Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Pengendalian hama dan penyakit dengan mikroorganisme


 

Sebagaimana sudah sering kami kemukakan bahwa yang membantu dalam proses tumbuh dan kembangnya pertanaman cara KPO-KL adalah, ‘mahluk halus’ yang tak kasat mata biasa.  Sebenarnya banyak mahluk halus yang bisa membantu pertanian kita dan alam Indonesia sangat kaya akan mahluk halus tersebut. Secara khusus yang kami gunakan adalah Rhizobacterium. Memang jenis Rhizobakterium ini banyak sekali jenisnya bahkan banyak yang belum tereksploitasi dan tentunya banyak yang belum pula terpublikasikan.

( Baiklah sambil kita mengulas perihal mikroba aktivator tersebut kita ikuti perkembangan tanaman mitra kami dari Kep. Nias Selatan , berupa tanaman cabenya Bp. Daci).

(Tanaman yang ditanam pada tanggal 27 Maret 18 , saat ini sudah makin berkembang dengan buah yang mulai tampak lebat pula).

Sebagaiamana yang kita ketahui, rhizobakterium  dibedakan menjadi dua macam  yaitu , Rhizobakterium yang bisa membantu untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan yang kedua adalah yang sangat berbahaya karena termasuk Rhizobakterium yang merugikan tanaman yang biasa disebut ‘deleterious rhizobcterium. Nah antara keduanya jangan sampai bercampur dan bersatu dalam proses fermentasinya. Apalagi mikroba “deleterious”, mendominasi sehingga ‘mendelete’ menghapus mikroba yang ‘baik’.

(Kami syukuri karena walaupun pak Daci ini petani pertama kali bertanam cabe, tetapi tanaman var. Ladonya sudah ada tanda tanda seperti tanaman petani yang sudah berpengalaman. Hingga saat ini, tanaman berusia 2 bulan lebih 1 minggu).

Mikroba yang terkandung dalam Protektan, Pesnator, Cas dan Pocanil yang diaplikasikan melalui semprotan dan kocoran sebenarnya dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melalui penambahan  hormon pertumbuhan,kemampuan fiksasi nitrogen dari udara, dan  menghasilkan ‘senyawa’  tertentu yang dapat menekan pertumbuhan, patogen tanaman . 

( Tanaman cabe pak Daci, sehat dengan bantuan  “makhluk halus”, semoga untuk seterusnya tanaman beliau ini, bisa makin membaik dan terhindar pula dari serangan hama dan penyakit).

Banyak sekali jenis mikroba yang tersedia di alam dan belum termanfaatkan, dengan tehnologi yang dimiliki team riset dari  kpo -KL, berupaya untuk mengeksplororasi beberapa jenis yang digunakan untuk fungsi fungsi tersebut diatas. 

Pada tanaman mitra kami ini, kami mencoba memberikan pupuk N dengan  dosis yang rendah saja, hal ini dikarenakan Mikroba yang terkandung baik dalam Protektan dan Biopestis, selain berfungsi sebagai menekan Mikroba penyebab penyakit juga  berfungsi sebagai Fiksasi N2 /Nitrogen. Oleh karena itu tidak perlu lagi pemberian pupuk N dalam dosis tinggi.

Pada saat ini gambar yang tertera diatas, mikroba yang ada dalam Pocanil, mulai di aktifkan…. Bergerak dan berkembang biak dilahan setelah di aplikasikan. Mereka “mikroorganisme tersebut secara aktif menekan pertumbuhan Cendawan Colletotricum sp, penyebab busuk buah /patek.

Agen hayati berupa mikroba tersebut akan terus berkembang biak, asalkan tidak diberi pupuk dan pestisida dosis tinggi. Semoga berhasil pak Daci, seperti mitra mitra KPO-KL yang telah lebih dahulu sukses dengan metode ini.

“Berjalan terus tetap hati hati “….

 

Pengendalian hama dan penyakit Cabe

Pada kesempatan ini kembali Kami mencoba menerapkan metode atau cara klinik pertanian organik dalam menanggulangi hama dan penyakit tanaman secara terperinci dan fokus dalam satu metode. Pola nya jelas tanpa terlalu banyak teori  dan menghindari  spekulasi yang tinggi.

Pola pengendaliannya berdasarkan satu pola saja dan tanpa melakukan pola perbandingan. Hal ini kami lakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat efektivitas dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman khususnya tanaman cabe.

Terus terang kami biasa mengalami kesulitan dalam penanggulangan masalah hama dan penyakit apabila polanya dicampur baurkan baik dengan yang berbahan kimia atau yang berbahan organik dan di luar jalur yang disarankan. Oleh karenanya Kami mencoba fokus pada Mitra yang pola pertahanan nya masih seperti “sehelai kertas putih”.

Hari ini Mitra Kami adalah Bapak Dachi dari desa Idala Jaya, Kec.Maniomolo Kab.Nias Selatan. Varitas yang digunakan adalah lado sedangkan pindah tanam dilakukan pada tanggal 27 Maret 2018.

Secara intensif Kami mencoba memantaunya dari waktu ke waktu dan melakukan pembahasan secara intensif pula. Kami mencoba memberikan konsep bertani secara aman hati-hati tetapi tetap berharap produktivitas yang tinggi.

Kondisi tanaman pada saat memasuki bulan kedua terlihat tanaman sudah semakin subur dan terhindar pulang dari masalah hama dan penyakit tanaman. Dalam hal ini kami mencoba secara aktif memaparkan Bagaimana mengendalikan hama trip dan Tunggal dengan menggunakan protektan yang di mix dengan insektisida kimia dosis rendah.

Kami juga mencoba menjelaskan kepada Mitra Bagaimana cara mengendalikan ulat dan lalat buah cara mudah dan simpel dengan penerapan PeSnator

Yang dicampur dengan insektisida ulat berbahan aktif profenofos atau metomil tetap dengan dosis rendah.

Usia tanaman yang mendekati 2 bulan kami terus berupaya untuk mengendalikan masalah penyakit busuk buah atau pakai dengan mengandalkan penggunaan pocanil yang ditambahkan dengan fungisida kimia yang berbahan aktif mankozeb dan klorotalonil itu pun tetap dalam dosis yang rendah.

Memang di sini diperlukan kerja sama yang seksama antara Mitra kpo -kl dengan mentornya. Agar terjadi keseimbangan dan kesinambungan pertanaman agar sehat dan selamat sampai akhir masa tanam kelak.

Semoga berhasil pak Dachi…..Pengalaman pertama mengendarai , pola kpo KL.

PENGENDALIAN BUSUK DAUN Pada MELON

Busuk daun pada Melon, merupakan penyakit utama yang bisa menghambat pertumbuhan dan produktivitas tanaman .

Penyakit busuk daun ini atau lebih tepatnya disebut penyakit Bercak daun Cercospora sp, bisa menyebabkan tanaman gagal total, terutama apabila serangan sudah terjadi di awal awal masa pertumbuhan.

Cara mitra kami dari Karangrejo Magetan Jatim yang  beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan pelatihan di Tempat KPO KL di Garut, adalah dengan cara aplikasi Pocanil  plus Fungisida kimia seadanya.

Selain itu kami juga menyarankan  aplikasi Cas dan Pocanil yang dikocorkan dengan  Calsium.

Dan cara tersebut beberapa petani mitra yang berhasil membuahkan 3 buah perbatangnya. Mas Khoirul diantaranya mitra dari Karangrejo yang berhasil panen besar, setelah lulus dari mengatasi busuk daun tanamannya.

Hasil yang menggembirakan ini, karena mas Khairul ini, merupakan pendatang pemula di dunia permelonan, tetapi dengan konsistennya dalam menerapakan metode kpo KL, mas Khairul, berhasil panen besar.

Dari jumlah 3000 batang, dengan harga yang bagus di awal Bulan Ramadhan ini dan juga jumlah 2-3 buah perbatangnya menyebabkan mitra panen besar dan memperoleh Rp.60 juta,( yang di beli secara diborong).

Daun yang masih “utuh” di fase akhir masa tanam 59 hari , hal ini menunjukkan tanaman bertahan dan tidak terkena penyakit busuk daun . Buah juga sudah “ngenet”,  dan yang terpenting lagi, Tanaman pada tanggal 23 Mei 18, sudah terjual…tuntas. Perlu bukti dalam mengatasi busuk daun, dan mitra mitra kami di Magetan membuktikannya. Sukses !!!