Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juni 2012

1 2 3 4 »

AKAR GADA ,Plasmodiophora brassicae, PADA KUBIS,teratasi…

Penanggulangan masalah akar gada,bisa jadi penyakit yang menjadi kendala utama pada pertanaman kubis.  Bisa jadi pada saat serangan berjangkit,persentase serangan lebih dari 50 % bahkan bisa total.
1. (Pada kesempatan ini,kami tampilkan pengamatan lanjutan pada tanaman kubis milik H.  Rahmat, Cikandang,Cikajang Garut, bisa kita lihat pada gambar hasil aplikasi setelah 4 kali pengecoran,crop kubis  mulai membentuk dan ukuran terlihat besar- besar)
2.  (Tanaman kubis ini,awalnya ditumpang sarikan dengan tanaman tomat/terlihat bekas ajir,bambu penyangga) Menurut pengalaman petani tersebut,biasanya tanaman kubis yang ditumpangsarikan dengan tomat,ukurannya tidak sebesar-besar ini.
3.  Pada kesempatan ini,kami mengajak Sdr. Watno dari Desa Petaling,Kab. Muaro Jambi,Prop. Jambi,yang sengaja  berkunjung ke Garut untuk melihat langsung tehnik pertanian organik,ala kembanglangit.
4.Populasi jumlah tanaman kubis sekitar 40.000 tanaman. Masalah akar gada pada tanaman kubis ini,ternyata dapat teratasi  dengan menggunakan tehnik pengendalian berbasis pertanian organik,ala kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT.
5. Sdr. Watno,sedang mengamati pelepah dan buah kubis yang sebesar, “nampan beras”.  Selain akar gada,masalah bercak daun alternaria brassicae,juga dapat teratasi.  Hal prinsip yang kami lakukan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur, Plasmodiophora brassicae ini adalah dengan mengupayakan akar serabut tumbuh secara pesat, dan mengupayakan pula agar Akar Tunggang kubis,yang terserang  “membusuk”.
6. Pertumbuhan akar serabut ini sangat besar pengaruhnya apabila akar tunggang sudah terserang penyakit ini.  Akar serabut tersebut akan mengimbangi dan berupaya menyerap unsur hara karena akar tunggang sudah “bengkak”terinfeksi Plasmodiophora brassicae. Akar serabut akan menjadi “penyeimbang”  dan mengambil alih fungsi dari akar tunggang untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah.  Memang dalam perkembangnnya biasanya ukuran kubis yang sudah terserang akar tunggangnya, ukuran Cropnya tidak sebesar apabila akar tunggang tidak terganggu.
7.  Ukuran buah/Crop kubis yang besar dibandingkan dengan kemasan rokok.
Dengan tehnik pertanian,berbasis pertanian organik,ala  kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT, pertama yang dilakukan adalah dengan mengupayakan agar tanah menjadi “gembur” terlebih dahulu,sehingga diharapkan apabila tanah sudah gembur adalah pertumbuhan akar serabut menjadi “leluasa” bergerak.  Langkah selanjutnya adalah mengkondisikan agar Plasmodiophora brassicae tidak sesuai media tumbuhnya disekitar perakaran tersebut.  Demikianlah yang kami lakukan. Hasilnya…terlihat pada gambar-gambar  diatas.
OLEH KARENA ITU, APALAGI YANG DIRAGUKAN DENGAN KONSEP BASIS  PERTANIAN ORGANIK.

HASIL APLIKASI, MENGATASI VIRUS KUNING DARI TASIKMALAYA 1.

Dalam acara yang digagas oleh, petugas pertanian setempat, SL  PHT , ada dua lokasi yang diamati,lokasi 1,ditempat pak Otim dan lokasi 2,pada lokasi Pak Ojay.  Kelompok tani Kp. Citerewes,Ds. Leuwisari, singaparna ini,merupakan pula petani-petani yang sudah beberapa waktu telah menggunakan tehnik yang dikembangkan oleh,klinik pertanian organik, KEMBANG LANGIT.
1. Lokasi 1,dalam pantauan peserta SL-PHT.
2. Pertumbuhan yang cukup memuaskan,setidaknya hingga saat ini,27 Juni 12, tanaman tidak terserang keriting daun dan Virus kuning…
3. Usia tanaman 49 hari,dengan pertumbuhan yang walau kurang merata,karena ketersedian bibit yang kurang,namun secara keseluruhan pertumbuhan sudah memuaskan.
4.  Tunas-tunas tanaman cabe TW/cabe besar ini,terlihat tidak menunjukkan gejala keriting daun.
5. Suplay unsur hara yang “siap saji” menjadi kunci…pengendalian keriting daun dan virus kuning.  Pemberian pupuk yang mengandung ” hijau daun”,mencegah tanaman menjadi “kuning”.
6.  Pemberian pupuk ternyata tidak cukup hanya diberi  PUPUK  , NITROGEN saja tetapi perlu pemberian makanan yang mengandung unsur hara lengkap ,baik unsur Makro maupun unsur hara Mikro,dan hal ini hanya akan tersuplay apabila kita  mengkombinasikan  pemberikan makanan yang bersumber dari bahan alami.  Ternyata konsep pertanian organik ala KPO KL ini,efektif mengendalikan tanaman dari serangan  KERITING DAUN DAN VIRUS KUNING.
 

PERTANIAN ORGANIK,ALA KPO KL MAHAL?

 Ada yang mengatakan bahwa sistem pertanian organik, ALA KPO KL berbiaya mahal,benarkah?
1. Gambar ini,adalah hasil pengamatan yang kami lakukan sejak,bulan Mei 12,saat ini,kondisinya sudah berbunga ,bahkan sebagian sudah berbuah.
 Kiranya perlu penjelasan lebih lanjut,apabila adanya pernyataan bahwa sistem pertanian organik ,sebagai produksi  berbiaya tinggi.  Kita uraikan dari pupuk dasar,…pupuk dasar berupa pupuk kandang yang biasa disarankan  /digunakan dalam sistem pertanian yang “baku” adalah sekitar 20 – 30 ton /ha  (kami menggunakan sebagai pembanding ,bersumber dari,salah satu lembaga riset resmi),sedangkan dengan sistem kami adalah sekitar  50 % dari standar tersebut 
2.(Masih dalam lokasi yang sama,kamera kami geser sedikit ke kanan,tampilan tanaman seperti terlihat dalam gambar.
Demikian pula,untuk pupuk kimia nya ,sebagai pupuk dasar,adalah sekitar 4- 5 kw per ha nya,hal ini masih jauh dibawah rekomendasi lembaga penelitian resmi ,yang kebutuhannya sekitar  1- 1.5 ton.
3.( Pengambilan gambar dilakukan pada tanggal 23 Juni 2012, kamera diarahkan bergeser lagi ke arah kanan).
Perlakuan berupa penyemprotan Pestisida , dilakukan sebagai mana biasanya,yaitu seminggu sekali.  Insektisida kimia yang diberikan “ala kadarnya”,sedikit sekali,sedangkan fungisida sangat dianjurkan pada kondisi seperti saat ini (kemarau),untuk sebaiknya dihindari,karena memberi dampak pada tanaman yang menjadi kaku bahkan bisa menyebabkan keriting daun,kalaupun digunakan untuk mengantisipasi  “embun pagi” diberikan dengan dosis  yang rendah saja.
5.  Kami tidak pula menyarankan pemberian,Insektisida Abamektin, pupuk daun,pupuk buah,perekat  bahkan hormon pertumbuhan/ZPT.   Bisa  kita hitung,berapa pengurangan biaya  yang dikeluarkan   apabila kita tidak membeli lagi sarana -sarana produksi yang tersebut diatas ? Jadi kalau begitu,Dimana letak MAHAL NYA ?
5.  Bahkan dalam pemberian pupuk susulan pun ,kami menyarankan pemanfaatan  “limbah” ternak yang dimatangkan terlebih dahulu,adapun penggunaan pupuk kimia NPK hanya sekitar 1-2 kg saja per drum 200 liter air.
6. Belum lagi apabila kita hitung dampak-dampak dari penggunaan pupuk dan pestisida kimia,antara lain beberapa penyakit seperti terjadinya mutasi gen pada organ tubuh manusia sebagai dampak negatif dari akumulasi bahan-bahan kimia yang dikonsumsi setiap hari.  Pernahkah anda melihat /memperhatikan, “kuah ” sayur bayam,causin yang berwarna kehitaman akibat tingginya residu  pada daun tanaman?    Berapa biaya yang mesti dikeluarkan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan  mengkonsumsi sayuran “beracun” tersebut.