Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PHT (PENGENDALIAN HAMA TERPADU) PADA TANAMAN HORTIKULTURA

SELURUH GAMBAR  DALAM MAKALAH INI MERUPAKAN,HASIL HASIL APLIKASI DENGAN  KONSEP PHT/PTT (PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU),VERSI KEMBANG LANGIT.Sengaja kami tampilkan gambar hasil aplikasi kami,untuk menyatakan bahwa konsep tersebut bukan hanya konsep belaka tetapi telah kami lakukan secara terus menerus/berkelanjutan.

Pengendalian hama terpadu didefinisikan sebagai cara pendekatan atau cara berfikir tentang pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan berkelanjutan. Dengan pengertian ini, konsepsi PHT telah sejalan dengan paradigma pembangunan agribisnis. Konsep PHT muncul dan berkembang sebagai koreksi terhadap kebijakan pengendalian hama secara konvensional yang menekankan penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida dalam kerangka penerapan PHT secara konvensional ini menimbulkan dampak negatif yang merugikan baik ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan sebagai akibat penggunaan yang tidak tepat dan berlebihan.

Pelaksanaan program pengendalian hama terpadu (Integreted Pest Management) merupakan langkah yang sangat strategis dalam kerangka tuntutan masyarakat dunia terhadap berbagai produk yang aman dikonsumsi, menjaga kelestarian lingkungan, serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan yang memberikan manfaat antar waktu dan antar generasi. Salah satu pertimbangan dasar, pentingnya melakukan introduksi teknologi PHT, adalah adanya pergeseran strategi pembangunan dari pendekatan pertumbuhan, top down, dan bersifat jangka pendek (pola pembangunan konvensional) ke arah pendekatan pembangunan pemerataan, partisipatif, jangka panjang dan berkelanjutan yang disebut pola pembangunan berkelanjutan

Penggunaan PESTISIDA  dan PUPUK KIMIA menjadi hal yang penting  dalam dunia pertanian saat  ini,namun ternyata penggunaan yang berlangsung secara terus menerus dan dalam dosis yang tinggi akhirnya penggunaan bahan kimia tidak lagi memberikan solusi peningkatan hasil-hasil pertanian. Hal  ini disebabkan karena hama dan  penyebab penyakit justru menjadi lebih tahan ( resisten ) terhadap penggunaan bahan kimia tersebut .  Penerapan  konsep   revolusi hijau (”Green revolution”)  yang pada awalnya, usaha ini dapat memberikan hasil pertanian yang memuaskan, namun beberapa beberapa saat  kemudian justru terlihat gejala-gejala negatif mempengaruhi konsep pertanian tersebut. Konsep revolusi hijau memang menawarkan penggunaan Varietas Hybrida yang berpotensi hasil tinggi dan lebih genjah dibandingkan varietas lokal,namun disayangkan penggunaan varietas ini, perlu diiringi dengan penggunaan pupuk kimia dengan dosis tinggi demikian juga ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit relatif lebih lemah sehingga diperlukan tehnik pengendalian hama yang lebih intensif pula .  Secara umum Efek negatif  dari konsep REVOLUSI HIJAU,saat ini telah terasa antara lain berupa :

1. Resistensi/kekebalan, hama dan penyakit

2.Timbulnya hama hama baru,yang awalnya bukan merupakan hama utama  sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan populasi hama dan patogen sekunder

3.Berkurangnya populasi serangga yang bermanfaat sebagai predator/Parasitoid  hama

4. Efek kesehatan terhadap  manusia berupa bahan residu  kimia yang terkandung dalam  tanaman dan juga tanah

5. Tanaman menjadi rapuh dan menjadi mudah terserang hama dan penyakit,yang justru memudahkan timbulnya kerusakan tanaman yang lebih parah

Memperhatikan berbagai efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA tersebut, maka mulai diadakan penelitian-penelitian yang mengarah kepada penggunaan jasad hidup untuk penanggulangan kerusakan di dunia pertanian, yang dikenal dengan pengendalian biologi (”Biologic control”). Dalam metode ini dimanfaatkan serangga dan mikro organisme yang bersifat predator dan  parasitoid. Usaha untuk meningkatkan hasil pertanian terus berlanjut dengan memperhatikan aspek KEAMANAN LINGKUNGAN, KESEHATAN MANUSIA dan ASPEK EKONOMI, maka muncul istilah ”INTEGRATED  PEST CONTROL”, integrated pest control dan selanjutnya menjadi integrated pest management (IPM), yang dikenal dengan PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) juga ada istilah PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT).

Hasil yang kami dapatkan seperti yang kami tampilkan dalam gambar-gambar pada halaman ini,juga merupakan hasil PENELITIAN yang kami lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.   Metode dan konsep PHT/PTT,berupaya kami terapkan,namun dengan modifikasi sana sini.

Aspek aspek yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dari PHT/PTT, itu sendiri kami perhatikan betul.

Aspek KEAMANAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Penggunaan bahan alami berupa ekstrak dari tanaman yang bersifat Repellen,kami gunakan sebagai pengendali hama dan penyakit,sehingga dampak negatif berupa residu yang tersisa pada tanaman dan tanah,bisa diminimalisasi.  Metode pengendalian hama  yang kami lakukan adalah tidak dengan MEMATIKAN HAMA ,sehingga efek resistensi/kekebalan hama,tidak terjadi.  Tehnik penolakan dan mengkondisikan agar hama tidak mau makan tanaman yang sedang dibudidayakan dengan konsep ini kami rasa sudah cukup dalam menerapkan salah satu tehnis pengendalian hama secara terpadu . Dengan konsep ini kita juga tidak perlu k hawatir akan timbulnya ledakan hama jenis baru atau timbulnya suatu biotype baru dari jenis hama tertentu.  Salah satu metode yang selalu kami kemukakan adalah dengan penggunaan dari puuk kimia yang rendah,sedangkan sering pula kami ungkapkan bahwa dengan pemberian pupuk kimia yang berlebih adalah menjadi rentannya tanaman terhadap serangan HAMA DAN PENYAKIT .  Hasil aplikasi kami diatas menunjukkan hasil, bahwa dengan mengkondisikan tanaman yang sehat ternyata serangan HAMA DAN PENYAKIT JUGA tidak terlalu tinggi KARENA TERBENTUK IMUNITAS DARI “TUBUH” tanaman itu sendiri.  Tehnik pengendalian hama yang kami kembangkan memang masih menggunakan sekitar 5-10 persen pestisida kimia,sehingga kita tidak perlu khawatir akan residu bahan kimia pada hasil produksi pertanian.  Hal ini tentunya menghasilkan hasil produksi yang aman untuk dikonsumsi,tidak seperti halnya hasil yang menggunakan pestisida kimia.

ASPEK EKONOMI

Jelas dengan hasil yang seperti terlihat pada Gambar-gambar yang kami tampilkan ( bisa juga di lihat pada Video/You Tube,kami),menunjukkan peningkatan produktifitas, tanaman berbuah lebat dan bahkan tunas tunas baru bermunculan terus dan menghasilkan bunga dan buah yang lebat pula,(seperti terlihat pada gambar dibawah ini).  Dari segi aspek EKONOMI hal ini tentunya akan menguntungkan,karena selain PRODUKTIFITAS yang meningkat juga kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang tinggi untuk membeli produk produk pestisida yang berharga mahal.

Selain mengurangi biaya produksi berupa pestisida kimia,ternyata sudah kami buktikan pula,kita tidak memerlukan lagi biaya untuk pembelian PUPUK DAUN,PUPUK BUAH,ZPT/HORMON PERTUMBUHAN dan SEKALIGUS JUGA kita TIDAK LAGI MEMERLUKAN BAHAN PEREKAT dan PERATA. Bisa kita  hitung  berapa pengurangan biaya yang dikeluarkan.

Mungkin ada pertanyaan dalam benak anda,mengapa ada produk yang seperti ini,SEGALA  MACAM FUNGSI ADA?

Seperti yang sudah pernah kami kemukakan bahwa bahan baku yang kami gunakan adalah murni bahan alami,dimana bahan alami tersebut berasal dari tanaman.  Tanaman tertentu ternyata efektif sebagai pengendali hama,selain itu jelas ekstrak tanaman bisa dimanfaatkan sebagai pupuk daun,pupuk buah ,hormon pertumbuhan untuk tanaman lainnya. Jadi sangat simpel ternyata…

Hama thrips,tungau ,kutu kebul, lalat buah dan Ulat ternyata menjauh.  Selain kombinasi perlakuan yang kami lakukan secara tehnik alami,juga menghindarkan tanaman dari serangan penyakit seperti patek dan layu fusarium.

Prinsip Penerapan

Menurut Direktorat perlindungan HORTIKULTURA

Ada 4 (empat) prinsip penerapan PHT, yaitu : (1) budidaya tanaman sehat, (2) pelestarian dan pendayagunaan musuh alami, (3) pengamatan mingguan secara teratur, dan (4) petani berkemampuan melaksanakan dan ahli PHT.

Budidaya tanaman sehatmerupakan prinsip penting penerapan PHT dengan menggunakan paket teknologi produksi dan praktek agronomis, untuk mewujudkan tanaman sehat.

Pelestarian musuh alamimelalui pengelolaan dan pelestarian faktor biotik (pengendali alami) dan abiotik (iklim dan cuaca) agar mampu berperan secara maksimal dalam pengendalian populasi dan penekanan tingkat serangan OPT.

Pemantauan ekosistem secara teratur yaitu pemantauan hasil interaksi faktor biotik dan abiotik dan menimbulkan serangan OPT. Kegiatan pemantauan merupakan kegiatan penting yang mendasari pengambilan keputusan pengendalian.

Petani sebagai ahli PHTmerupakan tujuan penerapan agar petani memiliki kemampuan dan kemauan untuk menetapkan tindakan pengendalian sesuai prinsip PHT dan berdasarkan hasil pengamatan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani adalah latihan dan pemberdayaan petani.

 

Adapun penjabaran dari prinsip penerapan PHT,menurut versi kembang Langit adalah sebagai berikut:

1. BUDIDAYA TANAMAN SEHAT

 Kami selalu mengungkapkan perlunya mengkondisikan agar tanaman sehat,sebab tanaman yang sehat tidak perlu banyak “OBAT”.  Kriteria sehat menurut  kami dicirikan dengan kondisi daun BLT (BIRU,LENTUR dan TEBAL). Kalau melihat kondisi daun tanaman diatas,barangkali anda pun sepakat bahwa daun tanaman dalam kondisi sehat.  Kondisi yang demikian pada umumnya tidak lagi diperlukan Fungisida maupun Insektisida yang banyak,jadi hanya perlu sekedarnya saja. Selain daun perlu kiranya mengupayakan buah yang padat berisi dan mengupayakan agar kadar air pada buah rendah,hal ini berhubungan dengan ketahanan tanaman terhadap serangan hama lalat buah dan busuk buah akibat jamur antraknose/patek.  Hal  mendasar untuk mendapatkan kondisi tanaman yang sehat adalah dengan mengatur pola pupuk,sebagaimana yang telah kami uraikan di bagian lain web kami ini.

2. PELESTARIAN DAN PENDAYAGUNAAN MUSUH ALAMI

Penggunaan pestisida yang tidak mematikan ,justru menguntungkan, karena populasi dari musuh alami juga tetap terjaga.  Hal ini berbeda dengan penggunaan insektisida berbahan aktif kimia,karena selain hama target mati tetapi musuh nya hama,musuh alami hama berupa PREDATOR dan PARASITOID HAMA juga ikut MATI.  PROTEK-tan, PESNATOR ,cara kerjanya repellen dan antifeeden,menolak dan mengkondisikan agar hama tidak mau makan.

Kondisi tanah yang sudah berlumut,yang ditanami tanaman cabe secara berulang-ulang tanpa merubah posisi bedengan/guludan.  Kita tidak perlu khawatir tanah mengeras,karena dengan sistem organik tanah justru semakin lama semakin subur ,gembur dan tidak mengeras. Dengan sistem alami ini pula kita tidak perlu khawatir terjadi perpindahan /migrasi hama dan penyakit.

3. PEMANTAUAN EKOSISTEM SECARA TERATUR

Hal ini kami anggap sebagai salah satu KUNCI keberhasilan dalam bercocok tanam komoditas hortikultura. Pengamatan sangat diperlukan baik dari tingkat kepadatan populasi  per tanaman maupun intensitas serangan dalam suatu lokasi.  Namun mungkin terlalu sulit untuk memprediksi tingkat serangan populasi hama per tanaman,oleh karena itu kami condong untuk mendapatkan hasil pengamatan berdasarkan PERSENTASE /INTENSITAS SERANGAN DALAM SUATU LOKASI. Penghitungan “secara kasar” ini sangat diperlukan untuk mengambil suatu tindakan pengendalian.  Kenapa perhitungan gambaran secara keseluruhan ini diperlukan? Karena menurut hemat kami tehnik pengendalian hama atau penyakit ternyata berkaitan secara erat satu sama lain,bahkan terkadang pengendalian satu jenis hama bisa bertentangan/KONTRADIKSI dan berdampak justru timbul penyakit yang lain. Sebagai contoh apabila ada gejala serangan hama thrips dan virus kuning dan kemudian kita melakukan langkah pengendalian,namun yang terjadi justru timbulnya penyakit PATEK ATAU LALAT BUAH.  Perihal ini telah kami uraikan dalam bagian lain di web kami.

Jadi ada kata kunci dalam penerapan PHT /PTT ini,PENGAMATAN…

Pengamatan tentang jenis hama penyakitnya  dan luasan serangan dalam suatu area, sebab tehnik yang kami kembangkan adalah adanya

SKALA PRIORITAS PENGENDALIAN,setelah pengamatan tersebut.   SKALA PRIORITAS ini,diperlukan agar kita tidak salah langkah dalam mengambil keputusan dalam tehnik pengendalian.  Semisal dalam suatu area penanaman ada gejala serangan busuk buah /patek,maka tindakan yang biasa kami lakukan adalah menghentikan semua pupuk yang mengandung unsur PENYUBUR,namun dampaknya apabila dalam lokasi yang sama tersebut ada gejala keriting daun,maka… masalah keriting daunnya  tentunya tidak akan teratasi karena UNSUR”PENYUBUR nya” tidak kita berikan.  Ada kontradiksi… perlakuan dalam hal ini.  Intinya dalam contoh  kasus ini,adalah sebelum mengambil langkah pengendalian,apakah masalah BUSUK BUAH PATEK yang kita PRIORITASKAN atau MASALAH KERITING DAUN yang terlebih dulu ditanggulangi.  Hal ini akan efektif apabila ada data pengamatan yang akurat dilapangan.

Kami memahami dan memaklumi begitu banyaknya metode dan tehnik yang berkembang dalam masyarakat petani,perihal tehnis budidaya tanaman HORTIKULTURA ,termasuk dalam hal ini tehnik yang dikembangkan oleh PT.KEMBANG LANGIT.

Tehnik kami juga sangat menekankan PENGAMATAN tersebut,dan kami sebagai INOVATOR tehnologi ini sangat memerlukan juga data pengamatan dari Anda,berupa gambar/foto yang kami harapkan nantinya bisa kita analisa secara bersama-sama.  Foto tanaman terakhir dari anda ini akan sangat membantu kami dalam menerapkan metode sesuai standar yang telah kami buat.  Jadi kami tidak memberikan rekomendasi secara d “terawang”/ mengira -ngira hanya berdasarkan informasi LISAN saja.

4.  PETANI  SEBAGAI AHLI PHT/PTT

Kami berharap suatu waktu metodologi dan konsep PHT versi KEMBANG LANGIT ini,dapat kami ” tranferkan” pada petani-petani diseluruh bumi pertiwi.  Sebagaimana yang telah kami kemukakan,tehnik kami adalah mengibaratkan sedang berkendaraan,dimana saatnya kita  “menginjak gas ” dan dimana saatnya harus “Mengerem “,awalnya mungkin karena belum terbiasa akan kaku tetapi apabila sudah terbiasa akhirnya akan LANCAR ,MAHIR bahkan akan menjadi AHLI  juga.  Kami menyadari banyak ahli-ahli dibidang budidaya hortikultura,dengan metodologi nya masing -masing,namun ini adalah tehnik kami yang  “ORIGINAL”,berdasarkan hasil Riset kami sendiri yang mungkin akan berbeda dalam penerapan pupuk dan pestisidanya dengan tehnik yang selama ini digunakan  oleh mesyarakat petani.  Oleh karena itu kami siap untuk secara bersama-sama dan bersinergi,untuk MEMASYRAKATKAN TEKHNOLOGI PERTANIAN KPO-KL ,pada anda semua,sehingga makin banyak PETANI yang  AHLI dibidang PHT/PTT dengan METODE KEMBANG LANGIT

PERTANIAN ORGANIK,MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN

15 Responses to PHT (PENGENDALIAN HAMA TERPADU) PADA TANAMAN HORTIKULTURA

  1. klinikta mengatakan:

    Tq very much

  2. sujianto mengatakan:

    kang, ni aku mau mulai lagi tanam cabe. agar gak gagal lagi, dari awal ini aku siapkan dg baik. saat ini aku mau nyiapkan pupuk kandangnya. untk pupuk kandang, bahan yang ada untk daerah saya adalah pupuk kambing dan pupuk sapi/kerbau. auntk pupuk ayam sulit untk dapatkan. lalu bgaimana cara mematangkan pupuk tsbt? dimatangkan dihamparan sawah atau dimatangkan dirumah spt buat ppk bokhasi? juga perbandingan ppk kambing dan ppk sapi? suwun kang.

    • klinikta mengatakan:

      Untuk tehnisnya ,kita kirimkan ke email nya. Semoga berhasil pak, kami mohon kordinasinya,terutama dalam hal pengamatan,agar kami dapat juga ikut mengamati,kami mohon kiriman gambar perkembanagn tanaman dari minggu ke minggu,agar saran rekomendasi untuk aplikasinya bisa sesuai prosedur standar kami. Trims pak atas kerjasamanya.

  3. widodo mengatakan:

    pak ini tanaman cabai saya baru tanam umur 2 minggu udah terlihat serangan kriting daun krn trips, mohon petunjuk untuk pengocoran dan penyemprotan, sebaiknya insektisida apa yg dapat diaplikasikan dengan protektan agar trips segera pergi, dan pupuk kimia apa yang bisa diaplikasikan dg pupuk cas, dan berapa dosis masing2 agar tanaman segera kembali subur. ini kami lakukan karena kami belum berani menggunakan 100 persen organik, trimakasih atas saran dan petunjuknya.

    • klinikta mengatakan:

      maaf Mas widodo sudah menggunakan? dapat Produknya dari mana? Apabila sudah menggunakan,tolong kami dikirimi gambarnya. Mas Widodod dari daerah mana?

  4. Rintakasari V.A.P mengatakan:

    Pak kalau saya ingin menanam di halaman rumah dengan luas yang tidak terlalu besar apakah bisa dilakukan dengan metode yang bapak punya? karena kalau saya baca penjelasan di atas metode dan konsep PHT versi kembang langit sepertinya hanya untuk petani. Apakah bisa untuk ibu rumah tangga seperti saya? Terimakasih

  5. abidin mengatakan:

    pak saya berencana mengganti tanaman cabe rawit saya yang telah berumur -+ 4 bulan dan sangat rusak terserang berbagai macam hama dan penyakit tanaman cabe, dengan tanaman yang baru, luas sekitar 300 bata. lokasi lahan di areal persawahan yang diapit tanaman padi (petani lain sebelah kiri dan kanan menanam padi), kondisi tanah minim bahan organik karena bertahun-tahun menggunakan pupuk dan pestisida kimia bila musim kemarau tanah sangat keras. pupuk kandang yang tersedia adalah kotoran ayam. saya akan menggunakan produk dari Kembang Langit mohon penjelasan detail tehniknya.
    Terima kasih

    • klinikta mengatakan:

      Kepada yth Bp. Abidin
      di
      Ciamis

      Kami ucapkan terima kasih atas,minatnya terhadap pertanian organik.
      Memang kalau tanamannya terlalu lanjut usia,agak susah untuk dibenahi. Untuk pengadaan ke luar daerah biasanya kami kirimkan melalui ekspedisi . Bisa langsung saja kontak kami pak Abidin,di nomor tertera pada web ini. Tehnis- tehnis penggunaannya nanti kami kirimkan pula.Trims

  6. ocha mengatakan:

    Salam kenal pak,
    Untuk pemula seperti saya mau menanam cabe merah dilahan lebih kurang 0,5 ha, mohon panduannya pak? Gimana caranya agar saya bisa sukses bertanam cane ini? Trm ksh pak.

  7. klinikta mengatakan:

    Waalikum salam wr. wb, kalau pupuknya kita kurangi 50-60 % dari anjuran biasa,hanya kami tidak memiliki alternatif yang bapak maksudkan dan kurang memahami produk lain. Posisi dimana pak?

  8. Fauzi mengatakan:

    Lokasi saya di Jember pak, kalau di jember yang banyak di pasarkan adalah Poc atw pupuk organik cair yang dipasarkan oleh nasa, sedangkan pupuk daunnya Topsil, green tonik , biofast. dan poc dari nasa sering di aplikasikan dg pupuk makro, numun hasilnya masih kurang maksimal.

  9. klinikta mengatakan:

    Salam kenal pak Fauzi,tehnik kami juga mengkombinasikan dengan pupuk makro kimia,dengan kadar rendah,hanya memang ada pola khusus kami,antara memberikannya dengan dosis rendah dan ada saatnya memberikan dalam kadar yang agak di “gas”.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


satu − 1 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

15 Responses to PHT (PENGENDALIAN HAMA TERPADU) PADA TANAMAN HORTIKULTURA

  1. klinikta mengatakan:

    Tq very much

  2. sujianto mengatakan:

    kang, ni aku mau mulai lagi tanam cabe. agar gak gagal lagi, dari awal ini aku siapkan dg baik. saat ini aku mau nyiapkan pupuk kandangnya. untk pupuk kandang, bahan yang ada untk daerah saya adalah pupuk kambing dan pupuk sapi/kerbau. auntk pupuk ayam sulit untk dapatkan. lalu bgaimana cara mematangkan pupuk tsbt? dimatangkan dihamparan sawah atau dimatangkan dirumah spt buat ppk bokhasi? juga perbandingan ppk kambing dan ppk sapi? suwun kang.

    • klinikta mengatakan:

      Untuk tehnisnya ,kita kirimkan ke email nya. Semoga berhasil pak, kami mohon kordinasinya,terutama dalam hal pengamatan,agar kami dapat juga ikut mengamati,kami mohon kiriman gambar perkembanagn tanaman dari minggu ke minggu,agar saran rekomendasi untuk aplikasinya bisa sesuai prosedur standar kami. Trims pak atas kerjasamanya.

  3. widodo mengatakan:

    pak ini tanaman cabai saya baru tanam umur 2 minggu udah terlihat serangan kriting daun krn trips, mohon petunjuk untuk pengocoran dan penyemprotan, sebaiknya insektisida apa yg dapat diaplikasikan dengan protektan agar trips segera pergi, dan pupuk kimia apa yang bisa diaplikasikan dg pupuk cas, dan berapa dosis masing2 agar tanaman segera kembali subur. ini kami lakukan karena kami belum berani menggunakan 100 persen organik, trimakasih atas saran dan petunjuknya.

    • klinikta mengatakan:

      maaf Mas widodo sudah menggunakan? dapat Produknya dari mana? Apabila sudah menggunakan,tolong kami dikirimi gambarnya. Mas Widodod dari daerah mana?

  4. Rintakasari V.A.P mengatakan:

    Pak kalau saya ingin menanam di halaman rumah dengan luas yang tidak terlalu besar apakah bisa dilakukan dengan metode yang bapak punya? karena kalau saya baca penjelasan di atas metode dan konsep PHT versi kembang langit sepertinya hanya untuk petani. Apakah bisa untuk ibu rumah tangga seperti saya? Terimakasih

  5. abidin mengatakan:

    pak saya berencana mengganti tanaman cabe rawit saya yang telah berumur -+ 4 bulan dan sangat rusak terserang berbagai macam hama dan penyakit tanaman cabe, dengan tanaman yang baru, luas sekitar 300 bata. lokasi lahan di areal persawahan yang diapit tanaman padi (petani lain sebelah kiri dan kanan menanam padi), kondisi tanah minim bahan organik karena bertahun-tahun menggunakan pupuk dan pestisida kimia bila musim kemarau tanah sangat keras. pupuk kandang yang tersedia adalah kotoran ayam. saya akan menggunakan produk dari Kembang Langit mohon penjelasan detail tehniknya.
    Terima kasih

    • klinikta mengatakan:

      Kepada yth Bp. Abidin
      di
      Ciamis

      Kami ucapkan terima kasih atas,minatnya terhadap pertanian organik.
      Memang kalau tanamannya terlalu lanjut usia,agak susah untuk dibenahi. Untuk pengadaan ke luar daerah biasanya kami kirimkan melalui ekspedisi . Bisa langsung saja kontak kami pak Abidin,di nomor tertera pada web ini. Tehnis- tehnis penggunaannya nanti kami kirimkan pula.Trims

  6. ocha mengatakan:

    Salam kenal pak,
    Untuk pemula seperti saya mau menanam cabe merah dilahan lebih kurang 0,5 ha, mohon panduannya pak? Gimana caranya agar saya bisa sukses bertanam cane ini? Trm ksh pak.

  7. klinikta mengatakan:

    Waalikum salam wr. wb, kalau pupuknya kita kurangi 50-60 % dari anjuran biasa,hanya kami tidak memiliki alternatif yang bapak maksudkan dan kurang memahami produk lain. Posisi dimana pak?

  8. Fauzi mengatakan:

    Lokasi saya di Jember pak, kalau di jember yang banyak di pasarkan adalah Poc atw pupuk organik cair yang dipasarkan oleh nasa, sedangkan pupuk daunnya Topsil, green tonik , biofast. dan poc dari nasa sering di aplikasikan dg pupuk makro, numun hasilnya masih kurang maksimal.

  9. klinikta mengatakan:

    Salam kenal pak Fauzi,tehnik kami juga mengkombinasikan dengan pupuk makro kimia,dengan kadar rendah,hanya memang ada pola khusus kami,antara memberikannya dengan dosis rendah dan ada saatnya memberikan dalam kadar yang agak di “gas”.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


8 − tujuh =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>