Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 159 »

Berbagi Ilmu Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Betapa senangnya kami karena perlahan  tapi pasti, metode KPO_KL, telah merambah dari mulut ke mulut dan praktek ke penarapan secara estafet.Hal ini sekaligus menepis segala hal yang mengatakan KPO- KL, eksklusif, tak mau berbagi ilmu , dari artikel yang kami tulis kali ini kami akan mengangkat bagaimana metode KPO KL, bergerak dari hati ke hati dari keinginan keingin tahuan dan terdorong oleh kerendahan hati untuk belajar sambil berbagi…..

Kami memang sangat intens membantu dan berbagi kepada mitra yang berminat dalam menerapkan metode ini, bahkan secara aktif kami justru yang selalu untuk sekedar  menanyakan bagaiamana kondisi tanaman mitra pada saat tersebut. Jadi keliru besar  petani yang tidak kenal dengan kpo-KL, yang mengatakan dan “menjudge” bahwa kpo kl, pelit Ilmu…. Pelitnya dimana??? Lain halnya yang tidak bertanya, tentu kami akan risi menjelaskan metode kami ini, kami tentu merasa risi sendiri, menjelaskan kepada  orang yang belum tentu mau mentrapkannya.

Pada halaman artikel kami kali ini, menguraikan pola distribusi  bagaiamana kita mentransfer ilmu dari satu ke petani lainnya di landasi karena tersentuh untuk berbagi. Kami punya prinsip dalam KPO ini untuk terus berbagi pengalaman pada mitra yang memerlukannya dan kami harapkan agar kelak mitra tersebut nantinya mau juga memberikan pengalamannya pada petani lainnya setelah berhasil dalam budidaya nya. Seperti yang dilakukan oleh mitra kami dari Hutaimbaru, Tapanuli Selatan, SUMUT ini, beliau sudah memahami betul seluk beluk metode KPO KL, dan setiap bertanam, kami syukuri, hampir tak pernah lagi mengalami kegagalan, semoga berlanjut.( GAMBAR ATAS , di lokasi sdr. Erwin Ritonga)

(Kalau dua gambar ini, di lokasinya pak Hutaimbaru /P Harahap sendiri, yang juga kondisinya siap panen). Keberhasilan yang berulang ulang dari pak Hutaimbaru ini, tidak lah sampai disini saja, beliau dengan sukarela untuk berbagi pada tetangganya, sdr. Erwin Ritonga sehingga pada saat ini tanamannya sudah 4 kali panen,  pada saat harga  buah cabe juga sedang mahal mahalnya.

( Lokasi pada Tanaman pk Hutaimbaru) Hmmm, semoga musim ini bisa panen melimpah lagi dengan harga yang  sedang bagus bagusnya. Segala hal perihal tatacara bertanam cabe, kami tularkan pada mitra demikian juga mitra menularkan lagi pada petani lainnya. Perihal pengendalian hama dan penyakit secara detail, satu persatu beserta prakteknya secara langsung.

( Masih di lokasinya pak Hutaimbaru). Disaat harga saat ini sedang mahal mahalnya karena suplay cabe ke pasaran menurun, mitra kami pak Harahap dan bung Erwin Ritonga bisa panen dengan kondisi tanaman yang sehat dan buahnya pun, terlihat lebat. ( catatan dalam metode kpo KL, varietas sebenarnya bisa jenis apa saja, artikel nya banyak kami tulis di web kami ini.)

Menurut versi kami, bertani adalah PRAKTEK, tidak bisa diuraikan sekedar dari teori ke teori,  karena pupuk kami anggap semua baik, pestisida juga sudah diriset sebelum di lounching, hanya kapan waktunya kapan timingnya, itu yang menjadi  prioritasnya.

Oleh karena nya , kami mengidentikkan dengan seolah olah kita sedang berkendaraan, kapan timingnya,nge gas kapan  ngerem dan kapan kita akan melakukan ‘koplingnya’, dan apabila mitra petani sudah memahaminya maka , bertani akan dilakukannya  secara rileks, nyantai tanpa ada ketegangan lagi.

Apapun jenis hama nya  ( Thrips, Tungau, Kutu kebul, Ulat, lalat buah dll) atau jenis penyakitnya ( patek/antraknosa, busuk tangkai, bercak daun, layu fusarium, dll), maka akan lebih rileks dalam menghadapi permasalahan pada saat budidaya jenis tanaman apapun. Ini harapan kami, mitra pun bisa merasakannya dan kami harapkan untuk tidak pelit untuk berbagi pada petani lainnya.

 

 

Virus kuning /Puret, pada Tanaman Melon

Virus kuning  biasanya beriringan dengan penyakit keriting daun dan biasanya menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti melon dan lainnya. Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh Gemini Virus/Virus Kuning/  Geminivirus ”TYLCV” (Tomato Yellow Leaf Curl Virus) dan  yang paling utama agar tidak terjadinya penularan adalah dengan mengendalikan serangga vektor /penular, al. Kutu kebul. Dan Celakanya pada saat ini di pertengahan bulan Juli 2019, serangan dari puret, Virus kuning sangat meraja lela.

Oleh karenanya tidak heran kalau, harga hortikultura diantaranya melon langsung melonjak tinggi ( dikisaran 7000 rupiah per kg nya). Jumlah yang panen di beberapa sentra Melon di Jatim dan Jateng yang kami dapatkan informasinya dari mitra mitra kami, sangat minim. sambil mencoba menerapkan tehnik pengendaliannya, kami sertakan contoh real hasil penerapan mitra kami mas Vuad dari Kec. Siman Ponorogo Jatim. ( Tanggal tanam  biji 5 Mei 2019) .

Kami bersyukur karena mitra kami mas Vuad yang  musim sebelumnya pun sukses dengan metode pengendalian virus kuning  cara KPO KL, musim tanam kali ini pun kembali menuai hasil yang sangat memuaskan. Memang virus kuning yang sudah tertular pada hama akan tetap dapat menular melalui vektor seperti kutu kebul dan dapat menularkan geminivirus secara persisten ( artinya Tetap :  yaitu sekali makan hama tersebut  pada tanaman yang mengandung virus,  maka selamanya sampai matipun hama tersebut  dapat menularkan virus tersebut).

( Perkebangan tanaman mitra, kami pantau dan bahas bersama sama, pengamatan per tanggal 31 Mei 19). Betapa Gawatnya hama vektor kutu kebul tersebut, karena sekali dia mengisap cairan tanaman maka kemanapun dia mengisap berpindah pada tanaman lain maka , tanaman lain tersebut akan tertular secara masiv pada areal tersebut. Dan kami syukuri pula karena musim ini, mas vuad berhasil lulus dari serangan puret dan virus kuning tersebut, bahkan hasilnya dari sekitar 3000 batang bisa menghasilkan sekitar 5-6 tonan ( rata rata di ukuran 2 kiloan per buahnya).

Adapun untuk tehnik pengendaliannya yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut, aplikasi Protektan, untuk meredam penyebaran virus agar tidak bertumbuh kembang pada tanaman tersebut yaitu dengan cara menghambat agar DNA virus tidak berkembang lebih lanjut. PESNATOR, bereaksi dalam menekan perkembang biakan dan penularan HAMA VEKTOR/KUTU KEBULNYA, sedangkan BIOPESTIS selain memperkuat reaksi keduanya, juga memberikan stimulus berupa mensuplay enzim /hormon pertumbuhan agar tanaman tidak kerdil.

( Menjelang panen, daun “preteli”, setelah diberikan hormon ethrel pada buah, buah siap dipetik) .  Adapun kombinasi insektisida kimianya kami tidak fanatik terhadap suatu merk/perusahaan karena insektisida kimia pada pola KPO KL ini hanya bersifat sebagai pelengkap saja, buka sebagai faktor utama.

 

Waspadai apabila terdapat Gejala serangan virus kuning ini, adapun cirinya al :  pada awalnya daun  pucuk seperti  mencekung dan mengkerut sedangkan warnanya mosaik ringan. Gejala biasanya akan berlanjut  dengan hampir seluruh  pucuk berwarna kuning cerah, daun  makin mencekung dan mengkerut – kerut , lebih tebal tetapi ukuran permukaan daun mengecil. Penanggulangan sedini mungkin dengan menggunakan PROTEKTAN, PESNATOR DAN BIOPESTIS dengan dosis 0.4 mili per liter air dan penambahan insektisisida kimia dua macam dengan dosis 0.3 ml per liter airnya, kembali teruji dan terbukti. METODE KPO KL, bukan sekedar, teori.

KITA BERDOA SAMA SAMA SEMOGA SUKSES PETANI MELON DIMANAPUN BERADA, BERSAMA KPO KL.

 

Mengatasi “Puret” daun di Musim Kemarau

Perihal Keriting daun/puret, pada tanaman sayuran dan buah tetap saja menjadi topik yang menarik untuk dibahas, karena hingga saat ini petani masih sering mengalaminya dan bahkan menyebabkan gagal panen. Kami seperti biasa membahasnya sambil praktek langsung dari hasil penerapan mitra kami yang menggunakannya, jadi tidak lah berdasarkan teori yang ‘sepotong sepotong’.

Sambil praktek menanggulangi keriting daun/puret, kami sertakan hasil penerapan mitra kami dari PONOROGO/JATIM, tepatnya di desa Sawuh, Kec. Siman.Sudah banyak teori yang membahas perihal keriting daun, ya kami coba merangkumnya dengan praktek langsung. Adapun hasilnya seperti diatas ini, mitra kami dari Ponorogo, mendapatkan  hasil yang memuaskan berikut ini kita simak bersama cara  mengatasinya.

Tanaman ditanam biji pada tanggal 5 Mei 19 dan mulia muncul sekitar  4-5 hari kemudian. Varietas yang digunakan, jenis Madu Rasa/ TAVI.Dari awal terus kami antisipasi dengan Protektan dan Biopestis sebagai pengendali Puretnya/keriting daunnya. Penambahan insektisida seperti biasa kami gunakan pula tapi dengan dosis 0.3 mili per liter airnya.

Selain dari atas kami juga melakukan antisipasi PURET/Keriting daun melalui pemberian nutrisi  yang cukup dan tepat, pemberian hormon pertumbuhan berlebih dan pemberian pestisida kelas berat ( jenis dan dosisnya) hanya membuat tunas malahan semakin puret saja.

Umur 47 sedang ngebut ngebutnya pemberian nutrisi pembesaran buah, tetapi terlihat tunas sudah aman dan terlewati fase kritis dari serangan puretnya. Pemberian nutrisi dari bawah kami berikan kocoran PROTEKTAN dan BIOPESTIS juga dengan dosis  @ 7 tutup per 200 liter airnya sambil mengurangi penggunaan pupuk kimianya.

Pas dua bulan dari penanaman biji, kondisi tanaman sudah berbuah secara merata dan sudah membentuk net secara utuh. Pada dasarnya antisipasi keriting daun adalah dengan menolak/repellen segala jenis hama yang mengganggu seperti, kutu kebul, aphids, thrips tungau dan hama hama pengisap lainnya. Dengan cara  penerapan Protektan dan Pesnator , hama hama tersebut, tidak betah hinggap di daun dan dengan serta merta, kabur menghindar dari tanaman kita.

Jadi sebenarnya tidak terlalu “ribet” , antisipasi keriting daun /puret dengan cara KPO KL ini, bahkan kalau sudah mengikuti “irama’ nya akan terasa simpel sekali dan Mas Vuad ini kembali merasakan hasil dan manfaatnya. Sementara  teman teman disekitarnya, banyak yang gagal total pada saat ini , tanaman mitra KPO KL kami ini berhasil lulus dari ujian keriting daun/puret pada tanamn melonnya.

.

.