Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 205 »

ANTRAKNOSE/PATEK PADA CABE

Penyakit antarknose/ patek merupakan salah satu penyakit yang menjadi kendala utama dalam budidaya cabe . Kami coba membahasnya dari berbagai aspek yang selama ini dianggap , tehnik yang biasanya sering dihindari.

Gambar 1.Umur tanaman 2 mingguan,gambar diambil tanggal 21 Desember ,penanaman dilakukan pada awal bulan Desember . Ada hal yang tidak biasa dilakukan oleh konsep pola pertanian berbasis  kimia,yaitu bentuk bedengan tidak di rombak kembali.   Tampak dalam gambar,LUMUT yang tumbuh disamping mulsa plastik,hal ini menunjukkan bahwa bedengan tidak dirombak lagi.

Gambar 2.Umur tanaman 3 minggu.

Tidak merombak bentuk dan arah bedengan ini sekaligus sebagi pembuktian bahwa dengan tidak merombak posisi bedengan , hasilnya tidak berbeda dengan membuat bedengan baru. Langkah yang demikian biasanya dihindari karena, dianggap berpotensi mengundang terjadinya serangan hama dan penyakit termasuk antraknose. KPO-KL dalam hal ini, melakukan perlakuan yang agak berbeda.

Gambar 3.Usia memasuki bulan ke 2.

Pada kesempatan ini,tanaman CABE KERITING  sebagai tanaman utama/pokok,ditumpangsarikan dengan tanaman TOMAT dan KACANG MERAH. Tanaman yang terlalu berdekatan karena ditumpangsarikan, pun, sebenarnya bisa berpotensi menyebabkan terjadinya serangan patek yang tiba -tiba.  Tapi dalam hal ini pun mitra KPO-KL, melakukan langkah yang agak diluar kebiasaan petani.

Gambar 4.Umur tanaman 2 bulan lebih.

Pengaturan jarak antar tanaman tumpang sari, memang seharusnya  diperhatikan betul,penanaman TOMAT sebagai tanaman yang di “tumpangsarikan ” diupayakan tidak terlalu rapat dalam penanamannya.  Dalam Hal ini,jarak antar tanaman cabe dengan tomat adalah, 3 – 4 batang tanaman Cabe kemudian 1 tanaman tomat.  Sedangkan untuk kacang Merah,ditanam dibawah cabe  tetapi agak menyamping (bisa dilihat pada gambar).

Gambar 5.Umur tanaman memasuki bulan ke 3.

Kalau sudah begini vigor tanaman demikian  ,kiranya penentuan jarak tanam yang tidak terlalu rapat perlu dipertimbangkan, ditambah lagi tanaman tumpang sari yang ditanam akan makin mempersempit “ruang gerak’” tanaman yang  secara optimal menerima sinar matahari untuk  berfotosintesis dan menyebabkan kelembaban tinggi yang bisa memicu serangan patek. Jarak tanam yang digunakan dalam aplikasi ini adalah 40 X 40 cm,memang terlalu rapat dan kurang ideal .

DSC05201

Gambar 6. Usia tanaman sekitar 4 bulan, tanaman “subur makmur”.

Tanaman yang terlalu rapat,selain menghambat proses “memasak makanan/fotosintesis” juga bisa menghambat  “terkenatnya jaringan tanaman baik daun,batang dan buah tanaman” dari aplikasi /semprotan PROTEKTAN, PESNATOR DAN POCANIL  yang kita berikan. Hal demikian bisa berefek tanaman mudah terserang hama dan penyakit terutama penyakit PATEK/ANTRAKNOSE.

Gambar 7. Usia 5.5 bulan

Untuk mengantisipasi terlalu rimbunnya tanaman sehingga dikhawatirkan,buah tidak tersemprot/terkena pestisida organik KPO_KL adalah dengan ,melakukan penyemprotan  secara telaten/hati-hati dan intervalnya bisa dirapatkan.

Gambar 8. Usia tanaman telah 6.5 bulan

 Dalam usia sudah 6.5 bulan,tanaman masih produktif dan ‘nyaris’ aman dari serangan  patek.   Logikanya, Apabila Tanaman cabe terserang penyakit  Patek,biasanya penyebarannya sangat cepat dan dan bisa memperpendek umur produktif tanaman (kalau sudah terserang petek,biasanya petani sudah enggan memelihara tanamannya).

Gambar 9.  Usia 6.5 bulan.  Daun Tanaman masih hijau.

Sedangkan dalam aplikasi kami ala KPO-KL ,tanaman masih terus berproduksi /produktif.

Gambar 10.  Tampak daun- daun masih hijau “berseri”….

Gambar 11.  Buah nya pun,sampai ke tunas-tunas  nya masih banyak, dan terpenting lagi terhindar dari serangan Antraknose.

Gambar 12.  Batang yang tampak sudah berwarna kecoklatan,tetapi buah masih “lurus-lurus” dan buah tetap segar.

Demikianlah sekilah perihal cabe patek/antraknose, berdasarkan tehnik KPO-KL yang telah kami lakukan bersama mitra kami dan berhasil, hingga tanaman berusia kurang lebih sampai 7 bulan.

Walaupun ada beberapa tehnik  yang agak keluar dari “pakem” / kebiasaan, tetapi  dengan metode pengendalian yang dilakukan oleh mitra kami ini, dengan  menggunakan metode  KPO-KL,tanamannya  bisa lolos dari serangan penyakit yang sangat ditakuti oleh petani ini.

 

MEMAHAMI METODENYA BUKAN JENIS PUPUK/ PESTISIDANYA

Agar tidak jenuh dengan artikel cabe kembali kami coba membahas tanaman.mitra kami pak Faiz dari Desa Sedayu Lama, kec. Brondong Lamongan.

mrlon5.Kami mendapat kiriman gambar dari mitra di Lamongan tersebut pada tanggal 30 Sep 16, kondisi tanaman dari 3000 batang yang ditanam mulai panen secara bertahap.

melon71

Pada saat panen tersebut melon var Apollo yang ditanamnya pas berusia 2 bulan. Hal yang menarik untuk menjadi pembahasan kami adalah, kondisi daun tanaman, disaat panen tiba pun, kondisinya masih segar bugar, seperti tanaman masih berusia sebulanan.

melon7

Informasi saat ini di Lamongan terjadi hujan dan angin sehingga tanaman ada beberapa bedengan yang rebah. Tetapi walaupun demikian kondisi tanaman kami syukuri masih bertahan dan sehat.

melon61

Sebagian guludan yang terkena hujan , angin dan roboh tetapi kondisi tanaman secara umum tampaknya sehat.

Sebagaimana yang pernah kami bahas pak Faiz ini, sudah tiga kali menggunakan metode/ pola KPO KL ini dan hasilnya saat ini mulai di” lirik” petani melon disekitarnya.

Semoga saja petani Sedaya dan Lamongan sekitarnya makin banyak yang menerapkan metode berbasis organik cara KPO KL ini.

melon3

Dalam mentranferkan tehnologi berbasis organik ini kami mencoba melakukan komunikasi bersama mitra dengan memaparkan bukan saja sekedar jenis pemberian pupuk dan pestisida lainnya tetapi mencoba menjabarkannya sesuai dengan kondisi terkini pada saat tanaman akan menerima perlakuan .

mrlon4

Motede yang kami bahas bersama dengan mitra ini biasanya memantau kondisi tanaman secara terintegrasi.

Jenis pupuk dan pestisida yang digunakan kami rotasi secara berkala  sesuai kondisi demikian juga dosis pupuk dan pestisidanya di ubah di naikkan atau diturunkan disesuaikan dengan mengamati kondisi tanaman dan kondisi lingkungannya.

Semoga makin sukses  , petani Lamongan…

MUSIM HUJAN TELAH TIBA, ANTISIPASI MUSIM PENYAKIT

Diakhir bulan September 2016 ini, musim hujan sudah makin terasa dimana mana, bahkan di wilayah kami di daerah Garut, banjir bandang melanda di sebagian wilayah.  Hampir setiap hari hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

img-20160927-wa006

Kami mencoba membahas tanaman yang dikirimkan dari mitra kami di wilayah Gadog, Cipayung Bogor – Jabar,  Pada saat awal kunjungan kami ke Bogor , atas undangan pengelola tanaman tersebut, kondisi tanaman , rawan terkena penyakit keriting daun akibat virus kuning, tetapi saat ini dua bulan setelah dilakukan perlakuan khusus, cara KPO_KL, kondisi tanaman makin membaik.

(Kiriman gambar  dari mitra mas Suhdi, pada tanggal 27 September 2016.)

 img-20160723-02191

Berbeda dengan kondisi dua bulan yang lalu, pada akhir bulan Juli 2016 pada saat kunjungan KPO KL ke Puncak Bogor ini, kondisi tanaman tunasnya seperti “mandeq”( gambar diatas), secara bertahap kami dan mitra secara intensif memberi perlakuan berbasis organik cara KPO KL baik secara dikocor maupun di semprotkan.

img-20160927-wa004

Sehingga pada saat ini tanaman mitra kami telah petik sebanyak 13 kali dengan hasil yang memuaskan.

img-20160927-wa008

Kekhawatiran terjadi keriting daun dan virus kuning kami syukuri karena tidak terjadi demikian juga, penyakit antraknose/ patek dan layu  Fusarium juga terhindarkan.

img-20160927-wa014

Pola nge “gas” sesaat , sambil memantau kondisi tanaman, timing untuk “ngerem” nya, dilakukan secara seksama dan kami lakukan secara bersama sama dengan mitra kami ini.

img-20160927-wa016

Tunas daun yang awalnya dikhawatirkan berkerut dan kuning, dapat dihindari dengan pemberian pupuk kimia kadar rendah sambil meningkatkan pemberian pupuk Pormik dan Biopestis secara kontinyu.

img-20160927-wa015

Memang musim penghujan yang telah terjadi disebagian wilayah ini, perlu di antisipasi agar tanaman tidak ” terlalu di gas” juga jangan sampai diberi terlalu banyak diberi makanan yang dingin dingin, karena hal ini bisa saja menyebabkan potensi tananan menjadi mudah terkena penyakit.

PESTISIDA KIMIA , RENDAH SAJA…

Perkembangan pertumbuhan tanaman mitra kami dari Bojonegoro ini terus kami pantau bahkan sejak dari sebelum tanam, hingga akhir masa panen tiba.

img-20160919-wa015

Pada tanggal 20 september 2016, mitra kami di desa Nglumber, Kepuh baru- Bojonegoro, panen 3000 batang dari 5500 batang jumlah total tanamannya. Varietas melon eksklusif jenis Apollo ini, dihargai 8000-9000 per kg nya.

img_20160919_172955

Pada kesempatan tersebut penulis ( kanan) berkesempatan memantau langsung ke kebun  2, yang bersebelahan dengan lahan kebun pertama yang baru saja selesai panen . Jumlah tanaman lahan ke 2 sekitar kurang dari 3000 an.  Usia tanaman pada saat kunjungan ini , 44 hari.

img-20160919-wa014

Hasil yang dicapai oleh mitra muda kami ini bisa dibilang ” fantastis’ bagaimana tidak , disaat seperti saat ini, musimnya “puret”,  melon Apolla nya mas Mahmudi, bertahan hingga panen di usia 60 hari.

img_20160919_173705

Bahkan kondisi tanaman melon yang di pagi harinya baru saja dipetik, kondisinya masih ‘hijau berseri’ dan terhindar dari keriting daun, “puret” dan juga terhindar dari serangan hama thrips dan tungau.

Pada hal sebagaimana kita ketahui, melon apollo ini, memang harganya bisa 3 kali lipat harga melon hijau biasa, tetapi faktor perawatannya juga lebih sulit dibanding melon biasa, hal ini diantaranya dipengaruhi oleh karakteristik daun yang LEBIH TIPIS dan RAWAN HAMA DAN PENYAKIT  dibanding dengan daun melon hijau.

img_20160919_173205

Pada kesempatan ini, kami juga  mengajak rekan kami  tehnisi lapangan dari  P.T. Bayer, mas Supriyono dari areal Ngawi dan sekitarnya.  Sdr. Supri, terheran heran dengan metode yang digunakan oleh mas Mahmudi ini.  Dosis fungisida Antracolnya digunakan sekitar 1 sendok teh sd 1 sendok makan saja per tangki 17 liter air, dan itupun digunakan pada usia lebih dari 20 harian keatas. Selain itu dosis Confidor yang kami sarankan pun hanya sekitar 5-6 mili saja per tangki 17 liter airnya.

img_20160919_173643

Perjalanan jauh dan melelahkan KPO_KL  dari Garut ( Jabar) ke Bojonegoro ( Jatim), segera sirna setelah melihat kondisi  tanaman ‘sisa panen’ melon mas Mahmudi yang masih hijau di usia 60 hari.  Seandainya buah bagian atasnya bisa dipelihara seperti halnya melon hijau, mungkin hal ini akan dilakukan oleh mitra muda kami ini, hal ini dikarenakan kondisi daun melon yang masih ‘utuh” sesaat setelah panen.

img_20160919_172110

Apalagi setelah di suguhi, melon Apollo, yang tingkat kemanisannya mencapai ukuran BRIX , hingga  level ,15…., wahhh  …luuueeegiii banget .

Pestisida rendah saja, seperti nya hal yang mustahil , tetapi dengan pola cara KPO-KL yang arahnya dengan PENGKONDISIAN TANAMAN YANG SEHAT, berhasil mengubah ‘cara pandang’ petani melon selama ini yang menyatakan bahwa obat kimia yang digunakan harus tinggi…

.