Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PENGENDALIAN HAMA Plutella xylostella,dan PENYAKIT Plasmodiophora brassicae pada KUBIS-KUBISAN/BROKOLLI, dan HAMA TRIPS pada CABE

Gambar berikut ini merupakan hasil pengamatan kami secara berkelanjutan,yang pemantauannya kami lakukan sejak awal tanam. Perlakuan dibedakan antara yang menggunakan tehnik kimia murni (sebelah kanan) dengan yang menggunakan kombinasi Alami dan Kimia (sebelah kiri)
A.1.Pengamatan kami lakukan sejak awal,dengan dua tehnik yang berbeda,pengamatan dipantau pada tanggal 11 Agustus 2011
A.2. TEHNIK sebelah kanan ini menmggunakan tehnik KIMIA MURNI
A.3.Sedangkan yang sebelah kiri menggunakan,Tehnik kombinasi alami dan kimia,
Kenapa kami masih menggunakan insektisida kimia (walau hanya sedikit)
A.4. Bergeser ke kiri lagi,tehnik Alami +kimia (tehnik kami),kombinasi ini dilakukan karena jenis hama ULAT,
berbeda dengan serangga bersayap seperti TRIPS,TUNGAU,KUTU KEBUL DAN PENGGOROK DAUN,reaksinya langsung “spontan” untuk pergi/terbang. Sedangkan hama ulat,reaksinya agak lambat. Walaupun secara berangsur ulat jadi ‘ngak betah juga’. Selain itu,kebiasaan petani yang terbiasa menggunakan insektisida kimia,tidak bisa dilepas sekaligus,perlu bertahap
B.1. Kita bergeser agak ke kanan,tehnik kimia murni
Tetapi walaupun demikian,hasil yang didapat apabila menggunakan 100% Pestisida kimia ,hasilnya bisa dilihat dibawah ini

B.2. Kondisi pada tanggal 20 sep 2011,bagaimana menurut anda?
C.1.Tehnik kimia murni/kondisi awal (pengambilan gambar bergeser lebih kekanan)
C.1.sd C.7.
C.2.Menggunakan pengendalian ,Kimia murni
C.3. Kondisi tanaman yang rusak berat,akibat serangan ulat perusak crop dan daun
C.4.Bisa diperhatikan kondisi pengambilan gambar dengan latar belakang yang tetap
C.5. Masih gambar yang menggunakan kimia murni,bagaimana menurut anda?
C.6. Kekebalan hama,sudah mulai nampak,kerusakan bisa mencapai 80 %
C.7. Bisa diperhatikan latar belakang pengambilan gambar,masih dalam lokasi yang sama..
Dan JELAS TANAMAN INI KAMI PANTAU BERSAMAAN DENGAN YANG SEDANG KAMI UJI TERAP,SELAIN ITU TANAMAN DALAM POSISI YANG BERDAMPINGAN
Pengamatan sejak awal, 12 Agustus 2011
D.2. Pengamatan pada tanggal 20 September 2011,brokoli tumbuh subur setelah aplikasi
PROTEK-tan,TAMPAK BEBAS DARI SERANGAN BENGKAK AKAR/AKAR GADA
Plasmodiophora brassicae
E.1. Dari sudut yang lain,masih dalam lokasi yang sama
Tehnik-tehnik yang kami kembangkan untuk mengendalikan bengkak akar adalah,sbb
E.2.Kita lihat,hasil yang dicapai,nyaris tidak ada yang terkena bengkak akar
(1.) Kami lakukan penyemprotan PROTEK-tan,pada pupuk kandang.Tujuan dari perlakuan ini adalah: Menekan pertumbuhan spora Plasmodiophora brassicae
E.3. Masih dalam lokasi yang sama,pengamatan dilakukan pada tanggal 20 Sep 2011
(2.)Lakukan pencelupan bibit tanaman sebelum pindah tanam ,dengan PROTEK-tan
E.4.Pengecoran dilakukan 7-14 hari sekali dengan PROTEK-tan,3cc per liter air

F.1.Bisa anda perhatikan tanaman secara keseluruhan,tanaman bebas dari serangan bengkak akar yang pada umumnya tanaman menjadi LAYU dan TIDAK TERBENTUKNYA CROP
(3.) Kami melakukan,pengecoran seawal mungkin,dan tidak menunggu terjadinya gejala penyakit bengkak akar

F.2.Walaupun tanaman Brokoli ditumpangsarikan dengan cabe,tanaman tidak kerdil,daun Brokoli lebar-lebar,selain tidak terserang bengkak akar,juga brokoli bebas BERCAK DAUN
(4.) Pernahkah anda perhatikan,saat terjadinya “kelayuan” akibat bengkak akar?
Justru sebagian besar kasus terjadi pada saat,beberapa hari setelah PEMUPUKAN SUSULAN/terutama setelah PEMUPUKAN KIMIA

F.3.Gambar /Foto Tanaman F.1-F.3. Diamati pada tanggal 26 September 2011

(5.) Dalam pembersihan rumput,kami jaga betul jangan sampai akar-akar serabut menjadi putus.
PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN BUKAN PILIHAN !!!

6 Responses to PENGENDALIAN HAMA Plutella xylostella,dan PENYAKIT Plasmodiophora brassicae pada KUBIS-KUBISAN/BROKOLLI, dan HAMA TRIPS pada CABE

  1. Rofiq says:

    kebetulan tahun ini petani kubis daerah sekitar kledung banyak yang mengalami kerugan akibat akar gada, mungkin kliniktaniorganik bisa membantu

  2. andin says:

    makasih infonya,,,,,,

  3. Wince says:

    Sebelumnya telah diaplikasikan pestisida nabati dari sirsak dan tembakau untuk melawan hama ulat dan serangga,akan tetapi hasil panen yg diproleh gagal panen, bagaimana solusi nya padahal kami menginginkan sistem pertanian kami organik>.terima kasih

    • klinikta says:

      Ya sdr. Wince,bisa di simak artikel-artikel kami,semoga saja menemukan solusinya,kalau ada yang ingin di bicarakan langsung silahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ delapan = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

6 Responses to PENGENDALIAN HAMA Plutella xylostella,dan PENYAKIT Plasmodiophora brassicae pada KUBIS-KUBISAN/BROKOLLI, dan HAMA TRIPS pada CABE

  1. Rofiq says:

    kebetulan tahun ini petani kubis daerah sekitar kledung banyak yang mengalami kerugan akibat akar gada, mungkin kliniktaniorganik bisa membantu

  2. andin says:

    makasih infonya,,,,,,

  3. Wince says:

    Sebelumnya telah diaplikasikan pestisida nabati dari sirsak dan tembakau untuk melawan hama ulat dan serangga,akan tetapi hasil panen yg diproleh gagal panen, bagaimana solusi nya padahal kami menginginkan sistem pertanian kami organik>.terima kasih

    • klinikta says:

      Ya sdr. Wince,bisa di simak artikel-artikel kami,semoga saja menemukan solusinya,kalau ada yang ingin di bicarakan langsung silahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 6 = dua belas

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>