Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PERTANIAN ORGANIK (UNTUK MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN)

Pola pertanian yang berbasis organik,berdasarkan hasil pengamatan kami hingga saat ini,ternyata mampu bertahan dalam kondisi penanaman transisi antara musim kemarau ke musim hujan. Tidak mudah memang,memelihara tanaman dalam kondisi perubahan cuaca seperti saat ini. Pertanaman cabe disekitar lokasi aplikasi kami,hampir tidak kami temukan yang kondisi tanamannya “layak”. Sebagian besar kondisinya terkena keriting daun dan layu. Hal ini kami kemukakan bukan dengan alasan yang dibuat-buat,tetapi inilah kenyataannya.Mungkin anda juga sebagai praktisi maupun pengamat pertanian,bisa menjadikan INDIKATOR,HARGA CABE pada saat ini,yang sudah lebih dari Rp.20.000,-(untuk wilayah di Jawa Barat,di luar pulau jawa harga nya bisa lebih dari nominal tersebut). Hukum pasar berlaku dalam hal ini,antara suplay cabe yang kurang dibanding dengan permintaan yang lebih tinggi. Selain sudah tidak santernya lagi terdengar import komoditas pertanian terutama cabe,juga tentunya suplay cabe dari berbagai daerah di pulau Jawa yang minim. Kenapa sampai suplai Cabe minim? Kalau Anda sewaktu waktu memantau kelapangan,anda dapat melihat sendiri kondisi pertanaman cabe saat ini PARAH.
Konsep yang kami kemukakan,dalam hal ini adalah Pola pertanian organik,bukan saja hanya untuk pengelolaan dari “bawah”( tanah) tapi juga dari “atas”(pestisidanya). Menurut kami,PERTANIAN ORGANIK adalah suatu KEHARUSAN,bukan lagi suatu PILIHAN.
Banyaknya kasus yang terjadi pada tanaman budi daya,baik itu masalah Hama maupun Penyakit,sebagaimana yang sering kami ungkapkan,penyebab utamanya adalah AKIBAT PERTANIAN YANG TERLALU BERBASIS KE KIMIA.
Selanjutnya kami mencoba lagi mengemukakan hasil aplikasi kami dilapangan,untuk menunjukkan,bahwa dengan DASAR PERTANIAN ORGANIK,perihal permasalahan hama dan penyakit tanaman dapat ditanggulangi.
Dalam aplikasi ini, kami melakukan penanaman secara tumpang sari antara cabe dan brokoli
Aplikasi kami selanjutnya dilakukan di kp.Cipondok Cigasti, Leles Garut
A.1. Pada tanggal 11 Agustus 2011 dilakukan,pindah tanam. Komoditas yang ditanam adalah Cabe Keriting dan Brokoli.
A.2. Satu minggu kemudian,kami kembali memantau kondisi tanaman.
B.1. Tanggal 13 September 2011,dari pantauan, kami puas dengan hasil yang didapat. Pertumbuhan tanaman Brokoli dan Cabe,tumbuh dengan subur. Dalam aplikasi ini kami bekerja sama dengan 2 orang remaja (Sdr. Mus dan adiknya Sdr. Aat,petani junior,berusia masih sangat belia,sekitar 20 tahunan). Terkadang kami memang memprioritaskan bekerja sama dengan petani-petani “pemula”,karena mereka pada umumnya lebih terbuka terhadap INOVASI -INOVASI dibidang pertanian,berlainan dengan petani “SENIOR” yang lebih susah untuk menerima TEHNOLOGI ini. Petani petani senior pada umumnya sudah terkungkung oleh “ajaran-ajaran tehnologi kimia”,walaupun sekarang mereka sudah merasakan efek dari “TEKHNOLOGI INSTANS “tersebut.
Tehnologi yang kami gunakan adalah,DIBAWAH,ditanah kami mengupayakan agar TANAH TETAP GEMBUR. Prinsipnya,apabila tanah gembur,maka perakaran akan tumbuh pesat. Kegemburan tanah ini tentunya hanya akan kita dapatkan apabila yang kita gunakan adalah pupuk Organik,dengan Catatan Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk organik yang TELAH MATANG(kalau belum matang,ibarat makan nasi yang belum matang,…akibatnya bisa SAKIT PERUT).

B.2.Perihal pengaruh pupuk kimia,terhadap timbulnya penyakit bengkak akar/akargada/Plasmodiophora brassicae, dan juga pengaruh pupuk kimia terhadap menjadi rentannya tanaman Brokoli (daun menjadi tipis dan rapuh),sehingga menjadi lebih disenangi oleh ULAT PERUSAK DAUN DAN CROP ,juga telah kami kemukakan pada BLOG KAMI yang lalu.

C.1.Pengambilan gambar selanjutnya kami lakukan pada tanggal 20 Sep 2011,tanaman berusia 40 harian (penanaman 11 Ags 11, Sesuai gambar A.1).Tampak tanaman berdaun tebal dan kebiru-biruan,hal ini menunjukkan bahwa tanaman dalam kondisi sehat. Seperti hal nya juga manusia apabila sehat,masak harus mengkonsumsi obat terus.
Memang konsep kami dalam,pola pertanian organik ini adalah,mengupayakan agar tanaman tumbuh sehat. Kondisi sehat,dalam istilah kami,PT. KEMBANG LANGIT,adalah apabila tanaman BLT (bukan BANTUAN LANGSUNG TEWAS,EH… TUNAI,tetapi BIRU/daun hijau ke BIRU-BIRU-an,LENTUR dan TEBAL). Keadaan BLT ini akan kita dapatkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan yang sehat. Sedangkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan/pupuk kimia,yang terjadi biasanya kondisinya adalah KTR (KUNING/daun berwarna hijau kekuningan, TIPIS dan RAPUH). Kondisi tanaman yang KTR,jelas menunjukkan tanaman LEMAH/TIDAK SEHAT. Kalau sudah begini (tanaman tidak sehat),tentunya perlu BELI “OBAT” YANG BANYAK. Terjadilah biaya produksi dengan EKONOMI BIAYA TINGGI. Inilah yang terjadi pada saat ini,dalam dunia pertanian kita.

C.2.Daun Brokoli yang segar kebiru-biruan.
Memang dalam budidaya dengan dasar POLA PERTANIAN ORGANIK ini, kami belum bisa sepenuhnya meninggalkan BAHAN KIMIA,baik itu PUPUK KIMIA ataupun PESTISIDA KIMIA. Tetapi dengan pola ini,kami berupaya menekan penggunaannya,agar bisa SEMINAMAL MUNGKIN.
Ada beberapa alasan kami,KENAPA belum bisa meninggalkan BAHAN KIMIA tersebut,ALASANNYA ADALAH :
1. Bibit tanaman yang kita gunakan,sebagian besar adalah jenis HYBRIDA. Varietas Hybrida ini,merupakan varietas yang Genjah dan berbuah Lebat,tetapi SUDAH DI SETTING DARI SONO NYA, HARUS BANYAK PUPUK KIMIA.
2. Pola pertanian yang sudah “MENDARAH DAGING” dengan DASAR PERTANIAN KIMIA,untuk mengubahnya tidak bisa sekaligus,tetapi perlu ada bentuk ‘TOLERANSI’ . Dalam hal ini kami biasa masih memberi kelonggaran untuk tidak melarang petani menggunakan Bahan Kimia tetapi dengan takaran yang tidak terlalu tinggi.
3. Dalam kasus tertentu baik itu HAMA maupun PENYAKIT, terkadang kita memerlukan unsur-unsur kimia seperti Chlor,Phosphat atau Calsium untuk mengendalikan masalah -masalah tersebut.Bahkan dalam kasus tertentu kita memerlukan “GAS” dari Nitrogen,untuk memacu tanaman yang lambat tumbuhnya/kerdil (walaupun kadar yang terukur betul/tidak over ).
4. Sifat dan karakteristik dari hama tertentu (seperti KUTU DAUN/Aphids dan Ulat) yang tidak segera MERESPON,setelah diaplikasikan Insektisida ALAMI. Kutu Daun,yang merupakan serangga Hama yang tidak bersayap, reaksinya tidak segera TERBANG dan PERGI,setelah aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat REPELLEN dan ANTIFEEDEN ini. Demikian juga dengan ULAT,reaksi yang lambat(sekitar 3-4 hari),setelah aplikasi insektisida ALAMI ini,menyebabkan petani biasa nya kurang sabar menunggu hasil reaksi aplikasi.
Untuk mempercepat reaksinya,khusus untuk ulat ini, biasanya petani mencampurkan dengan Insektisida KIMIA, walau dengan dosis yang rendah,tidak lebih dari 10 %. Hasil yang realistis ,tentang hal ini,telah kami tampilkan diblog kami yang lalu.
Bahkan dalam blog yang lalu,telah kami bandingkan pula dengan yang 100 % menggunakan INSEKTISIDA KIMIA. Hasilnya anda yang menilainya…


D.1. Kondisi tanaman cabe sempat merana,hal ini terjadi karena,waktu panen dari tanaman Brokoli,yang dilakukan tidak sekaligus,tetapi dilakukan secara bertahap. Hal demikian menyebabkan perlakuan Pengecoran menjadi agak terhalang,karena biasanya perlakuan pengecoran dilakukan setelah tanaman brokolinya, seluruhnya telah dipanen.

D.2. Hasil pengamatan kami,tanggal 15 Okt 2011,setelah tanaman BROKOLI di panen.Memang ada sedikit “gangguan” pada tanaman budidaya lainnya yaitu CABE,tampak tanaman Cabe,daunnya kurang lebar,maklum sebelumnya “tersedot” oleh Brokoli,dan kemarau yang terik beberapa bulan sebelumnya.

E.1. Selanjutnya kami mencoba untuk memacu pertumbuhan cabe,yang sempat terganggu.
Namun demikian kami tetap mengantisipasi,terjadinya serangan hama dan penyakit.
Terutama dalam musim “peralihan” demikian kami waspadai betul agar terhindar dari PATEK dan LAYU FUSARIUM sambil terus “menggenjot” agar tanaman cabe yang berdaun kurang lebar dapat pulih kembali. Antara memacu pertumbuhan cabe dengan menghindari tanaman dari serangan PATEK DAN LAYU FUSARIUM,memang ada kontradiksi perlakuan,terlalu di”Genjot/dipacu” tanaman bisa rentan/rapuh terkena PATEK dan LAYU.
(untuk masalah PATEK,kami membuka blog khusus,bisa disimak di cabepatek.blogspot.com)

F.1.Selanjutnya kondisi tanaman,pada tanggal 5 Nov 2011,sudah berbuah dan daun mulai tampak pulih secara bertahap. Tunas-tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang .
Sungguh hal yang menyenangkan teman ,dengan hasil yang telah dicapai hingga saat ini (apalagi tentunya oleh pemiliknya,tampak dalam Foto, sdr Aat,petani belia,yang umurnya bahkan kurang dari 20 tahun).
Sampai-sampai dalam berbudidaya tanaman ini,kami bisa mengekspresikannya sebagai suatu bentuk SENI tersendiri,yaitu:
“SENI BERTANI”,dimana kita bisa mengkombinasikan antara BAHAN ORGANIK dengan sedikit ‘WARNA’ NON ORGANIK/KIMIA. Kapan kita memberikan bahan- bahan organik (berupa pupuk maupun berupa pestisida organik) maupun kapan waktunya kita memberi variasi dengan pupuk dan pestisida kimia dengan kadar yang sangat-sangat RENDAH.

F.2. Setelah tanaman berusia sekitar 3 bulan,kondisinya mulai membaik,setelah sebelumnya sempat “rebutan” makanan dengan Brokoli (hasil tanaman awal brokoli,sangat memuaskan)

G.1. Inilah kondisi tanaman,setelah panen/petik pertama
G.2. Tampak tunas-tunas baru bermunculan,bunga dan buah juga tampak lebat

G.3. Inilah sosok petani pemula tersebut, sdr Aat,memegang PROTEK-tan dan kanan Sdr Mus yang memegang PESNATOR. Dua sosok anak muda yang mau berinovasi dan ber”Kreasi” dengan SENI BERTANI,ala PT.KEMBANG LANGIT.
Semoga Sukses Saudaraku,perjalanan masih panjang !!! 

PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN BUKAN PILIHAN !!!

One Response to PERTANIAN ORGANIK (UNTUK MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN)

  1. klinikta says:

    Silahkan…Sukses juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


2 − = satu

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

One Response to PERTANIAN ORGANIK (UNTUK MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN)

  1. klinikta says:

    Silahkan…Sukses juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


satu + 4 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>