Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: June 21, 2012

PUPUK BERIMBANG DAN BENIH HYBRIDA

Anda mungkin pernah  mendapatkan informasi tehnik budidaya cabe,perihal penggunaan pupuk dasar dan pupuk susulan untuk tanaman Cabe,yang diistilahkan sebagai PUPUK BERIMBANG, yang jumlahnya sbb:
 Urea 200 -300  kg,  ZA  300-450 kg /ha dan KCl  250 -300  kg /ha ,TSP/SP-36,   300 -400  kg/ha,yang diberikan seminggu sebelum tanam. Rekomendasi lain apabila pupuk tunggal ini diganti dengan pupuk Majemuk, NPK, totalnya sekitar 1-1.5 ton /ha.
1. Pengamatan Awal pada  tanaman Cabe,tomat dan Petcay menggunakan tehnik kliniktaniorganik,kembang langit.
Sebelum membahas  perihal dosis pupuk yang direkomendasikan oleh suatu lembaga penelitian tersebut diatas,kami akan mempertanyakan istilah PUPUK BERIMBANG, menurut kami pengertian BERIMBANG  ini perlu dipertanyakan kembali…. Berimbang dalam hal apa?  Menganalisa komposisi  yang disarankan,hanya terdapat Unsur Makro sbb : NITROGEN,BELERANG, KALIUM DAN PHOSFAT  sedangkan unsur Mikro  hanya diberikan unsur  Cl,Chlor,unsur mikro yang lainnya seperti Fe,Cu, Boron, Natrium,Mangan, Zink tidak ada. Jadi per IMBANGAN nya dalam hal apa ya?
2. Pengamatan selanjutnya,tanggal 8 Juni 2012.
Anjuran dosis PUPUK KIMIA yang direkomendasikan sekitar 1-1.5 ton /ha, apa tidak terlalu banyak? Apalagi diberikan satu minggu sebelum tanam,apakah tanaman yang baru pindah tanam/istilah kami tanaman “bayi”,siap menerima makanan DINGIN DAN ASAM SEBANYAK ITU ( Nitrogen,pupuk DINGIN,sedangkan pupuk lain,mengandung BELERANG  tinggi yang bereaksi… ASAM ). Ini ibaratnya “bayi” diberi minuman  “ES BUAH”, DINGIN DAN ASAM.
3. Pengamatan yang dilakukan tanggal 12 Juni 12, masih dalam lokasi yang sama dengan gambar 1 dan 2, Desa Laksana,Kec. Ibun Kamojang, Kab. Bandung,Jabar.
Dalam aplikasi tanaman milik Bapak Tata Supita (P. Upit) ini,memang kami masih menggunakan pupuk kimia,tetapi tidak sebanyak itu,kami hanya menggunakan tidak lebih dari  1/2  dosis anjuran. Kenapa masih digunakan PUPUK KIMIA,salah satu alasannya adalah karena yang digunakan adalah…. benih  Hybrida,F1.
4. Sebagaimana kita ketahui benih  Hybrida  (Pada tanaman,Padi, Jagung,dan sayuran) merupakan  salah satu program REVOLUSI HIJAU ,yang didisain untuk  peningkatan produktifitas tanaman.  Benih  Hybrida yang disebut juga “benih unggul”, merupakan persilangan misalnya antara  induk yang berumur pendek dengan  induk yang ber”peranakan” banyak,sehingga diharapkan dapat menghasilkan produksi yang berlipat ganda.
5. Pengamatan pada tanggal 19 Juni 2012.  Tanaman tampak segar-bugar.
Jenis Benih Hybrida ini,tidak akan berproduksi tinggi apabila tidak diberi pupuk kimia yang tinggi pula.  Mungkin ada  diantara saudara yang  pernah menanam Bibit  Jagung Hybrida,yang tidak diberi pupuk kimia yang banyak, apa yang terjadi dengan produktifitas tanaman jagung tersebut? Berbuah lebat atau justru sebaliknya?
6. Hasil perkembangan tanaman hingga saat ini,memuaskan. Bikin betah…
Dilematis antara pupuk kimia dan benih hybrida ini perlu disikapi secara bijaksana, diberi pupuk yang  banyak, tanaman beresiko tinggi, sedangkan pemberian pupuk kimia yang  kurang ,akibatnya  produktifitas tidak sesuai yang diharapkan. Menyikapi hal yang demikian,solusi  kami adalah, dengan mengefektifkan daya serap tanah terhadap makanan/pupuk yang diberikan.
Kami mengibaratkannya  dengan manusia, sebagai contoh….ada  orang   yang daya serap LAMBUNGnya baik dan ada pula yang  kurang baik.  Seseorang yang daya serap lambungnya kurang baik,biasanya walaupun makanan yang dikonsumsinya banyak tetapi biasanya badannya tetap “kerempeng”,sedangkan sebaliknya seseorang yang daya serap  lambungnya efektif,makan sedikit saja ,tubuhnya “tambun”.
7. Pertumbuhan tanaman hingga saat ini…
Kalau pada manusia ,ada bakteri yang menguntungkan, yang disebut bakteri PREBIOTIK,untuk mengefektifkan daya serap dan daya kerja lambung/usus , maka pada tanah pun kita bisa memanfaatkan bakteri-bakteri  PENGURAI sebagai langkah untuk mengefektifkan “DAYA SERAP” tanah terhadap pupuk yang diberikan.    Oleh karena itu kami dalam setiap ujiterap dan aplikasi,selalu menganjurkan penggunaan pupuk kimia yang tidak terlalu banyak,dengan berpedoman bahwa yang penting makanan yang diberikan,terserap secara optimal.
Dengan demikian kendala benih-benih Hybrida yang memerlukan Pupuk yang  “boros” dapat diatasi,melalui metode kami dengan  PENGECORAN menggunakan PROTEK-tan dan  PUPUK ORGANIK CAS (yang banyak mengandung BAKTERI-BAKTERI PENGURAI ) .
TERNYATA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS TANAMAN,…PERTANIAN ORGANIK MEMEGANG PERANAN YANG TIDAK BISA DIANGGAP  KECIL.