Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

DISAAT DUNIA PERCABEAN, sedang “BERKABUNG”

Sudah beberapa bulan ini dunia percabaian sedang berkabung, bagaimana tidak , musim kamarau di daerah Jawa menyebab biaya perawatan terutama pengadaan air menjadi meningkat selain itu harga dipasaran juga seolah tak mau beranjak.

IMG-20170912-WA0130

Panas yang terik menjadikan tanaman tak kuat menahan terpaan hawa panas tersebut, masih untung tanaman tidak keriting dan berkerut.

IMG-20170912-WA0131

Spirit yang  berkurang menyebabkan  petani pun, terkulai lunglay….Terutama harga yang masih dikisaran dibawah Rp.10.000 per kg nya…

IMG-20170910-WA0092

Perawatan pun dilakukan seadanya, karena petani tidak mau berspekulasi  untuk mengeluarkan biaya lebih besar lagi disaat harga yang masih dalam posisi menukik….

IMG-20170910-WA0099

Buah kisut dan sebagian bunga rontok tak terelakkan lagi… sehingga betapa minimpun biaya yang dikeluarkan sepertinya, tetap saja belum mampu menutupi biaya yang dikeluarkan.

IMG-20170910-WA0097

Dalam kondisi demikian ,kami mengatasnamakan petani mitra ,  hanya bisa memohon pada penentu kebijakan dan sekaligus mempertanyakan ada apa dengan dunia percabaian kita, kenapa harga begitu rendah dan berada dilevel titik terendah seperti saat ini?

Padahal setahu kami, sentra sentra cabe juga saat ini,  mengalami perawatan yang eksta sulit, sehingga menurunkan produktifitas produksi cabenya.

Hanya bisa bersabar dan tetap disyukuri dengan apa yang diperoleh saat ini….

TANAM CABE TANPA PEREMPELAN

Saat ini harga komoditas pertanian khususnya cabe masih saja rendah, bahkan informasi yang kami dapatkan dari Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat harganya hanya sekitar 5000 sampai dengan Rp6.000 perkilogramnya. Tragis.

IMG-20170818-WA0000

Ya Sambil menunggu harga membaik kita coba membahas dalam upaya meningkatkan produksi Agar bisa lebih meningkat lagi. Contoh yang kami berikan dalam artikel ini berasal dari Mitra kami saudara Husni M. Cidaun Cianjur Selatan.

Tanaman cabe rawit varietas Pelita dari Panah Merah saat ini dirawat tanpa membuang tunas-tunas sampingnya sebagaimana tampak dalam gambar diatas.

IMG-20170817-WA0143

Tanaman cabe rawit yang dipindah tanam pada tanggal 25 Mei 2017 saat ini memasuki bulan ketiga. Ada hal menarik yang bisa menjadi bahan kajian kita bersama.

IMG-20170818-WA0003

Tanaman Mitra kami ini ditanam di daerah yang sangat panas dan hanya berjarak kurang lebih 1.5 kilometer saja dari bibir pantai.

IMG-20170817-WA0140

Dengan menggunakan metode aplikasi semprotan dan pemupukan cara KPO KL, walaupun tanaman ditanam di daerah yang sangat panas dan saat ini musim kemarau kondisinya segar bugar.

IMG-20170818-WA0008

Kondisi pucuk daunnya pun terlihat membuka dan tidak tampak terjadi serangan keriting daun dan virus kuning.

IMG-20170818-WA0001

 metode yang kami kembangkan untuk tanaman cabe rawit pada umumnya tidak dilakukan pembuangan Tunas samping atau perempelan.

IMG-20170818-WA0011

Suplai nutrisi dan perawatan Agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit merupakan faktor utama Agar tanaman tetap bisa berproduksi tinggi walaupun tunas-tunas samping tidak dibuang.

Dalam hal ini yang kami lakukan adalah dengan penyemprotan protektan untuk mengatasi hama trips dan tungau nya. Sedangkan untuk memacu tunas tunasnya, Kami menggunakan biopestis dari k p o KL.

LALAT BUAH dan BUSUK BUAH

Lalat buah dan busuk buah merupakan 2 masalah utama yang biasa dihadapi oleh petani petani cabe di Indonesia. Pada kesempatan ini kami kembali mencoba membahas 2 masalah tersebut berdasarkan pola yang biasa kami gunakan.

IMG-20170811-WA0041

Masalah lalat buah dan busuk buah biasanya menyerang pada tanaman cabe yang justru terlihat sangat subur, Oleh karena itu upaya agar tanaman menjadi subur ,tetapi tahan terhadap serangan lalat buah dan busuk buah perlu dilakukan.

IMG-20170811-WA0038

Sebagai latar belakang metode dasar yang kami gunakan dalam mengendalikan hama lalat buah dan busuk buah , adalah tanaman dari Mitra kami Bapak Tengku Sofian yang berada di Bekasi .

Serangan busuk buah yang disebabkan oleh cendawan antraknos sedangkan cara penanggulangannya adalah dengan beberapa langkah berikut ini.

IMG-20170811-WA0037

Dalam gambar tampak tanaman Bapak Tengku Sofian yang ditanam secara bertahap yaitu pada tanggal 9 Juni dan 14 Juni saat ini usia tanaman sudah memasuki bulan kedua. Dengan perlakuan yang kita lakukan kondisi tanaman saat ini terhindar dari serangan lalat buah.

IMG-20170811-WA0046

Varietas yang ditanam ada dua macam yaitu varietas lado dan varietas TM, perbedaan varietas dengan pola yang kami terapkan ternyata hasilnya sama-sama memiliki daya tahan terhadap serangan lalat buah dan busuk buah.

IMG-20170811-WA0048

Adapun cara yang kami lakukan adalah menghindari pemasangan umpan perangkap perekat dan sex feromon semisal metil eugenol. Memang masih terdapat kontroversi antara pihak yang menyarankan penggunaan metil eugenol dan yang menyarankan untuk menghindari pemasangannya di areal pertanaman, dan dalam hal ini kami termasuk pelopor yang menyarankan untuk menghindari pemasangan umpan perangkap tersebut..

IMG-20170811-WA0045

Metode yang kami gunakan adalah Justru dengan prinsip repellent dan prinsip antifeedant yaitu penolakan dan menghindarkan agar lalat buah tidak ingin makan di sekitar areal pertanaman yang sedang kita budidayakan.

Demikian juga halnya dengan penggunaan bahan sebagai pengendali cendawan atau jamur yaitu dengan menggunakan aplikasi pocanil, yang berfungsi sebagai bahan aktif agar cendawan tidak sesuai untuk perkembangbiakannya.

Semoga sukses Bapak Tengku Sofian

.