Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

PENGENDALIAN HAMA SECARA TERPADU / PHT (JAMBORE) PADA TANAMAN HORTIKULTURA, dengan Wagub Jawa Barat Bapak Dede Yusuf, di Garut Tanggal 24 November 2010

Konsep dan Strategi penerapan PHT

PHT merupakan suatu cara pendekatan atau cara berpikir tentang pengendalian OPT yang didasarkan pada dasar pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agro-ekosistem yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai sasaran teknologi PHT adalah : 1) produksi pertanian yang tinggi, 2) Penghasilan dan kesejahteraan petani meningkat, 3) Populasi OPT(organisme penggangu tanaman) dan kerusakan tanaman tetap pada arah secara ekonomi tidak merugikan dan 4) Pengurangan resiko pencemaran Lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan (Anonimous, 2004 ).

Konsep PHT muncul dan berkembang sebagai koreksi terhadap kebijakan pengendalian hama secara konvensional, yang sangat mengutamakan dalam penggunaan pestisida kimia. Kebijakan ini mengakibatkan penggunaan pestisida kimia oleh petani yang tidak tepat dan berlebihan, dengan cara ini selain dapat meningkatkan biaya produksi juga mengakibatkan dampak samping yang merugikan terhadap lingkungan dan kesehatan petani itu sendiri maupun masyarakat secara luas.

Direktur Utama PT. Kembang Langit, Bapak Rusli Gunawan (Jaket Hitam) berdampingan dengan Wagub Jabar, Bapak Dede Yusuf,dalam acara JAMBORE PHT tersebut

1. Jauhar IPB (Baju Biru) sedang berdialog perihal konsep pestisida organik, dengan Wagub Jabar, Bapak Dede Yusuf (foto bawah)
.

2. Jauhar IPB sedang berdialog dengan Bp. Dede Yusuf,dan disebelahnya Bp.Dr.Ir. Swastiko Priambodo dosen HPT-IPB (berbatik coklat) mendampingi

3. Bapak Dede Yusuf dan Bapak Dicky Candra (Wakil Bupati Garut) dengan seksama mengamati hasil uji terap PROTEK-tan, PESNATOR dan POCANIL.

Sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), berupaya memaksimalkan penerapan berbagai teknik pengendalian OPT ramah lingkungan secara komprehensif dan mengurangi penggunaan pestisida secara tepat. Pengendalian hayati merupakan salah satu komponen penting dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengendalian hayati adalah pemanfaatan musuh alami untuk mengendalikan serangga hama atau penggunaan agens antagonis untuk mengendalikan patogen tanaman. Pada dasarnya, setiap serangga hama mempunyai musuh alami yang dapat berperan dalam pengaturan populasinya. Musuh alami serangga hama adalah komponen utama dari pengendalian alamiah, yang merupakan bagian dari ekosistem dan sangat penting peranannya dalam mengatur keseimbangan ekosistem tersebut. Musuh alami yang berperan dalam pengendalian serangga hama terdiri dari patogen serangga, predator, dan parasitoid.

4. Acara Jambore PHT ini juga dihadiri oleh Bpk. Dirjen Hortikultura DEPTAN dan Bpk. Pembantu Rektor IPB (bawah)

Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan saat ini telah merubah keseimbangan ekosistem yang ada diantaranya : hama sasaran menjadi lebih tahan/RESISTEN, MAKIN PUNAHNYA MUSUH ALAMI serta menurunnya jumlah jasad renik dalam tanah sebagai dekompositor/pengurai benda mati menjadi BAHAN ORGANIK yang diperlukan untuk kesuburan tanah. Bila keadaan tersebut dibiarkan maka bukan tidak mungkin pada ekosistem tanaman tersebut populasi hama maupun penyakitnya semakin meningkat sebagai dampak dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Disadari atau tidak, dampak pengendalian kimiawi yang dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek lingkungan sangat berpengaruh besar pada keseimbangan ekosistem.

Dalam acara ini,tampak tengah Bp. Dede Yusuf,disebelah kanan beliau Pembantu Rektor IPB dan sebelah kirinya Wakil Bupati Garut
Kami dari P.T. KEMBANG LANGIT , menerapkan suatu konsep pengendalian hama,yang mengacu pada KONSEP-KONSEP PHT diatas. Dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengembangkan TEHNOLOGI PENGENDALIAN HAMA YANG RAMAH LINGKUNGAN.
Semoga harapan kita bersama,PHT (PENGENDALIAN HAMA SECARA TERPADU) ,yang selama ini,menurut kami baru sekedar KONSEP,kedepannya STRATEGI PENGENDALIANNYA dapat di TERAPKAN
khususnya di Garut dan pada umumnya untuk seluruh petani,
DI BUMI PERTIWI TERCINTA
PERTANIAN ORGANIK MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN BUKAN PILIHAN !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + sembilan =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


empat − 3 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>