnya mandi  air panas berbelerang, di pegunungan.

6. Tampak di latar belakang,objek wisata terlihat komoditas hortikultura yang sedang dibudidayakan.  Wilayah Kec.Pasir wangi ini,merupakan wilayah yang secara kultur telah melakukan budidaya tanaman horti  secara turun temurun,sejak puluhan tahun yang lalu.  Petannya pun terkenal sudah sangat berpengalaman.

7. ( Masih disekitar lokasi wisata (arah barat) tampak, tanaman cabe yang kondisinya ,sangat memprihatinkan,nyaris “gundul”.)

Bahkan karena sudah saking berpengalamannya,terkadang petani-petani diwilayah ini,sangat sulit menerima suatu “inovasi” dibidang pertanian,apalagi tehnik pertanian berbabasis  pertanian organik.

8. Tanaman cabe,diatas objek wisata tersebut selain terkena keriting daun juga terkena virus kuning dan pertumbuhannya kerdil.  Pada beberapa waktu yang lalu,sebenarnya kami telah mendatangi beberapa “tokoh” tani,untuk bersilaturahnmi dan menjelaskan tehnik-tehnik kami,diwilayah pertanian tersebut,namun ada beberapa kendala yang “menghambat” masuknya inovasi -inovasi yang tergolong baru ini.

9.(Kalau gambar ini kami ambil pada saat,perjalanan pulang dari objek wisata,tampak tanaman lebih parah lagi.  Lokasi penanaman jelas tidak kekurangan air,tanah masih terlihat  basah,bekas disiram bahkan selang air nya pun masih ada, belum dibereskan).

Kendala utama yang menjadi penghambat adalah,petani merasa sudah sangat ber PENGALAMAN,sehingga menganggap  pengertian konsep “PERTANIAN ORGANIK”, cenderung melihatnya dengan “sebelah mata”  dan “bukan empat mata”.  Hal ini diakibatkan sangat Kuatnya tradisi pertanian berbasis ,tehnik kimia.

10.(Lokasi ini berada diselah bawah/dataran agak rendah ,wilayah PALNUNJUK, komoditas yang ditanam varietas  cabe besar.  Kondisi tanamannya sama saja dengan didataran tinggi Darajat,keritig daun dan kerdil,walaupun ketersedian air  sebenarnya melimpah.)

Faktor penghambat lainnya adalah kuatnya ikatan Bandar ( Petani Besar) dengan Petani yang di beri modal  dengan istilah “Yarnen” (Bayar Panen) ,sehingga petani pada umumnya tidak bisa menentukan sendiri,produk  sarana produksi yang akan di gunakannya .

11. ( Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang ke objek wisata tersebut,yang kami pantau hanya tanaman cabe ini lah yang “masih” cukup bertahan dan masih hijau dari sekian tanaman cabe yang kami amati sepanjang perjalanan,walaupun tampak terlihat dibagian tengah  kebun, daun tanaman cabe terlihat  kurang rimbun.)

Kuatnya kebiasaan/ tradisi  petani,adanya “ikatan-ikatan” antar Petani – Bandar dan antar Bandar- Formulator,begitu kuat,sehingga pernah suatu waktu kami,di”tolak”   oleh salah satu bandar terbesar ,diwilayah sentra pertanian  Darajat, Pasir wangi tersebut.

Kelak waktu yang akan menjawabnya, apakah petani akan bertahan dengan metode pertanian kimia atau beralih  secara berangsur ke konsep  pertanian berbasis pertanain organik?

SEMOGA KPO KL, bisa menjadi solusi pertanian berbasis organik.

 KAMI TIDAK MENGADA-ADA,TETAPI INILAH REALITA YANG SEDANG TERJADI SAAT INI.