Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

MENGATASI KERITING DAUN DENGAN PENGECORAN

Sudah lumrah penanganan masalah keriting daun adalah dengan menyemprotkan akarisida berupa abamektin dan insektisida jenis lain,dengan menyemprotkan pada daun tanaman. Langkah inilah pada saat ini yang menjadi andalan petani apabila terjadi masalah akibat isapan  hama trips,tungau atau kutu kebul tersebut.  Pada kesempatan ini kami ingin berbagi pengalaman,bahwa selain mengandalkan  penyemprotan dari atas ternyata ada langkah yang lebih penting yaitu dengan tehnik pemberian pemupukan lewat bawah.  Bahkan menurut pengamatan dan pengalaman kami dilapangan ,efektifitas  untuk proses pemulihan dari tehnik pemupukan lewat pengecoran ini,bisa lebih dari 60 persen…..,besar sekali memang.  Sebagai pembuktiannya kami lanjutkan hasil yang telah dan sedang berlangsung hingga saat ini.

A.1.  Kami bersyukur,untuk kesekian kali kami membuktikan teori kami… tinggi tanaman cabe sudah  melewati tinggi dari pemiliknya ,kang ujang… Tutugan Leles , Garut, Jawa barat. Buahnya pun bisa anda perhatikan ,betapa lebatnya. Ini bukan rekayasa sama sekali,berkali-kali kami melakukan uji aplikasi baik oleh kami sendiri maupun oleh petani kami diluar Garut.

A.2. Mungkin anda bertanya,yang keriting diatas tetapi kenapa perlakuannya di prioritaskan dari dari bawah? Penjelasannya berikut  dibawah ini.

A.3. Hasil demikian bukan kita ambil,pada saat tanaman sudah besar begini,tanaman ini hasil pantauan kami sejak 3 bulan yang lalu ,sejak tanggal 28 Desember 2011.

A.4. Pengambilan gambar awal,tanggal 28 Desember 2011,usia 20 harian. Bisa anda perhatikan,latar belakang dari pengambilan gambar ini,tetap dilakukan pada lokasi yang sama.  Bagi anda yang berminat untuk melihat kondisi tanaman uji apliksa kami,silahkan untuk datang ke tempat kami,dan uji aplikasi kali ini kami lakukan di dekat kantor kami.  Tutugan- Leles, Garut.

A.5.  Buah yang lebat,tumbuh disetiap  tangkai/percabangan.  Bahkan tampak buah cabe sudah ada yang mulai memerah…,rupanya sebentar lagi panen…

A.6.  Selain buah cabe,buah tomat juga mulai membesar,bahkan buah tomatnya sudah panen 2 kali.

A.7. Walaupun memang masih ada satu – dua ekor,hama trips yang hinggap pada daun cabe tetapi yang terpenting adalah cabe tidak terserang keriting daun.

A.8.  Kita kembali lagi,pada pokok pembahasan…Keriting daun ternyata tidak cukup hanya mengandalkan dari penyemprotan saja,ini jelas dan sudah sempat pada kesempatan yang lalu kita pernah membahasnya.  Jumlah dan populasi hama trips dan tungau pada satu permukaan daun saja apabila kita amati,bukan main banyaknyaHama ini jelas akan mengisap cairan daun yang banyak,sehingga warna/zat  hijau daun,unsur hara tanaman akan berkurang  secara drastis.

A.9. Sedangkan untuk memulihkan kondisi daun yang terserang hama penyebab keriting daun,perlu adanya suplai makanan yang selain untuk mengganti nutrisi yang diisap juga perlu pengisian dan nutrisi untuk “mendorong” tunas-tunas baru.  Jadi harus disuplai unsur hara yang “ekstra”.  Tentunya hal ini tidak cukup hanya lewat DAUN atau melalui penyemprotan saja tetapi perlu juga tentunya “DORONGAN” dari bawah/ PUPUK MELALUI PENGECORAN.

A.10.  Mungkin anda pun berkata: “tanaman saya sudah saya beri pupuk yang banyak bahkan sudah saya cor dengan NPK + KNO+ Phonska+ Calsium+ Boron+KCL dll, hingga hampir mencapai 10 kg per drum 200 liter air,tetapi kenapa tanaman saya tetap kerdil dan terserang keriting daun?”

A.11. Kenapa hal ini sampai terjadi,mestinya ada yang salah dalam pola pupuk yang anda berikan. Pola pemupukan yang kurang tepat menurut hemat kami adalah, PEMBERIAN PUPUK KIMIA YANG PORSINYA TERLALU BANYAK,TIDAK DIIMBANGI DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG/PUPUK ALAMI YANG TELAH MATANG,INTERVAL ANTARA WAKTU PENGECORAN SATU KE PENGECORAN BERIKUTNYA YANG TIDAK DISESUAIKAN  BERDASARKAN DENGAN KEBUTUHAN TANAMAN.   ADA SATU LAGI YANG MENURUT KAMI PERLU DILURUSKAN ADALAH,ADANYA KEBIASAAN PETANI YANG MELAKUKAN PENGECORAN DIBATASI HINGGA USIA TERTENTU ATAU TOTAL JUMLAH PENGECORAN YANG DIBATASI HANYA SEKIAN KALI DALAM SATU MUSIM TANAM. Hal ini tentunya kurang tepat,jumlah pengecoran dalam satu musim tanam tidak cukup dibatasi misalnya,hanya sampai 5-6 kali saja,setelah itu tidak dilakukan lagi pengecoran berikutnya. Logikanya,apakah manusia setelah usia nya lanjut,tidak perlu diberi makan lagi.  Kalau begitu kasihan dong… orang-orang tua kita.  Kayaknya langkah yang bijak adalah ,memberikan makanan hanya saja porsi dan jenis nya yang disesuaikan. Demikian pula halnya, harusnya perlakuan kita pada tanaman.

A.12. Sebelum melanjutkan uraian,bagaimana penilaian anda dengan hasil buah cabe dan tomat diatas?  Dalam hal ini,Kami memberikan pupuk Pengecoran dengan PROTEK-tan plus pupuk alami, dan pupuk kimia yang hanya sedikit sekali,bahkan hanya sekitar 1 kg NPK per 200 liter air,koq bisa???(Ditambah pupuk lain yang jumlah totalnya sekitar 3 kiloan saja per 200 liter air).  Jawabannya adalah hasil tanaman yang kami tampilkan ini yang telah menjawabnya,istilah kami adalah :”tanaman yang berbicara dan yang menjawabnya”.

PERTANIAN ORGANIK MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN !!!

27 Responses to MENGATASI KERITING DAUN DENGAN PENGECORAN

  1. Muhammad bisri mustofa says:

    harga produk kok gak disebutkan, berapa ya per itemnya?

    • klinikta says:

      Kpd pak M. Bisri, untuk harga tergantung kuota pembelian,untuk lebih jelasnya bisa kontak langsung pada Bp. Rusli Gunawan.trims

  2. rams60 says:

    sebenarnya sangat menarik yg disajikan dalam blog ini. sayang keterus terangan harga produk tidak tercantum, bahkan di tab PRODUK KAMI. memang sering sih disebut penggunaan produk bapak sangat irit, tapi tanpa rincian kasar tetap saja pengunjung tidak memperoleh gambaran seperti yang ingin bapak maksudkan. lebih-lebih yg baru belajar dan ingin praktek cabe, kalau mesti harus telpon dulu, rasanya banyak enggaknya. seperti yg disampaikan bapak Muhammad bisri mustofa, disajikan dong harga masing-masing produk. lebih penting lagi ada gambaran analisis usaha pada masing-masing tanaman seperti cabe besar, cabe rawit, tomat dsb. semoga dengan keterbukaan spt itu petani dan calon tani dapat membandingkan dan mengambil keputusan serta pengunjung akan lebih banyak yang tertarik untuk mencoba. sukses selalu!

  3. mujiarto says:

    pak kalau untuk dataran tinggi diatas 1000 cocoknya jenis cabe kriting jenis apa…………

    • klinikta says:

      Pak Mujiarto,agar lebih akurat perihal pemilihan varietas cabe pertama bisa dilihat perbandingan antar varietas disekitar wilayah pertanian bapak,yang kedua bisa konfirmasi dengan Marketing perusahaan benih yang ada di daerahnya,atau minta saran dari kios setempat,karena biasanya perusahaan benih sebelum memasarkan suatu varietas tertentu,telah diadakan uji kesesuaian lokasi terlebih dahulu. Ok Pak,kalau sudah dapat benih yang cocok kita bisa bertukar pengalaman. Sukses Pak Mujiarto

  4. taufik hidayat says:

    kira2 sebelum pemasangan mulsa untuk tanaman cabe berapa pupuk kandang yang di perlukan per batang tanaman dan pupuk apa saja yang harus di berikan.dan untuk tanaman semangka pertanyaannya sama seperti di atas.terima kasih

    • klinikta says:

      kami biasanya memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang tidak lebih dari 250 gr per tanaman.semoga tambah sukses Bang Taufik.

  5. kosim ahmat says:

    kenapa tanaman cabe saya umur 45hari kok sudah kuncup bunga n apakah jerami bisa di jadikan unsur pengganti polibag

    • klinikta says:

      Maaf pak Kosim,pertanyaannya kurang jelas,kuncup bunga bagaimana maksudnya pak? Sepengetahuan kami kualitas jerami kurang apabila dibandingkan dengan polibag (maksudya plastik mulsa)?

  6. kosim ahmat says:

    gini mas sayakan menanam cabe sudah berumur 45 hari tapi kok dh kuncup banga[berbuah].tp tingginya hanya sekitar 20-25cm dan daunya kriting pula.kan dah jelas klo tanaman saya tu rusak.pertanyaanya;
    *apakah tanaman saya masih bisa di benahi/di atasi…?
    klo masih bisa tolong di kasih saran ya mas saya berharap banget penjelasan dari mas[klinik][sekalian di kasih ntahu obatnya pa]
    #ya,benar yg saya maksud plastik mulsa
    sebelumnya saya pribadi mengucap kan banyak2 trimakasih

  7. gilang says:

    Admin yang terhormat…. Saya adalah petani dari Kabupaten Solok Sumatra Barat. Pertanyaan saya sangat simple. Mengapa tanaman cabai merah saya mengalami keriting daun pada usia dini…? Bagaimana mengatasinya dan tentu saya minta resep obat yang tepat untuk mengatasi keriting daun pada Cabai saya. Trimakasih.

  8. Putra mangsang says:

    Hmmph
    Bgni pak saya tnggal di daerah pedalaman yg msh trlalu jauh dari kota,,yg saya ingin tanyakan adlah bagaimana cara menanam cabe tnpa media penutup tanah soal ny kalu kami pke mulsa atau jerami maka bedengan kami akan di hancurkan oleh babi hutan (tanah lembab banyak cacing nya)
    Untk wilayah bayung lencir sumatra selatan dmana kami bsa mendapatkan produk klinik ini

    • klinikta says:

      Untuk Bp. Putra Mangsang, boleh saja penanaman tanpa mulsa ,silahkan dilakukan. Untuk Sumatera Selatan kami belum ada cabang pak. Bisa langsung pada kantor kami.

  9. seriadi says:

    Untuk bisa mendapatkan cabe sperti itu, gmana sistem dan dosis yang selalu diaplikasikan mohon infonya

    • klinikta says:

      Dari pengelolaan pola pupuk dan pestisida organiknya pak, langkahnya memamng tidak tetap, tetapi berdasarkan kondisi tanaman pada saat akan aplikasinya. Demikian pak. Bisa disimak dari ulasan yang kami paparkan pak, semoga membantu.

  10. Wahyudi says:

    Pak kalau membuat pupuk peraman dlm drum apa harus di tambah air gk ya, pa cma pupuk kandang dan lainya dimasukin aja, terima kasih

  11. ahmad says:

    pa gimana kalou obat yang saya pakai pake baygon ga bakal apa2 tuh tanamannya..
    Makasih.

  12. janusa says:

    maaf saya ingin tanya berapa persentase kematian tanaman cabe setelah tumbuh usia 80 hari,dengan kondisi tanaman cabe cukup subur dan tidak terkena hama,karena cabe yang saya tanam sebagian mati dengan kondisi daun layu,tapi sebagian besar tidak masalah ( 1000 tanaman, yang mati ada 50 ),apakah ini persentase kematian yang besar ?,mohon petunjuknya,terimakasih.

    • klinikta says:

      Biasanya standar kami 1% kematian akibat layu, sudah menjadi peringatan dini/”lampu kuning” untuk diwaspadai agar tidak menular ketanaman lainnya. Jadi sudah cukup banyak pak untuk ukuran demikian, dihentikan saja pola pemupukan kimia nya untuk smentara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


4 − tiga =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

27 Responses to MENGATASI KERITING DAUN DENGAN PENGECORAN

  1. Muhammad bisri mustofa says:

    harga produk kok gak disebutkan, berapa ya per itemnya?

    • klinikta says:

      Kpd pak M. Bisri, untuk harga tergantung kuota pembelian,untuk lebih jelasnya bisa kontak langsung pada Bp. Rusli Gunawan.trims

  2. rams60 says:

    sebenarnya sangat menarik yg disajikan dalam blog ini. sayang keterus terangan harga produk tidak tercantum, bahkan di tab PRODUK KAMI. memang sering sih disebut penggunaan produk bapak sangat irit, tapi tanpa rincian kasar tetap saja pengunjung tidak memperoleh gambaran seperti yang ingin bapak maksudkan. lebih-lebih yg baru belajar dan ingin praktek cabe, kalau mesti harus telpon dulu, rasanya banyak enggaknya. seperti yg disampaikan bapak Muhammad bisri mustofa, disajikan dong harga masing-masing produk. lebih penting lagi ada gambaran analisis usaha pada masing-masing tanaman seperti cabe besar, cabe rawit, tomat dsb. semoga dengan keterbukaan spt itu petani dan calon tani dapat membandingkan dan mengambil keputusan serta pengunjung akan lebih banyak yang tertarik untuk mencoba. sukses selalu!

  3. mujiarto says:

    pak kalau untuk dataran tinggi diatas 1000 cocoknya jenis cabe kriting jenis apa…………

    • klinikta says:

      Pak Mujiarto,agar lebih akurat perihal pemilihan varietas cabe pertama bisa dilihat perbandingan antar varietas disekitar wilayah pertanian bapak,yang kedua bisa konfirmasi dengan Marketing perusahaan benih yang ada di daerahnya,atau minta saran dari kios setempat,karena biasanya perusahaan benih sebelum memasarkan suatu varietas tertentu,telah diadakan uji kesesuaian lokasi terlebih dahulu. Ok Pak,kalau sudah dapat benih yang cocok kita bisa bertukar pengalaman. Sukses Pak Mujiarto

  4. taufik hidayat says:

    kira2 sebelum pemasangan mulsa untuk tanaman cabe berapa pupuk kandang yang di perlukan per batang tanaman dan pupuk apa saja yang harus di berikan.dan untuk tanaman semangka pertanyaannya sama seperti di atas.terima kasih

    • klinikta says:

      kami biasanya memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang tidak lebih dari 250 gr per tanaman.semoga tambah sukses Bang Taufik.

  5. kosim ahmat says:

    kenapa tanaman cabe saya umur 45hari kok sudah kuncup bunga n apakah jerami bisa di jadikan unsur pengganti polibag

    • klinikta says:

      Maaf pak Kosim,pertanyaannya kurang jelas,kuncup bunga bagaimana maksudnya pak? Sepengetahuan kami kualitas jerami kurang apabila dibandingkan dengan polibag (maksudya plastik mulsa)?

  6. kosim ahmat says:

    gini mas sayakan menanam cabe sudah berumur 45 hari tapi kok dh kuncup banga[berbuah].tp tingginya hanya sekitar 20-25cm dan daunya kriting pula.kan dah jelas klo tanaman saya tu rusak.pertanyaanya;
    *apakah tanaman saya masih bisa di benahi/di atasi…?
    klo masih bisa tolong di kasih saran ya mas saya berharap banget penjelasan dari mas[klinik][sekalian di kasih ntahu obatnya pa]
    #ya,benar yg saya maksud plastik mulsa
    sebelumnya saya pribadi mengucap kan banyak2 trimakasih

  7. gilang says:

    Admin yang terhormat…. Saya adalah petani dari Kabupaten Solok Sumatra Barat. Pertanyaan saya sangat simple. Mengapa tanaman cabai merah saya mengalami keriting daun pada usia dini…? Bagaimana mengatasinya dan tentu saya minta resep obat yang tepat untuk mengatasi keriting daun pada Cabai saya. Trimakasih.

  8. Putra mangsang says:

    Hmmph
    Bgni pak saya tnggal di daerah pedalaman yg msh trlalu jauh dari kota,,yg saya ingin tanyakan adlah bagaimana cara menanam cabe tnpa media penutup tanah soal ny kalu kami pke mulsa atau jerami maka bedengan kami akan di hancurkan oleh babi hutan (tanah lembab banyak cacing nya)
    Untk wilayah bayung lencir sumatra selatan dmana kami bsa mendapatkan produk klinik ini

    • klinikta says:

      Untuk Bp. Putra Mangsang, boleh saja penanaman tanpa mulsa ,silahkan dilakukan. Untuk Sumatera Selatan kami belum ada cabang pak. Bisa langsung pada kantor kami.

  9. seriadi says:

    Untuk bisa mendapatkan cabe sperti itu, gmana sistem dan dosis yang selalu diaplikasikan mohon infonya

    • klinikta says:

      Dari pengelolaan pola pupuk dan pestisida organiknya pak, langkahnya memamng tidak tetap, tetapi berdasarkan kondisi tanaman pada saat akan aplikasinya. Demikian pak. Bisa disimak dari ulasan yang kami paparkan pak, semoga membantu.

  10. Wahyudi says:

    Pak kalau membuat pupuk peraman dlm drum apa harus di tambah air gk ya, pa cma pupuk kandang dan lainya dimasukin aja, terima kasih

  11. ahmad says:

    pa gimana kalou obat yang saya pakai pake baygon ga bakal apa2 tuh tanamannya..
    Makasih.

  12. janusa says:

    maaf saya ingin tanya berapa persentase kematian tanaman cabe setelah tumbuh usia 80 hari,dengan kondisi tanaman cabe cukup subur dan tidak terkena hama,karena cabe yang saya tanam sebagian mati dengan kondisi daun layu,tapi sebagian besar tidak masalah ( 1000 tanaman, yang mati ada 50 ),apakah ini persentase kematian yang besar ?,mohon petunjuknya,terimakasih.

    • klinikta says:

      Biasanya standar kami 1% kematian akibat layu, sudah menjadi peringatan dini/”lampu kuning” untuk diwaspadai agar tidak menular ketanaman lainnya. Jadi sudah cukup banyak pak untuk ukuran demikian, dihentikan saja pola pemupukan kimia nya untuk smentara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 − tujuh =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>