Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 126 »

Tanaman Tinggi versus tanaman Pendek (2)

Sebagai pembanding untuk tanaman berikutnya Kami mencoba menampilkan hasil penerapan Mitra kami saudara Adiwarman dari Padang Panjang Sumatera Barat.

Tidak seperti halnya tanaman saudara datang dari Pesisir Selatan tanaman Mitra Muda kami ini secara fisik pertumbuhannya tidak terlalu tinggi tetapi dalam jumlah buah pertanaman terlihat sangat banyak.

 Memang ada istilah yang kita mau panen adalah buahnya bukan daunnya. Tetapi kalau tidak ada banyak daun Bagaimana mungkin terbentuk banyak buahnya.Sebenarnya  cukup mudah menghitung potensi  hasil suatu tanaman . Asumsi satu buah cabe , beratnya 7 gram, jadi kalau ada sekitar 100 buah, berarti berat  rata rata per batangnya di kisaran 700 gram.

Buahnya sampai menjuntai jatuh ke Mulsa, dan ukuran ruas batang ke ruas berikutnya tidak terlalu panjang, tetapi buahnya sangat rapat berdesakan. Pola yang dilakukan adalah dengan memberikan perlakuan “Pocanil dan Cas” seawal mungkin, padahal biasanya rumus yang kami gunakan adalah memberikan Pocanil dan Cas, di pertengahan masa pertumbuhan di usia, 3 bulanan.

Hitungannya , Jadi cukup sekitar 250-300  buah untuk mendapatkan hasil 1.5 kg per batangnya. Apakah tanaman yang tinggi atau yang pendek? Jawabannya memang kembali.ke selera mitra tani , yang penting pencapaian jumlah 250-300 buah tersebut bisa tercapai terlebih dahulu.

Tidak menutup kemungkinan dalam satu periode hasil tersebut bisa tercapai tetapi peluang untuk mencapai jumlah tersebut dengan panen selama dua periode/ dua tahapan, menurut hemat kami lebih terbuka potensinya.

Kami tetap bersyukur karena mitra muda kami ini, telah berhasil mengelola tanamannya yang berbuah lebat walaupun vigor tanaman tidak terlalu tinggi.

Memang hingga tulisan,  ini kami buat, hasil petikan tanaman mitra kami ini, baru 3 kali petikan. Perlu evaluasi tahap lanjut untuk mendapatkan nilai hasil  rataan perbatangnya hingga di akhir masa panennya . Apakah mitra memilih contoh tanaman pertama sdr.Tatang atau contoh tanaman kedua , yang dikelola oleh mitra muda Sdr. Adiwarman ini? Jawabannya  : “wait and see”….Good luck untuk semua mitra….

 

Tanaman tinggi versus tanaman pendek

Ada hal yang agak menggelitik sehingga kami Menulis artikel seperti judul diatas tersebut. Secara alamiah kita pada umumnya sangat senang apabila memiliki tanaman yang jumlah percabangannya banyak sehingga dari percabangan tersebut kita harapkan bermunculan tangkai bunga pentil dan buah. Adapun harapan kita dengan makin meninggi nya percabangan Tunas tersebut diharapkan produktivitas pun semakin meningkat.

Kami mencoba membahasnya dari dua hasil yang berbeda antara tanaman mitra yang memiliki pertumbuhan dengan tunas yang banyak dibandingkan dengan tanaman Mitra lainnya yang tidak terlalu tinggi tetapi jarak antar ruas pun menjadi lebuh pendek. Tanaman yang pertama kami ambil contohnya dari tanaman Mitra saudara Tatang dari pesisir selatan Sumatera Barat. Sebagai pembanding nya kami ambil dari tanamannya saudara Adi dari daerah Padang Panjang, masih di Sumatera Barat juga.

Tanaman ini jumlahnya 2000 lubang dengan jumlah tanaman 2 batang perlubangnya.

Tanaman pun sudah menghasilkan sekitar 1.8 ton dengan kondisi ruas atas masih cenderung bercabang dan berbuah. Walaupun buah agak sedikit memendek karena pola rem cara kpo KL sedang diterapkan.

Dengan jumlah petikan ke 18 hingga hari ini tanggal 24April 2018 ini, tanaman tampaknya masih mau “mengulur” dan memberi harapan berupa tunas tunas baru.

Dengan penambahan tunas dan tanaman terus meninggi, tidak usah khawatir akan jumlah aplikasi semprotan yang bertambah akibat bertambahnya percabangan yang baru .

Memang perawatan menjadi lebih ekstra tetapi apabila hasil juga meningkat, “why not”? Coba anda bayangkan tanaman apabila pertumbuhannya pendek dan buahnya dipanen tetapi jumlah petikan yang tidak banyak.

Kita justru berharap dengan adanya tunas baru yang berkembang terus kita harapkan ada lagi bakal buah yang akan muncul pad Periode berikutnya. Dengan perlakuan yang tepat berupa pemberian pestisida dari KPO KL dan dari kimia minim yang tetap ramah lingkungan. Semoga makin meningkat jumlah petikannya. Pak Tatang.

 

CARA MENGENDALIKAN LALAT BUAH secara TUNTAS

Selain bertanam tomat Mas Angga dari Poncokusumo Malang ini juga merawat tanaman jeruk dari lahan yang dulunya disewa dan dikelola oleh petani lain. Jumlah tanaman sekitar 550 batang jenisnya jeruk siam madu.

Kami sengaja menampilkan screenshot percakapan antara kami kpkl dengan mas Angga perihal pertanaman jeruknya. Tanaman jeruk ini pasca habis masa sewanya mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan sebagian petani di sana mengatakan mustahil dan sangat berat untuk merawat kembali tanaman jeruknya.

Sejarah intensif Kami mencoba menangani tanaman yang kondisinya sebagian besar seperti gambar di atas. Serangan lalat buah sangat mendominasi sehingga buah tanaman jeruk rontok dan gagal untuk dimatangkan.

.

Setelah perlakuan secara intensif dengan cara Carrefour selama kurang lebih 2 bulan tanaman jeruk Mas Angga saat ini sudah tidak lagi diganggu oleh hama lalat buah dan hama hama lainnya. Sebagaimana tertera dalam screenshot percakapan kami yang kami buat berdasarkan percakapan yang riil dan tidak ada unsur rekayasa.

Buah tanaman jeruk siam madu Mas Angga ini sangat lebat dan rata-rata Rasa buahnya pun lebih manis dari sebelumnya sebelum menggunakan metode KPO  kembang langit. Sebagaimana terlihat dalam gambar

 Pada pertengahan bulan April ini Mas Angga mengirimkan hasil penanganan lalat buah dengan cara memprioritaskan penggunaan insektisida Pesnator dari KPO KL.

Adapun cara kerja dari insektisida kami ini memang unik yaitu menyebabkan serangga dewasa hama atau Imago cenderung tidak mau meletakkan telur pada buah jeruk. Efek dari keengganan lalat buah meletakkan telur pada jeruk yaitu berkurangnya secara drastis tingkat serangan larva lalat buah.

Teknik ini sangat berbeda 180° dibandingkan dengan teknik konvensional yaitu berupa pemasangan perangkap metil eugenol di sekitaran areal pertanaman. Bahkan metode ini sangat kami tentang dan tidak anjurkan untuk tanaman jeruk atau tanaman buah lainnya.

Selain itu kami juga tidak menganjurkan penggunaan jaring paranet yang dipasang di keliling pertanaman karena metode ini pun cenderung justru memperbanyak populasi yang berkembang biak di dalam Kelambu paranet /jaring. Simpel sekali cara kami ini yaitu dengan memberikan Pesnator 1-2 mili saja yang kami sarankan digabung dengan b.a. Dimethoat 0.3ml perliternya , dan Lalat buah pun , TUNTAS