Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PERTANIAN ORGANIK SEBAGAI SOLUSI

   Kami melakukan uji terap /perlakuan  dan hasil  dari aplikasi  tersebut  kami   tampilkan langsung kedalam Web  ini.  Hal yang demikian tentunya hal yang BARU terjadi,dan kami mempeloporinya untuk mengajak pada masyarakat petani untuk  bersikap dan menilai sesuatu justru setelah adanya pembuktian terlebih dahulu. Sungguh sayang,terlalu banyak hasil -hasil penelitian yang hanya menjadi tumpukan kertas diperpustakaan yang belum /  tidak teraplikasikan.   Langkah  yang kami lakukan adalah dengan menampilkan hasil aplikasi kami dari waktu-ke waktu  sebagai sikap tanggung jawab,atas metode yang kami paparkan ini, metode ini bukanlah sekedar teori semata tetapi merupakan  langkah-langkah yang nyata.  Bahkan kami berupaya melakukan suatu hasil “praktek “terlebih dahulu, sebelum memaparkan suatu teori.
1.( Pengamatan awal….)
Betapa banyak pakar pertanian membahas perihal pentingnya pertanian organik,dalam era pertanian modern saat ini,bahkan sudah sekian banyak seminar,simposium,sarasehan atau apapun namanya,untuk membahas betapa urgent nya pertanian organik dalam kehidupan kita sehari -hari.
2. ( Kami sedang membandingkan hasil aplikasi metode  pertanian berbasis organik dengan sistem pertanian kimia (kiri gambar,yang menggunakan ajir bambu). Usia tanaman berbeda sekitar 1 bulan,sistem pertanian kimia,lebih dahulu penanamannya.)
Hanya biasa ada pertanyaan, seberapa siapkah petani untuk mengubah pola pertaniannya dari pertanian kimia ke pertanian berbasis organik?
3. ( Seminggu kemudian,percontohan kami pantau kembali,sebagai batas perlakuan adalah, pohon-pohon yang berjajar, diantara dua perlakuan tersebut.  Sebagai catatan,perlakuan sistem kimia,berbeda pemiliknya dengan perlakuan sistem pertanian berbasis organik.)
4.( Tehnik menggunakan sistem pertanian berbasis kimia,… hingga saat ini…kondisinya seperti terlihat digambar diatas.)
Untuk merobah sistem pertanian dari sistem kimia ke pertanian organik,memang tidak mudah,…betul betul tidak mudah…,namun kami tidak berkecil hati…ada satu tujuan dari berbudidaya tanaman,yaitu,produktifitas tinggi dan mendapatkan keuntungan yang besar… hal ini biasa kita sebut  dengan istilah AGRIBISNIS…,bisnis dibidang pertanian…
Dengan mengikuti pola/alur tujuan agribisnis itu,maka kami mengedepankan, tujuan agribisnis itu sendiri yaitu…
untuk mendapatkan hasil yang maksimal,hal ini kami pahami betul,oleh karena itu modifikasi tehnik-tehnik pertanian kami lakukan untuk “mendongkrak”  produktifitas  ,tetapi tentunya  diiringi dengan melakukan langkah-langkah  budidaya yang “sehat”.
5. ( Kita bandingkan sekarang,pertumbuhan  tehnik kimia,diatas ini dengan tehnik pertanian berbasis organik,pada gambar 6. dibawah .)
Ada beberapa hal yang perlu “diluruskan” perihal pengertian pertanian organik… Hasil survey kami pada petani-petani dibeberapa lokasi,menunjukkan pengertian yang sempit tentang konsep pertanian organik tersebut.  Sebagian petani kalau kita sodorkan tentang  tehnik pertanian organik,langsung mereka mengira pada perlakuan pemupukan dengan pembuatan pupuk kompos…Kami ingin merubah cara pandang petani-petani  tersebut,bahwa tehnik pertanian organik, tidak sesempit itu.
6. (Dengan pengambilan gambar pada waktu yang sama,dengan gambar 5,kita lihat tanaman tehnik  dengan konsep pertanian organik , diatas ini,sudah mulai menyusul perkembangannya.)
Konsep tentang pertanian organik yang “dangkal” ini secara berangsur-angsur kami mulai rubah…,dan ternyata hasilnya setelah sekian kali aplikasi seperti yang sudah ,sedang dan akan terus kami tampilkan hasil-hasil aplikasi kami dilapangan  ternyata  hasilnya  …teruji …,terbukti, sungguh tidak mengecewakan,bahkan justru menguntungkan…(azas / pola ,agribisnis tercapai ).
7.( Sekarang kita perhatikan gambar 7  ini, pengambilan  gambar secara berkesinambungan kami ambil, dari waktu ke waktu,dan dengan titik/sudut yang sama dengan gambar 1,2,3 dan 4.)
Dalam ber “agribisnis”,biasanya dihadapkan dengan beberapa faktor yang bisa menjadi pembatas/penghambat  dalam mendapatkan produktifitas yang tinggi,antara lain yaitu,masalah serangan HAMA DAN PENYAKIT… Masalah ini pengaruhnya sangat “nyata”,……bahkan terkadang untung yang diharap…  malah  “buntung” yang didapat…….Terkadang langkah-langkah yang tidak logis dilakukan oleh petani apabila pestisida kimia sudah tidak “sanggup” lagi  (karena sudah resisten)untuk mengendalikan serangan hama dan penyakitnya,bahkan cenderung “menghalalkan” segala cara, sebagai contoh,penggunaan  OLI BEKAS yang disiramkan ketanah ,untuk mengendalikan hama WERENG di sawah ( catatan, hingga saat ini, hal ini masih biasa dilakukan di wilayah sentra padi di Pantura Jabar).  Pemberian “OBAT MERAH ” untuk mengendalikan penyakit tanaman, Menumbuk “OBAT  NYAMUK  BAKAR” untuk disemprotkan pada tanaman yang terserang kutu/hama thrips, bahkan disemprotkan larutan DESINFEKTAN pembersih lantai untuk mengatasi serangan penyakit tertentu.
8. (Pengambilan gambar pada tanggal 23 Juni 12,pengambilan gambar dari sudut yang sama,hanya agak mundur sedikit),tinggi tanaman sudah mulai “mengejar” tehnik tetangga yang menggunakan sistem pertanian kimia murni.)
Langkah-langkah yang tidak logis tersebut diatas,dilakukan oleh petani,karena adanya “kejenuhan” akibat hama yang “bandel”,setelah disemprot dengan insektisida dosis tinggi  dicampur dengan beberapa jenis insektisida ,tanaman masih saja terserang hama ,bahkan sering terjadi, hama nya “lenyap” tanamannya juga ikut “lenyap/terbakar”.   Harapan kami,pengertian dan langkah pengendalian Hama dan penyakit dengan BASIS PERTANIAN ORGANIK ,yang kami paparkan ini, bisa menjadi  solusi pertanian di MASA DEPAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


empat × 9 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


tiga + = 11

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>