Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

PUPUK KIMIA MAKIN DIKURANGI

Penggunaan pupuk kimia dengan cara KPO-KL makin minim saja saat ini, hal ini secara aktif kami melakukan riset secara berkelanjutan dan memantau perkembangan pola dari waktu kewaktu. Inovasi inovasi pun makin sering kami lakukan tetapi tetap dalam  track yang ada sebelumnya.

IMG-20171118-WA0247

Seperti halnya pemantauan kami pada tanaman mitra dari Cianjur selatan , tepatnya dari daerah Cidaun, yang kami lakukan pemantauannya sejak dari pengolahan lahannya.

( Kondisi tanaman rawit pada tanggal 21 Juni 2017. Penggunaan pupuk kimia yang kami kocorkan dikisaran 1-1.5 kg saja per drum 200 liter air.)

IMG-20171118-WA0257

( Sekitar satu bulan kemudian mitra kami , Bp. Husni Mubarak, mengirimkan lagi kondisi tanamannya pada  tanggal 20 Juli 2017).

Kami berjalan dengan metode kami sendiri, berjalan dengan penggunaan pupuk kimia yang minim sekali, bahkan biasa menjadi ‘cemoohon’ petani petani lain diluar KPO-KL. Tidak ada masalah yang penting kami ingin petani petani mitra berhasil dan merasakan betul manfaat dari metode ini.

IMG-20171118-WA0253

Perkembangan tanaman secara berkala kami pantau dan bahas secara bersama sama dengan mitra kami tersebut.

Pengunaan pupuk yang minim dan  jenisnya pun kami pola berdasarkan kondisi tanaman ter update.

IMG-20171109-WA0257

Tanaman mitra kami ini sempat pula mengalami kekeringan yang sangat, tapi dengan usaha dan kegigihan beliau dan juga disiplinnya dalam menerapkan metode KPO-KL ini, saat ini hasilnya sudah terasa. Walaupun harga sempat Rp.8000 per kg nya, mitra tersebut sudah mengantungi keuntungan yang  tidak sedikit.

IMG-20171117-WA0167

Tanaman yang ditanam pada tanggal 28 Mei ini, dipetik /dipanen hijau.  hingga saat ini tonase petikan berdasarkan informasi yang kami terima dari mitra tersebut adalah 1.745 kg dari jumlah tanaman yang hanya sekitar 3000 batangan saja.  Hasil demikian sudah sangat kami syukuri bersama apalagi mitra kami ini basicnya bukan petani murni tetapi berlatar belakang  pengalamannya di bidang Internet Marketing.

( Kondisi tanaman diatas diambil pada tanggal 18 Nov 2017, yang mana tanaman kembali hijau royo royo, setelah terkena limpahan rahmat berupa air hujan ).

IMG-20171117-WA0166

Penggunaan pupuk kimia yang minim merupakan salah satu , kiat kami dalam menghindari terjadinya  serangan hama dan penyakit tanaman.

Tanaman mitra kami yang sudah berusia 6 bulan ini kembali cerah ‘ceria’, subur makmur dan terhindar dari penyakit antraknose dan lalat buah, juga layu fusarium.

IMG-20171117-WA0168

Pemetikan yang intervalnya antara 10-14 hari sekali karena dilakukan  pemetikan buah yang masih hijau.

Screenshot_2017-11-20-15-13-51-22

Dengan hati yang riang dan juga karena mitra kami tersebut merasa senang dengan pola ini, mitra kami tersebut secara berkelanjutan memberikan data dan perkembangan tanamannya dari waktu ke waktu.

Semoga  makin sukses mitra KPO_KL , dengan memberikan pupuk kimia yang alakadarnya saja.

HASIL CABE RAWIT MELIMPAH DI MUSIM PENGHUJAN

Kembali kami mencoba membahas hasil penerapan mitra kami dari pingigr laut pesisir selatan Cianjur , yang terkenal kondisi cuacanya sangat ekstrim panas. Mitra kami ini sdr. Husni Mubarok  sebagaimana yang pernah kami bahas pada artikel sebelumnya,  bertanam cabe rawit var. Pelita yang dipindah tanam pada tanggal 28 Mei 2017.

FB_IMG_1510861509784

Pertama kali kami komunikasi  yaitu pada tanggal  14 Maret 2017, mitra kami ini secara aktif terus komunikasi dengan kami hingga saat ini.

FB_IMG_1510861502958

FB_IMG_1510861493893

Dua Gambar diatas dikirimkan oleh mitra kami pada tanggal 17 Agustus 2017 kepada kami, untuk dilakukan evaluasi bersama perihal hasil yang telah diperoleh hingga saat itu. Dari Jumlah tanaman  sekitar 3000 batang dari rencana 8000 batang, karena pada saat itu kemarau yang sangat terik.

IMG-20171109-WA0286

Gambar diatas, dikirimkan bung Husni Mubarok pada  pertengahan bulan November 2017, saat ini dari jumlah 3000 batang tersebut , hasil yang diperoleh sudah mencapai 1.7 ton. ( Data WA terlampir dari mitra kami tersebut ).

Walaupun pada  saat itu dikisaran 8000 rupiah per kg nya, tapi petikan ke 6, pun biaya produksi sudah tertutupi bahkan lebih sudah mendapat untung.

PhotoGrid_1510906137783

Komunikasi via WA secara aktif terus kami lakukan dengan  setiap mitra kami. Informasi yang kami dapatkan hingga tanggal 15 November 2017 hasil yang diperoleh sudah 1745 kg.  Harga cabe rawit hijau, saat  ini sudah ada kenaikan dari sebelumnya, di jual dikebun Rp.11.000 per kg nya.

IMG-20171109-WA0281

Kondisi tanaman pertengehan bulan November ini sudah sekitar 6 bulanan dan tanaman masih terlihat , Hijau Royo royo. Kepuasan Mitra kami adalah target kami.  Perbandingan hasil, dari mitra kami ( tidak ada rekayasa sama sekali), tetangga yang tanamannya 6000 batang hasilnya hingga saat ini sekitar 900 kiloan, sementara itu dengan waktu penanaman yang hampir sama, mitra kami sudah mendapatkan hasil 1.7 ton  itupun dengan jumlah tanaman yang hanya 3000 batang saja.  ( Tidak ada manipulasi data. Oke!!!)

IMG-20171109-WA0280

Tanaman pun tampak mulai segar kembali setalah terkena guyuran air hujan secara intensif, kalau pada Metode kami, musim hujan seperti ini, merupakan hari yang dinanti nanti.  Ibaratnya jalanan menurun , dan licin, tinggal lepas “gas’nya, jalan “ngeloncong” sendiri. Bisa Irit ‘bensin’/Bahan bakar.

Satu persatu bagi mitra yang kooperatif dan komunikasi secara berkesinambungan, kembali mulai Sukses !!!

LABU MADU, BUDI DAYA yang MENGGIURKAN

Pada artikel sebelumnya kami sudah membahas perihal budidaya tanaman ButterNut/ Labu Madu mitra kami Bp. Ikhsan  dari Riau ini. Tanaman eksotik ini pada saat ini  pertengahan bulan November 2017, sudah panen beberapa kali.

IMG-20171113-WA0285

Pemanenan memang di lakukan secara bertahap, selain untuk skala rumah tangga, hasil panennya ditampung oleh pengepul.

IMG-20171114-WA0044

Tanggal 14 November 2017 ini dilakukan pemetikan  berikutnya.  Harga penjualan dikisaran Rp.11.000 per kg nya. Sedangkan per batangnya  yang dipelihara ada 3-4 buah,  rata rata per buahnya dikisaran  1-1.5 kg. Jadi Potensi per batangnya dikisaran Rp.30.000 sd  kisaran Rp.50.000 an.

IMG-20171114-WA0043

Bibit Var. Hanna ini harga satuannya memang agak mahal yaitu dikisaran  Rp2500-Rp.3000 per bijinya. Untuk ilayah Riau ini informasi yang kami dapatkan, biaya tenaga kerja  memang bisa menyerap  sampai 45 persenan dari total biaya produksi seluruhnya.  Sedangkan biaya perawatan dengan cara KPO-KL ini sendiri terbilang sangat murah.

IMG-20171113-WA0295

Bibit yang ditanam pada tanggal 16 Agustus 2017 ini, saat ini masih belum tuntas masih ada sekitar 400 buah yang masih menggantung di pohonnya . Tapi jelas  secara kalkulasi  hasil yang diperoleh sudah jauh  diatas  biaya produksinya. Apalagi  harga ecerannya bisa mencapai dikisaran 25 ribu per kg nya.

IMG-20171113-WA0281

Mitra kami ini sudah sangat bersyukur karena walaupun  penanaman dilakukan di musim panas yang terik, tanaman terselamatkan hingga saat ini. Ada hal yang menjadi catatan mitra kami ini, sehingga beliau secara kooperatif untuk mengirimkan  data gambarnya dari waktu kewaktu, yaitu hasil perbatangnya yang  lebih banyak apabila dibandingkan dengan petani petani  Labu Madu di komunitas  beliau.

IMG-20171114-WA0045

Tekstur yang lembut dan rasa yang lebih manis, dan harga  stabil tinggi yang  menyebabkan jenis Labu Madu ini , saat ini mulai ‘trend’.  Apalagi budidaya labu madu mitra kami ini, perawatannya ‘ikut’ dengan  perawatan Melon yang sudah panen terlebih dahulu ( Sudah kami paparkan pada artikel sebelumnya).

Semoga makin sukses pak Ikhsan, dan semoga makin banyak mitra lainnya yang tertarik untuk menggunakan metode KPO-KL untuk komoditas eksklusif ini dan juga komoditas Melon di tempatnya setelah melihat hasil dari tanaman pak Ikhsan ini.